My Gratitude Journal

Sudahkah Anda bersyukur hari ini?

Sudah seharusnya kita semua bersyukur setiap hari karena masih bisa bernapas. Tapi… kadang itu cuma teori saja. Buatku sih.

Nah, hari ini aku baca ig story seorang teman tentang “My Gratitude Journal”, yaitu catatan tentang hal-hal yang disyukuri setiap hari. Beberapa waktu yang lalu aku sempat baca tentang Gratitude Journal ini. Di artikel itu disebutkan bahwa salah satu cara menurunkan kadar stress adalah dengan membuat Gratitude Journal.

Tapi… apa iya pas lagi mumet pala pusing tuju keliling bisa ingat tentang hal-hal yang seharusnya disyukuri? Pengalamanku, yang pasti diingat adalah:
– bisa bangun pagi dalam keadaan sehat
– bisa bernapas
– bisa makan dan minum
– bisa main hape
– aman dan lancar di perjalanan

Masa setiap hari itu-itu aja yang ditulis? Di situ aku bingung mau gimana. Akhirnya nulis gratitude journalnya cuma beberapa hari aja. Setelah itu nggak nulis lagi. Berasa hidup ini datar-datar aja..

Dan kali ini aku mau coba nulis lagi. Seminggu dulu aja. Semoga bisa.
Untuk hari ini, aku tulis di blog ini. Selanjutnya akan aku pindahkan ke tempat lain.

Hal-hal yang patut disyukuri hari ini selain bisa bernapas, makan, minum, dan sehat adalah:

1. Pulang Cepat
Hari ini bisa pulang cepat dari kantor. Senang banget rasanya. Bisa pulang cepat karena ada pertimbangan tentang Lebaran yang jatuh di hari Minggu, yang artinya sama aja kayak hari biasa. Nothing special. Makanya hari ini dibolehin pulang cepat. Hore!!

2. Nonton Drakor
Setelah sekian lama, akhirnya bisa kembali nonton drakor. Sekitar sebulanan ini sibuk banget sama kerjaan. Semua urusan hobi harus dikesampingkan. Tapi akhirnya semua lewat. Kembali ke rutinitas semula. Bisa nonton drakor lagi.

3. Dimulainya Proyek Mengembalikan BB
Aku pengen banget berat badanku kembali seperti semula. Daging yang lenyap entah ke mana, pengennya balik lagi biar aku nggak dibilang “kayak orang sakit.” Jadi, hari ini aku beli makanan yang biasanya nggak pernah aku beli. Semoga saja bisa berhasil dan BB-ku bisa kembali normal.

4. Dapat Rezeki Tak Terduga
Rezekinya berupa sebungkus kemplang (kerupuk tapi rata). Aku nggak menyangka bisa dapat sebungkus kemplang. Karena aku nggak merayakan Lebaran. Tapi aku bisa dapat makanan itu. Senang sekali rasanya. Dan aku terharu karenanya.

Kalau kalian, hal apa yang disyukuri hari ini?

Advertisements

Ini Bukan Body Shaming

Ada orang yang gampang naikin berat badan tapi susah banget mau nuruninnya.

Ada juga yang gampang nurunin berat badan tapi susah banget mau naikinnya.

Ada yang saat stress jadi banyak makan, tapi ada yang saat stress malah males makan.

Ada yang saat hepi pengennya makan terus, tapi ada juga yang saat hepi malah nggak pengen makan.

Kamu termasuk yang mana?

Kalau aku…. lagi pengen naikin berat badan. Satu bulan vakum ngeblog karena sesuatu dan lain hal… Yang pasti, beberapa bulan terakhir ini berat badanku turun terus. Kayaknya mudah banget turunnya. Meluncur… Naikinnya gimana.. Tapi, semoga bisa!

Buat kalian semua, ayo jaga kesehatan!

Tetap semangat!!

Anak Muda Harus Semangat

Aku selalu senang kalau ada orang yang bercerita tentang cita-citanya dan ide-idenya untuk masa depan. Apalagi kalau hal yang dikatakannya itu masuk akal dan menginspirasi. Dan orang itu begitu semangat dalam menjalani hidupnya. Jadi tertular semangatnya.

Cerita inspirasi yang aku dengar hari ini seperti ini…

Ada seorang anak muda. Dia hanya tamat SMA. Dalam pikirannya, tidak perlu kuliah karena dia merasa tidak perlu. Yang diperlukannya adalah keahlian. Belajar sesuatu. Dan dia senang belajar hal-hal baru yang berguna.

Di usianya yang masih muda, dia pindah kerja ke sana-sini. Pernah kerjanya menjadi sales, kerja di toko, mengajar les anak-anak SD, guru ekstrakurikuler, kerja di bagian administrasi, dan lain-lain. So what kalau kerjanya pindah-pindah? Masih muda, masih dalam tahap mencari sesuatu yang nantinya akan disukai.

Biarpun demikian, dia punya cita-cita untuk kerja di kota lain. Dia ingin mendapatkan pengalaman dan membuka wawasan. Gaji kecil tak masalah asalkan cukup untuk hidup. Yang penting ilmu dan pengalamannya dulu.

Lalu ia berkata, “Kita yang kerja kantoran ini, tidak mungkin selamanya akan kerja kantoran. Kalau sudah tua, kita harus punya keahlian agar bisa digunakan di hari tua itu. Misalnya make up. Atau gunting rambut.”

Lalu ia juga berkata, “Seandainya nanti sudah punya rumah dan rumah yang dimiliki itu jauh dari kota, saat tidak bekerja lagi di kantor, keahlian yang dimiliki tentunya sangat berguna untuk menunjang hidup.”

Selain itu, ia juga punya pandangan tentang perlunya punya rumah. “Kalau kamu sudah punya pasangan, pasti ingin menikah, kan? Nah, kamu harus punya rumah. Jangan bergantung pada orangtua. Rumah itu tidak perlu yang mewah atau besar, yang penting bersih dan nyaman untuk ditinggali.”

* * *

Pelajari keahlian yang kamu sukai. Kalau suka musik ya belajar. Kalau suka kerajinan tangan, pelajari. Kalau suka komputer, belajar juga. Kalau suka bahasa, banyak baca buku dan belajarlah. Nggak akan rugi kamu belajar. Belajar nggak mengenal umur. Di umur berapa pun kamu bisa belajar.

Masih muda harus semangat. Gunakan waktu dengan baik. Cari uang. Tabung uangnya untuk masa depan. Masa depan harus dipikirkan juga. Jangan cuma mikirin masa sekarang.

* * *

Oke sip. Ayo semangat juga!!

Buat Kamu yang Butuh Semangat: Ayo Semangat!!

Orang yang sering membuatmu tersenyum, orang yang sering memberi semangat, sesungguhnya juga butuh diberi semangat oleh orang lain.

Ada kata bijak yang pernah aku baca, yang intinya seperti di atas. Orang yang peduli sesungguhnya juga butuh dipedulikan.

Tapi sayangnya nggak semua orang bisa peduli. Nggak semua orang bisa dan mau memberikan semangat pada orang lainnya. Kebanyakan hanya cuek saja. Atau hanya…. yah melihat saja.

Nggak masalah, sih…. Mau peduli atau nggak. Mau memberikan semangat atau nggak. Mau balas tersenyum atau nggak. Itu tergantung pribadi masing-masing.

Yang mau aku ceritakan di sini adalah ada seorang teman yang selalu memberikan semangat. Dia oke dalam memberikan nasihat. Dia pendengar yang baik. Nasihatnya selalu masuk akal. Dan dia orang yang ceria.

Tapi…. siapa sangka justru dialah yang butuh semangat dan dorongan dari orang lainnya, dari sahabat-sahabatnya yang sering curhat dengannya. Karena semua tidak menyadarinya saat dia membuat status “Semangat!” atau “Semoga aku bisa!” atau “Smile!” atau yang lainnya…. Karena sesungguhnya dia menulis status itu di medsos adalah untuk dirinya sendiri yang sedang ‘down’ dan butuh disemangati. Bukan untuk menyemangati orang-orang yang baca. Orang-orang tak menyangka dia butuh disemangati karena dia adalah orang yang ceria dan energik.

Di balik senyuman yang ceria tersimpan luka, kekecewaan, kesedihan, keputus-asaan yang mendalam. Tak ada yang tahu itu. Dan tidak ada yang menyadarinya.

Kalau kalian membaca di medsos ada teman yang sepertinya butuh diberi semangat, nggak ada salahnya memberikan semangat.

* * *

Buat kamu yang butuh diberi semangat
Tak apa-apa kalau kamu sesekali meminta untuk diberi semangat
Tak masalah kalau kamu sesekali mengeluh
Kamu bukan robot
Kamu manusia
Sama seperti temanmu yang lain yang selalu kau beri semangat
Semangatlah!
Kamu bisa!

 

Selamat untuk Teman yang Setia

Aku punya teman cowok. Temanku ini dulu pas masih jaman kuliah hobi banget chattingan sama cewek-cewek. Entah berapa banyak teman chat-nya. Kalau lagi kumpul bareng, hape nggak pernah lepas dari tangannya. Buat apa? Ya buat balas chattingan dari teman-teman ceweknya.

Kadang-kadang aku dan temanku yang lain sering menyindir dia karena kebiasaannya itu. “Eh, sebenarnya kamu tuh sukanya sama siapa, sih? Banyak banget teman chat kamu! Lengket banget tuh hape sama tanganmu!” Tapi si teman ini biasa-biasa saja disindir kayak gitu. Dan entah kenapa dia bisa banyak kenalan sama cewek-cewek. Dan kenapa cewek-cewek suka banget chat sama dia. Mungkin di chat dia orangnya asyik.

Suatu hari temanku ini curhat bahwa dia suka sama seorang cewek. Akhirnya! Setelah sekian banyak cewek yang dia chat, dia naksir juga sama seseorang!! Cewek yang ditaksirnya tuh adik tingkat. Dari universitas lain.

Kalau ada teman yang senang, ya kita harus ikut senang dong, ya! Jadi, aku dan temanku yang lain mendukung dia supaya bisa jadian sama adik tingkat dari kampus lain itu. Kami memberinya semangat. Dan akhirnya dia beneran bisa jadian sama adik tingkat itu.

Ada satu pesan untuk dia yang aku nggak pernah lupa. “Kalau kamu sudah jadian sama si adik itu, kamu jangan lagi kenal-kenalan atau chatting-chattingan sama cewek lain. Apalagi chattingan yang nggak penting. Kalau urusan kuliah, pekerjaan, atau organisasi itu lain ceritanya. Kalau sekadar haha hihi apalagi sampai keseringan curhat, jangan banget!! Hargai perasaan pacarmu. Setialah! Seriuslah!”

Aku bilang begitu karena takut nanti pacarnya cemburu. Kita nggak tahu kan hati orang bagaimana. Mungkin dia tersenyum saja saat pacarnya chattingan nggak penting atau kenalan sama cewek lain. Tapi, hatinya siapa tahu? Dan berdasarkan pengalaman juga sih. Rasanya sakit banget tau pacar kita malah lebih asyik chattingan sama cewek lain daripada sama pacarnya sendiri. Atau, dia lebih senang ngelike dan saling kirim comment di medsos cewek lain daripada di postingan kita. Untung kisah itu sudah berakhir. Kan makan ati kalau begitu.

Temanku benar-benar menuruti nasehatku. Dia nggak pernah lagi chattingan atau kenal-kenalan sama cewek-cewek. Chattingan yang seperlunya saja. Curhat sama aku juga sangat jarang. Komentarin status pun sangat sangat jarang. Paling ngasih like aja dan itupun nggak di semua postingan.

Beberapa minggu yang lalu, temanku mengabari bahwa dia akan menikah dengan pacarnya si adik tingkat itu. Horee!! Aku ikut senang. Temanku sudah lama pacaran dengan si adik tingkat. Akhirnya mereka akan menikah. Selamat buat temanku!!

Aku selalu salut buat orang seperti temanku ini. Dia bisa setia. Dia bisa menjaga hati. Dia serius dalam berpacaran dan memikirkan masa depan. Aku tahu itu dari pacarnya saat kami bertemu, mereka sama-sama menabung untuk biaya pernikahan. Semoga banyak orang yang bisa setia dan menjaga hati seperti temanku ini.

Mudik

Tak terasa sudah memasuki bulan Juni. Awal bulan ini ada hari raya Lebaran. Karena hari rayanya di awal bulan dan pas di tengah-tengah minggu, jadi liburannya panjang. Oh ya, ditambah pula hari Sabtu ini tanggal merah, jadi liburnya pas satu Minggu. Horee!!

Mulai dari awal minggu lalu, semua sudah sibuk bikin rencana liburan. Rata-rata mau mudik. Ada juga yang liburan.

“Kamu berangkat tanggal berapa?” tanyaku pada teman.

“Tanggal 1,” jawabnya.

“Naik apa?” tanyaku lagi.

“Naik kereta.”

“Wah, serunya naik kereta.”

“Kalau aku mudiknya naik motor,” kata teman yang lain.

“Wah, serius? Berapa lama perjalanannya?” tanyaku.

“Nggak lama. Paling 2 jam,” jawab teman yang mau naik motor.

“Soalnya anakku nggak bisa naik mobil,” katanya lagi.

Teman yang lain lagi ada yang mudiknya naik mobil travel.

Aku nggak ada tempat buat mudik. Kampung halamanku ya di kota yang sekarang. Daerahnya agak pinggiran sih. Jadi anggaplah sekarang sudah mudik. Mudik naik motor. Dan kalau nggak pakai motor, bisa naik mobil atau naik bus juga. Hahaha.

Naik kereta sebenarnya pengen. Di sini ada LRT (Light Rail Transit). Tapi aku belum pernah naik itu. Bulan ini ada liburan, tinggal cari waktu yang pas buat naik LRT.

Ada teman yang mudik dan ada juga yang liburan. Serunya… Buat kalian yang mau mudik atau liburan, semoga semuanya aman dan lancar.

Bye Bye BBM

Jadi ceritanya hari ini BBM resmi tidak beroperasi lagi, gaes. Tanggal 31 Mei 2019 ini adalah hari terakhirnya pengguna BBM bisa menggunakan aplikasi BBM atau BlackBerry Messenger. Beritanya ada di detik.com. Klik aja di sini.

BBM dulu sempat booming. Aku ingat dulu kalau mau kenalan sama orang, yang dikasih adalah pin BB. Nomor telepon tuh pantang diberikan ke orang yang baru dikenal. Alasannya: kalau seandainya kenalan baru itu nyebelin ya tinggal didelcont (delete contact) aja. 😁 Hidupmu nggak bakal terganggu kalau dia nggak tahu nomor hapemu. Dulu tuh men-delcon dan di-delcon tuh sudah biasa.

Trus, di BBM ada yang namanya perang status. Lagi kesal sama seseorang, tulis di status. Trus orang yang lagi dikeselin balas bikin status juga. Pokoknya balas-balasan gitulah. Wkwkwkwk. Dan kalau tulis-tulis status gitu, nanti ada yang merasa-dirasa-terasa. Statusnya ditujukan buat si A, tapi yang merasa si B, si C, si D, si E, dll. Hadeuh! Panjang deh urusannya.

Selain itu, kalau pas chatnya pending, langsung deh bikin status: “Pending.” Atau kalau chat nggak dibalas, bikin status juga: “Aa, baca chatnya.” Dan kalau BBMnya cuma dibaca tapi nggak dibalas: “BBM diread doang. Cape deehhh!”

Memangnya di aplikasi chatting lain nggak bisa? Bisa, sih. Di WhatsApp. Tapi menurutku nggak seseru pas zaman BBM. Di WA bisa juga bikin-bikin status dan pasang gambar-gambar di WA Story. Masih bisa sih ngalay kayak pas zaman BBM. Lagi lesu atau bete ya tinggal tulis aja: “LGBT.” Mau kode-kodein gebetan bisa juga. Tapi jangan berharap banyak. Kalau dianya nggak peka, lo bakal kecewa. Haha.

BBM udah nggak ada lagi. Gantinya ada banyak. Ada Whatsapp, ada chat di Instagram. Ada chat di Twitter. Ada chat di Facebook. Ada Line. Dan lainnya. Kalau aku sih biasanya di WA dan ig aja. Line buat grup kerja sama baca berita dan dapat promo toko. Di fb jarang. Males juga install aplikasi FB Messengernya. Dulu aku install tapi sekarang sudah dibuang. Nah kalau Twitter, paling cuma buat update status aja sama baca statusnya orang lain.

Chatting-chattingan tuh seru sih. Tapi kalau lo udah punya pacar, hargai dong perasaan pacar lo. Masa lo chattingan yang bukan urusan kerjaan sama teman lawan jenis? Hahahihi sana-sini. Dan yang lebih parah, sampai harus menutupi dari pacar biar nggak ketahuan olehnya lo chatting-chattingan. Sampai bohong segala. Duh! Kan bikin kesel dan nyesek kalau kayak gitu. Bukannya nggak boleh chattingan, tapi kalau nggak penting, ngapain? Apalagi kalau sampai ade’-ade’an sama teman chatting lo, trus say good nite and good morning atau selamat makan, de-el-el yang sering banget. Sebenarnya pacarnya yang mana sih? Hmmm….

Aplikasi chattingan seperti BBM atau yang lainnya tuh bagus sih, asal tau diri dan bisa jaga diri dalam penggunaannya.

Psstt… BBM yang sudah nggak ada lagi tuh ibaratnya pacar yang sekarang sudah jadi mantan. Kalau posisinya sudah jadi mantan, lo mesti move on dong! Nggak ada BBM, lo nggak bakal mati. Begitu juga kalau nggak ada pacar, lo juga nggak bakal mati. Kan masih ada yang lainnya? Whatsapp, Line, Twitter, Instagram, Facebook, dan lainnya. Tinggal pilih yang sesuai kebutuhan. Nggak ada pacar, masih banyak teman dan keluarga di sisi lo.

Sekarang nggak ada lagi BBM. Bye bye BBM. Makasih banget dulu pernah jadi aplikasi yang banyak membantu dalam banyak hal.