[Review Buku] Saha Mansion

sumber: Gramedia Pustaka Utama

Ini buku yang sangat unik. Gimana nggak, judulnya aja pakai bahasa Sunda. Trus yang ngarangnya orang Korea. Isinya adalah bahasa Indonesia. Haha. Just kidding.

Tapi beneran, lho! SPOILER ALERT! Buat yang nggak suka spoiler, tolong setop bacanya sampai di sini aja. Bagian bawah nggak usah dibaca!

Blurb:
Ada dua kelas masyarakat yang diakui di kota – negara aneh yang disebut Town, yaitu L dan L2. L – yang lebih sering disebut Warga – adalah penduduk resmi yang memiliki status finansial tingkat tertentu, pengetahuan, dan keahlian yang dibutuhkan Town. Sedangkan L2 adalah orang-orang yang tidak bisa digolongkan sebagai penduduk resmi, tetapi memiliki izin tinggal sementara. Lalu, ada Saha, golongan masyarakat yang tidak diakui, yang terdiri atas para imigran gelap, difabel, korban kekerasan, dan kemiskinan yang menghuni Saha Mansion.

Apa yang terjadi ketika seorang dokter wanita muda yang terhormat ditemukan tewas dengan tanda-tanda kelebihan dosis, pelecehan seksual, dan satu-satunya tersangka adalah kekasihnya yang berasal dari golongan Saha? Polisi segera menahan si kekasih, tetapi apakah pria itu memang pelakunya? Apa hubungannya dengan orang-orang yang menghilang dari Saha Mansion secara misterius?

Apa yang sebenarnya terjadi di dalam tembok Town yang tidak bisa ditembus? Dan siapa sebenarnya ketujuh menteri tanpa wajah yang memimpin kota-negara itu?

Komentar:
Kalau dari blurbnya, buku ini ceritanya sangat menjanjikan. Cerita dibuka dengan kisah kakak beradik yang bukan penduduk Town. Mereka imigran gelap yang melarikan diri dan tiba di Saha Mansion lalu tinggal di sana. Sang kakak perempuan bernama Ji Kyeong dan sang adik laki-laki bernama Do Kyeong. Mereka menghuni apartemen di lantai 7. Setelah bab tentang kakak-adik tersebut cerita berlanjut tentang orang-orang yang tinggal di Saha Mansion. Ada Sara, Man, Yi-ah, Eun-jin, Nenek Konnim, Woo-mi, serta cerita tentang Jin Kyeong, Do Kyeong, dan Su (pacar Do Kyeong). Jadi setiap bab itu membahas tentang kehidupan orang-orang di Saha Mansion.

Setelah itu… ya sudah begitu saja. Terlalu banyak tanda tanya yang tak terjawab dalam buku ini. Misalnya bagaimana nasib Do Kyeong? Bagaimana nasib orang-orang yang hilang? Apakah mereka selamat ataukah mereka mati? Lalu bagaimana dengan Ji Kyeong sendiri? Trus Dewan Menterinya bagaimana? Rasanya ceritanya ada yang ganjil dan menggantung.

Aku baca buku ini dari bulan Agustus dan selesai di bulan Oktober. Butuh waktu dua bulan untuk menyelesaikan buku ini. Rasanya kalau nggak lanjut baca ya nggak apa-apa. Ceritanya kurang seru dan membosankan. Banyak teka-teki tak terjawab. Endingnya begitu aja, menggantung di tempat yang sangat tinggi sehingga sukar diraih (baca: sulit dimengerti). Atau mungkin otakku nggak sampai ke sana. Entahlah. Yang pasti aku nggak ngerti ceritanya tuh apa. Padahal blurbnya keren. Kirain ceritanya bakalan kayak cerita detektif. Eh, nggak tahunya…. Ah, sudahlah. Biasa saja. Sangat biasa sekaligus membingungkan karena ada kasta-kasta dalam pengelompokan warga kota.

Satu-satunya hal menarik dari buku ini adalah bahasan tentang wabah penyakit yang menyerang kota. Gejalanya mirip kayak Covid-19. Dan banyak warga yang meninggal dalam cerita novel ini.

Intinya aku sedih menghabiskan waktu 2 bulanku untuk buku yang ceritanya aneh, membingungkan, dan nggak jelas ini. Walaupun pengarangnya adalah orang yang mengarang buku Kim Ji Yeong 1982 yang terkenal itu, tetap saja buku lainnya tidak menjamin pasti oke untuk dibaca. Seharusnya lihat review di Goodreads dulu atau baca review dari orang-orang tentang buku ini. Ya, menyesal nggak ada gunanya kan.

Rating:
2/5

Informasi Buku:
Judul Buku: Saha Mansion
Pengarang: Cho Nam-Joo
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2021
Jumlah Halaman: 296 halaman
ISBN: 978-602-065-0678

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: