Yang Dirasakan Saat Pakai Seragam

Apakah seragam identik dengan anak sekolah? Nggak juga. Orang kantoran juga ada yang pakai seragam. Beberapa profesi malah ada seragam khususnya, istilahnya tuh ciri khas. Misalnya dokter, polisi, satpam, dan pegawai negeri. Organisasi biasanya juga ada seragamnya. Seragamnya ini biasanya dipakai saat ada acara khusus. Nggak usah jauh-jauh mikir nyari contohnya. Itu yang lagi trend saat ini adalah kampanye. Ada seragamnya, kan?

Masing-masing pribadi tentunya punya pendapat sendiri saat memakai seragam. Menurutku, perasaan saat pakai seragam ada bermacam-macam tergantung situasi dan kondisi. Secara umum perasaannya tuh seperti ini:

1. Asyik
Pakai seragam tuh ada asyiknya. Nggak ribet mikir mau pakai baju apa. Soalnya kadang suka lama mikir mau pakai baju yang mana bagusnya. Apalagi kalau mau pergi kencan. Duh, bisa bolak-balik ganti baju, deh! Coba ya kalau mau kencan tuh ada seragamnya. Jadi nggak pusing mikir mau pakai baju apa. Hehehe.

2. Merasa Keren
Pas aku SMA, aku pernah merasa keren saat pakai seragam. Soalnya seragam SMA-ku warnanya agak unik. Seperti yang di foto artikel ini. Jadi kalau pulang sekolah, trus pergi jalan-jalan sama ibu, berasa keren aja pakai seragam itu. Haha. Oh, ya, seragam kantorku ada satu yang keren. Seragam organisasi juga ada yang keren. Nggak semua seragam tuh keren. Karena ada yang ukurannya nggak pas. Berasa pakai baju kebesaran. Kebesaran nggak selalu berarti identik dengan Raja, lho! Kebesaran di sini makna yang sebenarnya. Benar-benar besar sehingga membuatku merasa seperti pakai piyama. Tapi… kalau ada seragam yang ukurannya pas, rasanya seneng banget, deh!

3. Terkadang Merasa Panas
Entahlah ya, apa perasaanku aja ini. Rata-rata kain untuk seragam tuh tebal. Jadi bikin panas saat memakainya. Ada sih yang kainnya adem. Tapi cuma beberapa. Dan yang adem tuh biasanya cuma seragam olahraga, walaupun pas olahraga tetep aja akhirnya malah jadi kepanasan saat pakainya. *ya iyalah kan habis olahraga!! Tapi, perasaan panas itu bisa jadi disebabkan oleh adanya gebetan dalam radius kurang dari seratus meter. Saking gugupnya makanya jadi terasa panas. Hahaha. Just kidding! 😜

4. Bikin Lemari Jadi Penuh
Ini buat yang banyak ikut perkumpulan anu-itu. Contohnya eikeh. Wakakaka😁 Ada kelompok X, ikut. Organisasi ini-itu, ikut. Kuliah, ayo. Kerja, iya. Grup anu, nimbrung. Genx sesuatu, jadi anggota juga. Bayangkan kalau semua itu ada seragamnya, lemari bisa penuh oleh seragam mereka aja. Nggak usah beli baju lain lagi. Aman… Hohoho!

Ada yang mau menambahkan? Bagaimana perasaan kalian saat pakai seragam? Yuk tulis di kolom komentar.

Advertisements

Kang Sa Ra: Tokoh Favorit di K-Drama The Beauty Inside

sumber gambar: koreandrama.org

Helowww…. aku baru aja selesai menghabiskan nonton seluruh episode K-Drama The Beauty Inside. Film ini tentang seorang cewek bernama Han Se Gye yang bisa berubah menjadi orang lain. Yang berubah adalah fisiknya. Trus dia ketemu sama cowok bernama Seo Do Jae yang punya penyakit nggak bisa mengenali wajah seseorang. Mereka pun akhirnya jatuh cinta. Tapi… yang mau aku ceritakan di sini bukanlah tokoh utama film ini.

Tokoh favoritku di film ini namanya Kang Sa Ra, diperankan oleh Lee Da-Hee. Di film ini, Sa Ra adalah adik tiri tokoh utama cowok, Seo Do Jae. Seo Do Jae dan Kang Sa Ra adalah saudara yang aneh. Mereka bersaing dalam bisnis keluarga, tetapi sesungguhnya mereka saling membantu. Sa Ra dan Do Jae ini masing-masing adalah ‘bos’ dari perusahaan penerbangan milik kakek mereka.

sumber gambar: pinterest

Tokoh Sa Ra itu digambarkan sebagai seorang yang kelihatannya sombong, angkuh, dan cuek. Di episode awal, dia ini memang menyebalkan. Tetapi makin lama, ketahuan deh sifat aslinya. Sebenarnya dia adalah orang yang hangat dan nggak cuek-cuek amat kok. Yang aku suka dari tokoh Sa Ra adalah

1. Sosoknya yang mandiri
Sa Ra adalah seorang bos yang tentu saja ia harus bisa memimpin perusahaan yang dipercayakan padanya. Ia bisa menyetir mobil juga. Iya sih rumahnya berantakan. Tapi tetap aja dia tinggal sendiri. Punya rumah sendiri. Bawa mobil sendiri. Ke mana-mana sendiri. Dan setelah punya cowok, ia juga tetap mandiri kok.

2. Percaya diri dan tegas
Nah ini yang pengen banget aku tiru. Sa Ra tuh pede banget. Walaupun para pejabat kebanyakan adalah kaum hawa, ia tidak terintimidasi dengan mereka. Ia juga bisa dengan tegas menjawab kata-kata pedas orang-orang yang ingin menjatuhkannya.

3. Tahu apa yang dia mau
Sa Ra yang sibuk akhirnya jatuh cinta pada seorang pemuda biasa yang bekerja paruh waktu di mana-mana. Saking sukanya sama cowok itu, ia sampai berdoa agar cowok itu diberikan kepadanya. Sa Ra orang berpunya. Tapi ia merasa nyaman dengan cowok dari keluarga biasa saja dan lebih muda darinya pula. Dia menginginkan bisa bersama cowok itu. Apa yang ia inginkan tidak akan dilepasnya dengan mudah, baik itu si cowok maupun karirnya. Sa Ra ini adalah pejuang yang tangguh!

4. Membantu diam-diam
Sa Ra membantu Han Se Gye dan saudara tirinya secara diam-diam. Padahal kedua orang tersebut mengira Sa Ra adalah orang yang sombong dan tidak pedulian. Dia juga beberapa kali membantu cowoknya. Caranya keren banget menutupi bahwa ia yang membantu orang-orang tersebut. “Nggak, aku nggak bantu kok. Aku melakukannya karena aku ingin melakukannya!”

5. Gayanya Keren
Sa Ra tuh cantik banget. Baju-baju yang dipakainya juga keren. Gayanya juga keren. Cara jalannya pede banget. Auranya beda! Asyik aja lihatnya.

6. Cool tapi lucu
Sa Ra ini anak orang kaya. Tapi kurang kasih sayang. Namun dia tetap cool. Misalnya saat ia berulang tahun dan nggak ada yang tahu, ia tetap bisa memasang tampang cool seolah-olah tak terjadi apa-apa. Saat ada orang yang mau menjahatinya, ia juga tetap cool. Beneran kayak kulkas deh jadinya.
Tapi dia juga lucu walaupun bukan tampangnya dibikin lucu. Misalnya saat ia mau mengajak cowok yang disukainya pergi tapi si cowok masih harus menjual tas, ia langsung nyodorin kartu. “Aku beli semua tas itu.” Eaaa, seolah-olah dia bilang: “Sejak kapan uang jadi masalah?” Haha

Trus pas dia tau cowoknya dikasih minuman sama cewek lain, dia langsung menghampiri si cowok. Ayo masuk sini. Tinggalin minuman itu di sana dan ikut aku. Trus mereka ke rumahnya si cowok. Sa Ra langsung bilang ke mama papanya si cowok bahwa ia melamar si cowok. Wow, pede banget nggak sih?

sumber gambar: ibosocial.com

Sa Ra adalah tokoh yang keren banget menurutku. Walaupun di balik sikapnya yang terlihat dingin, ia sebenarnya butuh seseorang yang bisa ngertiin dia. Bisa menjaga dia dan selalu ada untuknya. Hmmm… sounds familiar. Untunglah ada temennya Han Se Gye yang bernama Ryu Eun Ho. Mereka benar-benar pasangan yang serasi.

Film The Beauty Inside nggak bakal keren tanpa adanya tokoh Sa Ra ini. Salut buat Lee Da-Hee yang keren banget memerankan tokoh Sa Ra.

Peruncing Nggak Boleh Ditiup?

Tadi pagi saat lagi meruncing pensil, tiba-tiba aku ingat sama larangan di masa sekolah. Temanku bilang, peruncing tuh nggak boleh ditiup. Kalau ditiup nanti peruncingnya bisa tumpul.

Apa iya? Mitos atau fakta?

Menurutku cuma mitos. Memangnya sehebat apa sih tiupannya sampai-sampai peruncingnya tumpul? Sakti bener ya tiupan anginnya. Haha. Kalau diperhatikan, peruncing yang baru saja dipakai kan masih ada sisa serbuk kayunya. Nah, nggak boleh ditiup karena takut serbuk-serbuk kayu itu masuk ke mata. Jadi, sesudah meruncing pensil, peruncingnya diketuk-ketukkan saja di lantai supaya  sisa serbuk kayunya nggak hinggap di mata.

Kenapa ada pernyataan kalau peruncing ditiup bisa tumpul peruncingnya? Mungkin… buat nakut-nakutin aja.

Menurut kalian bagaimana?

Tentang Menunggu

Menunggu itu… bikin capek, bikin ngantuk, gelisah, khawatir, bisa bikin kesal juga, tapi bisa juga bikin jadi senang. Senang kalau yang ditunggu adalah sesuatu yang menyenangkan.

Menunggu yang bikin bete itu… kalau nggak tau mau ngapain selama menunggu itu.

‘Eh, kok lama banget ya? Ngapain aja dia sampe lama gini?’

‘Duh, kapan giliranku? Masih berapa lama lagi? Capek. Ngantuk. Huft…’

Terkadang, walaupun di sekitar ini ramai, banyak orang, banyak teman, terasa sendiri saat menunggu. Entahlah, apa ini salah?

Tiba-tiba terlintas kata bijak yang pernah aku baca:

“Boring people get bored.”

Orang yang membosankan cepat merasa bosan.

Seketika seperti ada paku nancep di jantung. Omaigad! Apakah aku orang yang membosankan? Harapannya sih nggak. Jangan sampailah.

Supaya menunggu nggak jadi membosankan, enakan cari kegiatan kali ya? Mari berpikir apa saja yang bisa dilakukan saat menunggu di luar sana… yang bukan di rumah.

1. Membaca. Apa saja. Bisa pengumuman yang ditempel dekat tempat menunggu. Baca komik online. Baca status teman. Baca berita online. Baca buku atau koran kalau ada. Baca apa saja yang bisa dibaca. Dan maunya bisa sekalian baca pikiran aja. Jadi nggak usah dikode-kode langsung ngerti orang itu maunya apa.

2. Main game aja. Ada game apa di hape? Hago. Di aplikasi itu banyak game yang bisa dimainkan. Mau yang main sendiri sampai main sama orang lain. Ada. Tapi enakan main game yang mainnya sendiri sih menurutku. Soalnya nggak ngerti main game yang ada timnya.

3. Ngobrol. Kalau ada yang diajak ngobrol. Tapi biasanya sih jarang ada orang yang bisa diajak ngobrol. Nggak kenal maka nggak sayang mau ngajak ngobrol.

4. Dengar lagu sambil nyanyi. Nyanyi dalam hati saja ya. Nggak perlu ngeluarin suara. Takut kaca di sekitar pecah semua. Haha. Ini buatku. Kalau kalian bersuara merdu nggak apa-apalah nyanyi dengan suara lantang. Siapa tau jadi terkenal.

5. Nonton. Nonton di youtube. Atau iflix. Atau Viu. Atau apa saja. Yang penting ada kuotanya kalau mau nonton streaming. Bisa juga nonton film yang sudah didownload sebelumnya. Nonton orang jalan juga bolehlah…

Apalagi ya? Kayaknya itu dulu aja deh. Kalau mau menambahkan, silakan.

Yang pasti, tetap semangat walaupun nunggunya lama.

Ubah waiting menjadi hwaiting!!

* * *

Tentang Book Shaming

Book shaming? Apaan tuh? Aku juga baru tau kemarin karena ada postingan di ig-nya owlbookstore.

Book shaming tuh mengolok-olok seseorang karena buku yang dibacanya. Book shaming ini termasuk tindakan bullying, lho! Tapi… terkadang kita nggak ngerti kalau kita sudah melakukan book shaming sama orang. Dan orang yang kena book shaming pun terkadang nggak sadar.

Contohnya begini nih… Aku suka banget baca komik Doraemon, Detektif Conan, komik online seperti Lazy Cooking, The Secret of Angel, dan lain-lain.
Suatu hari ada teman bertanya: “Kamu lagi apa, tuh?”
Kujawab: “Lagi baca komik.”
Teman tersebut langsung berseru: “Astaga! Umur sudah seberapa masih baca komik? Bacaan anak kecil, tuh! Kenapa nggak baca koran aja? Banyak pengetahuan yang didapat dari baca koran!!”

Nah, si teman ini sudah melakukan book shaming terhadapku. Akibatnya, aku jadi males mengaku pada orang-orang kalau aku suka baca komik. Kalau ditanya hobi, ya bilang baca novel aja. Lebih aman. Walaupun terkadang ada juga orang yang bilang aneh kalau aku sebutkan aku suka novel bergenre thriller. Trus kena book shaming lagi. Dibilang ‘kenapa nggak suka genre romance aja. Lo kan cewek!’ Hahaha.

Dan, terkadang aku juga suka merasa aneh kalau ada orang yang suka baca buku filsafat. Buku-buku yang temanya berat. Atau buku pelajaran? Wah! Kok bisa baca buku-buku seperti itu? Apa nggak ngantuk? Tuh kan book shaming ke orang. 😅

Kamu pernah dibook shaming sama orang? Atau kamu yang nge-book shaming orang?

Tipe-tipe Pengendara Motor di Saat Hujan

Bulan ini hujan turun hampir setiap hari. Kalau pagi panas, siangnya atau sorenya hujan. Kadangkala paginya hujan deras siangnya cerah. Dan ada yang lebih parah, seharian mendung-hujan-mendung-hujan. Kalau sudah begini, repotnya minta ampun. Jalanan rentan banjir. Mau naik angkutan online biayanya mahal dan seringnya ditolak. You know-lah, ditolak tuh menyakitkan! Makanya jangan buru-buru nembak kalau belum yakin sama perasaan si dia. Dan perasaanmu. Haha! Selow aja, cyiiinnnn..

Kembali ke laptop! Dan, karena aku adalah salah satu umat pengendara motor yang setia sama….. er, bukan sama kamu sih! Tapi sama motorku yang selalu setia nemenin aku ke mana aja tanpa banyak alasan. Hehe. Maka dari itu, aku mau bahas tentang tipe-tipe pengendara motor di saat hujan. Ini adalah sedikit survey di jalan raya hari ini. Begini loh hasil dari yang aku perhatikan di jalan, tipe-tipe pengendara motor di saat hujan adalah:

1. Tipe Cuek
Tipe yang satu ini ciri-cirinya tancap aja nggak peduli mau basah-basahan atau kering-keringan. Nggak peduli hujan sederas apa atau cyuma hujan rintik-rintik, pokoknya maju terus pantang mundur. Lalu, kenapa ada orang yang cuek banget keukeuh jalan walaupun hujan membasahi motor dan dirinya sendiri? Alasannya bisa karena:
– lagi kejar waktu (nah lo, waktu aja dikejar apalagi kamyuuu… eaa)
– takut kena marah bos kalau telat
– takut kena denda kalau telat
– lagi ditungguin seseorang
– mikir nanggung bentar lagi juga sampai
– hobinya basah-basahan
– masa kecil kurang bahagia karena dulunya sering dilarang main hujan-hujanan
– mandi geratisss (mumpung di rumah lagi gak ada air)
Ah, pokoknya kira-kiranya gitu!

2. Tipe Galau
Tipe yang satu ini ciri-cirinya sudah basah sedikit terus minggir buat pakai jas hujan, habis itu jalan lagi. Tipe ini terkadang kebanyakan mikir di jalan. Pakai jas – nggak – pakai – nggak – pakai – nggak. Begitu aja terus mikirnya sampai bulan purnama berganti jadi bulan purnama berikutnya. Alhasil, sesudah basah-basahan trus nyesel. Lalu berhenti di pinggir jalan buat memakai jas hujannya. Yang dipikirin: “Biarin deh! Pokoknya pas sampai di tujuan nggak basah-basah banget.” Kadangkala, orang tipe ini mikirnya jauh banget, sejauh Sabang sampai Merauke. “Nanti kalau aku pakai jas hujan, trus sampai di daerah sono ternyata di sono kering. Trus aku dilihatin orang macam aku ini alien dari Planet Jupiter!!” Yah, pokoknya ada yang dipikirinlah… makanya galau.

3. Tipe Setia
Nah, ini dia tipe yang disukai oleh para umat manusia sejagad raya. Hohoho! Eh, tapi ini tipe pengendara motor di saat hujan ya. Ehm! Tipe ini ciri-cirinya berhenti di tempat teduh, nggak pakai jas hujan, trus nungguin hujannya berhenti. Noh! Kalau mau cari pacar yang tipenya setia, coba cari di deretan orang-orang yang lagi nungguin hujan berhenti. Hujan aja dia tungguin apalagi kamyuuuu!! Wkwkwk.
Di antara orang-orang tipe ini sebenarnya ada yang bawa jas hujan. Tapi, yaaah… ngapain pakai jas hujan kalau bisa nunggu? Dia termasuk setia juga sama dirinya sendiri. Kalau sakit gara-gara kehujanan gimana? Sama dirinya sendiri aja dia sayang. Apalagi sama kamu! Hoi! Hahaha.

Karena lagi bahas masalah hujan-hujanan dan pengendara motor, menurutku barang yang wajib ada di box motor adalah jas hujan, sandal jepit, dan lap. Ya, buat jaga-jaga aja. Kalau bukan kalian yang pakai, kan bisa dipinjamkan ke gebetan yang lagi kalian bonceng. Buat nambah nilai plus lah hitungannya. Siapa tau doi langsung ngajakin jadian. Xixixixi.

Nah, kalian wahai para pengendara motor termasuk tipe yang mana? Yang cuek, galau, atau setia? Atau, mau nambahin tipe lainnya? Silakan tulis di kolom komentar ya. Terima kimchi. 😂

Sisi Terbaik

Kisah ini berawal dari sebuah foto. Suatu ketika sekelompok orang sedang berkumpul bersama. Satu orang berkata: “Ayo kita berfoto!” Lalu yang lain menyahut: “Iya, ayo!” Setelah itu, satu orang diminta mengalah untuk mengambil foto. Jprett! Jprett!! Beberapa foto diambil. Satu orang yang hapenya dipakai untuk mengambil foto mulai membagikan foto-foto tadi kepada teman-temannya melalui aplikasi WA. Yang lainnya menunggu foto sampai di hape masing-masing. Setelah mereka semua melihat hasilnya……

Jreng! Jreng!

“Wah, fotoku bagus!” kata satu orang.

“Mantap, nih!” seru satu orang lain.

“Iya, keren banget! Akan aku pasang di status!” sahut orang lainnya.

Dan, ada satu yang tidak setuju….

“Wah, di foto ini aku belum siap difoto. Pas aku menghadap samping pula. Jelek banget fotoku di situ.”

Karena yang lainnya fotonya tampak bagus, maka mereka tidak setuju untuk mengambil foto lagi. Mereka kompak menghibur teman yang merasa fotonya tidak bagus. Tetapi tetap saja si teman tersebut merasa kecewa karena pengambilan foto dari sisi yang salah.

Memang sih dalam berfoto ada yang namanya angle atau sisi terbaik untuk pengambilan foto. Ada orang yang bagus difoto dari depan. Ada yang bagus difoto dari sisi samping. Ada yang bagus dari sisi keduanya, mau tampak depan atau tampak samping tetep aja kece. Tetiba, mendadak iri sama orang yang selalu keren difoto dari sisi mana pun. Huhu. Beruntungnya kalian.

Menurutku…. Sebagus apapun kameranya dan sepintar apapun fotografernya, sisi terbaik tuh yang paling penting. Ah, ya… sama seperti manusia yang punya sisi baik dan sisi buruk. Di balik sisi buruk, pasti ada sisi baiknya. Walaupun terkadang sulit melihat sisi baiknya kalau sudah ketahuan sisi buruk yang terburuknya. Hehe.

Oke, kembali ke foto-foto….. Kalau belum tau sisi terbaikmu yang mana, bagusnya sih sering-sering selfie. Duh, si selfie dipanggil-panggil nih! Kira-kira doi bakalan gatel nggak telinganya? Oh ya, foto selfienya nggak perlu dishare di medsos-lah kalau belum tau mana sisi terbaiknya. Kalau sudah tau boleh juga dibagikan ke mana-mana. *eh