Kami Perempuan, Kami Bukan Barang Koleksi

Kami perempuan, kami punya hati
Kami perempuan, kami bukan barang koleksi
Kami bukan objek untuk dieksploitasi
Juga bukan alat pemuas diri

Kami perempuan, kami punya hati nurani
Jangan karena kau mengetahui
Bahwa engkau adalah orang yang kami cintai
Engkau bisa seenaknya mempermainkan kami

Jika kau sudah memiliki satu dari kami
Setialah hanya pada satu hati
Jangan lagi kau melirik ke sana-sini
Jangan lagi kau pergi-pergi
bersama perempuan lain tanpa sepengetahuan kami

Wahai beberapa lelaki
Yang masih punya istri
Atau yang sudah berpacaran lebih dari sehari
tetapi masih suka main hati…

Kau tahu kau sudah memiliki seseorang
Tapi kau dengan tenangnya main belakang
Berkenalan dengan banyak wanita
Mengaku masih sendiri dan tidak punya hubungan apa-apa

Kau mengajak perempuan lain yang tak tahu apa-apa
Chattingan, teleponan, serta jalan-jalan
Sementara satu hati menunggumu dengan setia
Satu hati menunggumu berbagi kisah dan kenangan

Kau bilang perempuan-perempuan lain itu hanyalah teman
Teman tetapi selalu minta ditemani pergi jalan-jalan
Teman tetapi selalu teleponan
Teman tetapi selalu diprioritaskan
Lebih penting dari pada kau punya pasangan

Untuk mengelak kau mencari-cari alasan
Menyebut pasanganmu sebagai wanita pencemburu dan banyak aturan
Kau memutar-balikkan kata dan mengalihkan setiap pembicaraan
Mengatakan bahwa pasanganmulah yang seharusnya punya banyak teman

Hai lelaki yang suka main hati
Tolonglah sadar diri dan tahu diri
Apakah punya satu hati tak membuatmu percaya diri?
Tak bisakah kau berpuas diri?

Apa artinya janji setia
Jika kau masih mendua
bahkan meniga, mengempat, melima dan seterusnya
Apakah kau bangga jika bisa menaklukkan hati banyak wanita?
Apakah kau merasa hebat jika bisa memajang foto-foto wanita
yang berlainan di facebok, instagram dan wa?
Apakah derajatmu naik jika kau bisa dikejar banyak wanita?

Sekali kepergok kau bilang sori
Berjanji tak akan mengulangi
Tetapi janji tinggallah janji
Kau tetap mengulanginya lagi dan lagi

Kami perempuan, kami tak ingin disakiti
Jika sudah berulang kali kau permainkan kami
Siapa yang tak akan patah hati?
Siapa yang tidak sakit hati?

Wahai lelaki yang masih senang bermain hati
Hai lelaki berpacaran atau yang sudah punya istri
tetapi masih suka kenalan iseng sana-sini
Sekali kau menancapkan duri
Itu akan membekas sampai mati

Hei lelaki yang sudah membuat perempuan jadi benci
Sori-sorimu tiada berarti lagi
Bagi perempuan yang sudah kaubuat makan hati
Karena perempuanmu lebih baik tidak peduli lagi

Tahukah engkau bahwa ada sebuah kalimat tentang ini semua?
Bunyinya adalah: “Kecewa itu levelnya di atas marah”
Orang kecewa tak akan banyak bicara
Orang kecewa tak akan lagi marah-marah
Karena lebih baik baginya
untuk menganggap orang yang mengecewakannya
sebagai TIDAK ADA

sumber gambar: Pinterest

Tulisan ini terinspirasi dari beberapa kisah perempuan yang hatinya tersakiti oleh lelaki yang suka main hati.

*Blog Challenge September hari keempat, tema: Kecewa / Patah hati

Advertisements

Memaafkan dan Ikhlas

Maaf…
Mudah diucapkan, tetapi apa iya
kesalahan yang dilakukan
dijamin tidak akan diulangi?

Memaafkan…
Mudah diucapkan, tetapi apa iya
tidak akan mengingat-ingat lagi
kesalahan yang dilakukan orang?
Apa iya, bisa melupakan
sakit hati akibat perbuatan orang?
Apa iya, tidak akan mendendam
atau masih mau berteman
dengan yang sudah menyakiti?

Belum tentu…

Apalagi jika sudah terlanjur sakit hati
Terlampau banyak disakiti
Hingga menganggap semua perbuatan
orang yang menyakiti itu keji
Tak akan ingat lagi
Bahwa seseorang itu
pasti pernah berbaik hati
Tetapi jika sudah makan hati
Dendam pun bisa dibawa mati

Ikhlas…
Itu kuncinya

Tapi apa iya bisa ikhlas?
Apa iya bisa merelakan?
Biarlah orang berbuat jahat terhadap kita
Suatu saat dia akan menanggung akibatnya
Biarlah orang menyakiti kita
Yang penting jangan kita yang jahat
atau menyakiti orang lain

Bisa seperti itu?
Ikhlas minta maaf?
Ikhlas memaafkan?

Entahlah…

Meminta maaf
Bisa setulusnya dan seikhlasnya

Tetapi memaafkan
Perlu waktu
Butuh usaha
Semoga bisa

———–

Untuk kata-kata yang tak terjaga, janji yang tak terpenuhi, hati yang kerap berprasangka. Dengan penuh keikhlasan, mohon maaf lahir dan batin…

Seperti Bunga Mawar

Bunga mawar tuh cantik
Warna-warninya cerah
Enak dipandang
Bikin adem hati yang melihatnya

Bunga mawar tuh wangi
Harum segar
Baunya nggak menyengat
Sungguh memesona

Bunga mawar tuh…
Bikin jatuh cinta
Bikin orang ingin memetiknya
Lalu memilikinya

Tapi…
Bunga mawar tuh berduri!
Kalau tak hati-hati
Ia akan melukai jari

Sama kayak manusia
Manusia ada yang cakep, ada yang cantik
Enak dipandang, enak dilihat
Tampak luarnya bikin semua menoleh

Paras boleh rupawan
Tapi hatinya siapa yang tahu?

* * *

Mawar cantik, mawar berduri
Tidak berarti ia selalu ingin melukaimu
Duri tajam adalah sarana perlindungan diri
Dari tangan-tangan iseng yang mengganggu

Sama juga seperti manusia
Ada sebuah benteng pertahanan diri
Yang mungkin tak tampak oleh mata
Agar tidak diganggu
Agar tak disakiti
Agar tak dilukai

Bukankah itu sama seperti bunga mawar?