[Review Film Serial] Hyena

sumber gambar: asianwiki.com

Hyena ini ceritanya tentang dua pengacara. Yang pertama adalah Yoon Hee Jae. Dia bekerja di perusahaan Song & Kim, sebuah perusahaan konsultan hukum yang klien-kliennya rata-rata orang berpengaruh atau orang-orang berduit. Pengacara kedua adalah Jung Geum Ja. Ia mendirikan sendiri perusahaan konsultan hukum. Tempatnya sederhana. Tetapi Jung Geum Ja mengejar klien-klien orang kaya. Istilahnya dia ini matre. Ia akan menggunakan segala cara supaya bisa menang di persidangan.

Suatu hari Yoon Hee Jae sedang pergi laundry pakaian di binatu. Ia melihat seorang wanita yang menarik di binatu tersebut. Hee Jae yang sedang jomblo tertarik dengan wanita tersebut. Tak lama kemudian, ia bisa jadian dengan wanita bernama Kim Hee Sun tersebut.

Nah dari kisah tersebut Hee Jae menghadapi petualangan baru. Ia dan Jung Geum Ja saling bersaing. Siapa sebenarnya Kim Hee Sun? Ada apa dengan perusahaan Song & Kim?

Komentar saya:

Saya sengaja nggak panjang-panjang kasih sinopsisnya. Soalnya film ini banyak banget plot twistnya. Nggak seru nanti kalau diceritakan di sini. Yang pasti, Jung Geum Ja digambarkan sebagai sosok wanita yang tangguh dan banyak akalnya. Ia juga agak licik karena menggunakan segala cara. Namun dengan caranya itulah ia bisa menang. Walaupun begitu, ada sisi baiknya dengan menggunakan cara-caranya yang tidak biasa untuk menang. Jung Geum Ja juga merupakan sosok yang misterius. Sedikit-sedikit rahasianya terbuka. Yang nonton dibikin geregetan. Sebenarnya apa sih yang dia sembunyikan? Kok dia gitu sih? Ugh, pokoknya kadang bikin kesal. Tapi…. lalu JRENG! Plot twist!!

Kalau Hee Jae lain lagi. Dia ini cowok pekerja keras yang smart dan sangat percaya diri. Sayangnya dia bucin banget. Dia mengejar-ngejar Jung Geum Ja. Walaupun dicampakkan dan ditolak berkali-kali, dia keukeuh banget mengejar si pengacara yang sebenarnya adalah saingannya. Kadang-kadang karena keluguannya, ia tertipu. Namun ia cepat bangkit dan terkesan sedikit sombong.

Kisahnya Jung Geum Ja dan Yoon Hee Jae ini bikin geregetan. Bagaimana mereka bersaing dalam pekerjaan, bagaimana mereka sebenarnya saling memperhatikan tapi Jung Geum Ja sepertinya gengsinya tinggi banget, trus kasus-kasusnya, cara para pengacara menyelesaikan kasusnya. Hahaha. Dan aku berharap ada session 2 nya.

Pemainnya oke-oke semua. Ju Ji Hoon yang memerankan Yoon Hee Jae juga main di film Kingdom yang terkenal itu. Aktingnya di sini juga sangat keren. Ekspresinya itu dapet banget! Trus Kim Hye Soo yang memerankan Jung Geum Ja juga aktris terkenal, tapi dia lebih sering main di film layar lebar daripada di drama. Banyak kontroversi mengenai beliau. Dikatakan bahwa dia umurnya sudah 50 tahun tapi kok masih cantik. Biarin ah, yang penting film Hyena ini keren! Pemainnya keren-keren!

Rating:
Skor untuk film ini 8/10
Informasi Film:
Judul Film: Hyena
Genre: drama, hukum, office
Jumlah episode: 16
Rilis: Februari 2020
Stasiun: SBS
Pemain:
Ju Ji Hoon sebagai Yoon Hee Jae
Kim Hye Soo sebagai Jung Geum Ja
Lee Kyoung Young sebagai Song Pil Jung (bosnya Hee Jae)
Oh Gyeong Hwa sebagai Lee Ji Eun (sekretarisnya Jung Geum Ja)
Jun Suk Ho sebagai Ga Gi Hyeok (rekan kerja Yoon Hee Jae)

[Review Buku] Jika Kucing Lenyap dari Dunia

Sinopsis di belakang buku:

Apakah yang akan kamu lakukan jika umurmu tinggal hitungan hari? Apa perasaanmu jika kamu akan segera mati?

Seorang lelaki muda penyendiri yang bekerja sebagai tukang pos divonis mengidap kanker stadium akhir. Umurnya tinggal sebentar lagi. Dalam kekalutan, datang tawaran menggiurkan untuk melakukan perjanjian dengan Iblis agar hidupnya terselamatkan. Syaratnya: setiap hari dia harus bersedia menghilangkan sebuah benda yang dia sayangi dari dunia ini.

Jika kamu yang berada pada posisi dia, maukah kamu menerima tawaran sang Iblis? Jika ya, benda apa yang rela kamu hilangkan? Maukah kamu menghilangkan mantan pacarmu? Maukah kamu melenyapkan binatang kesayanganmu dari dunia yang aneh ini?

Komentar:

Kata kunci ceritanya: “Untuk memperoleh sesuatu, harus menghilangkan sesuatu.”

Banyak pelajaran tentang hidup di buku ini. Misalnya saat tokoh harus menghilangkan ponselnya. Ia diberi waktu untuk menelepon satu orang yang penting dalam hidupnya. Di sini ia menyadari tentang sesuatu. Banyak nomor kontak di ponselnya, tapi yang mana yang membuat hidupnya bermakna? Lalu saat ia harus menghilangkan yang lainnya, ia menyadari hal-hal lainnya.

Tokoh cerita digambarkan sebagai orang yang biasa-biasa saja. Saking biasanya, ia cuma punya pakaian berwarna putih dan hitam. Sangat membosankan. Hidupnya tidak menarik. Tapi karena ada penawaran dari sang Iblis, di saat-saat terakhir hidupnya ia menemukan makna dari kehidupan sebenarnya. Ia banyak menyadari sesuatu yang berharga dalam hidup ini. Tentu saja membuat yang baca jadi ikut berpikir. “Iya, benar juga. Hidupku juga begitu…”

Bagian pertengahan buku ini ceritanya sangat mengharukan. Jujur aku ikutan nangis karena ceritanya relate banget ya sama hidup sehari-hari. Serasa mendapat pencerahan gitu.

Kalau baca di goodreads, banyak yang bilang terjemahannya kurang. Tapi buku terjemahan yang berbahasa Indonesia oke kok. Bahasanya mudah dipahami. Ceritanya ngalir dan nggak membosankan bacanya.

Oh ya, buku ini karangan Genki Kawamura. Beliau adalah produser film Your Name, Confessions, dan Weathering with You. Dan buku Jika Kucing Lenyap dari Dunia ini juga sudah difilmkan pada tahun 2016. Keren banget, ya!

Rating:

Aku suka banget sama buku ini. Jadi aku beri skor 5/5

Informasi Buku:

Judul Buku: Jika Kucing Lenyap dari Dunia

Pengarang: Genki Kawamura

Penerbit: Penerbit BACA

Tahun Terbit: 2020

Jumlah halaman: 255 halaman

ISBN: 978-602-6486-43-1

Tak Lagi Berharap

Sumber gambar: pexels

Jika hari ini hari terakhirmu
Apa yang kamu harapkan?
Ingin melakukan hal-hal yang belum sempat dilakukan?
Ingin pergi ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi?

Kalau aku…
Entahlah…
Aku tahu selama ini aku terlalu banyak berharap
Ingin agar segala sesuatu berjalan sesuai kehendakku
Tapi kenyataannya tidak selalu begitu
Dan seringnya sesuatu meleset dari pengharapan

Lelah ya…
Istirahat saja katamu
Iya, aku ingin istirahat

Maaf ya…
Aku terlalu banyak menuntut
Aku terlalu banyak berkehendak
Aku terlalu egois

Harapan-harapanku
Yang tak menjadi kenyataan
Biarlah…
Aku tak ingin lagi berharap

[Review Buku] Penance

Foto: dok.pribadi

Satu lagi buku bergenre iyamisu yang aku baca. Ceritanya tentang empat orang perempuan yang membawa trauma masa kecil mereka sampai mereka dewasa. Keempat orang tersebut adalah Sae, Maki, Akiko, dan Yuka. Saat mereka masih kelas 4 SD, mereka mempunyai seorang teman bernama Emily. Emily adalah anak pindahan dari Tokyo. Pada perayaan obon, kelima anak ini pergi bermain bola di sekolah. Saat mereka bermain, ada seorang pemuda menghampiri mereka dan meminta bantuan untuk memperbaiki pipa. Kelima anak saling berdebat tentang siapa yang harus membantu ‘paman’ tersebut. Namun sang ‘paman’ memilih Emily. Sementara sang ‘paman’ membawa Emily, keempat anak lainnya meneruskan bermain bola. 
Satu jam berlalu. Namun Emily belum juga kembali. Keempat anak mulai cemas dan segera mencari Emily. Salah satu anak menemukan Emily tergeletak di ruang ganti. Ia sudah tak bernyawa.
Peristiwa pembunuhan tersebut membuat ibu Emily sangat sedih, apalagi keempat anak mengaku tidak ingat wajah pelaku. Ia menganggap gara-gara keempat anak itulah anaknya tewas dan gara-gara mereka pembunuhnya tidak dapat ditemukan. Lalu ibu Emily mengancam keempat anak tersebut agar segera mencari siapa pembunuhnya. Jika tidak, ia akan membalas dendam pada keempat anak tersebut.
Lima belas tahun berlalu. Keempat anak tadi sudah dewasa. Namun mereka masih mengingat ‘janji’ mereka pada ibu Emily. Kata-kata ibu Emily begitu menusuk di hati mereka dan mengakibatkan mereka mengalami hal-hal tak terduga.
* * *
Buku ini dibagi menjadi beberapa bab. Masing-masing bab merupakan cerita dari sudut pandang dari masing-masing tokoh, yaitu Sae, Maki, Akiko, Yuka, dan ibu Emily. Mereka menceritakan bagaimana kisah hidup mereka setelah peristiwa pembunuhan tersebut. Alurnya maju mundur tapi tidak membingungkan. Bahasanya juga mengalir dengan lancar. Dan di setiap bab terdapat ‘kegilaan’ yang membuat tercengang. Benar-benar ‘iyuuhhhh’. Ceritanya menggemaskan! dan sekaligus bikin kita mikir… oh jadi begitu. Kira-kira seperti itu. 

Ceritanya memang agak gila. Dari sini jadi berpikir… Hanya karena kata-kata yang dilontarkan bisa mengacaukan seluruh kehidupan seseorang. Makanya, hati-hati kalau mengucapkan sesuatu, pun itu hanya untuk bercanda atau iseng-iseng. Nggak semua orang menangkapnya sebagai candaan atau keisengan.

Rating:

9/10

Informasi Buku:

Judul Buku: Penance

Pengarang: Minato Kanae

Penerbit: Penerbit Haru

Tahun Terbit: 2020

Genre: mystery, thriller

Jumlah halaman: 356 halaman

ISBN: 978-623-7351-37-5

[Kisah Kuliah] Sinyal Ada di Mana?

Namanya juga kuliah online, yang harus disiapkan ya kuota. Setelah itu hape dan laptop. Buku dan alat tulis juga perlu, dong! Tapi yang paling utama adalah kuota dengan kecepatan internet yang kencang.

Pernah suatu saat karena aku ganti kartu, ternyata sinyalnya kurang bagus. Akhirnya keluar sendiri dari aplikasi meeting online. Padahal waktu itu dosen sedang membahas materi yang penting. Untung saja bisa cepat masuk lagi ke aplikasi meeting online.

Terkadang, harus survey dulu daerah kita itu kuat sinyalnya pakai kartu apa. Jangan asal beli dan tergiur promo ini-itu. Ah, ya… aku kemarin beli karena ada promo bisa Youtube, gratis sms, gratis nelpon, …. Lagi-lagi tergiur oleh promo. 😂

Aku sempat lapor ke providernya. Saat lapor itu aku ditanya nomor hp dan alamat lengkap. Untung nggak ditanya status. Hahaha. Setelah itu, ditanya tempat umum apa yang terdekat dengan lokasiku. Tempat itu misalnya sekolah, tempat ibadah, atau toko.

Dua hari kemudian keluarlah hasil investigasi dari si mbak provider. Katanya jaringan di lokasiku memang kurang bagus. Nanti bakal ada perbaikan secara bertahap. Hmmm… pantas saja lemot. Tapi masih ada untungnya sedikit… pas kuliah online, kalaupun sinyalnya hilang, bisa cepat kembali. Jadi nggak terlalu masalah. Masalahnya ada setelah kuliah. Pas mau nonton Youtube, loading lama. Mau buka ig, fb, twitter,…. luaaamaaa buangettt.

Makanya kan… jangan suka gonta-ganti kartu. Kalau sudah nyaman, ngapain cari yang baru??