Asap Pergilah, Hujan Datanglah

Foto hari ini jam 7.31 pagi

Asap… asap… asap…
Hari ini asapnya semakin pekat
Membuat tenggorokan terasa tercekat
Perih mata bikin susah melihat

Karena asap yang begitu tebal, sekolah diliburkan sampai tanggal 16. Jika kondisi cuaca masih belum kondusif maka akan ada pemberitahuan lanjutan. Bulan lalu, tanggal 24 dan 25 sekolah juga diliburkan karena asap. Waktu itu, ada hujan sehari. Semua senang karena hujan. Asapnya pergi.

Tapi rupanya hujan yang cuma beberapa jam tak cukup untuk menyurutkan asap. Kebakaran lahan terjadi lagi. Asap yang baru berkurang sedikit malah jadi bertambah. Hari ini sangat parah. Lebih parah dari bulan lalu. Jarak pandang hanya beberapa meter. Debu abu di mana-mana. Debu abu itu bahkan masuk sampai ke dalam rumah. Halaman kotor. Rumah kotor. Entah bagaimana paru-paru ini.

Kenapa masih ada oknum yang membakar lahan? Padahal sudah tahu asapnya bikin bahaya. Kepekatan asap sudah melewati batas normal. Sudah mencapai tanda merah. Tanda bahaya!

Kasihan anak-anak yang masih kecil. Kasihan orang-orang yang sudah tua. Kasihan orang-orang yang sistem pernapasannya kurang baik. Yang sehat segar bugar saja bisa tumbang, apalagi yang tubuhnya rentan?

Hujan datanglah!

Ini sudah bulan Oktober. Biasanya, bulan yang namanya berakhiran -ber adalah bulannya hujan. September… Oktober… November… Desember… Dulu, kalau bulannya ber, ber, ber… tandanya harus sedia ember untuk menampung air hujan.

Kapan hujan datang? Padahal pak-bapak dari angkatan udara sudah keliling setiap hari naik helikopter sambil mengangkut buntelan untuk menarik awan hujan atau menabur garam. Dan, karena asap yang berkepanjangan ini muncul broadcast tentang “cara agar hujan datang.” Yah, kemungkinan hanya Hoax.

Bagaimana caranya supaya hujan turun?
Biasanya… kalau aku ganti jaket motor, akan turun hujan. Tapi rupanya tidak.
Biasanya… kalau aku cuci motor, akan turun hujan. Tapi…. mari dicoba saja.
Atau, perlukah ditambah dengan tarian hujan?

Advertisements

September, Aku Ingin Begini Aku Ingin Begitu

Hola! Akhirnya bulan September datang juga. Bulan ini Doraemon ulang tahun, lho! Tepatnya tanggal 3 September. Happy birthday, Doraemon!!

Rasanya baru kapan itu aku nungguin film Doraemon setiap hari Minggu pagi. Trus beli komiknya. Dan pas filmnya mulai, ikutan nyanyi “Aku ingin begini, aku ingin begitu semua semua dapat dikabulkan….” Karena ada lagu seperti itu, aku berandai jika Doraemon beneran ada pasti senang sekali rasanya ya. Semua keinginan bisa dikabulkan. Asyik banget, kan!

Well, tapi biarpun Doraemon nggak ada di dunia nyata, kita tetap bisa mempunyai harapan-harapan, dong. Dan untuk mewujudkannya tentunya harus kerja keras, berusaha, dan selalu iringi dengan doa.

Bicara tentang harapan, ada beberapa hal yang aku inginkan di bulan ini. Mungkin kalau tak tercapai, bulan depan atau bulan berikutnya juga nggakpapa deh!

1. Fokus Belajar
Bulan ini kembali kuliah setelah liburan sekitar 2 bulan lebih. Harus bisa bagi waktu untuk belajar dan kerja. Belajar harus lebih fokus.

2. Rutin ngisi My Gratitude Journal
Bulan lalu aku lihat temanku posting tentang Gratitude Journal. Sebelumnya aku juga pernah baca tentang manfaat membuat Gratitude Journal. Salah satunya supaya bisa selalu bersyukur dengan hidup ini walaupun dalam keseharian banyak banget cobaan dan masalah. Istilahnya biar tetap waras di dalam hiruk-pikuknya dunia. Akhirnya aku memutuskan untuk membuat My Gratitude Journal. Besok, tepat sebulan aku bikin Gratitude Journal. Hore!!

3. Belajar Hand Lettering
Akhir-akhir ini aku sering banget lihat orang posting tentang hand lettering yang bagus banget untuk catatan sekolah dan catatan kuliah. Aku jadi pengen buat seperti itu juga di catatan kuliah. Tapi herannya, huruf-huruf yang aku bikin kurus-kurus, nggak seperti contoh. Apakah itu adalah efek dari badanku yang juga kurus?? Hmmm….

4. Berbahagia
Sometimes I cannot feel happy with my life. Padahal ada kata bijak yang mengatakan bahwa Berbahagia itu pilihan kita. Mau bahagia mau nggak. Karena kita sendiri yang merasakan. Lagipula aku sudah punya Gratitude Journal. Aku berharap jurnal itu bisa berguna. Berbahagia karena bisa bersyukur. Maunya begitu. Semoga nggak cuma teori aja.

Semangat!!!

* * *

Kalau kalian, apa harapan kalian di bulan September ini?

* * *

Blog Challenge September hari pertama, tema: harapan-harapan di bulan September

My Gratitude Journal

Sudahkah Anda bersyukur hari ini?

Sudah seharusnya kita semua bersyukur setiap hari karena masih bisa bernapas. Tapi… kadang itu cuma teori saja. Buatku sih.

Nah, hari ini aku baca ig story seorang teman tentang “My Gratitude Journal”, yaitu catatan tentang hal-hal yang disyukuri setiap hari. Beberapa waktu yang lalu aku sempat baca tentang Gratitude Journal ini. Di artikel itu disebutkan bahwa salah satu cara menurunkan kadar stress adalah dengan membuat Gratitude Journal.

Tapi… apa iya pas lagi mumet pala pusing tuju keliling bisa ingat tentang hal-hal yang seharusnya disyukuri? Pengalamanku, yang pasti diingat adalah:
– bisa bangun pagi dalam keadaan sehat
– bisa bernapas
– bisa makan dan minum
– bisa main hape
– aman dan lancar di perjalanan

Masa setiap hari itu-itu aja yang ditulis? Di situ aku bingung mau gimana. Akhirnya nulis gratitude journalnya cuma beberapa hari aja. Setelah itu nggak nulis lagi. Berasa hidup ini datar-datar aja..

Dan kali ini aku mau coba nulis lagi. Seminggu dulu aja. Semoga bisa.
Untuk hari ini, aku tulis di blog ini. Selanjutnya akan aku pindahkan ke tempat lain.

Hal-hal yang patut disyukuri hari ini selain bisa bernapas, makan, minum, dan sehat adalah:

1. Pulang Cepat
Hari ini bisa pulang cepat dari kantor. Senang banget rasanya. Bisa pulang cepat karena ada pertimbangan tentang Lebaran yang jatuh di hari Minggu, yang artinya sama aja kayak hari biasa. Nothing special. Makanya hari ini dibolehin pulang cepat. Hore!!

2. Nonton Drakor
Setelah sekian lama, akhirnya bisa kembali nonton drakor. Sekitar sebulanan ini sibuk banget sama kerjaan. Semua urusan hobi harus dikesampingkan. Tapi akhirnya semua lewat. Kembali ke rutinitas semula. Bisa nonton drakor lagi.

3. Dimulainya Proyek Mengembalikan BB
Aku pengen banget berat badanku kembali seperti semula. Daging yang lenyap entah ke mana, pengennya balik lagi biar aku nggak dibilang “kayak orang sakit.” Jadi, hari ini aku beli makanan yang biasanya nggak pernah aku beli. Semoga saja bisa berhasil dan BB-ku bisa kembali normal.

4. Dapat Rezeki Tak Terduga
Rezekinya berupa sebungkus kemplang (kerupuk tapi rata). Aku nggak menyangka bisa dapat sebungkus kemplang. Karena aku nggak merayakan Lebaran. Tapi aku bisa dapat makanan itu. Senang sekali rasanya. Dan aku terharu karenanya.

Kalau kalian, hal apa yang disyukuri hari ini?

Ini Bukan Body Shaming

Ada orang yang gampang naikin berat badan tapi susah banget mau nuruninnya.

Ada juga yang gampang nurunin berat badan tapi susah banget mau naikinnya.

Ada yang saat stress jadi banyak makan, tapi ada yang saat stress malah males makan.

Ada yang saat hepi pengennya makan terus, tapi ada juga yang saat hepi malah nggak pengen makan.

Kamu termasuk yang mana?

Kalau aku…. lagi pengen naikin berat badan. Satu bulan vakum ngeblog karena sesuatu dan lain hal… Yang pasti, beberapa bulan terakhir ini berat badanku turun terus. Kayaknya mudah banget turunnya. Meluncur… Naikinnya gimana.. Tapi, semoga bisa!

Buat kalian semua, ayo jaga kesehatan!

Tetap semangat!!

Buat Kamu yang Butuh Semangat: Ayo Semangat!!

Orang yang sering membuatmu tersenyum, orang yang sering memberi semangat, sesungguhnya juga butuh diberi semangat oleh orang lain.

Ada kata bijak yang pernah aku baca, yang intinya seperti di atas. Orang yang peduli sesungguhnya juga butuh dipedulikan.

Tapi sayangnya nggak semua orang bisa peduli. Nggak semua orang bisa dan mau memberikan semangat pada orang lainnya. Kebanyakan hanya cuek saja. Atau hanya…. yah melihat saja.

Nggak masalah, sih…. Mau peduli atau nggak. Mau memberikan semangat atau nggak. Mau balas tersenyum atau nggak. Itu tergantung pribadi masing-masing.

Yang mau aku ceritakan di sini adalah ada seorang teman yang selalu memberikan semangat. Dia oke dalam memberikan nasihat. Dia pendengar yang baik. Nasihatnya selalu masuk akal. Dan dia orang yang ceria.

Tapi…. siapa sangka justru dialah yang butuh semangat dan dorongan dari orang lainnya, dari sahabat-sahabatnya yang sering curhat dengannya. Karena semua tidak menyadarinya saat dia membuat status “Semangat!” atau “Semoga aku bisa!” atau “Smile!” atau yang lainnya…. Karena sesungguhnya dia menulis status itu di medsos adalah untuk dirinya sendiri yang sedang ‘down’ dan butuh disemangati. Bukan untuk menyemangati orang-orang yang baca. Orang-orang tak menyangka dia butuh disemangati karena dia adalah orang yang ceria dan energik.

Di balik senyuman yang ceria tersimpan luka, kekecewaan, kesedihan, keputus-asaan yang mendalam. Tak ada yang tahu itu. Dan tidak ada yang menyadarinya.

Kalau kalian membaca di medsos ada teman yang sepertinya butuh diberi semangat, nggak ada salahnya memberikan semangat.

* * *

Buat kamu yang butuh diberi semangat
Tak apa-apa kalau kamu sesekali meminta untuk diberi semangat
Tak masalah kalau kamu sesekali mengeluh
Kamu bukan robot
Kamu manusia
Sama seperti temanmu yang lain yang selalu kau beri semangat
Semangatlah!
Kamu bisa!

 

Selamat untuk Teman yang Setia

Aku punya teman cowok. Temanku ini dulu pas masih jaman kuliah hobi banget chattingan sama cewek-cewek. Entah berapa banyak teman chat-nya. Kalau lagi kumpul bareng, hape nggak pernah lepas dari tangannya. Buat apa? Ya buat balas chattingan dari teman-teman ceweknya.

Kadang-kadang aku dan temanku yang lain sering menyindir dia karena kebiasaannya itu. “Eh, sebenarnya kamu tuh sukanya sama siapa, sih? Banyak banget teman chat kamu! Lengket banget tuh hape sama tanganmu!” Tapi si teman ini biasa-biasa saja disindir kayak gitu. Dan entah kenapa dia bisa banyak kenalan sama cewek-cewek. Dan kenapa cewek-cewek suka banget chat sama dia. Mungkin di chat dia orangnya asyik.

Suatu hari temanku ini curhat bahwa dia suka sama seorang cewek. Akhirnya! Setelah sekian banyak cewek yang dia chat, dia naksir juga sama seseorang!! Cewek yang ditaksirnya tuh adik tingkat. Dari universitas lain.

Kalau ada teman yang senang, ya kita harus ikut senang dong, ya! Jadi, aku dan temanku yang lain mendukung dia supaya bisa jadian sama adik tingkat dari kampus lain itu. Kami memberinya semangat. Dan akhirnya dia beneran bisa jadian sama adik tingkat itu.

Ada satu pesan untuk dia yang aku nggak pernah lupa. “Kalau kamu sudah jadian sama si adik itu, kamu jangan lagi kenal-kenalan atau chatting-chattingan sama cewek lain. Apalagi chattingan yang nggak penting. Kalau urusan kuliah, pekerjaan, atau organisasi itu lain ceritanya. Kalau sekadar haha hihi apalagi sampai keseringan curhat, jangan banget!! Hargai perasaan pacarmu. Setialah! Seriuslah!”

Aku bilang begitu karena takut nanti pacarnya cemburu. Kita nggak tahu kan hati orang bagaimana. Mungkin dia tersenyum saja saat pacarnya chattingan nggak penting atau kenalan sama cewek lain. Tapi, hatinya siapa tahu? Dan berdasarkan pengalaman juga sih. Rasanya sakit banget tau pacar kita malah lebih asyik chattingan sama cewek lain daripada sama pacarnya sendiri. Atau, dia lebih senang ngelike dan saling kirim comment di medsos cewek lain daripada di postingan kita. Untung kisah itu sudah berakhir. Kan makan ati kalau begitu.

Temanku benar-benar menuruti nasehatku. Dia nggak pernah lagi chattingan atau kenal-kenalan sama cewek-cewek. Chattingan yang seperlunya saja. Curhat sama aku juga sangat jarang. Komentarin status pun sangat sangat jarang. Paling ngasih like aja dan itupun nggak di semua postingan.

Beberapa minggu yang lalu, temanku mengabari bahwa dia akan menikah dengan pacarnya si adik tingkat itu. Horee!! Aku ikut senang. Temanku sudah lama pacaran dengan si adik tingkat. Akhirnya mereka akan menikah. Selamat buat temanku!!

Aku selalu salut buat orang seperti temanku ini. Dia bisa setia. Dia bisa menjaga hati. Dia serius dalam berpacaran dan memikirkan masa depan. Aku tahu itu dari pacarnya saat kami bertemu, mereka sama-sama menabung untuk biaya pernikahan. Semoga banyak orang yang bisa setia dan menjaga hati seperti temanku ini.

Inikah Deja Vu?

Hari ini aku dan teman-temanku mengunjungi kota Pagaralam. Kami menginap di Vila Gunung Gare. Pas sampai di depan, di gedung bagian resepsionis aku merasa oernah berada di sini. Ini seperti di mimpiku.

Entah kapan, mungkin beberapa bulan yang lalu aku pernah mimpi ke tempat seperti gedung resepsionis ini. Lingkungan sekitarnya juga. Seingatku, dalam mimpi itu ada pesta pernikahan. Tapi aku nggak ingat pestanya siapa. Mimpinya juga agak aneh. Aku agak tersesat di tempat sebesar ini.

Hari ini, pas di sini aku dan teman-teman cuma menginap semalam saja. Aneh sekali rasanya berada di tempat yang pernah dikunjungi dalam mimpi.

Kalian pernah nggak mengalami kejadian seperti ini?