[Review Buku] Fahrenheit 451

sumber: dok.pribadi

Sinopsis dari belakang buku: “Bakar sampai menjadi abu, lalu bakar abunya. Itu slogan resmi kami.” Guy Montag adalah petugas kebakaran. Pekerjaannya: membakar buku, semua buku, sebab buku adalah sumber segala kekacauan dan ketidakbahagiaan, sehingga harus dimusnahkan. Si Anjing Pemburu yang bekerja di Departemen Kebakaran dan dilengkapi jarum suntik mematikan, dan dikawal helikopter, siap melacak para pembangkang yang menantang aturan, orang-orang yang nekat menyimpan dan membaca buku, di tengah masyarakat yang telah dibius dan diperbudak media, obat-obatan, dan konformitas. Tetapi Montag tidak bahagia, dan perkawinannya tidak harmonis. Apakah ada buku-buku yang disembunyikan di rumahnya?

Aku beli buku ini sudah lama. Mungkin tahun lalu. Pas ada promo dari grobmart.com, dapat hadiah mainan spaceship dari kertas. (((beli karena promo dan ada hadiah!!))). Mainannya entah ada di mana sekarang.

Bukunya nggak tebal kok, cuma 208 halaman. Dan kalau baca sinopsisnya sepertinya keren. Makanya beli.
Tapi….
Memang benar yang orang bilang, “Jangan menilai buku dari covernya.”

Maaf ya Om Bradbury, aku beri rating 2/5 untuk buku ini.
Soalnya….
Banyak bahasa tingkat dewa di buku ini. Banyak kata-kata kiasan yang aku nggak ngerti. Trus ternyata buku ini genrenya science fiction, genre yang aku nggak suka. Makanya baca ceritanya aku makin nggak ngerti.

Kenapa buku-buku harus dibakar. Bukankah banyak buku yang bagus? Bahkan sampai Alkitab pun dibakar. Lalu ada tembok-tembok yang berbicara. Padahal orang-orang masih mengobrol dan mengundang tetangga. Jadi maksudnya apa semua itu? Ide cerita buku beneran gila. 

Bagian awal cerita bertaburan kalimat-kalimat dari bahasa level langit dan alurnya sangat lambat sampai-sampai pas baca bisa ketiduran. Bagian pertengahan baru terasa seru dan kalimat-kalimatnya bisa dimengerti. Tapi cukup sampai di situ. Sesudahnya kembali seperti awal. Terlalu banyak pertanyaan di kepala ini, “Maksudnya apa sih kalimat ini? Kok ceritanya tiba-tiba lompat ke sini? Itu artinya apa?” Sepertinya banyak juga yang dipotong. Nggak jelas banget. Entah karena penerjemahnya atau memang buku aslinya begitu. Yang pasti, pucing pala kucing.

Ah, ya sudahlah… memang seharusnya sebelum beli buku cari info dulu di Goodreads atau tanya Mang Google. Dan jangan tergiur oleh promo.

Buat yang lagi stress jangan baca buku ini. Bisa-bisa nanti tambah stress setelah baca buku ini.

3 thoughts on “[Review Buku] Fahrenheit 451

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: