Selingkuh Itu Penyakit

Aku masih nggak habis pikir, kenapa ada orang punya hobi selingkuh, tapi bisa hidup aman damai, biasa-biasa saja sama orang yang sudah diselingkuhi seolah tak terjadi apa-apa. Padahal yang diselingkuhi sudah sangat benci setengah mati, muak lihat wajah dan tingkah si tukang selingkuh, kesal, dan dongkol tiada tara. Kok ada orang kayak gitu? Mati rasakah?

Selingkuh itu penyakit dan tabiat. Biasanya gitu. Yang namanya sudah selingkuh, nggak cukup sekali. Bakal ngulang. Selingkuh dengan si A, si B, si C, dst. Makanya ada yang bilang setia itu ada dua macam. Yang pertama adalah benar-benar setia dan yang kedua adalah setia dalam tanda kutip. “Setia” = selingkuh tiada akhir.

Tukang selingkuh yang sudah pro bisa membuat banyak alasan seandainya ketahuan dan kata-katanya manis banget buat nutupin kesalahannya. Makanya kebanyakan partner selingkuhannya nggak tau kalau dia pacaran sama orang yang sudah punya pasangan.

Trus bagaimana dengan orang yang diselingkuhi? Biasanya dia disalahkan karena kebodohannya yang masih mau nerima orang yang sudah berkali-kali menyakiti dirinya. “Kenapa mau disakiti? Salahmu itu kenapa mau balikan sama dia yang sudah selingkuh, berkali-kali pula!”

Terkadang ada orang yang merasa pasangan bisa berubah dan bertobat setelah ketahuan selingkuh. Wanita tuh biasanya baik hati dan cepat luluh. Makanya sering dipermainkan oleh laki-laki yang jahat. Di dunia ini ada tipe laki-laki yang suka memanfaatkan kebaikan wanita.

Dan, ada wanita yang nggak ngeh… atau nggak ngerti bahwa tukang selingkuh tuh susah untuk mengubah kebiasaan selingkuhnya.

Tukang selingkuh itu… tau bahwa dirinya sudah punya pasangan, tapi maunya kenalan sana-sini yang bukan urusan kerjaan/kuliah/sekolah. Pokoknya kenalan iseng, deh. Ujung-ujungnya jadian sama orang yang baru dikenalnya. Pasangannya ditinggal dan si tukang selingkuh ini merasa nggak punya pasangan.

Tukang selingkuh itu… biarpun sudah disindir-sindir, dinasehati, dikasih tau… kalau tabiatnya gitu ya tetep aja selingkuh. Nggak bakal kapok kalau belum kena azab. Itu kata temanku.

Oh, ya… tapi ada juga sih orang yang merasa dirinya cakep, merasa laku karena pintar ngomong, pintar ngelucu, pintar ini-itu, punya ini-itu dan asyik diajak ngobrol trus selingkuh sana-sini. Orang ini merasa hebat kalau bisa punya banyak pasangan. Dia bangga punya banyak ‘koleksi’.

Ini cerita pengalaman dari …. Tukang selingkuh selalu balik lagi ke pasangan yang diselingkuhinya karena masih butuh sesuatu yang cuma dimiliki oleh pasangan yang diselingkuhinya, itu nggak ada pada partner selingkuhannya. Makanya dia balik lagi ke pasangan aslinya.

Ada yang bilang alasan orang selingkuh karena pasangannya kurang ini kurang itu. Ada juga yang selingkuh karena merasa insecure (tidak percaya diri) karena pasangannya ‘lebih’ dari dia. Misalnya lebih pintar, lebih kaya, mukanya cakep banget, punya jabatan tinggi, punya banyak teman, dll, sehingga dia merasa terintimidasi.

Menurutku orang yang selingkuh adalah orang yang serakah, cepat bosan dan nggak mau komunikasi. Kalau pasangan ada kekurangan, harusnya dikasih tau, bukannya malah nyari pelarian ke orang lain. Pasangan lo kurang ini kurang itu, ya dikasih tau. Kalau nggak bisa dikasih tau dan lo merasa nggak betah lagi sama dia ya putus aja, cerai aja, daripada nyakitin hati orang dengan cara selingkuh.

Kalau kamu merasa pasanganmu ‘lebih’ dari kamu, ya kamunya harus berusaha dong supaya di diri kamu tuh ada nilai lebihnya. Contohnya, kamu jadi orang baik, jadi pendengar yang baik, bukannya malah menjatuhkan harga diri kamu dengan selingkuh sana-sini.

Akhiri dulu hubungan sampai benar-benar tuntas, baru mulai lagi yang baru dengan orang lain.

Apa yang harus dilakukan oleh orang yang diselingkuhi dan dikhianati adalah nggak lagi berhubungan dengan si tukang selingkuh. Ngapain masih mau sama tukang selingkuh? Bikin capek jiwa raga aja. Ngapain nambah-nambahin beban hidup dengan berurusan sama tukang selingkuh yang selalu nggak sadar dia sudah nyakitin kamu?

Semoga semua orang (terutama perempuan) yang hatinya terluka karena diselingkuhi, diberikan kesabaran dan dijauhkan dari tukang selingkuh. Semoga tukang selingkuh tidak lagi mengganggu hidupmu, mereka pergi jauh-sejauhnya dan semoga ada sesuatu yang menyadarkan mereka.

Nasihat lagi dari seorang teman: “Buat kamu yang patah hati karena diselingkuhi… Percayalah kamu bakal dapat mendapat yang lebih baik. Jadikan ini sebagai pelajaran supaya ke depannya kamu lebih kuat. Dengan ini kamu tahu ada tipe manusia yang suka main hati, karenanya jauhi! Saat ini kamu mungkin merangkak untuk bangkit kembali. Tidak apa-apa. Perlahan… Kamu akan sembuh dan akan kembali berjalan dengan tegap. Tetap semangat!”

Satu hal lagi sebagai pengingat yang aku dapat dari temanku:
Ada beberapa tipe manusia yang nggak pantas dijadikan pasangan, yaitu orang-orang yg hobinya:
1. Selingkuh
2. Main kasar
3. Hutang

* * *

😑😑😑

9 thoughts on “Selingkuh Itu Penyakit

  1. Halo! Sebelum sampai ke paragraf akhir, aku ngerasa tulisan ini memang dibuat pakai hati. Aku bacanya sampai tahan nafas gitu soalnya, haha. Dan kalau tebakanku tidak salah, sepertinya ini menyangkut perasaan pribadi? Maaf kalau lancang dan sok tahu.

    Emm, dulu … aku sempat punya teman dekat yang punya penyakit ini. Sudah sangat parah. Anehnya, antara baik hati atau lebih ke bodoh sekali, aku masih mau mempertahankan hubungan yang ada. Padahal, selingkuhnya sudah secara terang-terangan; dia bilang. Cuma yaa begitu, akunya saja yang sok-sokan kuat karena percaya bisa buat dia berubah. Terlalu dibutakan oleh cinta, sampai lupa kalau dunia gak akan berakhir cuma karena kehilangan dia.

    Like

    1. Iya, ini pengalaman. Hehe. Aku lagi kesal. Dan merasa bodoh juga. Kok bisa-bisanya masih mau sama orang yg terang-terangan banyak ‘koleksinya’, banyak simpanannya. Berharap dia bisa berubah dan cuma milih aku. Tapi kenyataannya nggak gitu. Masih aja ngulang. Selesai sama satu orang, lanjut ke orang lainnya. Capek. Benar-benar capek.

      Like

      1. Ha ha ha. Tapi asli loh, aku no commet, dan itu adalah komentar paling simpatik.

        Oke oke oke… karena kamu sering mampir juga di tempatku, anggap saja itu… impas! 😀 😀

        Like

  2. Turut sedih (dan sebel) bacanya, Kak. :”) Aku jadi inget ada yang bilang sesuatu terkait orang yang suka selingkuh ini. Tapi aku agak lupa, kurang lebih bunyinya, “Ada orang yang memang tidak pernah selingkuh sekalipun, tapi ada juga orang yang tidak pernah selingkuh hanya sekali (alias selingkuh berulang kali).”

    Pernyataan itu entah otentik atau nggak untuk semua orang, tapi ya patut dipertimbangkan sih menurutku. Hm….

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: