Merdeka yang Sesungguhnya

Merdeka itu apa?

Menurut KBBI: mer·de·ka /merdéka/ a 1 bebas (dr perhambaan, penjajahan, dsb); berdiri sendiri: sejak proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 itu, bangsa kita sudah –; 2 tidak terkena atau lepas dr tuntutan: — dr tuntutan penjara seumur hidup; 3 tidak terikat, tidak bergantung kpd orang atau pihak tertentu; leluasa: majalah mingguan –; boleh berbuat dng –;

Merdeka adalah bebas, tidak terikat, leluasa…

Merdekanya negara adalah bebasnya negara dari penjajahan.

Merdekanya pelajar adalah saat bisa liburan dan saat bisa naik kelas atau lulus sekolah. Atau saat guru nggak masuk, tidak ada tugas, dan tidak ada guru pengganti. Hura hore, deh!

Merdekanya pekerja adalah saat bebas dari tugas berat atau saat bisa cuti. Terkadang, saat bos lagi nggak di kantor dan tugas juga lagi nggak banyak. Yess oke sip bener itu!

Merdekanya ibu-ibu adalah saat tugas rumah sudah beres atau sudah dikerjakan anggota keluarga yang lain, anak lagi tidur sehingga nggak ada yang rewel, dan saat bisa belanja apa saja yang diinginkan tanpa takut kena marah.

Merdekanya bapak-bapak adalah saat pekerjaan di kantor lancar jaya, istri nggak sibuk ngomel ini-itu, anak anteng di rumah, dan rejeki ngalir kayak air mengalir lancar dari kran.

Merdeka versiku adalah bisa santai seharian tanpa harus mikirin kerjaan, nggak perlu mengeluarkan energi lebih ikut lomba-lomba yang melibatkan fisik, bisa nonton film, bisa baca novel, bisa makan-makan, bisa ngeblog, bisa melakukan kegiatan yang disukai…

Merdeka yang sesungguhnya itu adalah bebas dari rasa cemas, bebas dari rasa takut, bebas dari rasa khawatir, bebas dari insomnia, benas dari pikiran-pikiran negatif, bebas dari tuntutan ini-itu, bebas dari pertanyaan-pertanyaan aneh, bebas mau ke mana saja, termasuk bebas dari hutang…

Intinya, semua orang punya versi merdekanya masing-masing.

Kalau kalian, merdeka yang sesungguhnya itu seperti apa?

Advertisements

9 thoughts on “Merdeka yang Sesungguhnya

  1. Bagus kak, pendapatnya. Merdeka adalah bebas sebagai manusia. Sesuai HAM, tapi ada batasnya kalau gak LGBT nanti dibolehkan, manusia bebas tapi ada batasan. Mengingat ada perbedaan manusia dan hewan meski hewan berasas animal rights. Hidup itu apa kak?

    Liked by 1 person

    1. hi·dup v 1 masih terus ada, bergerak, dan bekerja sebagaimana mestinya (tt manusia, binatang, tumbuhan, dsb): kakeknya masih — , tetapi neneknya telah lama meninggal; 2 bertempat tinggal (diam): — di desa lebih tenang dp di kota besar; 3 mengalami kehidupan dl keadaan atau dng cara tertentu: dulu dia — mewah, sekarang merana; kita harus — dng hemat; 4 beroleh (mendapat) rezeki dng jalan sesuatu: penduduk di sekitar pelabuhan itu — dr berniaga; 5 berlangsung (ada) krn sesuatu: yayasan itu dapat — krn uang sumbangan para dermawan; 6 tetap ada (tidak hilang): peristiwa indah itu masih — dl ingatannya; 7 masih berjalan (tt perusahaan, perkumpulan, dsb): walaupun jumlah anggotanya tidak lagi sebanyak dahulu, perkumpulan itu tetap — juga; 8 tetap menyala (tt lampu, radio, api): dia sudah tertidur, tetapi lampu di sampingnya masih saja –; tetap bergerak terus: arloji saya masih — juga walaupun jatuh ke lantai; 9 masih tetap dipakai (tt bahasa, adat, sumur, dsb): adat itu masih tetap — dl masyarakat; 10 ramai (tidak sepi dsb): menjelang Lebaran perdagangan kain dan makanan — sekali; 11 seakan-akan bernyawa atau benar-benar tampak spt keadaan sesungguhnya (tt lukisan, gambar): lukisan itu sangat –; 12 spt sungguh-sungguh terjadi atau dialami (tt cerita): cerita dan gaya bahasanya segar lagi –; 13 seruan yg menyatakan harapan mudah-mudahan tetap selamat;
      — dikandung adat, mati dikandung tanah, pb selama hidup orang harus taat pd adat kebiasaan dl masyarakat; — di ujung gurung orang, pb orang yg hidup melarat; — dua muara, pb mempunyai dua macam mata pencaharian; — kayu berbuah, — manusia biar berjasa, pb pd waktu kita hidup sebaiknya berbuat baik untuk diri sendiri dan untuk masyarakat; — sandar-menyandar umpama aur dng tebing, pb perihal orang berlaki istri yg berkasih-kasihan; perihal orang bersahabat yg setia dan saling menolong; — segan mati tak hendak, pb hidup yg merana (krn sakit terus-menerus, melarat, sengsara, dsb); — tidak krn doa, mati tidak krn sumpah, pb orang harus berusaha dng tenaga dan pikiran sendiri dan tidak mengharapkan pertolongan orang lain; dp — bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah (dp — berlumur tahi, lebih baik mati bertimbun bunga), pb dp hidup menanggung malu, lebih baik mati; jauh berjalan banyak dilihat, lama — banyak dirasa, pb sudah berpengalaman banyak; kalau bangkai galikan kuburnya, kalau — sediakan buaiannya, pb lebih baik menunggu dng tenang apa yg akan terjadi, lalu mempertimbangkan langkah apa yg akan diambil; sebaik-baiknya — teraniaya, pb sekali-kali jangan merugikan atau mencelakakan orang lain sekalipun kita dirugikan atau dicelakakannya

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.