Bahagia yang Sederhana, tuh, yang Seperti Apa?

Bahagia itu sederhana
Cukup aku dan kamu saja

Eits, tunggu dulu. Harus tau dulu siapa yang disebut dengan ‘kamu’. Hehehe.

Sebelumnya, mari kita bahas definisi bahagia. Bahagia itu apa sih sebenarnya? Menurut KBBI, bahagia adalah keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan). Apa saja yang bisa membuat bahagia? Apakah harus jalan-jalan ke luar kota dulu baru bisa bahagia? Apakah harus menang lotere 100 juta baru bisa tersenyum?

Menurutku, kalau diamati dalam kehidupan sehari-hari, banyak hal yang bisa membuat kita bahagia. Misalnya masih bisa bangun tidur dalam keadaan sehat. Bisa makan. Bisa minum. Bisa bernapas. Bisa berjalan. Bisa ngomong. Bisa kerja. Dan…. Kalau dilanjutkan, nggak akan selesai sampai besok. Wkwkwkwk.

Kembali lagi ke kalimat yang paling atas. Bahagia itu cukup aku dan kamu saja. ‘Kamu’nya itu siapa, mari kita cek:

1. Si doggo
Di rumahku ada satu peliharaan, anjing yang warnanya coklat. Anjingku sangat lucu. Kalau aku mau pergi mukanya kelihatan sedih banget. Tapi pas aku pulang, dia senangnya bukan main. Ekornya bergoyang-goyang. Senang banget rasanya ada menyambut kalau pulang.

2. Motor
Helo, perkenalkan sama Aa’q. Dialah yang setia nganterin aku ke mana-mana. Mau ke pasar, ke rumah teman, ke mall, ke tempat kerja, pokoknya aku lebih senang naik motorku ini. Naik motor tuh enak, bisa nyelip sana-sini. Walaupun macet, nggak terlalu lama di perjalanan kayak pakai mobil. Trus, kalau naik motor tuh pas panas nggak kehujanan dan pas hujan nggak kepanasan. *eh

3. HP
Percaya nggak percaya, ada hape di tangan bisa bikin hepi, lho! Soalnya dengan adanya hape, aku bisa ngeblog, foto-foto, dapat informasi berita terkini, chatting, main game, nonton drakor, dengar musik, baca komik, online di medsos, lihat peta jalanan macet nggak, de-el-el. Beruntungnya hidup di dunia yang sudah canggih ini.

4. Keyboard
Let’s play music! Mainkan lagu apa aja, yuk! Salah-salah juga nggak apa kalau mainnya di rumah pas nggak ada siapa-siapa. Lagu anak-anak, lagu religi, lagu zaman now atau zaman old… versi slow atau yang nge-beat. Pokoknya terserah! Sesuka hatilah mainnya. Tapi… kalau main pas tugas ya harus sesuai aturan. Biar yang dengar nggak bingung. Hohoho.

5. Orang-orang
Bisa berkumpul dengan keluarga adalah hal yang menyenangkan. Ngobrol sore-sore atau pas makan malam. Jalan-jalan sama mereka. Trus kalau punya teman yang baik juga rasanya bahagia banget. Dikelilingi oleh orang-orang baik membuat hidup kita menjadi baik juga.

Intinya…. Bahagia itu sederhana jika kita selalu bersyukur. Betul nggak? Semoga saja ini nggak hanya menjadi teori buatku. Tapi bisa selalu dipraktekkan.

Kalau kalian, bahagia yang sederhana tuh yang seperti apa?

* * *

Tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Blog Challenge 2018 yang diadakan oleh Blogger Perempuan Network. Tema hari ke-27: 5 kebahagiaan sederhana.

Advertisements

5 Rekomendasi Produk Kecantikan

Hola! Sudah weekend aja, nih! Nggak terasa banget ya! Sabtu itu identik dengan malam mingguan. Buat cewek-cewek yang mau jalan-jalan sama pacar atau buat kalian single girls yang mau jalan sama gebetan so pasti pengennya tampil cantik, dong! Tapi, kalau mau hangout sama gengs or jalan sendirian aja, boleh juga tampil ketje pakai makeup. Apa salahnya toh pakai makeup? Makeup, kan, memang dibikin buat para wanita.

Menurutku, pakai makeup tuh nggak harus supaya pacar atau gebetan terkesan! Tanpa ada si dia pun pakai makeup tuh bikin pede. That’s why I can’t live without makeup! Haha. Nggak pede aja rasanya keluar rumah tanpa makeup. Minimal harus pakai bedak sama pensil alis. Makeup sehari-hariku nggak yang tebal-tebal, kok. Simple dan natural aja. Nggak perlu kayak pemain lenong. Eh tapi kalau ke warung dekat rumah nggak pakai makeup pun nggak apa-apa soalnya cuma sebentar aja keluar dari rumah.

Kali ini aku mau merekomendasikan 5 produk kecantikan yang biasa aku pakai untuk makeup sehari-hari. Check it out!

1. BB Cream
Yang satu ini adalah senjata paling utama dalam dunia per-makeup-an. Dengan memakai produk ini, kulit yang nggak mulus jadi terlihat mulus. Bisa menutupi pori-pori yang besar dan bintik-bintik jerawat yang nakal. Hohoho! Aku biasa pakai BB Cream merk Silkygirl nomor 01 Natural. Kadang pakai merk Maybelline nomor 02 Medium. Tapi lebih suka merk Silkygirl, sih. Soalnya di wajah lebih terlihat natural.

2. Pensil Alis
Senjata utama kedua adalah pensil alis. Pensil alis membuat wajah tampak lebih ‘hidup’! Bayangin kalau kamu nggak ada alis. Kan agak gimana gitu. Aneh aja menurutku. Produk yang aku pakai adalah pensil alis merk Revlon. Aku suka pensil alis ini karena ada sikat alisnya di ujung lain pensilnya. Warna yang aku pakai adalah warna hitam. Goresin pensil alisnya jangan terlalu tebal supaya alisnya bisa nampak natural. Kalau ketebalan nanti kayak Sinchan, lho! Hehe.

3. Lipstick dan Lipbalm
Pagi-pagi kalau mau kerja, aku biasanya pakai lipstick. Tapi kalau sudah siang, kan lipsticknya biasanya sudah pudar. Jadi aku touch up pakai lipbalm. Untuk kegiatan sehari-hari, cukup pakai lipbalm aja. Tapi kadang nggak pakai juga. Lipstick yang oke menurutku adalah Lip Cream merk LAC nomor CML 484 Whipped dan CML 480 Heavenly. Lipsticknya lumayan awet nempel di bibir. Kalau lipbalmnya aku pakai merk Silkygirl Magic Pink Lipbalm nomor 08 Strawberry. Kalau mau yang warnanya merah ngejreng, pakai Revlon Super Lustrous Creme nomor 675 Volcanic Red atau LAC Matte Lipstick nomor 470 Starlet.

4. Bedak
Bedak ada dua jenis, yaitu bedak tabur dan bedak padat. Biasanya aku pakai bedak tabur merk Silkygirl nomor 02 Natural Medium. Tapi kalau sudah siang atau untuk touch up, aku pakai merk Maybelline Clear Smooth All in One Light nomor 02 Nude Beige. Bedak yang merk Maybelline oke banget bikin kulit jadi kinclong dan segar.

5. Blush On
Supaya tampil segar sehari-sehari, perlu juga pakai blush on atau pemerah pipi. Aku pakai merk Revlon Powder Blush with brush nomor 101 Classy Coral.

Bonus:
Terkadang kita, kan, pengen tampil beda sedikit aja. Nah, untuk tambahannya aku gunakan eyeliner. Pakainya tipis-tipis aja, jangan terlalu tebal. Untuk saat ini aku pakai merk Mizzu Eyeliner Pen yang warna hitam. Eyeliner ini mudah dipakai dan nggak mudah luntur.

Mau tahu berapa lama dandannya pakai semua produk di atas (kecuali eyeliner)? Kira-kira 15 menit saja. Kalau banyak tambahan biasanya 30 menit. Kurang lebih, ya. Pakai eyeliner dan maskara tuh yang paling susah. Makanya untuk sehari-hari aku nggak pakai eyeliner dan maskara. Ribet!

Nah, itu dia produk kecantikan yang aku rekomendasikan. Sudah siap buat malam mingguan? Produk kecantikan apa yang kalian gunakan?

* * *

Tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Blog Challenge 2018 yang diadakan oleh Blogger Perempuan Network. Tema hari ke 26: 5 produk kecantikan yang digunakan dan direkomendasikan.

Serunya Permainan Masa Kecil yang Bebas Gadget

Apa bedanya kids zaman now dan kids zaman old? Yang pasti dari segi permainan. Percaya nggak percaya, kids zaman now otaknya canggih banget. Coba deh kasih mereka henpon, pasti bisa langsung utak-atik. Nggak perlu diajarin lagi sudah bisa main game dan buka Youtube. Pernah ada teman yang cerita, keponakannya malah bisa tau password hp mamanya. Padahal nggak dikasih tau siapapun. Keren, kan?

Tapi, anak balita yang dikasih gadget tuh biasanya akan menjadi anak yang emosian. Coba pas mereka nggak dikasih main sehari aja. Ngamuknya luar binasa! Trus, gadget nggak baik buat mata. Kasihan kan kalau anak masih kecil harus pakai kacamata gara-gara kebanyakan main hape.

Kalau kids zaman now rata-rata mainannya hape. Kids zaman kapan itu, mainannya banyak dan seru-seru. Sebenarnya, kids zaman now bisa juga diajak main permainan zaman dulu. Biar nggak ketergantungan sama hape. Permainan berikut ini dulu sering saya mainkan bersama para sepupu dan teman-teman sekolah.

1. Kejar-kejaran
Sebenarnya aku lupa nama permainan ini. Dulu sering main ini sampai jatuh. Sudah jatuh, kaki berdarah, trus nangis, besoknya main lagi. Haha. Pokoknya nanti ada satu yang mengejar semua teman-temannya. Nah, kalau terkena tangan si pengejar, maka yang dikejarnya gantian jadi pengejar. Supaya nggak kena tangan pengejar, yang dikejar boleh jongkok dan nanti minta diselamatkan sama teman yang masih berdiri.

2. Benteng
Permainan ini terdiri dari dua grup. Masing-masing punya benteng. Dua grup saling berkejaran dan harus memegang tiang benteng supaya bisa menang. Main ini juga seru. Apalagi pas bisa dapetin benteng lawan. Teriak keras-keras: BENTENG!!! Bangga banget rasanya kalau bisa menang.

3. Tengkupan
Permainan ini nama Indonesianya petak umpet. Ada satu orang yang jaga sementara teman lainnya bersembunyi. Yang jaga biasanya menghitung dari 1 sampai 10 untuk memberi waktu pada teman-teman yang akan bersembunyi. Setelah hitungan ke sepuluh, ia harus menemukan teman-temannya. Dulu ada mitos, kalauu sudah maghrib nggak boleh main ini. Katanya bisa disembunyikan hantu.

4. Yeye
Ini adalah main karet. jadi nanti kita bikin karet yang diuntai sampai panjang. Ada 2 orang yang memegang karet di tiap ujungnya. Dua orang ini adalah penjaganya. Lalu ada teman-temannya yang melompati karet. Kalau tidak bisa melompati karet, maka teman itu harus gantian jaga. Pas main ini dulu lompatanku nggak terlalu tinggi. Paling sampai setinggi dagu aja. Itupun kalau teman yang jaga nggak terlalu tinggi.

5. Pesawat dan Perahu dari Kertas
Dari waktu kecil sampai sekarang aku tetap suka main ini. Bikin pesawat dari kertas terus diterbangi. Seru aja lihat pesawatnya terbang. Sekarang mainnya sama anak-anak di sekolah. Kalau dulu, main pesawatnya tanding: siapa yang bisa melempar pesawat lebih jauh. Kadang pesawatnya terbang sampai ke atap rumah.

6. Masak-masakan
Dulu kecil mainan masak-masakannya nggak kayak sekarang. Sekarang mainan masak-masakan dari plastik lengkap banget ada bentuk kompor, panci, cangkir, sendok. Dulu aku mainnya di halaman rumah. Pakai rumput, daun-daun dan bunga-bunga asli. Trus pakai batu-batu yang ambil di jalan. Mainan masakannya terbatas. Dulu mainannya dari kayu dan bambu. Daun-daun yang agak besar dijadikan piring. Ngambilin tanah di jalan trus diulek sama bunga-bunga dan rumput. Pura-puranya ngulek sambel. Hehehe.

7. Kasti
Permainan ini sebenarnya permainan di sekolah. Tapi kadang di rumah juga main sama anak-anak lain. Kalau main ini biasanya aku jadi pihak yang terdzolimi soalnya paling sering kena lempar bola dan pas mukul bola, nggak terlalu jauh bolanya. Haha.

Selain permainan di atas, sebenarnya masih banyak permainan lainnya. Dulu aku dan sepupu juga sering bikin pedang-pedangan dari batang pisang. Kadang dari bambu kecil. Trus suka juga main pistol air. Permainan lainnya yaitu main balok-balok kayu dan tentara-tentaraan. Main boneka juga. Permainan masa kecil dulu sangat serulah pokoknya.

Kalau kalian, permainan apa yang seru waktu kecil dulu?

* * *

Tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Blog Challenge 2018 yang diadakan oleh Blogger Perempuan Network. Tema hari ke-25: Kenangan masa kecil.

Mimpi Terindah

Mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah
sampai engkau meraihnya….

~Lirik lagu Laskar Pelangi

* * *

“Aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini ingin itu banyak sekali….”

“Hei, ngapain sih nyanyi lagu Doraemon?”

“Lagi kepingin aja! Soalnya… Kalau dipikir, banyak sekali keinginanku yang belum tercapai. Banyak mimpi-mimpi yang belum menjadi kenyataan.”

“Oh, ya? Apa sajakah itu?”

“Aku ingin bertemu Doraemon!! Lalu, aku mau pinjam pintu ke mana saja supaya aku bisa keliling Indonesia. Eh, kalau bisa sekalian keliling dunia, deh! Aku bakalan ngajak ibu dan bapakku pergi jalan-jalan. Sekalian adikku dan keluarga kecilnya juga. Pasti menyenangkan sekali…. Hohoho!”

“Mana bisa ketemu Doraemon! Kan Doraemon hanyalah tokoh fiksi! Kalau mau jalan-jalan keliling Indonesia atau keliling dunia, mulai sekarang kamu harus rajin menabung! Lanjut, gih! Kamu punya mimpi apa lagi?”

“Mau jadi Princess! Yang seperti di dongeng-dongeng itu, lho! Misalnya Cinderella, Putri Salju, Putri Jasmine, Mulan, Princess Belle dari dongeng Beauty and The Beast. Pasti keren banget deh!”

“Ya, dalam mimpi saja tapi ya… Princess itu cuma ada dalam fiksi. Realitanya, Princess seperti putri dari Inggris tuh kerjaannya banyak dan banyak aturan yang harus ditaati! Kamu mau seperti itu?”

“Nggak, ah. Aku mau kisah yang happily ever after-nya aja, kok. Lanjut ke mimpi lainnya ya….”

“Oke, lanjut!!”

“Pengen jadi seperti Valentino Rossi! Kan, keren tuh kalau kebut-kebutan tapi nggak pakai acara nyium aspal atau guling-gulingan di tanah. Bisa nyalip sana-nyalip sini adalah hal yang sangat luar biasa kerennya!”

“Hah! Bahaya, tau! Nggak boleh kebut-kebutan di jalan! Ntar kamu cepat sampai ke sono. Lanjut ke mimpi lainnya!”

“Iya… iya…. Oke, mimpi berikutnya adalah aku ingin terbang ke awan dan kalau perlu sampai ke bulan. Pengen tau aja sih beneran nggak di awan sana ada dewa-dewi. Trus pengen ketemu sama kelinci di bulan. Pasti imut banget kelincinya!”

“Haduh!! Ada nggak sih mimpi lo yang masuk akal? Mau ketemu dewa sama dewi tinggal cari aja orang yang namanya itu. Atau cari di Youtube ada penyanyi yang namanya dewi dan grup band namanya dewa.”

“Oke, deh! Kalau mimpi yang masuk akal…. ingin jadi orang baik, orang sukses, orang yang bijaksana… Ingin semua keluarga dan teman-temanku sehat-sehat dan berbahagia. Dan terakhir, semoga bisa menyelesaikan tantangan menulis 30 hari yang diadakan oleh BP Network.”

“Baiklah, semoga mimpi indahmu dapat segera terwujud!”

“Terima kasih! Semoga orang yang mendoakanku mendapatkan mimpi indah juga selalu sehat dan berbahagia.”

“Sip! Mari berjuang dan bekerja keras untuk mencapai cita-cita! Semangat!!”

* * *

Tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Blog Challenge 2018 yang diadakan oleh Blogger Perempuan Network. Tema hari ke-24: 5 keinginan yang belum tercapai.

* * *

Ini mimpiku…. Mimpimu apa? Yuk ceritakan di kolom komentar.

Que Sera Sera

Penyesalan selalu datang terlambat. Tetapi, apa yang sudah terjadi disesalkan jangan. Yang lalu biarlah berlalu. Jadikanlah itu sebagai pengalaman yang berharga. Dan, belajarlah dari pengalaman.

* * *

Kutatap langit, hari ini ia tak mendung seperti beberapa hari yang lalu. Hari ini, langit tak menangis seperti waktu itu.

“Hai, langit? Kamu tak mendung lagi hari ini?” tanyaku pada langit.

Langit menjawab, “Kemarin-kemarin aku sedih. Ada sesuatu yang membuatku merasa sesak. Karena itulah aku menangis. Tapi, kupikir untuk apa mengingat yang telah berlalu. Dan, untuk yang akan datang, apapun yang akan terjadi ya terjadilah.”

Dalam hidup ini, kita mengalami banyak kejadian. Ada peristiwa menyenangkan yang membuat kita bahagia. Namun, ada pula peristiwa yang menyedihkan, yang membuat kita menyesalinya dan terkadang kita bisa menangis saat mengingatnya. Semua orang mengalaminya, termasuk juga aku.

“Apa yang kamu sesali?” tanya langit padaku.

Aku menjawab, “Ada banyak hal. Kalau diingat-ingat rasanya menyesakkan. Ingatan itu, kadang muncul kadang lenyap. Dan jika ia muncul, kadang aku bertanya dalam hati: kenapa dulu aku begitu? Kenapa ada orang yang seperti itu padaku? Kok bisa aku begitu bodoh? Kenapa begini? Kenapa begitu? Pertanyaan-pertanyaan itu tak akan ada habisnya jika dibahas. Penyesalan itu kadang bisa membuatku menangis saat mengingatnya. Tetapi terkadang ada juga yang membuatku ingin tertawa.”

Kalian ingin tahu apa yang aku sesali saat ini?

Hmmm…. tak akan kukatakan hal-hal yang bikin sesak dan sedih. Karena kalau kalian membacanya, kalian juga akan merasa sesak. Jadi, lebih baik membahas yang ringan-ringan saja. Oke? Cusss…

Pertama, kalian tahu kan dengan yang namanya diskon? Beberapa waktu yang lalu ada diskon sekian persen di salah satu toko buku online. Diskonnya lumayan gede! Aku lihat ada buku incaranku di toko tersebut. Pengen beli. Tapi, waktu itu aku punya banyak pertimbangan dan ada kesibukan di pekerjaan. Lalu aku lupa. Sekarang harga buku tersebut kembali ke harga normal. Nyesel, deh, kenapa waktu itu nggak beli. Hari ini Harbolnas, tapi diskonnya nggak sebesar yang waktu itu. So, nunggu lagi, deh, sampai ada promo diskon gede.

Kedua….. Sepertinya tidak usah diceritakan hal lainnya ya. Soalnya nggak ada lagi yang mau diceritakan. Hehehe.

Intinya, tidak ada gunanya menyesal. Memang, sih, kadang kepikiran juga. Menurutku sebisanya tidak usah terlalu dipikirkan. Kalau masih kepikiran, ya biarin aja. Toh nantinya nggak akan terpikir. Dan seperti judul artikel ini, QUE SERA SERA, apa yang akan terjadi ya terjadilah. Kita pasrahkan saja sama yang di atas. Yang penting tetap semangat!

* * *

Tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Blog Challenge 2018 yang diadakan oleh Blogger Perempuan Network. Tema hari ke-23: Hal yang disesali saat ini.

* * *

Kalau kalian, adakah hal yang disesali saat ini? Yuk, bagikan di kolom komentar….

Di Antara Dua Pilihan

Saat ingin mengambil keputusan, pilihannya hanya ada dua: YA atau TIDAK. 

Dalam hidup ini, ada banyak pilihan yang bisa kita ambil. Tapi terkadang rasanya sulit untuk mengambil keputusan jika dihadapi dengan banyak pilihan. Pilihan-pilihan tersebut tentu ada baik dan buruknya. Cara termudah adalah dengan menghitung jumlah sisi positif yang dimiliki oleh setiap pilihan. Namun, sekali lagi…. kita masih saja harus menimbang-nimbang. Antara ya atau tidak.

Dalam dunia blog juga begitu. Anda ingin menjadi blogger part time atau full time? Jika menjadi blogger part time, Anda hanya perlu menulis saat Anda mau menulis. Tapi jika menjadi blogger full time, mau tak mau, setiap hari Anda harus menulis.

Blogger full time biasanya dikaitkan dengan pekerjaan. Pekerjaan utamanya ya blogger (seorang penulis blog). Ia mendapatkan uang dari hasil tulisannya di blog. Dan biasanya blognya juga berbayar, nggak lagi memakai domain .wordpress.com atau .blogspot.com.

Then… what about me?

Menurutku….
Menulis itu untuk menenangkan hati.
Menulis untuk melatih otak supaya tidak cepat pikun.
Menulis itu untuk berbagi apa yang ada dalam pikiran.
Menulis itu untuk mengungkapkan apa yang tidak dapat dikatakan dalam bahasa lisan.
Menulis itu untuk berbagi cerita mulai dari yang konyol, seru, sampai cerita garing yang membosankan.
Dan terakhir… menulis adalah hobi.

Memang sih, dari menulis di blog, ada orang-orang yang bisa mendapatkan uang. Tapi… terserah sih. Itu jalan hidup mereka. Memang nggak tertutup kemungkinan bahwa suatu saat nanti aku mungkin juga akan seperti mereka yang menjadi blogger full time. Tapi, sekarang aku memilih bekerja. Mengerjakan pekerjaan utamaku. Mengutamakan pekerjaan yang bisa dibilang sudah pekerjaan tetap. That’s okay karena menulis saat ini hanyalah hobi.

Untuk saat ini, aku lebih memilih menjadi blogger part time. Kapan saja aku ingin menulis, ya tinggal tulis. Kalau lagi nggak mood banyak kerjaan, ya nggak usah nulis. Nggak perlu memaksakan diri. Termasuk dalam hal ikutan challenge menulis 30 hari ini. Kalau nggak terkejar ya nggak apa-apa. Nggak usah ambil pusing. Yang penting enjoy aja nulisnya.

Kalau kalian? Pilih jadi blogger full time atau blogger part time?

* * *

Tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Blog Challenge 2018 yang diadakan oleh Blogger Perempuan Network. Tema hari ke-22: Pilih menjadi blogger full time atau blogger part time.

Hey! Ayo, Bersih-bersih!

Pada suatu hari yang mendung, awan gelap menggantung, dan angin kencang berhembus bergulung-gulung… Kulihat teman-teman baikku. Mereka sedang menganggur. Memandangi orang-orang yang lalu-lalang. Tatapan mataku bertemu dengan mereka. Satu per satu.

“Hai, sapu! Apa lo lihat-lihat?” sapaku pada sapu.

“Nggak kenapa-kenapa,” jawab sapu tersipu-sipu.

“Hei, cikrak! Lo kenapa senyum-senyum?” tanyaku pada cikrak.

“Lo pasti ngerti, kan, kenapa aku senyum-senyum?” balas si cikrak.

“Hehehe, iya. Lo tau banget, deh!” jawabku.

“Ada yang pakai sepatu trus masuk ke dalam ruangan. Sepatunya kotor, bikin ruangan jadi berpasir. Kotor banget, deh!” kata si sapu.

“Yupz! Ayo bersih-bersih!” ajakku. Kamipun bekerja sama membersihkan ruangan yang kotor.

Tak lama kemudian….

“Hei!” panggil lap meja.

“Hei Tayo!” sahutku.

“Bagaimana denganku dan kemoceng?” tanya lap meja.

“Memangnya kenapa?” balasku.

“Ada yang kotor di meja. Ayo bersihkan!” seru kemoceng.

“Ah, ya. Kalian benar!” jawabku. “Ayo bersih-bersih!”

Lalu kami membersihkan meja yang kotor oleh serpihan penghapus dan tumpahan lem.

Menyenangkan sekali melihat ruangan nggak berpasir lagi dan meja juga bersih. Sapu, cikrak, kemoceng, dan lap benar-benar sahabat sejati! Nah, sekarang mari melihat ke kamar mandi.

“Hei!” sapa para sikat dari dalam kamar mandi.

“Hei Tayo!” sapaku.

“Kamar mandinya sudah kotor, nih! Ayo bersih-bersih!” ajak sikat kecil.

“Let’s go!” seruku.

Menyikat kamar mandi atau bersih-bersih kamar mandi adalah salah satu pekerjaan yang menyenangkan menurutku. Aku nggak suka masuk ke kamar mandi yang kotor dan gelap. Kamar mandi tuh harus terang dan bersih. Jadinya nyaman saat berada di sana. Kalau tempatnya gelap, kotor, ditambah bau pula rasanya sangat menyeramkan sekali!

Setelah bersih-bersih, perut lapar. Mari melihat ke dapur. Ada apa di dapur? Ada wajan dan perlengkapan dapur lainnya. Ada juga piring dan gelas kotor.

“Hei!” panggil sabun cuci piring.

“Hei Tayo!” sahutku.

“Piring, sendok, garpu, dan gelas kotor, nih! Ayo mencuci!” ajak spons.

“Yo, ayo! Cuci-cuci sampai bersih!” kataku.

Tak butuh waktu lama, pekerjaan rumah pun selesai.

“Kamu nggak setrika pakaian?” tanya setrikaan.

“No! No! Aku lipat baju aja,” jawabku.

“Okelah kalau begitu. Habis ini masak-masak?” tanya setrikaan lagi.

“Kalau ada waktu aku masak-masak. Kalau lagi banyak kerjaan, nggaklah,” jawabku.

Oke sip. Bersih-bersih, sudah. Cuci piring, sudah. Lipat pakaian juga sudah. Semua pekerjaan rumah tangga yang aku sukai sudah selesai. Hari sudah malam. Waktunya beristirahat.

Malam-malam. Habis kehujanan. Jalan macet parah. Dingin-dingin. Mari tidur…

* * *

Demikianlah cerita fiksi tentang pekerjaan rumah tangga yang disukai. Kalau kalian, pekerjaan rumah tangga yang seperti apa yang kalian suka? Bersih-bersih? Cuci-cuci? Masak-masak? Yuk, bagikan di kolom komentar.

* * *

Tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Blog Challenge yang diadakan oleh Blogger Perempuan Network. Tema hari ke-21: Pekerjaan rumah tangga yang disukai.