[Review Film Serial] Squid Game

Kalau sebelumnya aku membahas tentang serial Blue Birthday yang membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya, sekarang aku akan membahas serial Squid Game yang fenomenal. Butuh waktu kurang lebih satu minggu untuk menyelesaikan serial dengan jumlah episode sebanyak 9 ini.

sumber gambar: asianwiki.com

Ceritanya apa?
Film ini ceritanya tentang Seong Gi Hun yang tidak punya pekerjaan tetap dan punya banyak hutang. Ia punya seorang puteri yang tinggal bersama mantan istrinya. Ia bercerai dan istrinya sudah menikah lagi. Pada hari ulang tahun puterinya, GI Hun bahkan tidak bisa membelikan hadiah bagus dan makanan enak. Uang yang ia ambil dari ibunya digunakannya untuk judi pacuan kuda karena berharap bisa dapat uang lebih banyak. Namun, setelah ia menang judi uangnya malah dicopet dan ia dikejar-kejar penagih hutang.

Gi Hun yang sedang putus asa didekati seorang pria yang mengajaknya bermain permainan anak-anak. Pria itu akan memberinya uang jika Gi Hun berhasil mengalahkannya. Namun jika Gi Hun kalah, pria itu boleh menampar pipi Gi Hun. Awalnya Gi Hun mengira pria itu adalah penjual asuransi. Namun akhirnya ia tergiur hadiah uangnya dan bermain bersama pria aneh tersebut. Setelah berkali-kali kalah akhirnya Gi Hun berhasil memenangkan permainan. Ia mendapat hadiah uang. Pria aneh tesebut juga memberinya kartu aneh yang bertuliskan nomor telepon. Jika Gi Hun ingin bermain lagi ia harus menghubungi nomor tersebut.

Kehidupan Gi Hun sangat sulit. Ia menumpang di rumah ibunya. Belakangan ia juga baru mengetahui bahwa puterinya akan dibawa keluarga barunya berangkat ke Amerika. Gi Hun yang diancam oleh rentenir akhirnya menelepon nomor dari pria aneh yang ditemuinya di stasiun kereta. Ia pun diminta menunggu di sebuah tempat. Saat waktunya, sebuah mobil menjemputnya. Ada orang-orang lain di dalam mobil tersebut. Tak lama kemudian Gi Hun tak sadarkan diri.

Ketika Gi Hun siuman, ia sudah berada di sebuah ruangan besar bersama ratusan orang. Ia dan orang-orang lainnya mengenakan pakaian yang sama – pakaian training berwarna hijau. Lalu ada angka-angka yang tertera di pakaiannya. Angka-angkanya berbeda di tiap pakaian orang. Gi Hun mendapat nomor 456.

Kemudian ada suara pengumuman yang menjelaskan kepada orang-orang dalam ruangan. Mereka rupanya orang-orang yang akan melakukan permainan. Ada enam permainan yang harus mereka ikuti. Jika berhasil memenangkan permainan, mereka akan mendapat hadiah uang miliaran won. Peraturan permainannya adalah mereka harus menyelesaikan keenam permainan untuk mendapatkan hadiah uang. Tidak boleh keluar dari tempat permainan dan harus tinggal di sana sampai bisa menyelesaikannya. Peraturan lainnya adalah jika lebih dari separuh dari total jumlah pemain menginginkan permainan dibatalkan, maka mereka boleh pulang dan menghentikan permainan.

Permainan dimulai. Permainan pertama adalah Lampu Merah Lampu Hijau. Saat penjaga menghadap ke depan, pemain di belakang harus bergerak maju secepat mungkin untuk mencapai garis finish. Namun saat penjaga membalikkan kepalanya ke arah pemain, tidak boleh ada yang bergerak. Jika ada yang bergerak, pemain tersebut akan ditembak. Permainan ini rupanya mengadu nyawa. Gi Hun berusaha agar ia dapat selamat.

Di tempat permainan tersebut, Gi Hun bertemu sahabat masa kecilnya yang bernama Cho Sang Woo. Sang Woo adalah kebanggaan di daerah tempat tinggal Gi Hun karena berhasil lulus dari universitas terkenal dan mendapat pekerjaan yang bagus. Namun ternyata ia terlilit hutang yang menyebabkannya harus ikut dalam permainan.

Setelah melakukan permainan pertama, seluruh peserta permainan shock karena banyak banget yang mati. Dari 456 pemain, ada seratusan lebih yang tewas ditembak. Lalu mereka mengadakan voting untuk mengetahui banyak yang ingin bermain atau ingin pulang. Hasilnya banyak yang ingin menghentikan permainan. Mereka pun dipulangkan. Para peserta permainan ini tidak mengetahui di mana permainan diadakan dan siapa orang-orang di balik permainan tersebut. Semua petugas memakai topeng.

Sebelum kembali ke rumah, Gi Hun sempat ke kantor polisi dan melaporkan bahwa ia dibawa ke sebuah arena permainan yang aneh dan banyak orang yang tewas di sana. Namun polisi tidak mempercayainya walaupun Gi Hun sudah menunjukkan kartu yang ia dapat dari pria aneh di stasiun. Apalagi ketika polisi menelepon nomor yang tertera di sana ternyata dijawab oleh ibu-ibu yang tidak mengerti tentang permainan, bukan oleh laki-laki seperti yang dikatakan Gi Hun.

Gi Hun dan pemain lainnya yang kembali ke kehidupan mereka menjalani hari-hari yang sulit karena setiap pemain mempunyai masalah dengan uang. Rata-rata dari mereka adalah orang yang punya banyak hutang. Jika mereka kembali ke kehidupan biasa sebenarnya mereka lebih kesulitan untuk hidup dibandingkan dengan mereka berada di arena permainan. Rupanya pihak dari permainan mengetahui apa yang dialami oleh para pemain ini. Mereka mengirimkan kartu berisi nomor telepon kepada para pemain yang pulang. Para pemain yang putus asa karena tidak punya uang akhirnya kembali menghubungi nomor di kartu dan kembali lagi ke arena permainan. Mereka berpikir lebih baik mati di arena permainan daripada mati terlilit hutang dan dikejar-kejar rentenir bahkan polisi.

Komentar mengandung Spoiler 80%:
Film ini sangat seru. Wajar saja banyak banget yang nonton. Bahkan beberapa adegannya sampai dibuat meme dan kata-kata apalah gitu.

Urutan permainan yang ada dimainkan di film ini adalah permainan Lampu Merah Lampu Hijau, permainan Gulali, permainan Tarik Tambang, permainan Kelereng, permainan injak Kaca, dan yang terakhir adalah Squid Game. Permainan yang pertama, Lampu Merah-Lampu Hijau adalah permainan yang paling banayk dibuat lucu-lucuan/memenya. Baru episode awal sudah disuguhi permainan yang menyeramkan. Pada permainan Gulali, peserta harus melepaskan permen sesuai bentuknya. Misalnya ada gambar payung di permen, maka pemain harus mendapatkan gambar payung utuh tanpa memecahkan bentuk payungnya. Jika pecah permennya maka pemain akan ditembak.

Permainan ketiga adalah tarik tambang. Pada permainan ini setiap orang harus tergabung dalam kelompok yang beranggotakan 10 orang. Gi Hun membentuk tim dengan Sang Woo, Ali, dan Pak Tua. Lalu ada Sae Byeok. Masing-masing harus mengajak satu orang. Namun ternyata tim mereka banyak sekali anggota perempuannya. Kakek Tua lalu mengajarkan trik bagaimana supaya mereka bisa memenangkan pertandingan. Yang paling depan adalah orang yang berani. Di belakangnya memberikan semangat. Yang paling belakang adalah yang paling kuat. Lalu berdiri saling silang supaya lebih kuat pertahanannya. Seru banget di sini. Begitu permainan dimulai, mereka semua memiringkan badan ke belakang sehingga tim lawan tidak bisa menarik mereka. Lalu saat lawan lengah, mereka mulai menarik. Berikutnya ketika lawan bisa menarik mereka, mereka maju tiga langkah sehingga lawan terjatuh. Di saat itulah mereka menarik tali ke belakang sehingga bisa memenangkan pertandingan.

Permainan selanjutnya adalah permainan kelereng. Ini adalah episode yang mengharukan. Di sini kelihatan banget mana yang beneran teman dan mana yang teman makan teman. Mana yang menghalalkan segala cara dan mana yang malah mengorbankan dirinya agar teman dalam timnya bisa menang.

Satu permainan sebelum permainan terakhir adalah permainan injak kaca. Ini nggak terlalu seru. Pemain harus maju sesuai urutan. Gi Hun dapat nomor terakhir. Kalau pemain salah menginjak kaca, maka kaca akan pecah dan pemain jatuh ke jurang. Di episode ini terlihat adegan yang menjijikkan. Pemain yang jatuh ke jurang disorot bener. Ada yang kepalanya pecah. Hiii, seram!

Permainan terkahir tentu saja Squid Game. Sesuai dengan judul film ini. Tapi aku nggak akan cerita bagaimana permainannya. Permainan ini kayak main bentengan. Bentengan itu adalah nama permainan yang ada di daerah tempat tinggalku. Dulu kecil sering banget main ini. Pokoknya nanti ada yang penjaga benteng dan ada penyerang. Penyerang harus bisa mencapai benteng dan memegang tiang benteng supaya bisa menang. Penjaga benteng harus menghalau penyerang yang ingin memasuki daerah kekuasaan.

Oke lanjut bahasan tentang serial Squid Game. Kalau mau nonton jangan sambilan makan ya. Soalnya di film ini banyak banget adegan yang menjijikkan. Ada adegan kekerasan yang berdarah-darah dan bikin mual. Lalu, jangan ajak anak di bawah umur buat nonton film ini. Soalnya ada adegan yang tidak pantas ditonton.

Di film ini ada Sang Woo yang diperankan oleh Park Hae Soo. Dia ini pernah main di Prison Playbook. AKu pernah nonton filmnya. Bagus dan karakternya oke. Tapi Park Hae Soo memerankan karakter Sang Woo yang nyebelin yang suka menghalalkan segala cara supaya bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. Tokoh lain di film ini adalah Kakek Tua yang bikin plot twist. Lalu ada Ali yang imigran dari Pakistan dan ada Sae Byeok yang berasal dari Korea Utara. Oh ya ada karakter nyebelin lainnya seperti Deok Soo yang menjadi preman baik di luar tempat permainan maupun di dalam tempat permainan. Dia bikin geng untuk menyatukan preman-preman yang ikut dalam permainan. Lalu ada Min Nyeo si nyonya cerewet yang sok akrab sok kenal sok dekat dan merasa dirinya masih muda. Ngeselin banget pas dia ngaku-ngaku umurnya masih 19 tahun. Hiiih!

Selain karakter nyebelin ada juga karakter polisi ganteng yang mententramkan hati. Polisi Hwang Jun Ho diperankan oleh Wi Ha Joon. Ia masuk ke arena permainan dengan menyamar sebagai petugas permainan. Pak polisi pergi ke sana untuk mencari saudaranya yang hilang. DI kamar kos saudaranya, ia menemukan kartu Squid Game yang sama dengan milik Gi Hun. Petugas permainan rupanya ada kasta-kastanya. Itu terlihat dari gambar bentuk yang ada di topeng mereka. Yang paling rendah adalah yang berbentuk segitiga. Selanjutnya bentuk lingkaran dan yang tertinggi adalah bentuk segi empat. Kasta segitiga dan lingkaran tidak boleh bicara. Cuma kasta segi empat yang boleh. Lalu para petugas ini tidak boleh menunjukkan wajah atau identitas mereka pada siapapun. Jika mereka melakukannya maka hukumannya adalah hukuman mati. Pak polisi bisa sampai di arena permainan dan mengumpulkan banyak informasi. Namun sayangnya ia harus mengakhiri pencariannya karena ketahuan oleh Front Man – kepala dari seluruh petugas permainan. Front Man ini adalah pengawas dari keseluruhan pemain dan petugas permainan. Di atasnya ada bosnya. Lalu ada para VIP, yaitu orang-orang kaya yang bertaruh uang untuk menyaksikan permainan adu nyawa di arena permainan.

Ada beberapa pemain terkenal lainnya di film ini seperti Lee Byung Hyun yang memerankan Front Man dan Gong Yoo yang memerankan pria aneh di stasiun.

Menjelang selesainya film di episode terakhir film mulai terasa membosankan. Jadi serunya cuma dari episode 1 sampai episode 9 awal. Bagian pertengahan episode terakhir ceritanya ngegantung. Bau-baunya film ini bakalan ada sekuelnya. Trus ya aku mengkhayal nanti sekuelnya bakal seperti apa.

Sepertinya cerita selanjutnya adalah Gi Hun mencari dalang arena permainan. Ia akan membongkar kedok Front Man, para VIP, dan bos dari permainan. Trus pak polisi ternyata masih hidup dan bekerja sama dengan Gi Hun. Dan pada akhirnya ternyata yang mendalangi arena permainan tersebut adalah orang-orang kaya yang punya orang dalam di pemerintahan. Mungkin menteri atau petinggi-petinggi di kepolisian. Ya, gitu deh ceritanya. Mirip-mirip sama serial drakor pada umumnya.

Rating:
4/5

Informasi Film:
Judul Film: Squid Game
Genre: Action, thriller, survival
Jumlah Episode: 9
Rilis: September 2021
Stasiun: Netflix
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea
Pemain:
Lee Jung Jae sebagai Seong Gi Hun
Park Hae Soo sebagai Cho Sang Woo
Oh Young Soo sebagai Kakek Tua (Oh Il Nam)
Jung Ho Yeon sebagai Kang Sae Byeok
Tripathi Anupam sebagai Ali
Heo Sung Tae sebagai Jang Deok Soo
Kim Joo Ryung sebagai Han Min Nyeo
Wi Ha Joon sebagai Polisi Hwang Jun Ho
Lee Byung Hyun sebagai Front Man

[Review Film Serial] Blue Birthday

sumber gambar: wikipedia

Sinopsis:
Film ini ceritanya tentang Oh Ha Rin yang dapat kembali ke masa lalu dengan cara membakar foto peninggalan dari mendiang cinta pertamanya. Sudah 10 tahun berlalu sejak kematian Ji Seo Jun, teman masa kecil Ha Rin sekaligus cinta pertamanya. Seo Jun meninggal karena bunuh diri di hari ulang tahun Ha Rin. Saat itu Ha Rin pergi ke ruang klub Fotografi di SMAnya. Ia berharap mendapat kejutan ulang tahun dari Seo Jun dan ia sendiri juga ingin mengakui perasaannya pada Seo Jun. Namun yang didapatinya adalah mayat Seo Jun.

Setelah peristiwa tersebut Ha Rin merasa hidupnya hampa. Ia tidak tahu penyebab Seo Jun bunuh diri. Suatu hari Ha Rin pergi ke toko cetak foto yang dulu sering ia dan Seo Jun kunjungi. Ternyata masih ada foto-foto Seo Jun yang belum diambil. Ha Rin mengambil foto-foto tersebut dan membawanya pulang.

Di rumahnya, Ha RIn membakar selembar foto bidikan Seo Jun. Lalu, tiba-tiba ia telah berada di waktu ia masih SMA sebelum Seo Jun tewas. Setelah beberapa waktu Ha Rin kembali lagi ke masa sekarang. Ia lalu menemukan bahwa ia bisa kembali ke masa lalu dengan cara membakar foto bidikan Seo Jun. Di masa lalu waktunya hanya sampai pukul 12 malam.

Ha Rin berusaha mencari tahu apa penyebab Seo Jun bunuh diri. Ia berusaha untuk memperbaiki masa sekarang dan mencegah supaya Seo Jun tidak mati. Namun, tentu saja ada harga yang harus dibayar setiap kali ia melakukan perjalanan waktu.

Komentar:
Kalau baca sinopsisnya, ceritanya cukup menjanjikan. Apalagi ini adalah web film, yaitu film yang durasinya pendek. Hanya sekitar 20-30 menit setiap episodenya dan hanya ada 16 episode. Tapi… aku butuh waktu 2 bulan untuk menamatkan serial ini. Cerita awal-awalnya biasa saja. Kemudian berubah menjadi seru dan diakhiri dengan manjangi tali kelambu. Endingnya okelah. Happy ending.

Tokoh utama film ini adalah Ha Rin dan Seo Jun. Lalu ada sahabat mereka yang bernama Eun Song, Su Jin, dan Ui Young. Selain itu ada kakaknya Seo Jun yang bernama Hye Min dan teman SMA mereka yang bernama Shin Woo. Shin Woo ini pelajar yang benci banget sama Seo Jun.

Film ini sebenarnya oke. Setiap kali Ha Rin kembali ke masa lalu, ia mengubah sesuatu di masa kini. Ada plot twist tipis-tipis. Namun karena keseringan bolak-balik antara masa lalu dan masa kini ceritanya jadi agak membosankan. Harusnya sudah happy karena Seo Jun nggak jadi mati, eh, ada masalah lagi. Trus kembali ke masa lalu. Eh, ada masalah lagi. Seo Junnya mati lagi. Begitu aja terus manjangi tali kelambu.

Tokoh yang jahatnya juga nyebelin banget. Film ini walaupun durasinya pendek sudah berasa kayak nonton sinetron yang beratus episode itu. Terus aja ada masalahnya. Capek. Tapi nanggung kalau nggak ditonton sampe tamat. Sayang kuotanya. Hahaha. Dan akhirnya lumayan terobati dengan adanya happy ending.

Rating:
3/5

Informasi Film:
Judul Film: Blue Birthday
Jumlah Episode: 16
Genre: Fantasy, romance, thriller
RIlis: Juli – Agustus 2021
Durasi per Episode: 20-30 menit
Stasiun: Naver TV
Pemain:
Kim Ye Rim sebagai Oh Ha Rin
Yang Hong Seok sebagai Ji Seo Jun
Lee Sang Jun sebagai Cha Eun Song
Kim Gyeol Yu sebagai Do Su Jin
Park Joo Hyun sebagai Kim Ui Young
Kim Yi Seo sebagai Ji Hye Min
Lee Dong Joo sebagai Kim Shin Woo

[Review Buku] Saha Mansion

sumber: Gramedia Pustaka Utama

Ini buku yang sangat unik. Gimana nggak, judulnya aja pakai bahasa Sunda. Trus yang ngarangnya orang Korea. Isinya adalah bahasa Indonesia. Haha. Just kidding.

Tapi beneran, lho! SPOILER ALERT! Buat yang nggak suka spoiler, tolong setop bacanya sampai di sini aja. Bagian bawah nggak usah dibaca!

Blurb:
Ada dua kelas masyarakat yang diakui di kota – negara aneh yang disebut Town, yaitu L dan L2. L – yang lebih sering disebut Warga – adalah penduduk resmi yang memiliki status finansial tingkat tertentu, pengetahuan, dan keahlian yang dibutuhkan Town. Sedangkan L2 adalah orang-orang yang tidak bisa digolongkan sebagai penduduk resmi, tetapi memiliki izin tinggal sementara. Lalu, ada Saha, golongan masyarakat yang tidak diakui, yang terdiri atas para imigran gelap, difabel, korban kekerasan, dan kemiskinan yang menghuni Saha Mansion.

Apa yang terjadi ketika seorang dokter wanita muda yang terhormat ditemukan tewas dengan tanda-tanda kelebihan dosis, pelecehan seksual, dan satu-satunya tersangka adalah kekasihnya yang berasal dari golongan Saha? Polisi segera menahan si kekasih, tetapi apakah pria itu memang pelakunya? Apa hubungannya dengan orang-orang yang menghilang dari Saha Mansion secara misterius?

Apa yang sebenarnya terjadi di dalam tembok Town yang tidak bisa ditembus? Dan siapa sebenarnya ketujuh menteri tanpa wajah yang memimpin kota-negara itu?

Komentar:
Kalau dari blurbnya, buku ini ceritanya sangat menjanjikan. Cerita dibuka dengan kisah kakak beradik yang bukan penduduk Town. Mereka imigran gelap yang melarikan diri dan tiba di Saha Mansion lalu tinggal di sana. Sang kakak perempuan bernama Ji Kyeong dan sang adik laki-laki bernama Do Kyeong. Mereka menghuni apartemen di lantai 7. Setelah bab tentang kakak-adik tersebut cerita berlanjut tentang orang-orang yang tinggal di Saha Mansion. Ada Sara, Man, Yi-ah, Eun-jin, Nenek Konnim, Woo-mi, serta cerita tentang Jin Kyeong, Do Kyeong, dan Su (pacar Do Kyeong). Jadi setiap bab itu membahas tentang kehidupan orang-orang di Saha Mansion.

Setelah itu… ya sudah begitu saja. Terlalu banyak tanda tanya yang tak terjawab dalam buku ini. Misalnya bagaimana nasib Do Kyeong? Bagaimana nasib orang-orang yang hilang? Apakah mereka selamat ataukah mereka mati? Lalu bagaimana dengan Ji Kyeong sendiri? Trus Dewan Menterinya bagaimana? Rasanya ceritanya ada yang ganjil dan menggantung.

Aku baca buku ini dari bulan Agustus dan selesai di bulan Oktober. Butuh waktu dua bulan untuk menyelesaikan buku ini. Rasanya kalau nggak lanjut baca ya nggak apa-apa. Ceritanya kurang seru dan membosankan. Banyak teka-teki tak terjawab. Endingnya begitu aja, menggantung di tempat yang sangat tinggi sehingga sukar diraih (baca: sulit dimengerti). Atau mungkin otakku nggak sampai ke sana. Entahlah. Yang pasti aku nggak ngerti ceritanya tuh apa. Padahal blurbnya keren. Kirain ceritanya bakalan kayak cerita detektif. Eh, nggak tahunya…. Ah, sudahlah. Biasa saja. Sangat biasa sekaligus membingungkan karena ada kasta-kasta dalam pengelompokan warga kota.

Satu-satunya hal menarik dari buku ini adalah bahasan tentang wabah penyakit yang menyerang kota. Gejalanya mirip kayak Covid-19. Dan banyak warga yang meninggal dalam cerita novel ini.

Intinya aku sedih menghabiskan waktu 2 bulanku untuk buku yang ceritanya aneh, membingungkan, dan nggak jelas ini. Walaupun pengarangnya adalah orang yang mengarang buku Kim Ji Yeong 1982 yang terkenal itu, tetap saja buku lainnya tidak menjamin pasti oke untuk dibaca. Seharusnya lihat review di Goodreads dulu atau baca review dari orang-orang tentang buku ini. Ya, menyesal nggak ada gunanya kan.

Rating:
2/5

Informasi Buku:
Judul Buku: Saha Mansion
Pengarang: Cho Nam-Joo
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2021
Jumlah Halaman: 296 halaman
ISBN: 978-602-065-0678

[Review Film Serial] So I Married an Anti-Fan

Hai, hai! Kembali lagi dengan review film serial.
Drakor So I Married an Ant-Fan ini diangkat dari cerita novel. Dan baru kali ini aku nonton filmnya dulu baru baca bukunya. Biasanya baca buku dulu baru nonton filmnya. Trus membandingkan. Biasanya buku selalu lebih detail daripada film. Aku nggak mau merusak waktu nontonku dengan perbandingan antara film dan buku, makanya aku nonton filmnya dulu. Baca bukunya nanti.

sumber gambar: asianwiki.com

Cerita Film:
Tokoh utama film ini adalah Lee Geun Young. Dia adalah seorang perempuan yang bekerja sebagai reporter. Suatu hari bosnya memberinya tugas meliput berita di sebuah tempat yang baru dibuka. Di sana ia melihat aktris terkenal bernama Whoo Joon. Geun Young membawa kamera tapi belum ingin meliput. Ia hanya sedang penasaran dengan apa yang dilakukan Whoo Joon dengan seorang perempuan. Namun Whoo Joon melihat ke arah Geun Young dan salah paham. Ia menghancurkan kamera Geun Young karena menganggap Geun Yeong mencuri mengambil fotonya. Dari sini dimulailah perseteruan antara Geun Young dan Whoo Joon.

Geun Yeong dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja karena kasusnya dengan Whoo Joon. Tentu saja Geun Young tidak terima. Ia berusaha menuntut Whoo Joon yang menjadi penyebab dirinya dipecat. Geun Young mendatangi agensi Whoo Joon. Namun ia bertemu dengan para fans Whoo Joon dan diserang. Ia pun akhirnya dihujat orang karena dianggap berusaha merusak citra Whoo Joon.

Sebuah stasiun televisi memanfaatkan perseteruan Geun Young dan Whoo Joon untuk membuat acara reality show berjudul So I Married an Anti-Fan. Aktor dan aktris reality show itu tentu saja Whoo Joon dan Geun Young. Awalnya Geun Young tidak mau menerima tawaran tersebut. Namun karena ia terdesak oleh ekonomi, akhirnya ia menerima pekerjaan baru tersebut. Whoo Joon juga awalnya menolak, tapi akhirnya ikut dalam project si stasiun televisi.

Geun Young berusaha mencari tahu sebenarnya bagaimana sifat asli Whoo Joon. Ia ingin membuktikan bahwa Whoo Joon benar-benar jahat.

Komentar:
Seperti biasa, drakor romcom tuh selalu bikin baper. Ya coba deh bayangkan kamu ketemu sama artis trus bisa tinggal gratis di rumah singgah si artis. Trus akhirnya bisa pacaran dengan si artis. Sesuatu yang nggak mungkin banget terjadi di dunia nyata. Ngehalu aja.

Film ini bisa ditebak endingnya. Ya biasalah film kayak gini tuh setipe. Awalnya si cewek dan cowok musuhan kayak anjing kucing. Eh, akhirnya jadi dekat lalu jadian. Klise banget. Ya dari tiap drakor beda-beda dikitlah settingannya, tapi intinya sama. Endingnya jadian.

Film tipe ini selalu laris dijual. Untungnya di film ini nggak ada camer-camer jahat dan pihak ketiga yang jahat dan mepetin mantannya terus-terusan. Yang ada cuma pihak ketiga yang hobinya galau. Level nyebelinnya nggak terlalu akut.

Nonton film ini lumayan menghibur. Seru banget lihat aktingnya Sooyoung, penyanyi dari grup Girls Generation, yang berperan sebagai Geun Young. Aktingnya Choi Tae Joon yang berperan sebagai Whoo Joon juga oke. Oh, ya, film ini ada webtoonnya juga. Kalau malas nonton, baca aja webtoonnya atau novelnya.

Rating:
7/10, biasa aja filmnya….

Informasi Film:
Judul Film: So I Married An Anti-Fan
Genre: Romance, Comedy
Jumlah Episode: 16
Rilis: April 2021
Stasiun: Naver TV, iQIYI, Viki
Negara/Bahasa: Korea
Pemain:
Sooyoung sebagai Lee Geun Young
Choi Tae Joon sebagai Whoo Joon
Chansung sebagai Choi Jae Joon
Han Ji An sebagai Oh In Hyung
Kim Min Kyo sebagai CEO Bae Young Suk
Kim Sun Hyuk sebagai Manager Seo Ji Hyang

[Review Film Serial] The Witch’s Diner

sumber gambar: asianwiki.com

Annyeonghaseo! Hai, apa kabar? Jumpa lagi di review film serial. Kali ini film yang baru selesai aku tonton judulnya The Witch’s Diner. Tadinya aku pikir judulnya Dinner ternyata Diner. Beda ya. Dinner artinya makan malam kalau Diner artinya kedai makan.

Oke jadi film ini tuh ceritanya tentang Kafe Penyihir. Kafe ini bisa mengabulkan permintaan orang yang datang untuk makan di sana. Tentu saja ada harga yang harus dibayar dan bayarnyanya nggak pakai uang! Pemilik kafe akan meminta sesuatu dari si pemohon. Bisa apa saja. Misalnya dia lihat mata si pemohon bagus, maka mata itulah harga bayarnya. Trus jam buka kafenya adalah sesudah matahari terbenam sampai matahari terbit alias malam hari. Uhuhuhu… agak menyeramkan ya suasananya. Apalagi judul cafenya itu ada kata Witch yang artinya penyihir. Dan memang benar pemilik kafenya adalah penyihir.

Nah pemilik kafe ini kita sebut saja Ibu Penyihir. Dia punya masa lalu yang kelam. Suatu hari dia pindahan ke sebuah daerah. Di daerah tersebut tinggal seorang perempuan muda berusia sekitar 28 tahun bernama Jung Jin. Jung Jin kerja di sebuah perusahaan namun akhirnya ia dipecat. Tak lama kemudian ia juga diputuskan oleh pacarnya padahal mereka sudah lama pacaran.

Saat Jung Jin menganggur, ibunya mengajak membuka restoran saja karena ada teman ibunya pernah menawarkan akan menyerahkan restorannya pada ibu Jung Jin. Akhirnya dengan tabungan yang ada, mereka membeli restoran tersebut. Awalnya restorannya ramai. Tetapi kemudian kokinya minta cuti. Setelah itu, restoran mereka makin sepi. Eh, nggak taunya si teman ibu memakai cara licik. Ia sengaja menjual restoran untuk membuka restoran baru di sebelah restoran lama. Kokinya pun dia ambil lagi.

Jung Jin dan ibunya sangat marah pada si teman yang licik. Namun si teman menyalahkan mereka tidak baca lagi surat perjanjian jual beli. Jung Jin dan ibunya akhirnya bangkrut. Di saat seperti itu, ayahnya Jung Jin sakit dan ibunya berangkat untuk merawat ayahnya. Tinggallah Jung Jin yang kebingungan.

Jung Jin yang marah-marah pada teman ibunya malah diseret ke kantor polisi. Di sana ia bertemu dengan anak SMA bernama Gil Young yang dibully oleh teman-teman sekelasnya. Namun karena teman-teman sekelasnya adalah anak orang berpengaruh, maka yang disalahkan adalah Gil Young. Jung Jin mencoba membela Gil Young namun tentu saja orang kaya yang menang. Jung Jin sendiri tidak dapat melawan teman ibunya yang juga kaya. Baik Jung Jin dan Gil Young sama-sama kalah oleh orang kaya.

Jung Jin pulang dengan kesedihan. Lalu saat ia berada di restoran, seseorang masuk. Ia adalah si Ibu Penyihir. Ibu Penyihir menawarkan Jung Jin untuk membeli restorannya. Ia juga mengatakan akan mengabulkan permintaan Jung Jin. Jung Jin antara percaya dan tidak akhirnya menyetujui tawaran Ibu Penyihir. Ia makan makanan masakan Ibu Penyihir dan meminta balas dendam pada teman ibunya.

Keesokan harinya ternyata permintaan Jung Jin dikabulkan. Teman ibunya mendadak tewas. Ia sangat shock. Lalu Ibu Penyihir datang ke restoran dan mengatakan bahwa sekarang ia adalah pemilik restoran tersebut. Jung Jin harus bekerja di sana.

Setelah itu beberapa hari kemudian datanglah Gil Young ke restoran tersebut. Ia juga punya permintaan gara-gara ia dan sahabatnya sering dibully oleh anak-anak orang kaya. Tak lama kemudian, Gil Young pun bekerja di restoran juga.

Komentar:
Awalnya aku mengira film ini seperti film Hotel del Luna di mana tokoh utamanya yang pemilik Hotel adalah hantu yang nggak bisa bereinkarnasi. Aku pikir Ibu Penyihir adalah Penyihir yang hidup ribuan tahun dan dikutuk sehingga nggak bisa bereinkarnasi. Soalnya di film ini Ibu Penyihir mukanya gitu-gitu aja sedangkan orang dari masa lalunya berubah. Tapi ternyata salah. Di film ini Ibu Penyihir adalah orang biasa yang memang keturunan penyihir. Ia bisa tua juga dan menjalani hidup seperti orang biasa. Kelebihannya adalah ia bisa menyihir.

Ya beginilah minusnya film Korea. Kadang ada yang tokohnya dibiarkan saja sama pemerannya dari muda sampai tua sedangkan teman-temannya saat muda diperankan oleh orang berbeda. Makanya jadi agak membingungkan filmnya.

Oke, biarkan masalah pemeran yang nggak berubah itu. Yang pasti film The Witch’s Diner ini agak seram. Setiap kali pemohon selesai mengucapkan permintaan, akan ada petir yang menyambar-nyambar dan suasanya jadi mencekam. Tapi jalan ceritanya seru.

Film ini tipe slice of life, jadi tiap episode tuh beda-beda pemohon yang datang ke resto. Tapi jalan cerita intinya tetap sama, yaitu menceritakan kenapa penyihir membuat Jung Jin dan Gil Young menjadi pegawainya. Trus di tiap kisah tentang pemohon, ada pelajaran hidup yang bisa dipetik. Misalnya di cerita tentang pemuda yang tidak bisa dapat pekerjaan gara-gara usianya sudah tua. Pada pengorbanannya, ia bisa mendapatkan apa yang ia inginkan. Intinya untuk mendapatkan apa yang diinginkan ada pula sesuatu yang harus dikorbankan. Namun apa salahnya berkorban jika pada akhirnya akan mendapatkan kebahagiaan? Dan kembali lagi, berkorban pun harus bijaksana juga. Jangan asal berkorban tapi tidak memikirkan dulu baik buruknya. Ini seperti di kisah tentang perempuan yang meminta supaya pacarnya bisa balik lagi sama dia.

Pemeran utama film ini adalah Song Ji Hyo yang berperan sebagai Ibu Penyihir. Unnie cocok banget berperan sebagai penyihir. Ya walaupun dandanannya jadi kayak saingan dengan film Sell Your Haunted House dan Hotel del Luna, nggak masalah. Keren kok si unnie. Trus di sini ada Nam Ji Hyun yang berperan sebagai Jung Jin. Nam Ji Hyun keren banget di episode akhir film ini. Hayo nonton sampai habis, ya! Selain itu ada Chae Jong Hyeop yang berperan sebagai Lee Gil Young. Sepertinya dia bakalan jadi the next idol. Bakalan jadi oppa-oppa idola, nih! Hohoho.

Nggak butuh waktu lama buat nonton film ini. Cuma ada 8 episode saja. Seminggu kelar kok nontonnya. Penyuka film fantasi cocok banget nonton film ini.

Rating:
8/10

Informasi Film:
Judul Film: The Witch’s Diner / Come to The Witch’s Restaurant
Genre: Dark Fantasy
Jumlah Episode: 8
Rilis: Juli – Agustus 2021
Stasiun: TVING
Negara/Bahasa: Korea
Pemain:
Song Ji Hyo sebagai Ibu Penyihir (Jo Hee Ra)
Nam Ji Hyun sebagai Jung Jin
Chae Jong Hyeop sebagai Lee Gil Young
Ha Do Kwon sebagai Mr. Oh, asistennya Ibu Penyihir
So Hee Jung sebagai ibunya Jung Jin