5 Ide Kegiatan Pengganti Gadget

Hai, Moms! Akhir-akhir ini perbincangan tentang pembatasan penggunaan gadget pada balita sedang marak-maraknya. Di mana-mana diadakan seminar tentang bahaya gadget pada anak kecil, bagaimana supaya si kecil tidak main gadget, dan sebagainya.

Walaupun aku sendiri belum punya anak, tapi sebagai tante yang sudah punya keponakan, aku ikut merasa gadget tuh nggak baik jika digunakan berlebihan pada anak kecil. Contoh bahayanya pemakaian gadget berlebihan yang paling terasa adalah anak jadi kecanduan main gadget! Ciri-cirinya: kalau si anak nggak dikasih gadget, dia akan ngamuk sampai guling-guling, nangis-nangis histeris, memaksa dengan berbagai cara, ada yang sampai manjat-manjat kursi atau lemari ketika tahu orangtuanya menyembunyikan gadget di tempat yang tinggi. Wuih serem! Kalau jatuh gimana?

Aku ngerti kok sebagai orangtua pasti merasa agak gimana gitu kalau anaknya tidak bisa duduk diam. Kids zaman now itu nggak seperti kids zaman dulu. Kids zaman now rata-rata aktif, jarang ada yang bisa duduk diam, mereka senang bergerak ke sana-sini, senang mengeksplorasi hal-hal baru, senang bertanya ini-itu. Makanya kalau ortu nggak mau repot, ya gadget itulah yang diberikan ke anak. Biar anaknya bisa duduk tenang dan ortunya bisa mengerjakan hal lainnya.

I know how you feel, Mommy and Daddy. Soalnya aku sendiri juga mengalami saat menjadi pengasuh balita selama 3 bulan + 2 bulan. Full time jadi pengasuh kids yang umurnya di bawah lima tahun, trus ada adiknya juga yang masih bayi. Terasa banget gimana repotnya ngurus anak yang nggak bisa diam.

Memang sih dari gadget anak bisa belajar tentang warna, bentuk, hewan-hewan, kosakata bahasa Inggris, dan lain-lain. Tapi…. memberi gadget terus-terusan bukanlah solusi yang tepat agar anak bisa duduk diam-tenang-nggak ngerecoki kerjaan bapak’e dan mamak’e. Menurut informasi yang aku dapat dari nge-Googling, bahayanya gadget tuh sebagai berikut:

1. Membatasi gerak fisik yang membuat tumbuh kembang fisik menjadi terhambat
2. Merusak mata (bisa bikin mata minus)
3. Anak jadi terlambat bicara
4. Anak jadi berperilaku agresif akibat tontonan yang didapat dari gadget
5. Menjauhkan anak dari orangtua
6. Anak sulit berkonsentrasi, sulit untuk fokus
7. Resiko depresi, gangguan kecemasan, autisme, gangguan psikologis lainnya
8. Resiko kanker

Nah, apa yang bisa dilakukan untuk menggantikan gadget? Berikut ini beberapa kegiatan yang aku dapat dari pengalamanku selama mengasuh keponakan:

1. Membacakan buku cerita
Ayo ajak si kecil melihat buku cerita lalu bacakan ceritanya. Anak-anak biasanya senang melihat gambar-gambar kartun yang berwarna-warni. Membaca juga bisa merangsang kreatifitas si kecil. Saat melihat buku-buku bergambar, ada beberapa anak yang bisa membuat cerita sendiri dari gambar yang dilihatnya.

2. Bermain di luar ruangan
Ada banyak permainan yang bisa dilakukan di luar ruangan. Contohnya: main bola, main sepeda, jika di dekat rumah ada taman bermain bisa ajak si kecil ke sana, main balon yang diisi air, atau sekalian main air aja (main pistol air, main di kolam air atau ember besar diisi air) karena anak kecil biasanya senang sekali main air. Setelah main air, langsung mandi biar nggak masuk angin. Oh ya lihat-lihat kondisi tubuh si kecil juga ya. Jangan memaksa main di luar kalau nggak sehat.

3. Bermain di dalam ruangan
Permainan di dalam ruangan tentunya banyak sekali. Contohnya: main robot-robotan, main boneka-bonekaan, main masak-masakan, main susun puzzle, main balok-balok kayu/plastik, main lego, main mobil-mobilan, main dokter-dokteran. Permainan ini bisa dengan cara bermain peran juga. Misalnya ibunya jadi pasien dan anaknya jadi dokter. Atau ayahnya jadi pengunjung restoran, anaknya jadi chef. Hal ini juga merangsang kreatifitas anak dan membuat anak-orangtua menjadi dekat.

4. Menggambar atau mewarnai
Anak kecil bisa mulai diajari cara memegang pensil atau crayon. Jika mereka masih mencoret-coret kertas dan mewarnainya nggak rapi ya biarkan saja. Anak kecil juga ada yang kalau mewarnai hanya memakai satu warna crayon. Itupun juga nggak apa-apa. Tugas kita sebagai orangtua adalah mengarahkan mereka. Tanyakan kenapa pakai warna tersebut dan tidak memilih warna lainnya. Biasanya kita akan mendengar jawaban-jawaban ‘ajaib’ dari anak dan itu bisa sangat menghibur. Misalnya saat anak mewarnai gambar orang dengan warna biru. Ketika ditanya kenapa orangnya warna biru, si anak menjawab karena orang itu lagi sakit. Itu artinya si anak kreatif, kan? Oh, ya, anak-anak yang sudah kenal dengan pena, pensil, alat warna biasanya suka mencoret-coret apa saja. Pastikan memberi pengertian pada anak benda apa saja yang boleh dicoret dan benda apa saja yang nggak boleh dicoret. Ulangi terus sampai anak mengerti mana yang boleh dan mana yang nggak boleh.

5. Bekerja yang ringan
Bekerja yang saya maksudkan bukan bekerja seperti kantoran atau nguli, ya. Anak boleh kok sesekali diajak membantu pekerjaan di rumah. Toh nanti mereka kan harus bisa mandiri. Contohnya menyiram tanaman, mengelap peralatan dapur yang terbuat dari plastik, membereskan mainannya setelah bermain, membersihkan meja tempat dia setelah makan (karena anak-anak biasanya tumpah-tumpah makanannya), membersihkan sikat giginya sendiri setelah menyikat gigi, meletakkan pakaian kotornya di tempat yang sudah disediakan, merapikan sandal dan sepatunya sendiri, dan lain-lain. Anak senang sekali diberi pujian kalau bisa melakukan sendiri pekerjaan-pekerjaan ringan seperti ini. Di waktu berikutnya mereka akan terbiasa melakukan pekerjaan tersebut. Orangtua kan jadi senang juga dong kalau anaknya bisa mandiri.

mainan punya ponakan biar nggak nyariin hape

Satu hal yang perlu diingat masalah gadget ini: saat memberikan gadget kepada anak sebaiknya anak didampingi. Jadi saat ia menonton sesuatu di gadget, di sebelahnya ada yang ikut melihat. Ini akan membangun kedekatan dan komunikasi juga antara anak dengan orang lain. Sebaiknya anak diberikan gadget di akhir pekan saja atau saat sedang menunggu (misal saat menunggu makanan di restoran).

Semoga artikel ini bermanfaat.

* * *

Blog Challenge September hari keenam, tema: Parenting

14 thoughts on “5 Ide Kegiatan Pengganti Gadget

  1. Ponakan aku usia 2 th kalau lihat aku main hp penginnya pinjam terus. Seringnya aku bolehin pinjam tp misal maksimal cuma 3 menit (dengan pengawasan). Seringnya ku kasih lihat foto2 dia pas masih bayi. habis itu harus dibalikin dan langsung cari pengalih dengan mainan non gadget 😊

    Makasih utk tulisannya 👍

    Like

  2. Tulisan yang bagus untuk ibu atau calon ibu yang masih sekolah dan kuliah. Kak tahu polusi air, tanah, udara ama suara. Lah Kebenaran TA saya itu polusi elektromagnetik. Dampaknya itu malah lebh besar ke anak kecil dari pada orang dewasa. Wah2 gmna inie, generasi penerus terganggu perkembangannya. Akankah SDM menurun kemudian Robot menguasai dunia melalui Artificial intelegence ataukah Alien menyelipkan teknologi untuk memperbodoh manusia sehingga gampang dikuasai. Ataukah memang hidup semakin lama-semakin terdegradasi pemikiran sehingga yang malas terinjak oleh kaum kapitalis. Miskin tetap miskin, kaya tambah kaya. Mau lari kemanakah dunia ini, khususnya indonesia ini, yang sudah di jajah oleh gadget bagi kamu balita ke atas.

    Liked by 2 people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: