Mengenal The Mid-Autumn Festival

Tahukah kalian bahwa hari ini diperingati sebagai The Mid-Autumn Festival atau The Moon Cake Festival?

Festival ini biasanya dirayakan oleh masyarakat di Asia Timur dan Asia Tenggara. Rata-rata masyarakat Tionghoa merayakannya. Festival Kue Bulan ini biasanya jatuh pada tanggal 15 bulan 8 dalam penanggalan Lunar. Untuk tahun 2019 ini, perayaannya jatuh pada tanggal 13 September. Pada hari ini, bulan di langit bentuknya bulat sempurna.

Menurut Wikipedia, festival ini dimulai sekitar zaman Dinasti Xia dan Shang (2000 – 1600 SM). Festival ini merupakan hari raya panen. Pada zaman dahulu masyarakat merayakan hari raya panen dengan memberikan persembahan pada bulan.

Ada juga cerita legenda tentang Festival Kue Bulan ini. Menurut artikel dari CNN, ada yang namanya Legenda Dewi Bulan. Dewi Bulan tersebut bernama Chang E. Menurut legenda, zaman dahulu ada seorang pemanah bernama Hou Yi. Ia memanah sembilan matahari dan menyisakan satu matahari, yang pada dasarnya matahari yang banyak dapat menghanguskan bumi. Karena kehebatannya, ia dianugerahi ramuan dari surga. Istri Hou Yi, Chang E, meminum habis ramuan tersebut untuk melindunginya dari orang yang serakah. Namun setelah meminum ramuan, tubuh Chang E menjadi ringan sehingga ia melayang sampai ke bulan. Karena kehilangan istrinya, Hou Yi menyiapkan pesta setiap tahun saat bulan berada pada titik tertinggi, berharap ia dapat melihat bayangan istrinya.

Sekarang, Festival Pertengahan Musim Gugur ini bukan hanya tentang merayakan keberhasilan panen. Ada berbagai macam cara untuk merayakan Perayaan Kue Bulan ini. Ada yang berkumpul bersama keluarga sambil makan kue bulan. Ada yang saling mengirimkan kue bulan. Ada juga yang membuat perayaan dengan menyalakan lentera. Ada pesta dengan Tarian Naga. Ada yang berdoa untuk keselamatan dan kesehatan, atau mendoakan anggota keluarga yang telah meninggal.

Di Indonesia sendiri ada suatu tradisi di kalangan masyarakat Tionghoa. Ada yang meletakkan bedak di meja sembahyang lalu berdoa. Dipercaya bahwa jika memakai bedak tersebut, nantinya wajah akan secantik Dewi Bulan. Ada juga yang menuang air ke dalam baskom lalu diletakkan di halaman rumah agar air tersebut bisa disinari bulan. Keesokan harinya airnya dipakai untuk mencuci muka. Dipercaya bahwa wajah yang dicuci dengan air yang disinari bulan tersebut akan menjadi cerah seperti bulan.

Pada festival ini ada yang namanya Kue Bulan. Kue Bulan ini ada bermacam-macam bentuknya. Biasanya kue ini berbentuk bulat seperti bulan. Kuenya terbuat dari tepung, minyak sayur, sirup, dan lain-lain. Kalau di kota saya, ada kue yang bentuknya panjang dan berwarna putih. Kue ini terbuat dari tepung beras. Kue bulan ini ada yang halal dan non halal. Jadi kalau mau membeli, tanyakan dulu pada penjualnya halal atau nggak. Untuk yang halal, biasanya tersedia di tempat yang menjual makanan vegetarian.

Oh ya, ada bermacam-macam isi kue bulan. Ada yang isinya kacang hijau, kacang hitam, durian, cokelat, ada yang pakai telur juga, dan lain-lain. Kalau kue bulan yang kulitnya warna putih, ada yang berisi cempedak.

* * *

Blog Challenge September hari ketujuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: