Semut Kecil yang Jahat

Di rumahku banyak semut. Semutnya sangat kecil dan warnanya hitam. Teman-teman bilang itu semut gula karena sering ada di gula pasir. Tapi di rumahku, semutnya ada di mana-mana. Semut-semut kecil ini bisa ada di nasi, di sayur, di ayam goreng, di piring kotor, pokoknya semua yang ada makanannya.

Karena kesal, ibuku membeli kapur ajaib untuk mengusir semut. Kapurnya dioleskan di kaki meja supaya si semut tidak naik ke atas meja makan. Cukup ampuh. Tapi tetap saja semutnya masih ada.

Semut di rumahku sangat jahat. Padahal mereka mengambil makanan kami. Mereka mencuri cicip makanan kami. Mereka tidak permisi dulu saat mengerubungi makanan kami. Tapi kalau aku mengusir semut-semut itu, mereka akan balas dendam.

Pernah suatu ketika, aku tidak tahu kalau semut-semut itu sangat jahat. Semut-semut merayap ke wadah nasi. Satu wadah nasi penuh semut sehingga kami sekeluarga tidak bisa makan. Jadi kuusir semut-semut itu. Aku mengetuk-ngetuk wadah nasi supaya semutnya pergi. Malamnya, ada sesuatu di kakiku. Rasanya gatal sekali. Saat kulihat, kakiku bengkak. Dan ada semut menempel di bagian yang bengkak itu.

Lain waktu, semut-semut menempel di ayam goreng. Aku mengusir mereka dengan mengetuk-ngetuk piring. Mereka pergi. Tapi malamnya leherku terasa sakit. Saat kuraba leherku ternyata bengkak. Lalu ada semut yang menempel di bagian yang bengkak itu.

Beberapa kali ada kejadian seperti itu. Setiap aku mengusir semut, nanti pasti ada bagian tubuhku yang bengkak karena digigit semut. Mereka jahat sekali, kan?

Kali ini, semut-semut menempel di piring kotor. Karena semutnya sangat banyak, kusiram piringnya supaya bersih lalu aku cuci piringnya. Tak lama kemudian, aku merasa ada sesuatu di bibirku. Aku berkaca. Ternyata ada semut menempel di sana. Bibirku jadi bengkak.

Semut kecil jahat tetapi tak bisa dijahati. Kalau dijahati mereka akan balas dendam. Kalau diusir mereka marah. Padahal mereka yang mengganggu. Dasar semut kecil jahat. Semut kecil jahat sekali. Kuharap tidak lagi badanku bengkak karena si semut jahat.

Hari ini hari Sabtu. Seharusnya aku bisa pergi jalan-jalan. Tapi karena bibirku dower bengkak akibat digigit semut, aku jadi tidak bisa keluar rumah. Kalau bibirku yang bengkak bentuknya jadi seperti bibir Angelina Jolie sih nggakpapa kali ya. Full dower gitu… Tapi ini bengkaknya cuma seperempat bagian saja. Seksi kok cuma seperempat bagian aja. Gak lucu banget. 😥 Apa perlu aku jahilin si semut biar mereka gigit tiga perempat bagian bibir lainnya?

😣😣😣

Advertisements

Cerita Cikrak

ini namanya cikrak

Beberapa hari yang lalu dua ruang di tempat kerjaku dicat. Ruangan itu dindingnya sudah kotor. Nggak semuanya juga, sih. Hanya di beberapa bagian. Dari 4 sisi, ada 2 sisi yang kotor. Tapi penghuni barunya minta agar ruangannya dicat.

Seorang bapak dipanggil untuk mengecat ruangan. Sebelum ruangannya dicat, bapak ini membersihkan dulu dindingnya. Ada bekas lem, selotip dan apapun yang menempel di dinding yang mau dicat, semuanya dilepaskan. Biar lebih bersih dan lebih mudah saat mengecatnya.

Nggak butuh waktu lama, sore hari sekitar jam setengah 6 sore kedua ruangan selesai dicat. Si bapak meminjam sapu. Setelah menyapu ruangan, si bapak mengatakan mau meminjam barang lain.

“Cikraknya mana, Ceh?” tanya bapak itu padaku.

Aku bengong. Cikrak tuh apa? Apakah itu lagu ‘Cikrak cikrak di dinding. Diam-diam merayap. Datang seekor nyamuk…..

Tapi aku pikir kalau orang menyapu biasanya harus ada sekopnya. Jadi kuberikan sekop yang ada di ruanganku. Si bapak tidak bertanya-tanya lagi. Rupanya tebakanku benar. Cikrak = sekop. Jadi, aku langsung mencari arti kata cikrak di Google.

Kata ‘cikrak‘ berasal dari bahasa Jawa, disebut juga dengan ‘engkrak’. Menurut KBBI cikrak artinya keranjang untuk mengambil dan membuang sampah. Sedangkan menurut Wikipedia Indonesia, cikrak adalah pengki. Biasanya terbuat dari bambu yang dianyam tanpa gagang. Biasanya dijual bersama dengan tempat sampah bambu sebagai pasangan alat kebersihan yang berbasis lingkungan. Nah, cikrak zaman now terbuat dari plastik, soalnya aku nggak pernah lihat cikrak terbuat dari bambu.

Jadi, cikrak tuh dari bahasa Jawa. Pengki bahasa Indonesianya. Sekop bahasa saya. 😀

Andai Kamu Tahu

Siang tadi aku melihat di instastory-nya temanku ada gambar tahu. Jadi aku chat dia.

sumber gambar: luarbiasa.org
sumber gambar: luarbiasa.org

Aku: “Cukup tahu.” (maksudnya cukup mengetahui dia makan sendiri nggak bagi-bagi)

Teman: “Nggak mau tempe?”

Aku: “Nggak. Aku cuma ingin mencari tahu.” (maksudnya ingin mengetahui dia makan di mana)

sumber gambar: gambarlucupictures.blogspot.com
sumber gambar: gambarlucupictures.blogspot.com

Teman: “Tahunya nggak ada. Adanya oncom.”

Setelah itu obrolan jadi ngalor-ngidul tentang promo harga tahu, jualan online, endorse, ongkir, dan sebagainya, tanpa kesimpulan di mana dia makan tahu. Yang pasti akhirnya dia jadi penjual tahu dan aku jadi pembelinya. Ckckck…

sumber gambar: brilio.net
sumber gambar: brilio.net

Aku sudah tahu bakalan jadi aneh obrolannya. Ah, andai dia tahu maksudku apa…

Atau, jangan-jangan dia pura-pura tidak tahu? Dan mungkin saja jika dia tidak mau memberi tahu. Dia diam saja padahal dia tahu. Huft…

sumber gambar: ndeso94
sumber gambar: ndeso94

Ya sudahlah ya, nanti juga kalau dia baca postingan ini akhirnya kami akan sama-sama tahu. Dia tahu maksudku apa dan aku tahu apakah dia hanya pura-pura tidak tahu atau tahu beneran.

sumber gambar: brilio.net
sumber gambar: brilio.net

Aku nggak mau menebak-nebak dulu. Jangan jadi orang sok tahu, ah! Kan nggak enak ya nanti kalau tebakanku salah. Nggak baik mengira-ngira.

sumber gambar: dananggreen

Masa depan tidak ada yang tahu, kan? Kalau temanku tahu maksud pertanyaanku tadi itu apa, pasti dia akan tertawa terkikik-kikik.

sumber gambar: food.detik.com
sumber gambar: food.detik.com

Hmmm… dan setelah aku menulis panjang lebar begini, tahu-tahu postingannya jadi seperti ini. Astaga!

sumber gambar: liputan6.com

Apakah kalian tahu apa yang aku maksud dari postingan ini?

sumber gambar: liputan6.com

Tolong jangan dijawab seperti ini, ya….

sumber gambar: yukepo.com
sumber gambar: yukepo.com

Uang Receh, Bulan Tua, dan Menabung

“Lagi ngapain?” tanya ibuku saat melihatku membuka celenganku.

“Lagi susun uang receh, Bu,” jawabku sambil mengelompokkan uang logam berdasarkan nilainya. Setelah itu aku susun uangnya dalam jumlah seribu. Misalnya uang seratusan berjumlah sepuluh dan uang duaratusan berjumlah lima. Lalu aku beri selotip tumpukan uangnya.

“Buat apa uangnya diselotip gitu?” tanya ibuku lagi.

“Buat bayar parkir kalau jalan ke pasar atau ke mal,” jawabku.

“Kalau kamu nggak ada uang untuk bayar parkir, sini biar ibu kasih kamu uang kecil,” kata ibuku.

“Nggak usah, Bu. Uang recehku ada banyak, kok. Tenang aja,” tolakku.

* * *

Inilah gunanya mengumpulkan uang logam. Nanti kalau sudah banyak bisa untuk parkir. Tapi rupanya nggak semua orang mau memakai uang logam untuk bayar parkir ya. Ada yang khusus menyimpan uang logam sampai bermangkuk-mangkuk nggak tahu mau digunakan buat apa. *lirik saudara di sebelah. 😂😂😂

Pernah seorang teman cerita. Dia mengumpulkan uang logam untuk ditukar di minimarket. Katanya kasir minimarket pasti butuh uang logam. Jadi temanku ini pergi ke minimarket dan membayar barang dengan uang logam. Wah, berat dong ya bawa-bawa banyak uang logam. Nggak juga katanya. Kadang dia bawa Rp 45.000 saja. Katanya…

Aku juga pernah baca berita ada orang beli mobil pakai uang receh. Seriusan itu? Aku nggak percaya sih. Kok bisa ya? Tapi ya ada yang sampai begitu. Wah hebat! Berapa tahun ngumpulinnya? Gimana bawa uangnya? Apa orang itu punya gudang uang logam seperti Paman Gober?

Nah trus aku pernah juga baca artikel tentang menabung. Di artikel itu disebutkan menabunglah dari pecahan uang terkecil. Tabunglah uang logammu. Atau, kumpulkan uang dua puluh ribuan. Nanti kalau sudah banyak, bisa digunakan untuk biaya traveling.

Aku sih nggak segitunya menabung uang logam. Nggak niat nabung uang receh untuk travelling atau untuk beli barang mewah. Uang logamku adanya ya secelengan itu aja. Pasti digunakan untuk parkir. Atau untuk beli mi instan. Apalagi di bulan tua seperti ini. Lumayanlah. Hehehe.

Eh tapi menabung uang logam bagus tuh untuk diajarkan ke anak-anak. Biasanya anak kecil suka sekali diiming-imingi sesuatu. Contohnya:

“Kalau adek mau beli mainan Lego, adek harus nabung. Ini Papa kasih uang logam. Ayo masukkan ke celengan, ya!” –> ini yang diajarin ke keponakanku oleh Papanya. Dan karena keponakanku masih kecil, uang yang dikasih selalu uang logam. Lebih seru pas uangnya dimasukkan ke celengan. Cling gitu bunyinya.

Nah, keponakanku tentunya jadi rajin nabung dong, karena kalau uangnya banyak bisa beli mainan. Tentu saja uangnya nggak bakal pernah cukup buat beli mainan karena diambil Papanya untuk ditabung di tempat lain. Menabung itu untuk motivasi aja, sekaligus alasan kalau Papanya nggak mau beliin mainannya. Hahaha.

Anak-anak kecil ini semakin dewasa nanti pola pikirnya bisa berubah. Orangtuanya harus mengarahkan juga. Menabung buat masa depan, bukan buat beli mainan. 😂😂😂

Ngapain Aja Pas Cuaca Dingin?

23°C di pagi hari… Udaranya dingin. Hujan sedari subuh hingga siang ini. Tumben dingin? Biasanya panas banget sampai 30°C atau lebih. Seandainya… lagi nggak kerja, ngapain aja pas dingin-dingin begini?

Sawi asin, ayam jamur
Cuaca dingin, enaknya tidur

1. Tidur
Saat dingin kayak gini memang enaknya tidur, pakai sweater dan kaos kaki trus masuk ke bawah selimut. Nggak usah mandi? No! Justru kalau kamu nggak mandi malah tambah kedinginan. Mandi pakai air hangat bagusnya.

2. Bersih-bersih dan beres-beres
Saat bersih-bersih biasanya bikin badan jadi berkeringat. Nah, kalau nggak suka cuaca dingin, kegiatan ini cocok banget! Ruangan jadi bersih, badan nggak kedinginan lagi.

3. Olahraga
Ayo lari-lari, lompat-lompat, jalan kaki, jalan cepat, pergi ke gym, senam, pokoknya olahraga. Badan sehat dinginpun lenyap.

4. Masak-masak
Ada resep masakan jangan cuma dishare di medsos trus kasih caption “disimpan buat nanti”. Helloww! Resep tuh buat dicoba, bukan untuk dilihat. Yuk masak-masak! Uap dari kompor pas masak-masak bisa bikin hangat. Dan siapa tahu dari masak-masak itu terpikir ide untuk bisnis kateringan.

5. Makan
Makan yang paling enak dimakan saat dingin adalah mi instan berkuah. Sedapnya nggak ketulungan. Atau makan bakso dan masakan berkuah lainnya. Hmmm… nyam nyam!

6. Nonton drama sambil ngemil
Bikin popcorn dulu buat dimakan sambil nonton. Ini namanya menikmati hidup. Apalagi kalau filmnya seru. Wah, ini surga namanya… Haha

7. Baca novel
Novel yang bergenre misteri atau thriller atau horror cocok banget dibaca saat dingin-dingin gini. Pembaca dibikin penasaran dan karena penasaran itu bikin badan jadi panas sehingga nggak kedinginan lagi. Benar-benar mantap!

Oke, sekian dulu mengkhayalnya. Mari kembali bekerja.

Tips Kalau Mau ke Samsat Urus Pajak STNK Tahunan

Hari ini aku bolak-balik urusan pajak STNK tahunan. Bisa dimaklumi karena hari ini hari pertama kantor Samsat buka setelah libur panjang kemarin, makanya pengunjungnya membludak. Mall dan pasar kalah ramai!

Ini baru sebagian aja. Belum parkiran di bagian belakang ujung dan samping kantor

Hari ini karena sesuatu dan lain hal, maka aku harus bolak-balik antara 2 kantor Samsat dan berakhir di kantor Samsat ketiga. Capeknya… dari jam 9 pagi baru sampai rumah jam setengah 6 sore.

Nah ini tips dari aku kalau mau ke kantor Samsat urus pajak STNK tahunan:
1. Perginya harus pagi-pagi sekali.
Jam 9 itu sudah kesiangan! Apalagi kalau habis libur. Antrian bisa mengular panjang sepanjang jalan kenangan.

2. Yang harus disiapkan adalah KTP asli dan fotokopi, STNK asli dan fotokopi, dan map kertas.
Sebisa mungkin hindari memfotokopi di TKP, karena sudah pasti antri dan lama antrinya. Sudah lama antri fotokopi, eh lama pula antri urus pajaknya. Dobel lama dong antrinya! Situ mau bercapek ria mengantri?

3. Jangan menunggu sampai tanggal kadaluarsa STNKnya sudah mau habis baru mau urus.
Sebisa mungkin uruslah pajak atau perpanjangan STNKnya dari jauh hari. Apalagi kalau sampai lewat batas waktu, bisa kena denda. Trus kalau ketemu cuti bersama kayak bulan ini, antriannya itu lho nggak tahan!

4. Bawa perlengkapan perang seperti jaket tahan air atau payung, pakai sepatu tahan air, dan bawa buku bacaan bila perlu. Bawa air minum juga dan duit buat jajan. Pakai sunblock juga.
Karena mengantrinya bakalan lama, tubuh jangan sampai kekurangan cairan. Dan perut juga perlu diisi kalau kelaparan gara-gara lama mengantri. Kalau kalian suka membaca, bawa aja buku bacaan atau bawa koran. Lumayan buat mengisi waktu daripada bengong dan menguap terus karena kelamaan ngantri. Jaket anti air dan payung sama pakai sunblock buat apa? Itu buat kalian yang mengantri di mobil Samsat Keliling.

Hari ini aku ngantri di mobil Samsat Keliling. Walaupun mobil itu ada di dalam kawasan kantor Samsat, aku tetap ngantri di mobil karena di dalam kantor ramai banget. Pas ngantri tadi tiba-tiba hujan deras. Kehujanan. Nggak dapat tempat berteduh karena ramai banget. Aku nggak bawa payung dan jaket tahan air. Nggak pakai sepatu tahan air pula. Jadinya basah, deh! Padahal tadinya berpanas ria. Eh, sesudah basah-basahan, panas-panasan lagi. Dari kering-basah-kering lagi. Dan karena ngantri pas panas terik sesudah hujan, kulitku jadi mutung kemerah-merahan. Dah macam ikan asin aja awak ini! Mantap bana! Nggak perlu lagi pergi ke pantai buat menghitamkan kulit.

5. Bawa uang lebih.
Ini untuk cadangan aja. Karena bayaran pajaknya kan mengira-ngira dulu. Setelah diberi tahu petugas baru tahu jumlah yang mau dibayar. Kisarannya sekitar jumlah yang tertera di STNK. Bawa uang lebih kan nggak apa-apa, daripada kurang, nanti malu.

6. Hati-hati dan waspada.
Nah, saat ramai mengantri, kita juga harus tetap waspada menjaga barang bawaan kita. Misal kalau bawa kresek isi berkas-berkas jangan sembarang meletakkan kresek itu. Kalau hilang… wah! Itu nyawa, lho! Trus buat yang suka main hp biar nggak bosan, hati-hati juga pegang hpnya. Nggak lucu banget kalau hpnya jatuh dan pecah. Jaga sendiri barang yang dibawa.

***

Antara Eulachacha Waikiki dan Switch Change The World

A: Liburan ini ke mana?
B: Ke Pulau Kapuk.
A: Jiah nggak seru!
B: Serulah, kan sambil nonton juga. Bukan cuma tiduran doang!
A: Nonton apaan emangnya?
B: Eulachacha Waikiki dan Switch Change The World. Nanti mau nonton yang lain juga tapi belum tau mau nonton apa.

sumber gambar: asianwiki.com

Yups gaes, liburan ini aku nonton 2 film: Eulachacha Waikiki dan Switch: Change The World.
Aku nonton Waikiki dulu soalnya banyak teman yang bilang film drakor itu bagus dan lucu. Tapi… selain nonton Waikiki, aku juga punya film wishlist yang mau ditonton, yaitu film Switch.

Untuk urusan drama Korea, biasanya aku cari info di asianwiki.com. Di sana ada sinopsis singkat, aktor/aktris film, jadwal tayang film, trailer, dan yang paling penting komentar dari para penonton. Nah, komentar-komentar inilah yang aku jadikan referensi untuk nonton filmnya. Film Switch itu banyak dikomentari bagus oleh orang-orang. Katanya Daebakk, keren banget filmnya!! Tapi ada teman yang bilang nggak suka sama filmnya karena aktornya Jang Keun Suk. Aktor itu pernah dapat kasus. Aku nggak ngerti kasus apa. Kalau nonton film aku nggak mentingin aktor/aktrisnya sih. Yang penting ceritanya/plotnya oke dalam versi aku.

So, yaudah aku nonton kedua film yang sudah masuk dalam daftar wishlistku sejak bulan Maret yang lalu. Memang belum selesai semua aku nontonnya. Baru setengahnya, sih. Tapi nggak apa=apa, kan, menyimpulkan sedikit saja. Anggaplah kesimpulan awal.

Eulachacha Waikiki: filmnya komedi full dan drama. Ada 16 episode, tiap episode berdurasi 1 jam. Lucunya kebangetan sampai-sampai kalau mau nonton sebisa mungkin jangan sambil makan. Soalnya banyak adegan yang ‘unik’, misalnya tentang poop-nya bayi, upil, muntah, dsb, dll, yang…. yeah… gimana gitulah. Ceritanya sendiri tentang 3 cowok (Dong Gu, Joon Ki, dan Doo Sik) yang menjalankan bisnis guest-house. Ketiganya sebenarnya punya cita-cita di bidang perfilman. Tetapi nasib mereka kurang baik. Nah suatu hari mereka menemukan bayi di rumah mereka. Bayi itu ternyata anak seorang ibu muda yang suaminya tidak bertanggung jawab. Akhirnya si ibu muda ini bekerja di guest-house yang bernama Waikiki. Ceritanya tidak hanya tentang 3 sahabat itu saja, tapi juga tentang adiknya Dong Gu yang bernama Seo Jin dan mantannya Dong Gu yang bernama Soo Ah. Juga pastinya kisah tentang Yoon Ah, si ibu muda. Menurutku ceritanya datar-datar aja, tentang mengejar cita-cita. Nggak begitu greget. Nilai plusnya adalah komedinya yang kebangetan.

Switch Change The World: ini film tentang jaksa tapi mirip cerita detektif namun ada komedinya juga. Ada 32 episode tapi tiap episode berdurasi 30 menit. Pas nonton episode pertama nggak begitu ngerti ceritanya tentang apa. Tapi begitu masuk episode 2 langsung ngerti dan pengen lanjut terus dan kalau bisa nggak usah tidur dan mandi lagi. Ceritanya tentang seorang penipu bernama Sa Do Chan yang ternyata punya wajah yang mirip dengan jaksa bernama Baek Joon Soo. Jaksa Baek Joon Soo mengalami kecelakaan. Ada seseorang yang berusaha menyingkirkannya. Karena itulah, rekannya yang bernama Oh Ha Ra meminta bantuan Sa Do Chan agar menyamar menjadi Baek Joon Soo. Sa Do Chan yang penipu ulung mempunyai tim yang terdiri dari 3 orang. Mereka akhirnya setuju membantu jaksa Oh Ha Ra. Dan ternyata musuh Baek Joon Soo dan musuh Sa Do Chan adalah orang yang sama. Film ini gila keren banget dan sangat seru!! Soundtracknya juga oke banget! Plot twistnya bener-bener nendang. Cool! Daebak!!

Okelah, begitu saja cerita tentang film yang aku tonton untuk liburan ini. Review lengkapnya nanti ya setelah aku selesaikan filmnya sampai tamat.

Oh, ya, ada yang tau bagaimana cara download soundtrack film? Kok aku geregetan pengen punya lagu soundtrack film Switch ini. Oke banget lagunya yang berjudul Crazy, penyanyinya Teen Top.