[Review Film Serial] Life As a Girl

Moshi! Moshi! Hai, aku kembali untuk menceritakan tentang film Life As a Girl. Ini adalah drama dari Jepang. Aku nonton ini karena di Facebook ada seorang teman yang ‘mengiklankan’ pemeran utama film ini, yaitu Jun Shison. Beberapa waktu yang lalu aku pernah nonton filmnya Jun Shison. Judulnya Kimi Wa Petto, film tahun 2017. Aktingnya oke di sana. Jadi, aku memutuskan untuk menonton filmnya lagi, yang judulnya berbeda.

Life As a Girl bercerita tentang Miki Ogawa yang bekerja di kota besar. Miki Ogawa bernama asli Michio Ogawa. Dari kecil sampai SMA dia tinggal di kota kecil. Saat SMA, Miki menyukai hal-hal yang berhubungan dengan perempuan. Ia memakai baju kaos berwarna pink dan ikat kepala yang biasa dipakai oleh perempuan. Tentu saja keluarganya tidak suka dengan kelakuan Miki yang aneh tersebut. Karena merasa tidak diterima oleh keluarganya, Miki pun pindah ke kota besar.

Di kota besar, Miki berhasil mendapat pekerjaan di bidang fashion. Bidang ini sangat disukainya karena dia bisa mengekspresikan dirinya. Miki memakai pakaian perempuan, berdandan, dan bertingkah layaknya perempuan. Tapi jangan salah… Miki tetap cowok tulen yang menyukai perempuan. Hanya dandanannya saja yang girly banget.

Suatu hari, datanglah teman lama Miki. Namanya Tadaomi Goto. Goto adalah teman SMA Miki. Ia menunggu Miki di depan pintu rumahnya Miki supaya bisa meminta tolong untuk tinggal di rumah tersebut. Awalnya Goto nggak mengenali Miki. Yang ia ingat, Michio, teman laki-laki semasa SMA. Tapi yang muncul adalah perempuan bermarga sama, Ogawa. Akhirnya Miki mengakui bahwa ia adalah Michio yang sekarang berganti nama menjadi Miki dan memakai pakaian perempuan.

Miki sebenarnya merasa sungkan untuk mengizinkan Goto tinggal di rumahnya. Tapi ia kemudian merasa kasihan dan membiarkan temannya itu tinggal sementara waktu di rumahnya. Apalagi Goto kemudian membantu membayar sewa rumah.

Setelah Goto tinggal di rumah Miki, kehidupan Miki agak berubah sedikit

Komentar:
Dari empat episode, ada 4 cerita pula. Boleh dibilang film ini tipe slice of life. Dari setiap episode itu ada hal yang menarik. Misalnya, saat ada teman Miki yang datang dari kampung dan mengejek penampilan Miki, Miki mengubah cara pandang temannya itu. Miki juga mengajarkan penonton untuk bersikap optimis dan mengejar cita-cita.

Jun Shison sukses memerankan karakter Miki, seorang laki-laki yang berpenampilan seperti perempuan. Duh, kalau di sini, laki-laki yang berpenampilan seperti Miki pasti jadi bahan omongan di sana-sini. Jujur awalnya aku merasa aneh karena Jun Shison cantik banget saat berdandan seperti perempuan. Gayanya fashionable. Bajunya keren-keren. Make up-nya pas, nggak menor. Kukunya juga dikuteks, pakai nail art yang ada pernak-pernik apalah gitu.

Oh, ya… di film ini Miki menjaga berat badan, lho! Nggak makan karbohidrat kalau sudah malam. Dia menahan diri, walaupun terkadang luluh juga karena ada ‘godaan’ dari Goto dan penjual makanan langganannya.

Goto temannya Miki tuh nyebelin. Dia seenaknya memutuskan sendiri sesuatu. Tapi dia adalah orang yang setia kawan. Goto membela Miki saat Miki diejek kakaknya. Ia juga rela jauh-jauh naik kereta pulang ke kampung karena Miki ada pekerjaan di sana. Trus, dia juga ingat tanggal lahir dan makanan kesukaan Miki. Tadinya aku pikir si Goto ini bakalan jadi pasangannya Miki. Ternyata dia memang setia kawan.

Rating:
9/10

Informasi Film:
Judul Film: Life As a Girl
Genre: comedy, slice of life
Jumlah Episode: 4
Rilis: Januari 2018
Stasiun: NHK
Pemain:
Jun Shison sebagai Miki Ogawa
Keita Machida sebagai Tadaomi Goto
Shiori Tamai sebagai Kaori, rekan kerja Miki
Hyunri sebagai Nakamura, rekan kerja Miki
Yuichi Haba sebagai Itakura, bosnya Miki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: