[Review Film] Voice of Silence

WARNING: Postingan ini mengandung SPOILER

Cerita:
Film ini mengisahkan tentang Tae In dan Chang Bok yang bekerja sebagai petugas pembersih Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan oleh para kriminal. Mereka disewa oleh orang-orang jahat (gangster) yang menyiksa dan membunuh seseorang. Tae In dan Chang Bok membersihkan tempat kejadian penyiksaan lalu membuang mayat tersebut ke lokasi-lokasi yang jauh agar tidak ditemukan polisi.

Chang Bok adalah seorang laki-laki paruh baya yang cacat pada kakinya. Ia mengendarai mobil dan membawa beberapa rak berisi telur untuk menutupi pekerjaan aslinya. Setiap ada ‘pekerjaan’, ia akan menjemput Tae Il dengan mobilnya lalu mengantarnya pulang setelah pekerjaan selesai. Tae Il adalah pemuda tanggung yang tidak dapat berbicara. Ia selalu menuruti perintah Chang Bok karena ia tidak punya pekerjaan lain yang dapat menghasilkan uang.

Suatu hari Chang Bok ditelepon seseorang untuk datang ke sebuah tempat. Di tempat itu ia dan Tae Il harus menjemput seseorang. Saat tiba di sana, ternyata yang harus dijemput adalah anak perempuan berusia 11 tahun. Chang Bok meminta penjelasan pada ‘bos’ namun si ‘bos’ menyuruhnya membawa anak tersebut pulang. Ia pun terpaksa membawa anak itu ke mobilnya dan memaksa Tae Il untuk menampung anak tersebut. Tae Il tadinya ngambek namun akhirnya terpaksa membawa anak tersebut ke rumahnya. Anak yang bernama Cho Hee tersebut lalu tinggal di rumah Tae Il yang super berantakan. Ternyata di dalam rumah ada seorang anak kecil berumur 5 tahun yang mengaku sebagai adiknya Tae Il.

Masalah bertambah besar karena ternyata ‘bos’ yang memerintahkan Chang Bok tewas. Orang-orang yang terlibat dalam penculikan anak tidak mau bertanggung jawab dan melimpahkanpada Chang Bok. Mereka memanfaatkan Chang Bok untuk meminta uang tebusan pada ortu si anak perempuan. Di rumah Tae Il, Chang Bok menyuruh si anak menulis surat untuk orangtuanya. Cho Hee menurut saja apa yang diperintahkan walaupun sebenarnya ia juga mencari cara agar dapat melarikan diri. Selama tinggal bersama Tae Il dan adiknya, Cho Hee banyak mengajarkan adik perempuan Tae Il misalnya melipat pakaian, membersihkan rumah, mencuci pakaian, dan mewarnai. Tae Il dan Chang Bok sendiri tidak berlaku kasar padanya dan malah menganggapnya seperti keluarga.

Saat Chang Bok dan Tae Il pergi bertugas, Cho Hee dibawa juga supaya mereka bisa sekaligus mencari cara untuk mengembalikan anak tersebut dan mendapatkan uang. Namun mereka terus menemukan masalah. Hingga suatu hari mereka disarankan untuk menemui seseorang yang dapat meminta uang tebusan sekaligus menampung Cho Hee.

Komentar:
Aktingnya Yoo Ah In yang berperan sebagai Tae Il benar-benar mengagumkan. Di sini ia berperan sebagai orang yang ‘kurang’ dan tidak dapat berbicara. Penampilannya lusuh dan seperti anak jalanan. Tae Il senang mengoleksi barang-barang milik mayat yang ia ‘bereskan’ bersama Chang Bok. Di sini penampilannya benar-benar beda! Aku pernah nonton filmnya Yoo Ah In berjudul Chicago Typewriter, di sana dia berperan sebagai pemuda keren dan berpenampilan bersih. Tidak seperti di film Voice of Silence ini. Lucu banget mukanya di film Voice of Silence ini saat ia tertidur dalam mobil.

Alur cerita film ini menurutku agak nyentrik. Cerita tentang orang-orang pekerjaannya nggak biasa, pembersih tempat kejadian perkara. Trus yang membersihkan adalah orang-orang biasa, bukan yang elit pakai teknologi canggih. Modal Chang Bok dan Tae Il hanyalah pakaian kerja dari plastik, sarung tangan plastik, sepatu karet, plastik meteran yang besar, pembersih dan sekop/cangkul. Saat menguburkan mayat mereka berdoa terlebih dahulu.

Dalam film ini, Chang Bok dan Tae Il tuh istilahnya ketibanan. Mereka sebenarnya nggak mau menampung si Cho Hee. Tapi mereka juga nggak mau kalau kerjaan mereka nggak dibayar. Mereka sudah keluar uang untuk pergi mengambil Cho Hee dan memberinya makan saat menampungnya. Dilema bagi mereka.

Pada akhirnya Tae Il tidak tega menyerahkan Cho Hee ke tempat penampungan khusus untuk anak-anak yang diculik untuk dimintai tebusan. Tae Il nekad membawa Cho Hee kembali ke rumahnya. Bahkan saat Cho Hee sakit, ia yang biasa mengayuh sepeda pergi ke apotek untuk membeli obat. Ia juga mencari Cho Hee saat anak itu hilang. Sungguh film yang mengharukan. Itulah mengapa judulnya Voice of Silence, jadi intinya dalam kebisuan ada ‘suara’, yaitu bagaimana sikap tokoh yang bisu tersebut dalam menghadapi situasi.

Film ini ceritanya oke, akting para pemainnya juga keren, tapi sayang sekali endingnya nggak greget! Biasa saja.

Rating:
8/10

Informasi Film:
Judul Film: Voice of Silence / Without a Sound
Rilis: Oktober 2020
Negara: Korea Selatan
Genre: Thriller, drama
Pemain:
Yoo Ah In sebagai Tae Il
Yoo Jae Myung sebagai Chang Bok
Moon Seung A sebagai Cho Hee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: