[Review Buku] Dark Matter

sumber gambar: mizanstore.com

Blurb:
Suatu malam – tanpa firasat apa pun – Jason Dessen diculik. Sesuatu disuntikkan ke tubuhnya. Dia mendapati dirinya terbangun di dunia yang berbeda. Di sana istrinya bukanlah istrinya dan anaknya tak pernah terlahir sama sekali. Di sana dia bukanlah dosen fisika biasa, melainkan genius terkenal yang telah melakukan hal-hal istimewa. Di sana segalanya tampak sama, sekaligus berbeda. Ke mana kehidupannya yang lama? Bagaimana caranya agar dia bisa kembali?

Hanya itulah yang Jason inginkan: kembali ke keluarga yang dicintainya, tempat dia merasa bahagia. Namun perjalanan menuju ke sana demikian berliku dan menakutkan, melebihi imajinasi terliarnya.

Komentar:
Seperti blurb di belakang buku: “Apa kau bahagia dengan hidupmu? Pernahkah kau bertanya-tanya bagaimana jika seandainya kau mengambil pilihan yang berbeda?”
Seperti itu pula cerita dalam buku ini.

Buku ini bercerita tentang sebuah kotak ciptaan seorang ilmuwan meta fisika yang dapat mengantar seseorang pergi ke dimensi lain dari kehidupannya yang sekarang. Orang yang membuat itu adalah Jason Dessen dari dunia lain. Sementara Jason Dessen di masa ini adalah seorang dosen fisika biasa. Jason yang ilmuwan terkenal menukar kehidupannya dengan Jason Dessen yang seorang dosen biasa. Ia melempar Jason Dessen biasa ke dunianya.

Jason Dessen biasa awalnya tidak mengerti apa yang terjadi. Kemudian ia mengamati keadaan dan mendapatkan kesimpulan. Ia berjuang untuk kembali ke dunianya sendiri. Itu tentu saja tidak mudah.

Ada jutaan dimensi kehidupan ketika Jason Dessen berhasil masuk ke dalam kotak yang dibuat oleh Jason Dessen 2. Dimensi itu tak terhingga banyaknya. Sementara itu, ia hanya punya sedikit kesempatan untuk masuk ke dunia-dunia yang dipilihnya.

Buku ini menceritakan bahwa dalam hidup ini ada banyak pilihan. Ketika seseorang dihadapkan pada dua pilihan, pilihan-pilihan itu akan membuat banyak cabang pilihan lainnya. Dan akhirnya akan ada tak terhingga kejadian yang dimunculkan dari dua pilihan awal. Sama halnya seperti bakteri yang membelah diri. Dari satu menjadi dua. dari dua menjadi empat dan seterusnya.

Itulah yang dialami oleh Jason Dessen saat ingin keluar dari dimensi kehidupan Jason Dessen 2. Berada dalam dunia lain membuatnya mempertanyakan arti hidupnya. Apakah ia bahagia? Apakah ia mengambil jalan yang benar? Apakah ia telah membuat keputusan yang tepat? Apakah istrinya bahagia? Apakah anaknya bahagia? Ia hanya ingin kembali ke rumahnya, bertemu kembali dengan istri dan anaknya. Hanya itu. Namun tidak semudah itu. Apakah ia dapat membuat pilihan yang tepat?

Buku ini juga menceritakan tentang pikiran manusia. Apa yang kau pikirkan, itulah yang akan terjadi. Pikiran manusia begitu kompleks. Satu hal saja yang dipikirkan dapat membuat berbagai macam hal yang terjadi. Begitu rumit. Begitulah yang dihadapi Jason Dessen saat ia berada dalam kotak yang memiliki banyak pintu.

Buku ini seru! Benar-benar seru! Padahal bukunya tebal. 462 halaman. Tapi tidak butuh waktu lama untuk membacanya.

Rating:
5/5

Informasi Buku:
Judul Buku: Dark Matter
Pengarang: Blake Crouch
Penerbit: Penerbit Noura
Tahun Terbit: 2017
Jumlah Halaman: 462 halaman
ISBN: 978-602-385-185-0

[Review Film Serial] Inspector Koo

sumber gambar: asianwiki.com

Cerita:
Koo Kyung Yi dulunya seorang detektif. Namun sejak kematian suaminya ia berhenti bekerja. Ia menjadi pecandu game online. Pekerjaannya membantu sahabatnya, Na Je Hui, menyelidiki kasus di perusahaan asuransi tempat temannya itu bekerja.

Na Je Hui adalah seorang ibu tunggal dari seorang putri berumur lima tahun. Ia tadinya bekerja di kepolisian bersama dengan Koo Kyung Yi. Tapi ia pun akhirnya berhenti dan bekerja di perusahaan asuransi. Ia sering meminta bantuan Koo Kyung Yi jika ada kasus yang harus diselidiki oleh perusahaan tempat ia bekerja.

Suatu hari Na Je Hui dan rekannya, Oh Gyeong Su, mendapat pekerjaan menyelidiki sebuah keluarga yang suaminya menghilang. Keluarga si suami hanya seorang istri dan seorang anak yang sakit dan membutuhkan biaya besar untuk berobat. Nilai asuransinya besar. Na Je Hui harus menyelidiki apakah sang suami itu benar-benar meninggal. Ia meminta bantuan Koo Kyung Yi untuk menyelidiki kasus tersebut.

Saat sedang menyelidiki kasus meninggalnya si suami, Koo Kyung Yi menemukan hal-hal yang mirip dengan penyelidikannya dulu, ketika ia menyelidiki apakah suaminya benar-benar tewas bunuh diri atau dibunuh orang. Saat itu ada satu pembunuh yang tidak diketahui siapa sehingga Koo Kyung Yi memberinya julukan “K”. Dan pada waktu suaminya masih hidup, ada beberapa kasus pembunuhan yang dekat dengan tempat suaminya mengajar.

Dari penyelidikan Koo Kyung Yi terhadap kasus asuransi suami yang meninggal ini, ia semakin yakin bahwa K kembali beraksi. Koo Kyung Yi tidak bisa bekerja sendirian. Ia menawarkan teman-teman game onlinenya untuk menjadi asisten. Lalu muncullah seorang pemuda bisu bernama Santa. Santa akhirnya direkrut dan membantu beberapa penyelidikan terkait kasus asuransi maupun penyelidikan Koo Kyung Yi dalam mencari siapa sebenarnya K.

Di sisi lain, Na Je Hui diajak oleh seorang wanita kaya yang anaknya mencalonkan diri dalam Pemilu. Wanita tersebut bernama Yong Sook. Ia semacam mafia yang juga mengincar keberadaan K.

K sendiri yang dulunya mantan murid suami Koo Kyung Yi adalah mahasiswa yang senang dengan seni teater. Ia tidak suka jika ada orang jahat. Ia membuat sebuah kelompok yang akan memusnahkan penjahat.

Komentar:
Di film ini pada episode awal tidak diketahui siapa K sebenarnya. Hanya ada gambaran sekelompok murid perempuan dan salah satunya adalah K. Tidak digambarkan bagaimana cara K membunuh. Kemudian saat penyelidikan Koo Kyung Yi terhadap suami yang meninggal, K menunjukkan diri.

Penonton tahu kok siapa K. Namun penonton dibuat geregetan karena Koo Kyung Yi tidak juga berhasil menangkapnya. K ini digambarkan sebagai sosok yang licik dan cerdik. Ia punya kaki tangan bernama Gun Uk. Pekerjaan mereka rapi dan teroganisir. Ini membuat mereka sulit ditangkap.

Filmnya pada bagian awal masih membingungkan. Ceritanya baru menjadi seru setelah lewat dari episode 2. Seru kejar-kejaran antara Koo Kyung Yi dengan K. Seru bagaimana mereka saling adu strategi, lalu ditambah bumbu politik dari mafia kaya. Dan makin lama makin tahu motif dari keseluruhan kasus.

Rating:
7/10

Informasi Film:
Judul Film: Inspector Koo
Genre: Action, thriller, comedy
Jumlah Episode: 12
Rilis: Oktober – Desember 2021
Stasiun: JTBC
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea
Pemain:
Lee Young Ae sebagai Koo Kyung Yi
Kim Hye Jun sebagai K (Song Yi Kyung)
Kim Hae Sook sebagai Yong Sook
Kwak Sun Young sebagai Na Je Hui
Cho Hyun Chu sebagai Oh Gyeong Su
Baek Sung Chul sebagai Santa
Lee Hong Nae sebagai An Gun Uk

[Review Buku] Kim Ji Yeong: Lahir Tahun 1982

sumber gambar: gpu.id

Blurb:
Kim Ji Yeong adalah anak perempuan yang lahir pada tahun 1982. Ia punya seorang kakak perempuan dan seorang adik laki-laki. Ia berasal dari keluarga di Korea yang menganut sistem partriaki. Perempuan pada masa itu tidak dianggap. Kim Ji Yeong mengalami ketidak-adilan di sekolah maupun di tempat kerja karena ia perempuan. Ia menjadi bulan-bulanan teman-teman laki-laki di sekolah. Guru-guru laki-laki di sekolah tentu saja lebih memprioritaskan murid laki-laki. Begitu pula saat ia kuliah. Ia tidak mendapat rekomendasi dari dosen untuk bekerja di perusahaan walaupun ia punya nilai yang bagus. Tetapi kaum laki-laki yang biasa-biasa saja bisa mendapat rekomendasi untuk bekerja di perusahaan yang bagus.

Kim Ji Yeong bekerja di tempat yang lebih mementingkan laki-laki. Ia kemudian menikah dan keluarga suaminya pun lebih mementingkan laki-laki. Pada hari raya, ia tidak pulang ke rumahnya malah harus bekerja membantu persiapan hari raya di rumah keluarga suaminya. Saat ia mengandung, tak seorang pun memberi tahu ia tentang bagaimana nanti jika bayi telah lahir. Ia mendapat perlakuan yang tidak baik hanya karena ia sedang hamil, baik itu di tempat kerja maupun saat ia sedang minum kopi di cafe.

Ketika anaknya telah lahir, Kim Ji Yeong telah berhenti bekerja. Ia mengurus rumah tangga dan mengasuh anak. Saat itulah Kim Ji Yeong mulai bertingkah aneh. Ia mulai mengalami depresi.

Komentar:
(((Review mengandung Spoiler)))

Baca buku ini nggak berasa baca novel, tapi lebih berasa baca biografi seseorang. Ah ya, padahal ini tokoh fiksi. Namun pengarang membuatnya nampak hidup. Seolah-olah ia adalah salah satu dari kita, perempuan yang lahir di Bumi.

Kim Ji Yeong lahir tahun 1982 di masa kaum lelaki dinomorsatukan. Ia berada pada masa di mana kaum perempuan dianggap hanya sebagai pelengkap saja. Kaum perempuan tidak punya hak yang sama seperti kaum laki-laki.

Buku ini mengangkat isu perbedaan gender. Ada tentang misoginis yang banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Ya, walaupun katanya perempuan sekarang derajatnya sudah disamakan dengan laki-laki tapi pada praktiknya tetap saja ada perempuan-perempuan yang dianggap lebih rendah.

Aku suka cerita buku ini. Bahasanya oke, ceritanya mengalir. Tapi pada bagian akhirnya aku nggak mengerti. Sepertinya kalau bagian akhir itu tidak ada, tidak masalah. Menurutku itu tidak penting. Hanya merusak cerita yang sudah bagus dari awal. Mungkin cukup sampai dokter menganalisa apa yang terjadi pada Kim Ji Yeong saja, tidak perlu menceritakan tentang keluarga si dokter.

Bukunya nggak tebal, hanya 192 halaman. Ini buku kedua karangan Cho Nam-Joo yang kubaca. Sebelumnya aku baca Saha Mansion. Buku yang ini ceritanya lebih oke. Ceritanya sudah difilmkan juga. Menurutku perempuan-perempuan harus baca buku ini. Para laki-laki juga harus baca biar tahu bagaimana sebenarnya nasib perempuan itu.

Rating:
4/5

Informasi Buku:
Judul Buku: Kim Ji Yeong Lahir Tahun 1982
Pengarang: Cho Nam-Joo
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2021 (cetakan kedelapan)
Jumlah Halaman: 192 halaman
ISBN: 9786020636191

Keselamatan di Jalan Bukan Cuma Buat Anda

Satu lagi kecelakaan terjadi di jalan yang sama hari ini. Padahal baru beberapa hari yang lalu ada kecelakaan. Beberapa hari yang lalu satu mobil hancur. Hari ini motor hancur.

Peristiwa kecelakaan yang minggu lalu memang aku nggak melihat langsung kejadiannya. Hanya saja, saat melewati jalan itu, ada mobil hancur di pinggir jalan. Ada orang-orang yang beramai-ramai mengatur lalu-lintas. Ada yang terkapar di pinggir jalan. Jalanan pun jadi macet.

Hari ini, kejadiannya benar-benar di kulihat. Tadi sore aku sedang mengantri bensin. Saat itu tiba-tiba ada motor menabrak motor. Motor yang di belakang dikendarai oleh ABG perempuan. Ada dua orang. Keduanya tidak pakai helm. Mereka terpental. Motornya rusak. Untung remaja-remaja itu tidak terlindas mobil. Motor lainnya dikendarai oleh laki-laki. Masih ABG juga.

Sudah tahu naik motor nggak pakai helm tuh berbahaya, tapi masih saja ada yang dengan santainya nggak pakai helm. Ngebut pula.

Sudah tahu kalau main hp saat bawa kendaraan tuh bisa berbahaya. Membahayakan diri sendiri dan kendaraan lain yang di belakang. Apalagi kalau main hp sambil bawa motor. Kadang yang bawa motor nggak sadar motornya berjalan oleng. Kan bahaya tuh kalau sampai jatuh atau tabrakan dengan kendaraan lain.

Sudah tahu melawan arus berbahaya, tapi masih ada juga yang hobi bawa kendaraan melawan arus. Helloww!! Ini bukan tayangan tantangan apalah itu. Bahaya buat dirimu dan pengguna jalan yang lain, lho!

Adegan-adegan membahayakan lainnya yang sering aku lihat di jalan adalah:
1. Orang merokok sambil mengendarai kendaraan.
2. Orang ngobrol sambil mengendarai kendaraan.
3. Orang benerin barang bawaan di motor sambil mengendarai motor
4. Orang ngelus-ngelus janggut sambil mengendarai motor.
5. Dua pengendara motor beriringan sambil ngobrol.
6. Nggak nyalakan lampu sein pas mau belok.
7. Kendaraan berhenti mendadak tanpa memberi tanda melalui lampu sein.
8. Ngebut di jalan yang ada polisi tidurnya.
9. Ada kecelakaan trus ikut-ikutan melihat, bawa kendaraan pelan-pelan bahkan sambil ngobrol dengan pengendara lainnya.

Photo by Joey Lu on Pexels.com

Kecelakaan memang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Tapi apa salahnya, sih, mematuhi peraturan lalu-lintas? Bukan untuk dirimu saja tapi juga untuk pengguna jalan yang lainnya.

[Review Film Serial] Dali and Cocky Prince

sumber gambar: asianwiki.com

Hai! Hai! Apa kabar? Semoga semuanya sehat ya. Kali ini aku akan membahas tentang drama komedi berjudul Dali and Cocky Prince. Langsung saja bahasannya….

Cerita:
Kim Da Li adalah seorang putri pemilik Galeri Cheongseong yang terkenal. Ia menjadi peneliti di galeri kesenian di Belanda. Suatu hari ia ditugaskan oleh bosnya untuk menjemput tokoh kesenian dari Jepang bernama Mister Jin. Da Li kemudian pergi ke bandara dan membawa kertas bertuliskan nama Mr. Jin.

Saat itu datanglah seorang pemuda bernama Jin Mo Hak. Jin Mo Hak adalah anak pengusaha restoran Gamjatang terkenal di Korea. Ia dalam perjalanan bisnis ke Belanda untuk menemui pakar makanan. Saat ia tiba di bandara Belanda ia melihat tulisan di kertas yang dipegang Da Li. Mo Hak mengatakan ia adalah Mr. Jin. Oleh karena itu Kim Da Li mengajak Jin Mo Hak segera pergi ke pameran lukisan seperti yang diperintahkan oleh bosnya Kim Da Li.

Di rumah orang Belanda yang mengadakan pameran, Jin Mo Hak diminta untuk menjelaskan tentang lukisan. Tentu saja ia tidak mengerti apa-apa karena ia bukan ahli kesenian. Ia bingung tapi tetap mengatakan sesuatu tentang lukisan. Kim Da Li menterjemahkan kata-kata Jin Mo hak dengan bahasanya sendiri dan membuat pemilik pameran senang. Namun situasi yang aman tidak berlangsung lama. Mister Jin membuat kekacauan gara-gara ia tersedak anggur dan buah tersebut merusak lukisan mahal milik orang Belanda.

Kim Da Li yang memang peneliti yang pandai mengetahui bahwa lukisan tersebut palsu. Ia memberitahu pemilik namun tuan rumah malah mengusir Kim Da Li dan Mister Jin. Saat mereka kembali ke mobil, barulah Kim Da Li tahu bahwa yang dijemputnya bukan Mister Jin dari Jepang melainkan Mister Jin dari Korea. Setelah menelepon ke sana sini akhirnya masalah pun beres.

Pada akhir pertemuan antara Kim Da Li dan Jin Mo Hak yang cukup berkesan tersebut, Jin Mo Hak memberikan jam tangannya yang mahal kepada Kim Da Li dan berjanji untuk bertemu kembali. Kim Da Li menerima jam tangan tersebut, namun kemudian tiba-tiba ia mendapat telepon yang mengabarkan bahwa ayahnya meninggal. Ia pun segera berangkat kembali ke Korea.

Jin Mo Hak dipergoki sekretarisnya gara-gara kehilangan jam tangan mahalnya. Sekretarisnya mengatakan bahwa Jin Mo Hak ditipu oleh perempuan yang membuatnya merasa nyaman. Jin Mo Hak pun termakan kata-kata sekretarisnya. Ia mencari Kim Da Li namun tidak dapat menemukannya karena ia lupa meminta nomor telepon dan alamatnya. Saat ia kembali ke Korea, ia menggunakan jasa detektif swasta untuk mencari Kim Da Li.

Di Korea, Jin Mo Hak pernah dihasut oleh kakak tirinya, Jin Ki Chul, untuk meminjamkan uang sebesar 2 juta kepada galeri Cheongseong. Namun saat tiba, ia mendapat kabar bahwa direktur galeri meninggal. Lalu terdapat kekacauan di keuangan galeri tersebut. Berita menyebutkan bahwa galeri tersebut bangkrut. Jin Mo Hak kena marah ayahnya karena meminjamkan uang untuk sesuatu yang tidak penting. Ia diminta untuk segera mengambil uang 2 jutanya, jangan sampai galeri tersebut tidak membayar hutangnya.

Jin Mo Hak membawa beberapa preman dan anak buahnya untuk pergi menagih hutang ke galeri Cheongseong. Saat ia tiba di sana, ia disambut oleh direktur baru galeri tersebut yang ternyata adalah Kim Da Li. Dari pertemuan ini nantinya Jin Mo Hak akan terus berhubungan dengan Kim Da Li untuk menagih uangnya. Ia juga nantinya jadi tahu bahwa ada orang-orang yang ingin mengacaukan keuangan galeri. Dari situ, Kim Da Li dan Jin Mo Hak juga dibantu oleh saudara angkat Kim Da Li, Joo Won Tak yang bekerja sebagai polisi, untuk menangkap dalang di balik kekacauan dalam galeri.

Komentar:
Dari awal film, penonton sudah disuguhi kelucuan Jin Mo Hak. Tokoh Mister Jin ini digambarkan sebagai orang yang sombong namun baik hati. Ia sering menggunakan peribahasa, namun kata-katanya salah. Akhirnya bukannya orang jadi takut malah jadi tertawa. Jin Mo Hak punya teman kencan buta yang dianggapnya hanya teman saja karena ia tidak tertarik dengan wanita tersebut. Ia adalah An Chak Hee, putri keluarga parlemen yang terkenal, An Sang Tae. An Chak Hee ini sama seperti Jin Mo Hak. Mereka sama-sama suka menggunakan peribahasa namun kata-katanya selalu salah. Bukannya bikin orang terkesan, malah bikin ketawa.

Namanya drama tentu saja ada bagian yang nyebelinnya. Tentu saja orang jahatnya. Hahaha. Di film ini tokoh yang nyebelin adalah mantan tunangannya Kim Da Li. Ia adalah Jang Tae Jin, pemilik Segi Group yang kaya raya. Dulunya ia yang memutuskan Kim Da Li beberapa hari sebelum mereka menikah. Namun akhirnya ia menyesal. Saat ayah Kim Da Li meninggal, ia berusaha menarik perhatian dengan memberikan uang duka yang besar. Ia juga mencoba membayarkan hutang galeri Cheongseong dan memberikan pekerjaan-pekerjaan galeri lainnya. Untunglah Kim Da Li tidak termakan sogokan uang dari si mantan yang menyebalkan ini.

Aku suka film ini selain karena alur ceritanya bagus, tokohnya juga keren. Misalnya tokoh Kim Da Li. Ia tokoh yang elegan dan pintar. Ia juga tegas dalam membuat pilihan hidupnya. Nggak menye-menye kayak tokoh dalam film drama pada umumnya. Kalau tokoh utama wanita dalam film drama tuh biasanya saat didekati oleh cowok kaya atau keluarga kaya dan disuruh menjauh dari sesuatu, ya nurut aja. Trus ada nangis-nangisan, trus pisah karena ada pihak yang memaksa. Nah, di film ini tuh nggak seperti itu. Tokoh wanitanya masih mikirin jalan keluar yang baik. Jadinya tuh.. Wah! Karakter seperti ini patut dicontoh!

Alur cerita film ini bagus, mengalir, dan bikin penasaran. Nggak ada satu pun episode yang bikin bosan. Bahkan saat episode terakhir pun ada plot twistnya. Pas di episode terakhir sudah menebak pasti begini ceritanya, eh, ternyata plot twist dan tidak menyangka. Dan itu tuh ceritanya lucu banget!

Film ini cocok banget ditonton buat hiburan. Kalau lagi bete, nonton deh film ini. Soalnya sangat lucu dan seru.

Rating:
5/5

Informasi Film:
Judul Film: Dali and Cocky Prince
Genre: Comedy, romance
Jumlah Episode: 16
Rilis: September – November 2021
Stasiun: KBS2
Negara dan Bahasa: Korea Selatan / Korea
Pemain:
Kim Min Jae sebagai Jin Mo Hak
Park Gyu Young sebagai Kim Da Li
Kwon Yool sebagai Jang Tae Jin
Hwang Hee sebagai Joo Won Tak
Yeon Woo sebagai An Chak Hee