[Review Film Serial] Terius Behind Me

sumber gambar: asianwiki.com
sumber gambar: asianwiki.com

Annyeong! Kembali bersama saya dalam cerita drama Korea yang saya tonton. Kali ini film yang baru selesai saya tonton berjudul Terius Behind Me. Pemainnya So Ji Sub dan Jung In Sun. Ceritanya tentang Seorang ibu bernama Go Ae Rin yang mempunyai dua anak kembar. Kehidupannya biasa-biasa saja. Ia seorang ibu rumah tangga. Suaminya sibuk bekerja. Ia punya tetangga yang aneh bernama Kim Bon. Tetangganya itu tidak bergaul dengan siapapun di kompleks apartemen.

Suatu hari suami Ae Rin meninggal. Ae Rin mendapat info bahwa suaminya terkena serangan jantung. Padahal, suaminya mati dibunuh orang jahat dari organisasi gelap. Salah satu penjahatnya adalah Jin Young Tae yang menjadi pemilik perusahaan J International, sebuah perusahaan pengimpor tas. Jin Young Tae membuka lowongan kerja dan Go Ae Rin kebetulan melamar ke sana. Jin Young Tae merasa bersalah karena anak buahnya membunuh suami Go Ae Rin yang tidak bersalah. Suami Ae Rin melihat anak buah Jin Young Tae membunuh seorang menteri, karena itu si pembunuh membunuh suami Ae Rin.

Si pembunuh yang mempunyai julukan K mencoba menculik anak-anak Ae Rin. Namun, Kim Bon yang mengejar K karena kasus di Badan Intelijen Korea mengetahui gerak-gerik K. Ia mencoba melindungi keluarga Ae Rin dan menyamar menjadi orang pengangguran yang butuh pekerjaan sebagai pengasuh anak. Ae Rin yang merasa senang mendapat pekerjaan di J International akhirnya mempekerjakan Kim Bon sebagai pengasuh anaknya karena ia kasihan pada tetangganya.

Dari sini dimulailah petualangan Ae Rin mengejar orang berjulukan K itu. Ia lambat-laun mengetahui tentang tempat kerjanya dan bosnya yang misterius. Ae Rin dibantu oleh kelompok ibu-ibu kompleks yang menamakan kelompok mereka sebagai KIS. Kelompok ibu-ibu ini keren banget bisa mencari info tentang apa saja.

Sedangkan Kim Bon bekerja sama dengan dua temannya, Yoo Ji Yeon dan Ra Do Woo berusaha membongkar kejahatan organisasi terselubung. Mereka mencari siapa sebenarnya bos dari Jin Young Tae. Yoo Ji Yeon membuka toko palsu bernama King’s Bag untuk membongkar rahasia J International yang juga berkedok jual tas.

Review:
Filmnya seru sekaligus lucu. Pokoknya endingnya nggak tertebak. Selalu ada hal-hal baru yang bikin kaget. Oh ternyata ini, tapi berikutnya ada hal lainnya yang terbongkar. Pokoknya bakal bikin penasaran dan pengen lanjut terus nontonnya. Oh ya, komedinya lucu dan bikin tertawa. Lucunya dapet walaupun ini film yang tergolong action.

Rating:
Aku beri nilai 4,8 dari skala 5 untuk film ini.

Informasi Film:
Judul Film: Terius Behind Me / My Secret Terius
Genre: Romantic Comedy, Mystery
Jumlah Episode: 32 (35 menit tiap episode)
Rilis: September – November 2018
Stasiun TV: MBC
Pemain:
So Ji Sub sebagai Kim Bon
Jung In Sun sebagai Go Ae Rin
Son Ho Jun sebagai Jin Young Tae
Im Se Mi sebagai Yoo Ji Yeon
Sung Joo sebagai Ra Do Woo

Advertisements

Love is

Cinta itu apa?

Menurutku, cinta itu adalah sesuatu yang manis sekaligus pahit di saat yang bersamaan, seperti rasa cokelat.

Mungkin karena itulah ya ada ungkapan: “Kalau sudah cinta, tai kucing berasa coklat.”

Ish! Jorok ya? Pertanyaannya adalah: “Apakah yang bikin ungkapan itu pernah icip-icip tai kucing?” Hahaha.

Cinta itu berasa manis ketika bisa saling memahami, saling pengertian, saling memaafkan, saling bekerja sama, pokoknya hal-hal yang baiklah.

Tapi cinta juga berasa pahit. Ya iyalah, sama seperti hidup ini kan? Hidup ini harus berjuang. Cinta juga butuh perjuangan. Nggak mesti bawa bambu runcing kayak zaman penjajahan dulu. Emang situ mau perang? Wkwkwk. Cinta butuh perjuangan kalau mau langgeng, aman, tentram, bahagia selama-lamanya.

Cinta adalah kamu
Yang mengisi hari-hariku
Dengan canda, tawa, juga air mata
Kadang bahagia kadang ngeselin
Layaknya saudara
sekaligus sahabat
Dan juga partner
Terima kasihku untukmu
Yang telah hadir dalam hidupku

Mengutip kata-kata dari Twitternya Kelas Cinta, cinta itu bukan tentang memberi dan menerima. Tapi memberi dan memberi, tanpa pamrih. Oke sip, mari belajar seperti itu.

Cinta tuh apa? Terserah apa pendapat kalian. Pokoknya, selamat hari bagi-bagi coklat! Terima kasih buat yang sudah kasih aku coklat. 😍

Tentang Book Shaming

Book shaming? Apaan tuh? Aku juga baru tau kemarin karena ada postingan di ig-nya owlbookstore.

Book shaming tuh mengolok-olok seseorang karena buku yang dibacanya. Book shaming ini termasuk tindakan bullying, lho! Tapi… terkadang kita nggak ngerti kalau kita sudah melakukan book shaming sama orang. Dan orang yang kena book shaming pun terkadang nggak sadar.

Contohnya begini nih… Aku suka banget baca komik Doraemon, Detektif Conan, komik online seperti Lazy Cooking, The Secret of Angel, dan lain-lain.
Suatu hari ada teman bertanya: “Kamu lagi apa, tuh?”
Kujawab: “Lagi baca komik.”
Teman tersebut langsung berseru: “Astaga! Umur sudah seberapa masih baca komik? Bacaan anak kecil, tuh! Kenapa nggak baca koran aja? Banyak pengetahuan yang didapat dari baca koran!!”

Nah, si teman ini sudah melakukan book shaming terhadapku. Akibatnya, aku jadi males mengaku pada orang-orang kalau aku suka baca komik. Kalau ditanya hobi, ya bilang baca novel aja. Lebih aman. Walaupun terkadang ada juga orang yang bilang aneh kalau aku sebutkan aku suka novel bergenre thriller. Trus kena book shaming lagi. Dibilang ‘kenapa nggak suka genre romance aja. Lo kan cewek!’ Hahaha.

Dan, terkadang aku juga suka merasa aneh kalau ada orang yang suka baca buku filsafat. Buku-buku yang temanya berat. Atau buku pelajaran? Wah! Kok bisa baca buku-buku seperti itu? Apa nggak ngantuk? Tuh kan book shaming ke orang. πŸ˜…

Kamu pernah dibook shaming sama orang? Atau kamu yang nge-book shaming orang?

Tipe-tipe Pengendara Motor di Saat Hujan

Bulan ini hujan turun hampir setiap hari. Kalau pagi panas, siangnya atau sorenya hujan. Kadangkala paginya hujan deras siangnya cerah. Dan ada yang lebih parah, seharian mendung-hujan-mendung-hujan. Kalau sudah begini, repotnya minta ampun. Jalanan rentan banjir. Mau naik angkutan online biayanya mahal dan seringnya ditolak. You know-lah, ditolak tuh menyakitkan! Makanya jangan buru-buru nembak kalau belum yakin sama perasaan si dia. Dan perasaanmu. Haha! Selow aja, cyiiinnnn..

Kembali ke laptop! Dan, karena aku adalah salah satu umat pengendara motor yang setia sama….. er, bukan sama kamu sih! Tapi sama motorku yang selalu setia nemenin aku ke mana aja tanpa banyak alasan. Hehe. Maka dari itu, aku mau bahas tentang tipe-tipe pengendara motor di saat hujan. Ini adalah sedikit survey di jalan raya hari ini. Begini loh hasil dari yang aku perhatikan di jalan, tipe-tipe pengendara motor di saat hujan adalah:

1. Tipe Cuek
Tipe yang satu ini ciri-cirinya tancap aja nggak peduli mau basah-basahan atau kering-keringan. Nggak peduli hujan sederas apa atau cyuma hujan rintik-rintik, pokoknya maju terus pantang mundur. Lalu, kenapa ada orang yang cuek banget keukeuh jalan walaupun hujan membasahi motor dan dirinya sendiri? Alasannya bisa karena:
– lagi kejar waktu (nah lo, waktu aja dikejar apalagi kamyuuu… eaa)
– takut kena marah bos kalau telat
– takut kena denda kalau telat
– lagi ditungguin seseorang
– mikir nanggung bentar lagi juga sampai
– hobinya basah-basahan
– masa kecil kurang bahagia karena dulunya sering dilarang main hujan-hujanan
– mandi geratisss (mumpung di rumah lagi gak ada air)
Ah, pokoknya kira-kiranya gitu!

2. Tipe Galau
Tipe yang satu ini ciri-cirinya sudah basah sedikit terus minggir buat pakai jas hujan, habis itu jalan lagi. Tipe ini terkadang kebanyakan mikir di jalan. Pakai jas – nggak – pakai – nggak – pakai – nggak. Begitu aja terus mikirnya sampai bulan purnama berganti jadi bulan purnama berikutnya. Alhasil, sesudah basah-basahan trus nyesel. Lalu berhenti di pinggir jalan buat memakai jas hujannya. Yang dipikirin: “Biarin deh! Pokoknya pas sampai di tujuan nggak basah-basah banget.” Kadangkala, orang tipe ini mikirnya jauh banget, sejauh Sabang sampai Merauke. “Nanti kalau aku pakai jas hujan, trus sampai di daerah sono ternyata di sono kering. Trus aku dilihatin orang macam aku ini alien dari Planet Jupiter!!” Yah, pokoknya ada yang dipikirinlah… makanya galau.

3. Tipe Setia
Nah, ini dia tipe yang disukai oleh para umat manusia sejagad raya. Hohoho! Eh, tapi ini tipe pengendara motor di saat hujan ya. Ehm! Tipe ini ciri-cirinya berhenti di tempat teduh, nggak pakai jas hujan, trus nungguin hujannya berhenti. Noh! Kalau mau cari pacar yang tipenya setia, coba cari di deretan orang-orang yang lagi nungguin hujan berhenti. Hujan aja dia tungguin apalagi kamyuuuu!! Wkwkwk.
Di antara orang-orang tipe ini sebenarnya ada yang bawa jas hujan. Tapi, yaaah… ngapain pakai jas hujan kalau bisa nunggu? Dia termasuk setia juga sama dirinya sendiri. Kalau sakit gara-gara kehujanan gimana? Sama dirinya sendiri aja dia sayang. Apalagi sama kamu! Hoi! Hahaha.

Karena lagi bahas masalah hujan-hujanan dan pengendara motor, menurutku barang yang wajib ada di box motor adalah jas hujan, sandal jepit, dan lap. Ya, buat jaga-jaga aja. Kalau bukan kalian yang pakai, kan bisa dipinjamkan ke gebetan yang lagi kalian bonceng. Buat nambah nilai plus lah hitungannya. Siapa tau doi langsung ngajakin jadian. Xixixixi.

Nah, kalian wahai para pengendara motor termasuk tipe yang mana? Yang cuek, galau, atau setia? Atau, mau nambahin tipe lainnya? Silakan tulis di kolom komentar ya. Terima kimchi. πŸ˜‚

Seperti Bunga Mawar

Bunga mawar tuh cantik
Warna-warninya cerah
Enak dipandang
Bikin adem hati yang melihatnya

Bunga mawar tuh wangi
Harum segar
Baunya nggak menyengat
Sungguh memesona

Bunga mawar tuh…
Bikin jatuh cinta
Bikin orang ingin memetiknya
Lalu memilikinya

Tapi…
Bunga mawar tuh berduri!
Kalau tak hati-hati
Ia akan melukai jari

Sama kayak manusia
Manusia ada yang cakep, ada yang cantik
Enak dipandang, enak dilihat
Tampak luarnya bikin semua menoleh

Paras boleh rupawan
Tapi hatinya siapa yang tahu?

* * *

Mawar cantik, mawar berduri
Tidak berarti ia selalu ingin melukaimu
Duri tajam adalah sarana perlindungan diri
Dari tangan-tangan iseng yang mengganggu

Sama juga seperti manusia
Ada sebuah benteng pertahanan diri
Yang mungkin tak tampak oleh mata
Agar tidak diganggu
Agar tak disakiti
Agar tak dilukai

Bukankah itu sama seperti bunga mawar?

Sisi Terbaik

Kisah ini berawal dari sebuah foto. Suatu ketika sekelompok orang sedang berkumpul bersama. Satu orang berkata: “Ayo kita berfoto!” Lalu yang lain menyahut: “Iya, ayo!” Setelah itu, satu orang diminta mengalah untuk mengambil foto. Jprett! Jprett!! Beberapa foto diambil. Satu orang yang hapenya dipakai untuk mengambil foto mulai membagikan foto-foto tadi kepada teman-temannya melalui aplikasi WA. Yang lainnya menunggu foto sampai di hape masing-masing. Setelah mereka semua melihat hasilnya……

Jreng! Jreng!

“Wah, fotoku bagus!” kata satu orang.

“Mantap, nih!” seru satu orang lain.

“Iya, keren banget! Akan aku pasang di status!” sahut orang lainnya.

Dan, ada satu yang tidak setuju….

“Wah, di foto ini aku belum siap difoto. Pas aku menghadap samping pula. Jelek banget fotoku di situ.”

Karena yang lainnya fotonya tampak bagus, maka mereka tidak setuju untuk mengambil foto lagi. Mereka kompak menghibur teman yang merasa fotonya tidak bagus. Tetapi tetap saja si teman tersebut merasa kecewa karena pengambilan foto dari sisi yang salah.

Memang sih dalam berfoto ada yang namanya angle atau sisi terbaik untuk pengambilan foto. Ada orang yang bagus difoto dari depan. Ada yang bagus difoto dari sisi samping. Ada yang bagus dari sisi keduanya, mau tampak depan atau tampak samping tetep aja kece. Tetiba, mendadak iri sama orang yang selalu keren difoto dari sisi mana pun. Huhu. Beruntungnya kalian.

Menurutku…. Sebagus apapun kameranya dan sepintar apapun fotografernya, sisi terbaik tuh yang paling penting. Ah, ya… sama seperti manusia yang punya sisi baik dan sisi buruk. Di balik sisi buruk, pasti ada sisi baiknya. Walaupun terkadang sulit melihat sisi baiknya kalau sudah ketahuan sisi buruk yang terburuknya. Hehe.

Oke, kembali ke foto-foto….. Kalau belum tau sisi terbaikmu yang mana, bagusnya sih sering-sering selfie. Duh, si selfie dipanggil-panggil nih! Kira-kira doi bakalan gatel nggak telinganya? Oh ya, foto selfienya nggak perlu dishare di medsos-lah kalau belum tau mana sisi terbaiknya. Kalau sudah tau boleh juga dibagikan ke mana-mana. *eh

[Review Buku] Kill Me If You Can

Sinopsis:
Terjadi serangan tembak-tembakan di Grand Central New York. Seorang pembunuh bayaran mengejar pembunuh bayaran lainnya. Terjadi kekacauan di area tersebut. Orang-orang begitu panik. Di saat tersebut, Matthew Bannon, seorang mahasiswa seni, mendekati orang yang kena tembak. Lalu ia menemukan sebuah tas yang dalamnya penuh dengan berlian. Tidak perlu berpikir panjang, ia membawa tas tersebut keluar dari kekacauan. Seorang polisi bertanya padanya namun ia berhasil mengelabui polisi tersebut dengan mengaku sebagai dokter. Matthew berhasil kembali ke rumahnya dengan selamat. Ia berpikir, dengan berlian-berlian di tangannya itu, ia bisa hidup menyenangkan dengan kekasihnya yang berprofesi sebagai dosen di tempat kuliahnya.

Sementara itu, Chukov, mafia yang menangani masalah berlian tersebut merasa telah ditipu anak buahnya yang bernama Zelvas. Zelvas mencuri berlian-berlian tersebut dari sindikat mereka. Pimpinan mereka, Nathaniel, marah kepada Chukov dan meminta Chukov menyelesaikan kekacauan. Padahal saat itu Zelvas telah mati dibunuh di Grand Central. Chukov menyewa pembunuh bayaran lainnya untuk mencari berlian-berlian yang hilang. Pembunuh bayaran yang telah disewanya bernama Ghost. Namun ia harus bergerak cepat sehingga menyewa satu orang lagi yang bernama Marta Krall. Marta Krall terkenal sebagai pembunuh bayaran yang kejam. Yang ada di pikiran Chukov adalah ia mendapatkan berliannya sementara kedua orang pembunuh bayaran yang disewanya bisa saling membunuh karena masing-masing ingin menang. Chukov yang licik bekerja sama dengan polisi setempat untuk mencari identitas orang yang membawa tas penuh berlian.

Matthew Bannon yang telah memiliki tas penuh berlian mencoba menanyakan harga berlian yang ditemukannya itu di beberapa toko. Dengan banyaknya berlian yang dimilikinya, ia berpikir ia akan kaya. Lalu ia memutuskan mengajak Katherine berangkat ke Paris untuk bersenang-senang. Namun, ternyata para mafia telah menemukan identitasnya. Ia menjadi incaran Chukov. Pertarungan pun dimulai.

Review:
Buku ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu Prolog, Bab Satu, Bab Dua, Bab Tiga, dan Epilog. Bagian Prolognya seru. Namun di Bab 1 ceritanya terasa lambat dan agak membosankan. Tapi…. Begitu masuk bagian Dua sampai habis, ceritanya jadi seru banget. Banyak hal tak terduga yang diungkapkan satu per satu di bagian ini. Baca buku ini seperti sedang nonton film action. Seru dan menegangkan!

Dari sekian banyak bagian-bagian yang seru dari buku ini, ada juga bagian yang menjijikkan. Itu adalah cerita hubungan yang aneh antara pria dan wanita. Dan bahasanya menurutku agak vulgar. Baca aja sendiri kalau nggak percaya. Tapi kalian harus sudah berusia di atas 18 tahun ya. Jangan berikan buku ini pada anak kecil untuk dibaca.

Oh ya satu lagi tentang buku ini. Karena buku ini adalah buku terjemahan, banyak kosakata bahasa yang bisa dipelajari, terutama bahasa Rusia.

Rating:
Aku beri 4 bintang dari skala 5 bintang.

Informasi Buku:
Judul Buku: Kill Me If You Can
Pengarang: James Patterson dan Marshall Karp
Genre: mystery, suspense, thriller, crime fiction
Tahun Terbit: Mei 2018
Penerbit: Penerbit Spring
Jumlah Halaman: 408 halaman
ISBN: 978-602-6682-22-2