[Parenting] Hati-hati Penipuan di Dunia Anak

image
Take good care of your children.

Beberapa waktu yang lalu ada kejadian seorang ibu mendapat telepon dari seseorang yang mengaku pegawai di sekolah anaknya. Si penelepon mengatakan bahwa anaknya ibu ini mengalami kecelakaan di sekolah. Si penelepon bahkan memberi-tahu secara rinci nama guru yang mengajar dan letak kelas anak tersebut. Ia juga memberikan nomor hp guru kepada ibu tersebut (setelah dicek, nomor tersebut salah). Entah si penelepon ini tahu dari mana nama guru dan letak kelas siswa tersebut. Yang pasti si ibu jadi shock karena diberitahu anaknya sedang sekarat. Untunglah beliau langsung mengecek ke sekolah dan menanyakan keadaan anaknya. Anaknya baik-baik saja di sekolah. Ternyata telepon itu penipuan.

Kejadian serupa juga pernah dialami ibu saya. Ada orang yang menelepon ke rumah dan mengatakan saya mengalami kecelakaan di sekolah. Duh, ibu saya yang anaknya sudah setua ini saja masih bisa dapat telepon penipuan, ya… Untunglah ibu saya tidak termakan omongan si penelepon itu.

Teman saya juga pernah bercerita, ada orangtua yang termakan omongan penelepon penipu. Si penelepon itu meminta orangtua yang lagi panik untuk mentransfer sejumlah uang. Katanya uang itu untuk biaya pengobatan anak. Ortu tersebut segera ke bank dan mentransfer sejumlah uang yang diminta si penelepon. Setelah uangnya ditransfer, ia pergi ke sekolah untuk mengecek keadaan anaknya. Di sekolah, anaknya baik-baik saja. Rupanya ia telah ditipu.

Kasus-kasus penipuan seperti ini sudah banyak terjadi. Sebaiknya kita berhati-hati. Berikut tips untuk menghindari hal-hal yang bisa menyeret kita ke kasus penipuan di atas:

1. Hati-hati mengupload sesuatu yang berkaitan dengan anak di dunia media sosial.
Bagi teman-teman yang sudah punya anak, ada baiknya tidak membeberkan nama anak, alamat sekolah, nama guru, nama pengasuh, keadaan sekolah, keadaan di rumah, nomor telepon rumah dan segala sesuatu yang berhubungan dengan anak yang bisa membahayakan mereka di media sosial — terutama jika akun media sosial Anda diset public (bisa dibaca semua orang dari segala penjuru dunia). Memang, sih, kadang-kadang pengen banget mengenalkan anak-anak yang lagi lucu-lucunya ke public. Ada juga yang mengupload segala sesuatu tentang anak di media sosial karena ingin mendokumentasikan segala hal yang berkaitan dengan anak. Maunya sih nanti kalau si anak sudah dewasa, dia bisa baca bagaimana kesehariannya waktu masih kecil. Aduh Pak, Bu, Mba, Mas tolong deh dipikirkan lagi. Kasihan nanti anaknya. Sekarang banyak banget penipuan yang mengaitkan anak-anak. Selain penipuan, kejahatan lain yang bisa menimpa anak-anak adalah penculikan. Duh, jangan sampai deh dapat kejadian seperti itu.

Jika Anda yang sudah terlanjur mengupload foto-foto dan info-info penting tentang anak Anda di media sosial, dihapus saja, deh. Atau, akun medsos Anda dibikin jadi privat. Bisa juga membuat akun yang hanya bisa dilihat orang-orang tertentu.

2. Jangan panik jika ada penelepon yang mengatakan anak-anak mengalami musibah di sekolah.
Tarik napas. Usahakan tenang dan katakan pada penelepon nanti Anda akan segera mengurusnya sendiri ke sekolah. Tidak usah banyak bicara pada penelepon itu, sesegera mungkin akhiri pembicaraannya. Ingat: jangan mengiyakan untuk mentransfer uang jika penelepon itu meminta Anda mengirim uang.

Setelah mengakhiri telepon dengan orang tersebut, segeralah menelepon sekolah atau guru yang mengajar anak Anda. Tanyakan bagaimana keadaan anak Anda. Kalau perlu segeralah ke sekolah untuk memastikan sendiri keadaannya.

3. Simpan nomor telepon sekolah dan guru-guru anak Anda.
Kalau Anda tidak tahu nomor telepon sekolah atau guru, dari sekarang tanyakan lalu simpanlah nomor telepon sekolah dan guru-guru anak Anda. Ini penting sekali, lho! Kalau ada apa-apa, kita bisa menelepon ke sekolah atau guru.

4. Beritahukan nomor telepon Anda ke pihak sekolah dan guru anak Anda.
Anda juga perlu memberitahukan nomor telepon Anda ke pihak sekolah dan guru, untuk berjaga-jaga saja. Jangan memberi nomor telepon yang sudah tidak aktif, ya. Dan kalau nomor yang pernah diberikan sudah tidak dipakai lagi, segera beritahukan nomor baru Anda pada pihak sekolah.

5. Terakhir… Banyak berdoa semoga tidak ada kejadian buruk menimpa kita semua dan keluarga. 🙂

Anda pernah mengalami kejadian serupa dan punya tips tambahan? Yuk isi kolom komentar… Terima kasih. 🙂

27 thoughts on “[Parenting] Hati-hati Penipuan di Dunia Anak

  1. Memang harus hati2 ya Grant. Posting soal apapun di dunia maya. Apalagi kalau kita gak set private dll.
    Tips kedua sangat penting tuh. Jangan panik. Walau prakteknya susah karena dah panik duluan denger anak atau keluarga kenapa2.

    Liked by 1 person

  2. informasi yang berguna sekali. sebagai seseorang yang bekerja di sekolah dan menghadapi ortu dan murid2, penipuan seperti ini sudah sering terjadi dengan modus yang sepertinya semakin ‘disempurnakan’. namanya juga penipu, mereka begitu meyakinkan sekali dan kita dalam hal ini justru yang harus waspada terhadap hal2 yang mencurigakan.
    kami di sekolah memberikan informasi mengenai modus penipuan seperti ini dan menjelaskan langkah2 yang diambil ortu bila mereka mendapatkan telpon/email penipuan. ortu juga dibekali informasi no telpon sekolah/no darurat sekolah yang bisa dihubungi dan harus segera konfirmasi ke sekolah bila ada seseorang yang menghubungi dan mengatasnamakan sekolah.

    Liked by 1 person

  3. Bener, yg begini sering banget. Kemarin malah aku ditelpon orang gt pura2 nangis ngakunya adek saya di kantor polisi..zzz bangeet. Untungnya gak panik dan sudah menyangka sebelumnya itu tipuan doang.
    Soal anak sayapun hatihati bgt dan mulai aware klo ada hal-hal berbau anak yg hrs saya angkat di sosmed/blog. Serem beneerrr

    Liked by 1 person

  4. Nah, ini nih mbak. Ibuku pernah juga ditelpon sama seseorang gitu. di telpon, orang itu nangis-nangis bilang kalau adikku habis kecelakan, dia minta transfer uang buat biaya pengobatan biar cepet, sementara itu nyuruh ibuku nyusul. Ibuku langsung nanya ‘Anak saya yang mana? itu dia baru main dirumah’ langsung dimatiin sama si penelepon. parah banget penipuan kayak gitu ._. tapi anehnya, darimana si penelepon tau nama adikku ya?

    Liked by 1 person

  5. Halo mbak Grant, or aku panggil Grant :), salam kenal yah.. aku setuju banget soal jgn terlalu mengexpose ttg anak di socmed. Penjahat sekarang canggih2 ih, canggih nyari jalan dari mana aja gitu.. kalo aku pernah ditelpon orang : Halo Dil, ini mas xxx.. aku sautin ehhh mas yyy ya? Dia jawab iyaaa, apakabar blabla.. pokoknya seolah2 dia itu orang yg aku kenal. Trus lama2 dia nawarin hp, katanya dapet banyak dr bea cukai.. hp2 mahal deh, ditawarin dengan setengah harga. Aku sih curiga, krn logatnya kok berubah dr mas yyy yg aku kenal. Aku kerjain aja deh dilama2 in telponnya biar dia abis pulsa (dan kesabaran). Trus trakhir aku blg: maaf mas aku gak mau ikut beli ah :p. Dianya gondok hihihi

    Liked by 1 person

    1. Halo mbak Dila, ato boleh panggil Dila? Salam kenal juga. Boleh panggil saya dgn nama aja. Panggil Grant gpp kok. 🙂
      Aku jg pernah dpt telpon yg nawarin hp dan barang elektronik murah gitu. Ada aja akal2an orang mau nipu ya. Yg penting hati2 aja. Dan spt kata bang napi: “Waspadalah! Waspadalah!” 😀

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: