Menyulap Kantong Plastik Menjadi Monstera Cantik

Apa yang kalian pikirkan saat mendengar kata Monstera? Monster – A? Itu yang aku pikirkan sih. Ternyata Monstera adalah jenis tanaman. Dan tanaman tersebut sedang hitzzzz!! Wuiiihh, aku ke mana aja selama ini??

Aku tahu kata Monstera dari poster yang disebarkan oleh Lentera Jiwa, sebuah Biro Konsultasi Psikologi. Mereka mengadakan workshop Daur Ulang Kantong Plastik Menjadi Monstera Cantik. Workshop ini diadakan dalam rangka Hari Ibu. Jadi kepikiran, mau kasih hadiah apa buat ibu? Kasih daun Monstera sepertinya oke. Tapi, tiba-tiba ada poster yang lewat di timelina. Bunyinya: “Emak lebih suka kalau dikasih uang buat belanja.” Nah, lho!

Kegiatan workshop diadakan di Kopi Bangun Cafe. Pesertanya terbatas. Hanya 15 orang. Ad satu hal yang menarik dari para peserta. Rupanya workshop dihadiri oleh anggota komunitas disabilitas. Ibu-ibu dari komunitas tersebut sangat bersemangat mengikuti workshop. Salut buat mereka!

Pemateri acara workshop adalah mbak Dea Permata Sari, pemilik Gwenfa Art Gallery. Barang-barang kerajinan tangan yang beliau buat berasal dari bahan daur ulang. Beliau menunjukkan sebuah hiasan dinding, salah satu karya yang terbuat dari barang daur ulang seperti kardus bekas, kain perca, kantong plastik yang dibikin jadi Monstera, dll.

Mbak Dea menjelaskan bahwa bahan dasar membuat Monstera adalah kantong plastik berwarna hijau, putih, dan hitam. Kantong plastik yng paling banyak digunakan adalah yang berwarna hijau. Cara membuatnya adalah sebagai berikut:

1. Potong kantong plastik hijau, putih, dan hitam menjadi bentuk segi empat.

2. Ambil 2 lembar kantong plastik hijau lalu lipat menjadi dua. Jika kantongnya ada tulisannya, usahakan tulisan tersebut berada di bagian dalam. Setelah itu, sisipkan satu lembar kantong plastik hitam dan satu lembar kantong plastik putih di dalam lipatan kantong hijau.

3. Lipatan kantong plastik tersebut lalu disetrika. Cara menyetrikanya tidak boleh sembarangan. Usahakan lipatan kantong plastik berada di antara 2 lembar kertas putih supaya plastik tidak mencair saat disetrika. Pada saat mbak Dea menyetrika, sempat dipakai kertas koran. Namun ternyata tulisan dari koran menempel di kantong yang telah disetrika. Hasilnya jadi kurang bagus. Jadi; lebih baik memakai kertas HVS putih.

4. Kantong yang disetrika akan menyatu. Jika sudah menyatu berarti boleh menghentikan setrikaan. Setelah itu diamkan sebentar.

5. Kantong yang sudah disetrika dilipat menjadi dua bagian. Lalu potong dengan bentuk seperti membuat bentuk hati.

6. Ketika potongan dibuka, maka nampaklah bentuk daun. Setelah itu potong bentuk garis-garis dimulai dari bagian bawah daun sampai ke atas. Selanjutnya buat bulatan-bulatan di daun. Letaknya bebas dan buatlah senatural mungkin.

7. Langkah terakhir adalah memberikan tangkai daun. Tangkai daunnya memakai kawat yang direkatkan dengan lem tembak ke bagian tulang daun. Pengerjaannya harus cepat agar lem tembak tidak keburu kering.

Nah, begitulah proses membuat daun Monstera. Benar-benar tidak menyangka dari kantong plastik bekas bisa disulap menjadi daun buatan yang cantik.

 

7 thoughts on “Menyulap Kantong Plastik Menjadi Monstera Cantik

      1. Betul. Pas acara kemarin sampai ada peserta yang bilang, “Mungkin di rumah ibu pembicara ini tukang sampahnya bingung karena nggak ada sampahnya.” Soalnya ibunya kreatif banget bikin-bikinan sesuatu dari hal yg nggak terpikirkan.

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: