[Review Buku] Memory of Glass

Memory of Glass ini adalah buku karangan Akiyoshi Rikako. Ceritanya tentang Kashihara Mayuko yang melaporkan dirinya sendiri bahwa ia telah membunuh seseorang. Mayuko menderita gangguan ingatan. Gangguan tersebut ia dapatkan setelah mengalami kecelakaan 20 tahun lalu. Saat itu ada pembunuh masal membunuh orangtuanya ketika mereka bertiga sedang berjalan di taman. Mayuko berlari untuk menyelamatkan diri dari pembunuh itu. Lalu ia ditabrak mobil. Akibat dari kecelakaan itu, Mayuko tidak bisa mengingat apapun selama lebih dari 10 menit. Ia hanya bisa mengingat kejadian saat ia masih berumur 20 tahun: ingatan saat sebelum ia mengalami kecelakaan.

Ada dua orang detektif yang menyelidiki kasus Mayuko. Mereka adalah Kiritani Yuka dan Nomura Junji. Penyelidikan terhadap kasus pembunuhan berjalan lambat. Kedua detektif mengalami kesulitan karena Mayuko tidak bisa mengingat apa-apa. Bahkan dalam beberapa menit interogasi, Mayuko dapat hilang ingatan dan berulang-ulang menanyakan dirinya ada di mana. Mayuko hanya mempunyai ingatan saat ia berumur 20 tahun. Ia merasa dirinya masih berumur 20 tahun. Padahal umurnya sudah 40 tahun.

Mitsuharu, suami Mayuko, adalah sopir yang menabrak Mayuko. Ia menikah dengan Mayuko karena merasa bertanggung jawab atas gangguan ingatan yang dialami Mayuko. Saat Mayuko menelepon polisi bahwa ia telah membunuh, Mitsuharu mengatakan bahwa ia sedang bekerja.

Detektif Kiritani melihat Mayuko seperti ibunya. Ibunya menderita penyakit Alzheimer. Suatu penyakit yang ia sendiri tidak menyangka akan diderita oleh ibunya. Kiritani mempunyai dua saudara. Tetapi kedua saudaranya tidak tinggal bersama ibunya. Ketika ibunya divonis dokter menderita Alzheimer, ia kebingungan bagaimana cara mengurus ibunya. Ibunya semakin lama semakin bertindak aneh. Beliau tidak ingat siapa-siapa. Bahkan pernah mengatakan bahwa Kiritani adalah penjahat. Kiritani sempat menyewa jasa perawat untuk merawat ibunya. Namun perawat itu diberhentikan oleh ibunya. Akhirnya, Kiritani terpaksa menitipkan ibunya di panti.

Penyelidikan terhadap Mayuko terus berlanjut. Mayuko membunuh seorang laki-laki yang dulunya membunuh ayah-ibunya. Pembunuh masal itu dibebaskan dari penjara setelah menjalani hukuman selama 20 tahun. Ia datang ke rumah Mayuko untuk meminta maaf karena telah membunuh orangtua Mayuko. Namun ia terbunuh.

Mayuko dimasukkan penjara. Namun sebelum mendapat vonis dari Hakim, ada orang yang datang ke penjara. Hal tersebut membuat penyelidikan harus dilakukan lebih teliti. Sementara itu, Kiritani semakin menyamakan Mayuko dengan ibunya. Padahal ia tidak boleh terbawa suasana.

Komentar tentang buku:
Ceritanya menarik. Banyak pelajaran dari buku ini. Penyakit Alzheimer itu apa? Rupanya seperti itu jika seseorang terkena penyakit gangguan ingatan. Merawat orang yang sakit seperti itu tidak mudah. Butuh kesabaran.

Ada dua sudut pandang dalam kisah di buku ini. Yang pertama adalah dari sudut pandang Mayuko. Yang kedua adalah dari sudut pandang detektif Kiritani. Yang satu adalah orang dengan gangguan ingatan. Satunya lagi adalah orang yang ibunya memiliki gangguan ingatan. Dari sudut pandang kedua orang ini, kita jadi ikut merasakan bagaimana seandainya kita menjadi mereka.

Akiyoshi-sensei benar-benar hebat mengarang buku ini. Membaca buku ini bisa sampai terbawa suasana. Ada bagian yang mengharukan. Biasanya saya nangis kalau nonton drama. Tapi buku ini berhasil membuat saya terharu hingga menitikkan air mata. Benar-benar keren!

Quotes:
Bencilah dosanya, jangan orangnya. Seharusnya kau membenci penyakitnya, bukan membenci orangnya. ~hlm.118

Orang yang tidak memiliki kemampuan untuk bertanggung jawab adalah mereka yang tidak bisa membedakan baik dan buruk. ~hlm.145

Beratnya kehidupan perawatan itu tidak akan bisa dimengerti oleh orang yang belum pernah merawat orang sakit. ~hlm.209

Tidak melakukan apa yang tidak bisa dilakukan itu, tidak buruk dan tidak salah. Tidak ada artinya memaki diri sendiri atau tertekan oleh rasa bersalah. ~hlm.345

Karena itu bagi orangtua, tidak ada hal yang lebih membahagiakan daripada melihat anaknya bahagia. ~hlm.345

Jadilah lebih objektif. Kalau tidak, kau akan kehilangan kebenaran … ~hlm.230

Rating:
Buku ini saya beri nilai 4,5 dari skala 5.

Informasi Buku:
Judul Buku: Memory of Glass
Pengarang: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun Terbit: 2019
Jumlah Halaman: 360
ISBN: 978-623-7351-21-4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: