Anak Muda Harus Semangat

Aku selalu senang kalau ada orang yang bercerita tentang cita-citanya dan ide-idenya untuk masa depan. Apalagi kalau hal yang dikatakannya itu masuk akal dan menginspirasi. Dan orang itu begitu semangat dalam menjalani hidupnya. Jadi tertular semangatnya.

Cerita inspirasi yang aku dengar hari ini seperti ini…

Ada seorang anak muda. Dia hanya tamat SMA. Dalam pikirannya, tidak perlu kuliah karena dia merasa tidak perlu. Yang diperlukannya adalah keahlian. Belajar sesuatu. Dan dia senang belajar hal-hal baru yang berguna.

Di usianya yang masih muda, dia pindah kerja ke sana-sini. Pernah kerjanya menjadi sales, kerja di toko, mengajar les anak-anak SD, guru ekstrakurikuler, kerja di bagian administrasi, dan lain-lain. So what kalau kerjanya pindah-pindah? Masih muda, masih dalam tahap mencari sesuatu yang nantinya akan disukai.

Biarpun demikian, dia punya cita-cita untuk kerja di kota lain. Dia ingin mendapatkan pengalaman dan membuka wawasan. Gaji kecil tak masalah asalkan cukup untuk hidup. Yang penting ilmu dan pengalamannya dulu.

Lalu ia berkata, “Kita yang kerja kantoran ini, tidak mungkin selamanya akan kerja kantoran. Kalau sudah tua, kita harus punya keahlian agar bisa digunakan di hari tua itu. Misalnya make up. Atau gunting rambut.”

Lalu ia juga berkata, “Seandainya nanti sudah punya rumah dan rumah yang dimiliki itu jauh dari kota, saat tidak bekerja lagi di kantor, keahlian yang dimiliki tentunya sangat berguna untuk menunjang hidup.”

Selain itu, ia juga punya pandangan tentang perlunya punya rumah. “Kalau kamu sudah punya pasangan, pasti ingin menikah, kan? Nah, kamu harus punya rumah. Jangan bergantung pada orangtua. Rumah itu tidak perlu yang mewah atau besar, yang penting bersih dan nyaman untuk ditinggali.”

* * *

Pelajari keahlian yang kamu sukai. Kalau suka musik ya belajar. Kalau suka kerajinan tangan, pelajari. Kalau suka komputer, belajar juga. Kalau suka bahasa, banyak baca buku dan belajarlah. Nggak akan rugi kamu belajar. Belajar nggak mengenal umur. Di umur berapa pun kamu bisa belajar.

Masih muda harus semangat. Gunakan waktu dengan baik. Cari uang. Tabung uangnya untuk masa depan. Masa depan harus dipikirkan juga. Jangan cuma mikirin masa sekarang.

* * *

Oke sip. Ayo semangat juga!!

Advertisements

H – 2

Bikin status di WA Story:

Tak lama kemudian, suasana menjadi ramai karena bunyi notifikasi dari hape. Banyak pesan masuk di WA.

Seorang teman kuliah menuliskan, “Wah, 2 hari lagi kita bakal ujian. Huhuhu. Aku belum belajar. Kamu pasti udah ya kan?”

Teman kantor menulis, “Apaan tuh H-2? Bakalan kencan ya? Eciye ciye….”

Rekan dari kantor lain menulis, “Wah, sepertinya mau buka bisnis baru 2 hari lagi, nih?”

Teman SMA yang sudah lama nggak berhubungan tapi nomornya tetap tersimpan di hp menulis, “Kabar baikkah itu? Kamu bakalan merid? Atau tunangan dulu? Jangan lupa undang aku, dong!”

Saudara sepupu menulis, “Apaan, sih? Tumben nulis H-2? Mau berangkat liburan ya?”

Teman dekat menulis, “Sok ah, tulis-tulis status H-2. Paling-paling caper aja!”

Hmmm….

Cuma bikin status H-2 aja pikiran orang sudah bermacam-macam ya. Ujian? Yes. Tapi bukan itu yang aku maksud. Kencan? Oh, no! Mau kencan sama siapa, Jeng? Bisnis? Kerja aja nggak selesai-selesai. Gimana mau buka bisnis? Tapi, mudah-mudahan nanti bisa buka bisnis sendiri. Doakan aja. Merid atau tunangan? Boro-boro merid atau tunangan, pacar aja nggak punya. Nasib! Jalan-jalan liburan? Mau sih tapi sementara jalan ke mall dekat kantor aja dulu deh.

Aku nulis status H-2, tuh, cuma pengen ingetin diri aku aja kalau dua hari lagi adalah Hari Minggu. Artinya libur. Bisa santai di rumah, nonton film, baca novel, makan, tidur, de-el-el. Itu aja sik. Nggak ada maksud lain, kok.

Caper? Hmmm… Iya, sih… hehehe.

Tebak-tebakan Bulan

Di dunia ini rupanya ada bermacam-macam bulan. Selain bulan sabit dan bulan purnama, ada juga bulan tua. Kayak tanggal-tanggal sekarang ini. Bulannya tua… tua sekali.

Ngomongin bulan, yuk main tebak-tebakan. Biar sedikit terhibur di bulan tua ini.

1.
Bulan apa yang bikin orang hepi, senyum-senyum terus, dan dunia terasa cerah?
Jawab: bulan muda.

Senangnya kalau awal bulan ya. Duit dibagi-bagi buat keperluan ini-itu. Jangan sampai deh baru tengah bulan sudah bilang: “Loh, uangku ke mana?” Ujung-ujungnya pas akhir bulan makan ramen, deh!

2.
Bulan apa yang bikin orang harus melakukan penghematan besar-besaran tapi ada juga yang pakai sistem ngutang?
Jawab: bulan tua.

Pliss yang merasa ngutang, bayar ya… hutangmu adalah nyawaku. Uwuwu.

3.
Bulan apa yang bikin cewek-cewek jadi bad mood, sensi, kepala puyenk, dan sakit perut?
Jawab: datang bulan.

Beberapa cowok biasanya nggak ngerti ini. Makanya ada lagu “karena wanita ingin dimengerti.” Padahal wanita tuh pengennya disayang dan diperhatiin.

4.
Bulan apa yang menjadi tanda bahwa pasangan baru merid?
Jawab: bulan madu.

Heran ya, kenapa dinamakan bulan madu? Apakah dahulu kala ada pasangan astronot baru merid trus jalan-jalan ke bulan lalu sampai di sana mereka mencicipi bulan dan ternyata bulannya rasanya seperti madu? Trus sekembalinya dari bulan, mereka memberi judul perjalanan mereka tersebut: bulan madu. Makanya kalau pasangan baru merid pergi jalan-jalan dinamakan bulan madu? Hmmm…

5.
Bulan apa yang membuat seseorang merasa tersakiti, terdzolimi, teraniaya sehingga bisa menimbulkan trauma?
Jawab: bulan-bulanan.

Menyedihkan banget menjadi bulan-bulanan ini. Apalagi kalau pas hari raya, pasti deh sanak keluarga handai dan taulan pada nge-bully. Mana pasangannya? Saking sebelnya jadi bilang: “Sementara ini sepatuku dulu aja yang ada pasangannya, ntar aku nyusul.”

6.
Bulan apa yang rajin banget urus anak dan keluarga?
Jawab:
BuLani pergi ke pasar belanja sayur trus pulangnya masak, habis itu nyuci, beres-beres rumah, siapin makan siang, angkat jemuran, setrika, urus anak, nyapu, ngepel, siapin makan malam, beres-beres lagi, urus anak lagi. Jangan mempertanyakan pekerjaan ibu rumah tangga ya. Kayaknya aja tak terlihat, padahal kerjaannya bejibun!!

Segitu aja tebak-tebakannya. Kalau kalian ada tebak-tebakan yang lain tentang bulan, silakan tambahkan di kolom komentar ya. Tengkiyuuuu….

Sistem Zo Nasi

Mari bercerita….

1. Di minimarket

Seorang ibu-ibu mampir ke minimarket dekat kantornya sebelum perjalanan pulang ke rumah.

Ibu-ibu : “Mbak, saya beli ini. Berapa total harganya?”
Kasir : “Ibu tinggal di mana?”
Ibu-ibu : “Di km 12. Kenapa memangnya, Mbak?”
Kasir : “Maaf, Bu. Sekarang ada sistem Zo Nasi. Ibu nggak bisa belanja di sini.”
🙄

2. Lowongan Pekerjaan

Ada reunian SMA di sebuah cafe. Setelah basa-basi yang akhirnya basi, obrolan bergeser ke topik lowongan pekerjaan.

A : “Eh, ada lowongan kerja di kantor gue.”
B : “Oh ya? Bagian apa?”
A : “Staf admin. Ada yang mau ngelamar?”
C : “Aku mau. Sudah 3 bulan ngganggur, nih! Syaratnya apa?”
A : “Kamu tinggalnya di mana?”
C : “Di daerah Inu.”
A : “Wah, jauh banget. Syaratnya tempat tinggal harus dekat kantor. Maklumlah sekarang ada sistem Zo Nasi.”
🙄

3. Pacaran, Yuk!

Setelah kurang lebih tiga bulan pedekate, seorang cowok ngajakin gebetannya makan di sebuah resto di mall. Padahal biasanya ngajak ke kantin doang. Iya, dong! Harus ke tempat yang agak wah, gitchuu.. Maklum, mau nembak si gebetan.

Cowok : “Ehm… Dek.”
Cewek : “Apaan, Bang?”
Cowok : “Adek mau nggak jadi pacar Abang?”
Cewek : “Nggak, ah, Bang!”
Cowok : “Lho, kenapa? Kita kan udah dekat.”
Cewek : “Siapa bilang, Bang? Rumah abang jauh banget dari rumahku.”
Cowok : “Trus kenapa? Kan abang bisa naik motor ke rumah adek.”
Cewek : “Maaf, Bang. Sekarang ada sistem Zo Nasi.”
Cowok : “Halah…”

Niat mau nembak, eh malah kena tembak gara-gara sistem Zo Nasi. Hadeuh! Ckckck…

4. Makan

Daripada pusing mikirin sistem Zo Nasi, ayok kita makan Nasi beneran.

Mari makan… 😁

Buat Kamu yang Butuh Semangat: Ayo Semangat!!

Orang yang sering membuatmu tersenyum, orang yang sering memberi semangat, sesungguhnya juga butuh diberi semangat oleh orang lain.

Ada kata bijak yang pernah aku baca, yang intinya seperti di atas. Orang yang peduli sesungguhnya juga butuh dipedulikan.

Tapi sayangnya nggak semua orang bisa peduli. Nggak semua orang bisa dan mau memberikan semangat pada orang lainnya. Kebanyakan hanya cuek saja. Atau hanya…. yah melihat saja.

Nggak masalah, sih…. Mau peduli atau nggak. Mau memberikan semangat atau nggak. Mau balas tersenyum atau nggak. Itu tergantung pribadi masing-masing.

Yang mau aku ceritakan di sini adalah ada seorang teman yang selalu memberikan semangat. Dia oke dalam memberikan nasihat. Dia pendengar yang baik. Nasihatnya selalu masuk akal. Dan dia orang yang ceria.

Tapi…. siapa sangka justru dialah yang butuh semangat dan dorongan dari orang lainnya, dari sahabat-sahabatnya yang sering curhat dengannya. Karena semua tidak menyadarinya saat dia membuat status “Semangat!” atau “Semoga aku bisa!” atau “Smile!” atau yang lainnya…. Karena sesungguhnya dia menulis status itu di medsos adalah untuk dirinya sendiri yang sedang ‘down’ dan butuh disemangati. Bukan untuk menyemangati orang-orang yang baca. Orang-orang tak menyangka dia butuh disemangati karena dia adalah orang yang ceria dan energik.

Di balik senyuman yang ceria tersimpan luka, kekecewaan, kesedihan, keputus-asaan yang mendalam. Tak ada yang tahu itu. Dan tidak ada yang menyadarinya.

Kalau kalian membaca di medsos ada teman yang sepertinya butuh diberi semangat, nggak ada salahnya memberikan semangat.

* * *

Buat kamu yang butuh diberi semangat
Tak apa-apa kalau kamu sesekali meminta untuk diberi semangat
Tak masalah kalau kamu sesekali mengeluh
Kamu bukan robot
Kamu manusia
Sama seperti temanmu yang lain yang selalu kau beri semangat
Semangatlah!
Kamu bisa!

 

Selamat untuk Teman yang Setia

Aku punya teman cowok. Temanku ini dulu pas masih jaman kuliah hobi banget chattingan sama cewek-cewek. Entah berapa banyak teman chat-nya. Kalau lagi kumpul bareng, hape nggak pernah lepas dari tangannya. Buat apa? Ya buat balas chattingan dari teman-teman ceweknya.

Kadang-kadang aku dan temanku yang lain sering menyindir dia karena kebiasaannya itu. “Eh, sebenarnya kamu tuh sukanya sama siapa, sih? Banyak banget teman chat kamu! Lengket banget tuh hape sama tanganmu!” Tapi si teman ini biasa-biasa saja disindir kayak gitu. Dan entah kenapa dia bisa banyak kenalan sama cewek-cewek. Dan kenapa cewek-cewek suka banget chat sama dia. Mungkin di chat dia orangnya asyik.

Suatu hari temanku ini curhat bahwa dia suka sama seorang cewek. Akhirnya! Setelah sekian banyak cewek yang dia chat, dia naksir juga sama seseorang!! Cewek yang ditaksirnya tuh adik tingkat. Dari universitas lain.

Kalau ada teman yang senang, ya kita harus ikut senang dong, ya! Jadi, aku dan temanku yang lain mendukung dia supaya bisa jadian sama adik tingkat dari kampus lain itu. Kami memberinya semangat. Dan akhirnya dia beneran bisa jadian sama adik tingkat itu.

Ada satu pesan untuk dia yang aku nggak pernah lupa. “Kalau kamu sudah jadian sama si adik itu, kamu jangan lagi kenal-kenalan atau chatting-chattingan sama cewek lain. Apalagi chattingan yang nggak penting. Kalau urusan kuliah, pekerjaan, atau organisasi itu lain ceritanya. Kalau sekadar haha hihi apalagi sampai keseringan curhat, jangan banget!! Hargai perasaan pacarmu. Setialah! Seriuslah!”

Aku bilang begitu karena takut nanti pacarnya cemburu. Kita nggak tahu kan hati orang bagaimana. Mungkin dia tersenyum saja saat pacarnya chattingan nggak penting atau kenalan sama cewek lain. Tapi, hatinya siapa tahu? Dan berdasarkan pengalaman juga sih. Rasanya sakit banget tau pacar kita malah lebih asyik chattingan sama cewek lain daripada sama pacarnya sendiri. Atau, dia lebih senang ngelike dan saling kirim comment di medsos cewek lain daripada di postingan kita. Untung kisah itu sudah berakhir. Kan makan ati kalau begitu.

Temanku benar-benar menuruti nasehatku. Dia nggak pernah lagi chattingan atau kenal-kenalan sama cewek-cewek. Chattingan yang seperlunya saja. Curhat sama aku juga sangat jarang. Komentarin status pun sangat sangat jarang. Paling ngasih like aja dan itupun nggak di semua postingan.

Beberapa minggu yang lalu, temanku mengabari bahwa dia akan menikah dengan pacarnya si adik tingkat itu. Horee!! Aku ikut senang. Temanku sudah lama pacaran dengan si adik tingkat. Akhirnya mereka akan menikah. Selamat buat temanku!!

Aku selalu salut buat orang seperti temanku ini. Dia bisa setia. Dia bisa menjaga hati. Dia serius dalam berpacaran dan memikirkan masa depan. Aku tahu itu dari pacarnya saat kami bertemu, mereka sama-sama menabung untuk biaya pernikahan. Semoga banyak orang yang bisa setia dan menjaga hati seperti temanku ini.

Inikah Deja Vu?

Hari ini aku dan teman-temanku mengunjungi kota Pagaralam. Kami menginap di Vila Gunung Gare. Pas sampai di depan, di gedung bagian resepsionis aku merasa oernah berada di sini. Ini seperti di mimpiku.

Entah kapan, mungkin beberapa bulan yang lalu aku pernah mimpi ke tempat seperti gedung resepsionis ini. Lingkungan sekitarnya juga. Seingatku, dalam mimpi itu ada pesta pernikahan. Tapi aku nggak ingat pestanya siapa. Mimpinya juga agak aneh. Aku agak tersesat di tempat sebesar ini.

Hari ini, pas di sini aku dan teman-teman cuma menginap semalam saja. Aneh sekali rasanya berada di tempat yang pernah dikunjungi dalam mimpi.

Kalian pernah nggak mengalami kejadian seperti ini?