Perlunya Niat dan Ikhlas Saat Bekerja

Memang ya, kalau mau mengerjakan sesuatu tuh harus ada niat dan ikhlas. Kalau nggak ada niat dan nggak ikhlas biasanya hasilnya nggak bagus atau nggak maksimal.

Contohnya hari ini. Beberapa hari yang lalu seorang teman minta aku datang bantuin latihan nyanyi. Yang ada dalam pikiranku, bagusnya anak muda saja yang bantuin latihan itu. Biar generasi muda yang maju.

Pagi ini, mendadak ada pekerjaan kantor yang harus dikerjakan, padahal biasanya hari Sabtu nggak kerja. Karena mumet kerja, rasanya lesu banget mau ke tempat latihan. Nggak niat gitu. Nah, pas mau pergi… begitu keluar dari lorong, jalanan yang biasanya nggak macet, eh ini macet banget karena ada truk mogok. Langit gelap juga. Beberapa kilometer kemudian macet lagi karena ada truk mogok juga. Lalu hujan turun dengan derasnya.

Sekitar 2 kilometer hampir sampai ke tempat latihan, eh ada mobil container terbalik. Nggak tanggung-tanggung terbaliknya sampai menutupi hampir seluruh ruas jalan. Yang kasihan, ada satu mobil tertimpa container itu. Trus, ada polisi bilang nggak boleh lewat jalan itu, disuruh putar balik. Kalau putar balik, sama aja bohong. Mau lewat jalan lain untuk ke tempat latihan jauh banget.

Akhirnya setelah mengabari temanku, aku nggak jadi bantu latihan. Dari jalan yang ada mobil container terbalik itu aku pulang. Cuaca masih nggak bagus. Angin kencang dan hujan deras. Di jalan kena cipratan air dari mobil yang ngebut. Sampai di rumah, listrik padam dan air nggak nyala.

Jadi… apa hasilnya dari yang nggak niat itu? Numpang ngotorin baju di jalan dan kehujanan. Huhuhu. Nggak bagus, kan, hasilnya?

Kalian pernah mengalami suatu kejadian karena nggak niat? Cerita-cerita, dong.

Advertisements

15 thoughts on “Perlunya Niat dan Ikhlas Saat Bekerja

  1. Saya ngalami kerja gak niat, atau setengah hati… Tapi gak ngalami kejadian yang aneh memang. Kerjaan juga selesai seperti yang diharapkan. Tapi hati gak pernah tenteram. Bawaannya pengen marah dan makan orang. Istilahnya seperti senggol bacok. Disitulah aku mulai sadar, kalau kerja atau apapun itu harus professional. Makanya aku pun sekarang punya satu kalimat ini dalam keseharianku, kalimat ini juga beberapa kali kuposting di blog : “Aku seorang yang profesional.” Ntah niatnya ikhlas apa enggak. Tapi aku harus niat kalau aku adalah seorang profesional. Itu pendapat saya.

    Like

  2. Aku pernah kerja nggak niat. Mulai berangkat, di perjalanan dan begitu menginjakkan kaki di tempat kerja bolak balik ada rasa malas.
    Dan hari itu, terjadi masalah. Terpaksa berurusan dengan pimpinan dan besoknya terpaksa membuat kronologis yang dibawa ke rapat bersama dipimpinan dan jajarannya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.