[Review Buku] Convenience Store Woman

gambar dokumentasi pribadi

Novel karangan Sayaka Murata ini menceritakan tentang kehidupan Keiko Furukura yang berusia 36 tahun dan bekerja sebagai pegawai paruh waktu di minimarket. Keiko telah bekerja di minimarket selama 16 tahun. Ia tidak punya niat untuk melamar di tempat lain dan tidak berniat mempunyai pekerjaan tetap. Keiko juga tidak pernah pacaran.

Orang-orang menanggap cara hidup Keiko tidak normal. Keiko sendiri juga merasa ia harus melakukan sesuatu yang dianggap ‘normal’ oleh dunia. Namun ia suka sekali bekerja di minimarket. Baginya, minimarket adalah hidupnya. Ia juga tidak merasa perlu untuk punya pasangan atau berpacaran. Jadi jika ada orang yang menanyakan padanya kenapa ia bekerja paruh waktu atau kenapa ia tidak pacaran, Keiko akan mencari alasan.

Suatu hari ada pegawai baru di minimarket. Ia adalah seorang pemuda berumur 30 tahun bernama Shiraha. Keiko melihat Shiraha mirip dengannya. Shiraha juga ingin keluar dari jalur ‘normal’. Pemuda itu belum punya pekerjaan tetap di usianya yang sudah tergolong ‘tua’. Ia juga tidak punya pacar. Tingkah pemuda itu pun aneh.

Baik Keiko maupun Shiraha menganggap bahwa orang-orang yang tidak melakukan hal-hal seperti yang dilakukan orang pada umumnya tidak akan diterima dalam pergaulan. Jika orang tersebut tidak mengikuti standar maka ia akan dianggap tidak normal. Orang-orang yang tidak berguna bagi masyarakat akan dibuang.

Komentar:
Menurutku Keiko ini tergolong psikopat. Ia tidak punya perasaan marah atau sedih. Ia bekerja tanpa ada perasaan apa-apa. Baginya dirinya normal. Namun sebenarnya tidak normal. Pembaca diajak menyelami apa yang ada di pikiran Keiko. Aku sendiri bisa memaklumi jalan pikirannya yang ingin bebas melakukan apa yang dia mau seperti bekerja di minimarket dan tidak ingin menikah. Okelah itu. Tapi yang aneh adalah dia tidak punya rasa emosi marah atau sedih. Dan si Keiko ini membiarkan dirinya berteman dengan Shiraha yang kata-katanya kasar. Ia juga mau saja dimanfaatkan Shiraha; memberi tempat tinggal dan memberinya makan supaya dianggap ‘normal’ oleh teman-temannya. Ya, kalau dalam dunia nyata ketemu orang macam gitu pengen tak usir jauh-jauh saja. Ngapain berteman dengan orang aneh. Kalau diri sendiri dianggap aneh ya sudah. Berteman dengan yang mau berteman saja. Tidak perlu memaksakan diri ikut dalam kelompok tertentu atau nimbrung dengan kelompok orang-orang yang bakalan bertanya hal-hal aneh.

Oke, jadi intinya cerita buku ini nyebelin banget. Intinya tentang perbedaan manusia normal dan manusia nggak normal tapi dibalut dengan pekerjaan di minimarket. Bukunya lumayanlah dibaca saat ada waktu luang. Tebalnya cuma 160 halaman. Nggak butuh waktu lama buat menyelesaikannya.

Rating:
Standar. 6/10.

Informasi Buku:
Judul Buku: Convenience Store Woman / Gadis Minimarket
Pengarang: Sayaka Murata
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2021 (cetakan kedua)
Jumlah Halaman: 160 halaman
ISBN: 978-602-0644-394

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: