[Review Buku] Three Days of Happiness

((SPOILER ALERT))

Sinopsis:
Saat di Sekolah Dasar, guru kelas Kusunoki pernah berkata, “Kalian pasti tahu kalau hidup manusia tak ternilai dan tak bisa ditukar dengan apa pun. Nah, sekarang coba bayangkan, jika hidup manusia bisa dihitung dengan uang, menurut kalian berapa nilainya?”

Pada masa itu, anak-anak SD, termasuk Kusunoki menjawab sesuai logika anak-anak. Ada yang membandingkan dengan gaji yang didapat seorang pegawai dalam satu tahun. Begitulah nilai hidup manusia menurut mereka. Di masa SD itu pula, Kusunoki dan sahabat sekaligus rivalnya, Himeno, mengucapkan tekad akan menjadi orang yang sangat sukses saat umur mereka 20 tahun.

10 tahun kemudian, saat umur Kusunoki 20 tahun, ia malah tak punya uang, berhenti kuliah, bekerja paruh waktu, dan tak punya teman. Ia tidak punya mimpi dan tak ada hal spektakuler yang terjadi di hidupnya. Ia bahkan tak tahu di mana Himeno, perempuan spesial dalam hidupnya, berada.

Saat Kusunoki menjual buku-buku dan CD miliknya di toko buku dan toko CD, kedua pemilik toko tersebut mengatakan hal yang sama. Ada sebuah toko yang dapat membeli sisa hidup seseorang. Ia pun pergi ke toko tersebut. Awalnya hanya penasaran ingin mengetahui berapa nilai hidupnya. Ia berpikir akan mendapat 300 juta yen, seperti yang dikatakan teman-temannya di SD dulu. Namun ternyata ia tidak mendapatkan apa yang ia inginkan.

Kusunoki menjual 30 tahun sisa hidupnya dan masih memiliki 3 bulan untuk hidup. Dengan uang yang ia miliki dari hasil menjual sisa hidupnya, ia mulai menuliskan rencana tentang apa saja yang akan ia lakukan selama sisa hidupnya. Seorang perempuan yang usianya sebaya dengannya datang ke apartemennya untuk menjadi pengawas. Ia datang dari toko yang membeli sisa hidup.

Miyagi, si perempuan pengawas, berbicara secara blak-blakan tentang apa yang akan terjadi pada Kusunoki di sisa hidupnya yang 30 tahun. Ia juga menceritakan tentang apa yang akan terjadi dengan rencana-rencana yang telah ditulis oleh Kusunoki. Awalnya Kusunoki merasa sebal dengan perkataan Miyagi yang seperti tidak punya hati nurani. Namun ia akhirnya menyadari bahwa semua yang dikatakan Miyagi ada benarnya.

Komentar:
Cerita di buku ini sepertinya tidak masuk akal. Di beberapa bagian terasa janggal. Misalnya, tentang sang pengawas yang hanya bisa dilihat oleh orang yang diawasi. Tetapi mereka manusia yang harus makan dan minum. Bagaimana cara membeli makanan dan kebutuhan sehari-harinya?

Terlepas dari kejanggalan cerita yang tak begitu penting, aku suka buku ini. Buku ini mengajarkan tentang makna kehidupan, yaitu bahwa seharusnya kita bersyukur dengan apa yang kita miliki, menghargai waktu, serta menghargai dan menjaga persahabatan. Kebahagiaan itu dapat ditemukan pada hal-hal kecil dalam kehidupan kita. Tidak perlu muluk-muluk, hanya dengan mengerjakan apa yang kita sukai itu merupakan suatu kebahagiaan.

Ending ceritanya tentu saja sangat manis dan tak terduga. Cerita buku ini juga mengharukan.

Quotes Favorit:
Hidup yang pendek tapi berharga mungkin akan lebih baik daripada hidup yang panjang tapi kurang berharga. ~hlm.8

Jika aku tidak merasa bahagia, dan tidak bisa membuat orang lain bahagia, dan tidak meraih mimpi apa pun, dan tidak berkontribusi dalam masyarakat… aku sudah tidak bisa diselamatkan lagi. ~hlm.39

Tak peduli betapa tidak bergunanya seseorang, tidak ada yang bisa menjamin kalau keberuntungan tak akan menghampirinya. ~hlm.44

Apa yang salah dengan mencintai seseorang yang patut dicintai dan mengabaikan seseorang yang pantas diabaikan? ~hlm.64

Jadi, bukankah lebih baik Anda mengumpulkan kebahagiaan yang kecil tapi pasti? Anda akan kalah jika terus memikirkan soal kemenangan. Bisa menemukan kemenangan dalam kegagalan mungkin akan meminimalisir kekecewaan yang Anda rasakan. ~hlm.68

Aku tidak begitu percaya dengan kata seperti ‘watak’ atau ‘karakter’. Menurutku hal seperti itu akan selalu berubah sesuai keadaan. Jika dilihat dalam jangka panjang, yang membedakan seseorang dengan orang lainnya adalah apa yang mereka lakukan ketika dihadapkan pada suatu keadaan. ~hlm.133-134

Mulai sekarang, aku akan melihat dunia dengan saksama dan sebagaimana mestinya. Melihat dunia tanpa ada sedikit pun rasa dendam. Dengan begitu, pandanganku akan dunia ini bisa menjadi lebih terang dan jelas, seperti melepas lapisan yang menutupi. ~hlm.217

Rating:
9/10

Informasi Buku:
Judul Buku: Three Days of Happiness
Pengarang: Miaki Sugaru
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama – M&C
Tahun Terbit: 2020
Jumlah Halaman: 256 halaman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: