Prompt #112 – Tak Cukup Satu Mantra

“Mommy, siapakah yang di luar itu?” Flynn bertanya pada ibunya.

Sang ibu membuka tirai jendela untuk memastikan. “Oh! Lagi-lagi Mr. Rave membawa dukun,” jawab sang ibu.

“Apakah dia tidak bosan bolak-balik membawa dukun ke sini?” tanya Judith, si putri sulung.

Flynn si adik dan ibunya menaikkan bahu.

Terdengar suara Mr. Rave membuka pintu dan mempersilakan tamunya masuk. Dari lantai dua suara mereka terdengar begitu jelas.

“Seperti biasa, volume suara Mr. Rave tak bisa dikecilkan, ya,” gumam Judith sambil membaca novel serial detektif favoritnya.

Flynn mengangguk-angguk saja tanpa menoleh. Ia berkonsentrasi dengan mainan rubiknya. Sementara itu sang ibu sibuk merajut sebuah sarung tangan.

“Mr. Shaman, tolonglah usir hantu-hantu di rumah ini! Kami sekeluarga tidak bisa hidup tenang dengan kehadiran mereka,” kata Mr. Rave.

“Biarkan aku merasakan aura-aura yang ada di rumah ini dulu,” ujar laki-laki paruh baya yang dipanggil Mr. Shaman.

“Hantu-hantu itu sering menampakkan dirinya di cermin itu,” lanjut Mr. Rave sambil menunjuk sebuah cermin yang digantung di sudut ruang tamu.

“Mommy, sepertinya Tuan Dukun itu sebentar lagi akan merapalkan mantra-mantra pengusir setan di depan cermin terkutuk,” seru Flynn. Ia meletakkan mainan rubiknya dan berlari menuju pintu.

“Sabar, Flynn! Belum waktunya kita turun. Biarkan Mr. Rave dan Mr. Shaman menyelidiki dulu semuanya,” cegah ibunya.

“Tak ada yang aneh dengan cermin ini,” kata Mr. Shaman.

“Tapi, keluarga kami sering melihat bayang-bayang aneh di cermin ini. Kadang ada sidik jari misterius yang muncul lalu lenyap tanpa jejak!” seru Mr. Rave.

“Hmmm… Aku tak merasakan ada aura jahat di cermin ini,” balas Mr. Shaman.

“Apakah Anda tak percaya padaku? Kami sekeluarga sangat letih dengan semua ini. Namun, kami sedang tidak punya uang untuk pindah dari rumah ini. Tolonglah bantu kami, Mr. Shaman,” pinta Mr. Rave.

“Mommy, mari kita turun sekarang. Mr. Rave tengah memohon pada Tuan Dukun itu. Aku ingin lihat!” seru Flynn.

“Baiklah… Ayo kita turun!” kata sang ibu. Ia mengizinkan putra bungsunya membuka pintu lalu mengikutinya menuruni anak tangga diikuti oleh Judith yang masih asyik dengan novelnya.

Di lantai satu, Mr. Shaman sedang menengadahkan tangannya ke arah cermin. Matanya terpejam. Alisnya bertaut menjadi satu, tanda ia sedang berkonsentrasi.

Mirror mirror on the wall… Show me the ghost who haunted Mr. Rave and all ….” Belum sempat Mr. Shaman melanjutkan mantranya, mendadak ia merasakan hawa dingin di belakangnya. Refleks ia membuka matanya dan menatap ke cermin. “Aaagggghhh!!!” teriaknya.

“Apa? Apa yang kaulihat??” seru Mr. Rave.

“Segera pergi dari rumah ini! Ketiga hantu itu sangat kuat dan menyeramkan!!” seru Mr. Shaman sambil berlari ketakutan keluar dari rumah.

Mr. Rave kebingungan. Ia tak melihat sesuatupun di dalam cermin, juga di sekitarnya. Namun, tiba-tiba ia merasakan hawa dingin menusuk tengkuknya. Bulu kuduknya berdiri. Di belakangnya berdiri Sara, ibu dari Flynn dan Judith, sedang memegang pundak lelaki malang itu.

“Seperti yang pernah kukatakan, tak akan ada yang bisa mengusir kita bertiga dari rumah ini!” desis Sara pada putra dan putrinya.

———————-

Fiksi ini diikutkan dalam tantangan Monday FlashFiction Prompt #112: Benda yang Terkutuk.
Inspirasi cerita didapat dari http://infounik-pintar.blogspot.co.id/2013/10/10-benda-terkutuk-yang-paling-mengerikan.html. Benda yang menjadi inspirasi di fiksi ini adalah Kaca di Perkebunan Myrtles. Dikisahkan bahwa saat Sara Woodruff dan anak-anaknya meninggal ada satu kaca yang tidak diselimuti kain. Menurut kepercayaan, jika ada kaca yang tidak diselimuti kain maka arwah orang yang meninggal akan terkurung di sana. Semua orang yang melihat kaca di Perkebunan Myrtles mengatakan merasakan tidak enak dan melihat ada bayangan dan sidik jari di kaca tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: