5 Tempat Makan yang Sering Aku Kunjungi

Kalau ditanya tempat makan apa yang menjadi favorit, aku tahunya cuma KFC. Itu favorit sih sebenarnya. Restonya yang dekat kantor. Aku sering nongkrong di situ kalau lagi menunggu giliran tugas urusan kerja. Soalnya tempatnya adem. Tapi nggak mungkin kan aku rekomendasikan pada kalian semua. Semua orang pasti sudah tahu resto itu.

Kalau restoran favorit nggak banyak yang aku tahu soalnya jarang banget pergi makan. Di kantor biasanya suka ada acara makan-makan kalau ada yang ultah. Pas acara itulah aku baru tahu ada restoran ini-itu. Sesudah nyobain makan di tempat-tempat baru, biasanya sih aku jarang banget berkunjung lagi ke sana. Paling ya cukup sekali itu aja. Bukan karena makanannya nggak enak. Tapi karena nggak hobi.

Tempat makan favorit menurutku adalah tempat makan yang sering dikunjungi. Nah, kali ini aku mau berbagi dengan kalian 5 tempat makan yang paling sering aku kunjungi. Tempat-tempat ini rata-rata dekat dengan tempat kerjaku dan ada juga yang letaknya searah dengan jalan pulang ke rumah.

1. Aneka Jus Nia
Alamat: Jalan Kapten Marzuki, Palembang. Di sini ada bermacam-macam jus. Harganya bervariasi sekitar Rp 8.000 sampai Rp 15.000. Selain jus, ada juga es kacang, es alpukat dan es campur. Jusnya enak dan nggak banyak air. Kalau ke sini biasanya aku beli trus bawa pulang. Nggak pernah makan di tempat. Kalau mau makan di warung itu bisa juga sih. Tempatnya di pinggir jalan jadi mudah dicari.

2. Nasi Kapau
Alamat: Jalan Papera, Palembang. Tempat makan ini menjadi favorit kalau aku nggak bawa nasi ke kantor. Biasanya ya beli nasi di sini. Ini adalah restoran masakan Padang. Harganya ramah kantong. Nasi ayam sebungkus Rp 10.000. Kalau makan di restonya biasanya ibu penjaga resto suka nanya mau pakai sayur lengkap atau pilih yang mana. Jadi kita bisa milih mau pakai lalapan atau sayur lainnya.

3. Mi Pangsit Aang
Alamat: Jalan Kapten Marzuki. Ini tempat makan non halal. Karena letaknya persis bersebelahan dengan tempat kerjaku jadi kadang-kadang aku dan teman-teman kerja suka minta tolong diantarkan makanannya ke kantor. Nanti kalau sudah selesai makan, kami tinggal antarkan lagi ke sebelah. Enaknya di sini aku bisa pesan mie-nya separuh. Soalnya menurutku porsinya cukup besar. Mie favorit di sini adalah Lo Mie. Racikannya lengkap ada udang, daging, sayur, jamur. Harganya seporsi Rp 25.000. Mie pangsitnya juga enak. Trus bisa juga pesan pangsitnya saja.

4. Bakso Solo Swalayan
Sebenarnya resto ini ada di beberapa tempat. Resto ini menjadi favorit sejak aku SMA. Dulu aku sering pergi ke resto yang letaknya di Jalan Bangau. Itu persis di seberang sekolahku. Kalau sekarang aku pergi ke Palembang Square Mall. Dan boleh dibilang, mall ini letaknya nggak jauh dari tempat kerja. Hahaha. Restonya ada di lantai 4 dekat Bioskop XXI. Namanya juga swalayan, jadi kita bisa pilih mau makan bakso tipe apa. Bisa pilih bakso biasa, bakso goreng, bakso pangsit, bakso tennis, sosis mie, bakso pangsit, dan lain-lain. Trus bawang goreng, daun sop, dan bihun atau mie kuningnya juga bisa kita pilih mau diambil atau nggak. Tentu saja nggak gratis ya, masing-masing ada harganya. Harganya agak sedikit mahal tapi rasanya sesuai sama harganya. Sebutir bakso biasa harganya Rp 4.000an. Yang besar lain lagi harganya. Kalau mau beli bawa pulang bisa juga.

5. Pempek Embool
Pempek Embool lumayan terkenal di Palembang. Di dekat tempat kerjaku ada, letaknya di Jalan Kapten Marzuki, berdekatan dengan Aneka Jus Nia. Tapi Pempek Embool yang sering aku kunjungi bukan yang di situ. Biasanya aku ke Pempek Embool yang ada di Jalan Kolonel H. Burlian km 7, Palembang. Letaknya searah dengan jalan pulang. Sebelum pulang kalau lagi lapar, mampir dulu ke sini. Biasanya aku beli tekwan. Selain tekwan, di sini ada juga aneka pempek (pempek bulat, pempek keriting, pempek telur, dll), ada model, kerupuk, kemplang, juga ada minuman seperti jus, teh, dan makanan lainnya seperti nasi. Harganya bervariasi. Pempek yang kecil-kecil harganya Rp 3.500 per butir. Kalau tekwan harganya Rp 18.000 semangkok. Oh ya, di resto km 7 ini kita bisa bayar pakai OVO. Tempat parkirnya juga luas.

Oke sip, itu dia tempat makan favorit sekaligus tempat yang sering aku kunjungi. Setelah menulis ini perutku jadi lapar. Sudah dulu ya, jumpa lagi di postingan berikutnya. Hehe..

* * *

Tulisan ini diikutkan dalam BPN 30 Days Blog Challenge oleh Blogger Perempuan Network. Tema hari ke-7: 5 Warung makan/restoran favorit beserta reviewnya.

Advertisements

Singapore, Wait for Me!

Better to see something once, than to hear about it a thousand times.
~Asian Proverb

Quotes di atas adalah salah satu alasan kenapa aku pengen banget liburan ke Singapore. Beberapa tahun yang lalu, seorang teman bercerita tentang perjalanannya ke Singapore. Katanya dia terbang ke Batam lalu ke Singapore naik ferry. Sampai di Singapore jalan-jalan, foto-foto, dan malamnya balik lagi ke Batam. “Nggak pake mahal, kok! Aku cuma pengen menginjakkan kaki dan foto-foto aja di sana,” kata teman itu. Ceritanya si teman ini dananya terbatas, jadi dia cuma pengen tahu Singapore itu seperti apa. Nggak ada acara makan-makan dan belanja-belanja.

Di lain waktu, teman lainnya bercerita tentang perjalanan mereka ke Singapore. Mereka jalan-jalan, berbelanja, dan foto-foto. Lalu hasil jepretan kamera mereka dipajang dengan apik di media sosial sehingga bikin mupeng! Ada juga saudara dan saudara sepupu berangkat ke Singapore. Mereka bilang banyak banget tempat wisata menarik di sana, jalan ke mana-mana aman, transpotasinya mudah, dan bahasa Inggrisnya nggak sulit-sulit amat. Jadi kalau nggak mahir bahasa Inggris, masih bisa ngerti-lah orang di sana ngomong apa dan kalau kita nanya, mereka juga masih bisa paham.

Sebelum berangkat ke sana, aku kumpulin informasi dulu tentang tempat-tempat yang nantinya bakal dikunjungi. Yang pertama harus tahu transportasinya. Kalau mau jalan-jalan kan butuh kendaraan. Untuk transportasinya ada yang namanya Singapore Tourist Pass untuk tiga hari senilai $20, bisa digunakan untuk naik transportasi umum di sana (bus umum, MRT, dan LRT).

Setelah survey di beberapa situs, yoursingapore.com dan anekatempatwisata.com, didapatlah beberapa tempat yang (kayaknya) oke untuk dikunjungi. Lalu, supaya nggak menguras tabungan, jalan-jalannya aku bagi jadi tiga hari saja.

Hari ke-1: Maskot Singapore

1. Merlion Park

Merlion ini adalah maskotnya Singapore, bentuknya Ikan berkepala singa. Letaknya di depan Singapore River. Teman-teman banyak yang berfoto di sini. Itu tandanya sudah pernah meninggalkan jejak kaki di sana.

sumber gambar: yoursingapore.com
sumber gambar: yoursingapore.com

2. Chinatown

Ini adalah kawasan dengan suasana seperti di China yang merupakan perpaduan wisata kuliner, belanja, budaya, dan sejarah . Untuk pecinta kuliner bisa ke Chinatown Foodstreet, banyak deretan kios jajanan dan restoran di sepanjang Smith Street. Souvenir dengan harga terjangkau juga bisa dibeli di sini.

Beberapa tempat berarsitektur keren yang bisa dikunjungi di Chinatown adalah Kuil Sri Mariamman dan Masjid Jamae di South Bridge Road dan Buddha Tooth Relic Temple. Tiket masuk ke sana: GRATIS!

sumber gambar: yoursingapore.com
sumber gambar: yoursingapore.com

3. Garden by The Bay

Taman yang unik ini letaknya di sekitar Marina Bay, di samping Marina Reservoir. Dikatakan unik karena ada pohon buatan raksasa yang berfungsi menampung air hujan dan menyerap energi matahari. Pada malam hari pemandangan di sini sangat cantik.  Di sini ada tempat yang namanya Cloud Forest dan Flower Dome. Isinya taman-taman, guung setinggi 35 meter yang diselimuti kabut dan tanaman yang rimbun mengelilingi air terjun dalam ruangan tertinggi di dunia. Tiket masuk ke Cloud Forest sekitar 50.000 rupiah dan Flower Dome 350.000 rupiah.

Tempat makan yang enak di sekitar Gardens by The Bay adalah Satay by The Bay, yang menyajikan hidangan lokal seperti sate serta sari laut dengan cita rasa pedas.

sumber gambar: yoursingapore.com
sumber gambar: yoursingapore.com

Hari ke-2: Sentosa Island

4. Marine Life Park

Ini adalah oceanarium terbesar di dunia. Letaknya di Sentosa Island. Terdapat lebih dari 100.000 hewan laut yang bisa dilihat dari balik panel kaca di S.E.A. Aquarium.

sumber gambar: yoursingapore.com
sumber gambar: yoursingapore.com

5. Trick Eye Museum

Masih di Sentosa Island, ada museum ilusi optik yang jumlahnya lebih dari 80. Juga ada lukisan dan karya seni 3 dimensi. Kalau Googling gambar dengan kata kunci “Trick Eye Museum” kita akan mendapatkan foto-foto keren ilusi optik dari tempat ini.

sumber gambar: yoursingapore.com
sumber gambar: yoursingapore.com

6. Universal Studio Singapore

Letaknya juga di Sentosa Island. Kalau mau masuk ke sini harus antri dari pagi dan antriannya panjang. Kata teman saya harga tiketnya juga mahal, sekitar 1 juta rupiah. Jadi kalau mau ya foto-foto saja di depannya.

sumber gambar: anekatempatwisata.com
sumber gambar: anekatempatwisata.com

7. Madame Tussauds

Masih di Sentosa Island, ada museum patung lilin yang terkenal. Di sini ada patung lilin tokoh-tokoh dunia dan artis-artis terkenal. Aku penasaran banget sama patung-patung lilin yang katanya mirip banget sama manusia aslinya.

sumber gambar: wisatasingapura.web.id
sumber gambar: wisatasingapura.web.id

Hari ke-3: Wisata Belanja

8. Orchard Road

Ini adalah kawasan belanja terpopuler di Singapore. Banyak barang-barang dengan merk terkenal dijual di kawasan ini. Nggak belanja juga nggak apa-apa, sih. Yang penting sudah pernah ke sana lalu foto-foto. Hehehe.

sumber gambar: yoursingapore.com
sumber gambar: yoursingapore.com

9. Bugis Street 

Di sini tempatnya belanja hemat dan buat yang suka tawar menawar harga. Ada pertokoan trendi dan gerai indie yang menjual busana modis, barang vintage, dan pernak-pernik unik. Toko yang direkomendasikan oleh yoursingapore.com adalah Mondays Off dan Shop Wonderland. Kalau aku ke sini maunya ke Haji Lane, soalnya ada street art, gambar grafiti yang keren di sana.

sumber gambar: anekatempatwisata.com
sumber gambar: anekatempatwisata.com

10. Little India

Sesuai dengan namanya, di sini adalah pusatnya komunitas India. Toko yang direkomendasikan adalah Mustafa Centre. Toko yang menjual apapun mulai dari barang elektronik hingga kosmetik ini katanya merupakan surganya penggila belanja. Untuk yang mau mencicipi kuliner India, restoran yang direkomendasikan adalah Azmi Restaurant yang terletak di persimpangan Norris Road untuk makan roti pipih tanpa ragi yang dimakan dengan daging, dan The Banana Leaf Apolo di Race Course Road untuk mencicipi kari kepala ikan pedas dan hidangan khas India lainnya.

sumber gambar: anekatempatwisata.com
sumber gambar: anekatempatwisata.com

* * *

 Semoga kesampean ya jalan-jalan ke sana. Nabung, ayo nabung! Kalau kalian, pengen liburan ke mana?

sumber gambar: wildjunket.com
sumber gambar: wildjunket.com

*Tulisan di atas diikutsertakan untuk giveaway milik Nyonya Sepatu dan Jalan2liburan

Ketemu Ayam Syahrini di Bird Park Palembang

Hae hae, mau tau tempat rekreasi yang lagi ngehits di Palembang saat ini? Apa lagi kalo bukan Bird Park di daerah Jakabaring, di kompleks OPI. Tempat ini baru berdiri.. mungkin sekitar setahun. Dulu pas awal dibuka cuma ada taman burung. *Ya iyalah judulnya aja Bird Park, so pasti di situ adalah tempat berkumpulnya para burung, kan?* Etapi sekarang selain burung, para pengunjung bisa ‘nonton’ hewan lain juga. Absen dulu yuk! Ada iguana, kura-kura, domba, marmut, kelinci, monyet, kuda, rusa, sapi, dan ular.

Nggak cuma ‘nonton’ hewan-hewan itu saja, tapi pengunjung bisa ikut kasih makan mereka. Bisa pegang-pegang juga kalau nggak takut. Dan bisa foto bareng sama mereka. Siapa berani foto bareng penghuni paling keren si ular dan mini dinosaurus a.k.a iguana? Kamu? Aku?

Tetapi bukan itu yang membuat saya tertarik datang ke sini, Sodara-sodara. Sebelum beneran berkunjung ke Bird Park ini, saya survei dulu ke sana, di sana ada apa, lihat-lihat sekilas, tanya harga terus pulang. Nah, pas survei itu saya melihat ada ayam yang unik banget! Ayamnya lucu dan menggemaskan!

Ini dia si ayam Syahrini!
Mari kita sebut dia ayam Syahrini

Nah itu fotonya! Ayam apa namanya? Saya punya alternatif nama:
– ayam Syahrini (karena rambutnya cetar membahana)
– ayam pake wig (karena dia seperti orang yang pake rambut palsu)
– ayam berjambul (karena jambulnya lucu)
– ayam gondrong (karena rambutnya gondrong tapi untung dia bukan gerandong)
– ayam kekinian (karena rambutnya pirang seolah-olah dia mengikuti tren masa kini yaitu rambut dicat)
– ayam malu-malu kucing padahal dia ayam!!! alias ayam kejarlah daku kau kubuat capek!! (karena pas mau difoto dia lari ke sana ke mari sehingga susah banget dapat fotonya dari jarak dekat, bikin capek ngejarnya)

Ayam Syahrini sembunyi di balik tanaman
Ayam Syahrini sembunyi di balik tanaman

FYI, harga tiket masuknya Rp.50.000,- per orang. Dengan harga segitu, pengunjung sudah mendapatkan pakan burung, makanan iguana, domba, marmut, kelinci, dan kura-kura. Kalau mau naik kuda bayar lagi, tapi saya nggak tau harganya karena nggak naik kudanya. Kasihan eui dia capek ditunggangi terus. Entar siapa yang mau urut punggungnya? Lo mau?

Trus, di pintu masuk ada kolam ikan, ikannya bisa ditangkap dan dibawa pulang tapi bayar dulu, dong! Harganya Rp.15.000,- Dan tolong dicatat: di dunia ini sudah sangat jarang ada yang gretong! So bersyukurlah bisa menghirup udara dan mengeluarkan udara secara gratis-tis-tis-tis dan free!!

Oh ya, mbak-mbak pemandu wisatanya tjantik-tjantik dan ramah. Dan kalau kamu mau ke sana, siapkan tisu basah untuk membersihkan tangan setelah pegang-pegang para makhluk halus di sana. Eits, jangan protes dulu! Makhluk halus itu maksudnya hewan kayak kelinci, rusa, domba, marmut, de-el-el yang bulunya… hmmm, memang halus! Nah, trus pas di kandang burung, para hewan terbang di sana cukup jinak. Jadi pas pengunjung kasih makan, para burung bisa hinggap di tangan, kepala, dan pundak.

Oke, jadi begitulah cerita perjalanan saya hari ini bersama dengan sepasukan anak-anak plus guru taman kanak-kanak dan emak-emak serta bapak-bapak seru ditambah dengan fotografer yang ketjeh badai.

Foto di kandang burung
Foto di kandang burung
mini dinosurus a.k.a iguana
mini dinosurus a.k.a iguana, siapa berani pegang?
berani pegang ular ini?
berani pegang ular ini?
dsc05448
yuk kasih makan burung
kura-kura dalam kolam, pura-pura menyelam *peribahasa apa ini?*
kura-kura dalam kolam, pura-pura menyelam *peribahasa apa ini?*

 

 

Baso Solo Swalayan yang Beneran Swalayan

Berawal dari baca postingannya mbak Nurul tentang bakso, eh jadi pengen ikutan posting juga. Biar para pembaca pada ngiler. Hehehe.

Resto bakso yang paling sering saya kunjungi di Palembang ya Baso Solo Swalayan ini. Sejak SMA dulu, resto ini sudah ada. Dulu tempatnya di Jl. Bangau, berseberangan dengan SMA Xaverius 1. Karena bakso ini banyak peminatnya, jadilah pemiliknya buka cabang di mana-mana. Ada yang di mal Palembang Square, di Jl. Radial, di Palembang Indah Mal, dan…. ah ngak tahu lagi saya ada di mana lagi. *nggak update banget ya*

penampakan resto dari luar

Nah, yang saya kunjungi kemarin itu resto yang mal Palembang Square. Letaknya di lantai 4 mal. Tempatnya tidak terlalu besar, tapi lumayan asyik. Nggak ada musik, sih. Tapi okelah buat tempat nongkrong sebelum atau sesudah nonton di Bioskop XXI, soalnya bersebelahan sih.

swalayan, lho ya, pilih dan ambil sendiri
swalayan, lho ya, pilih dan ambil sendiri

Namanya juga Baso Solo Swalayan, jadi kita ngambil sendiri bakso dan racikannya. Setelah itu baru dihitung oleh kasir berapa harga yang harus dibayar. Semakin banyak semakin mahal, dong, ya. Baksonya ada bermacam-macam: bakso biasa, bakso tenes isi telur puyuh, bakso tenes isi daging cincang, bakso pangsit, bakso goreng, bakso tusuk seafood, de-el-el. Semua tinggal pilih, bayar, trus makan.

ragam bakso yang dijual

Harganya lumayan terjangkau. Bakso yang ukuran kecil harganya Rp.4.000/butir. Kalau harga bakso berukuran besar Rp.8.000/butir. Mie/bihun harganya Rp.2.000. Lalu minuman yang dijual di sini adalah teh botol dan air mineral. Nggak ada yang bersoda atau jus ini-itu. Teh botolnya menurut saya lumayan ya, harganya Rp.10.000/botol.

Soal rasa, nggak usah ditanya. Mantap banget! Rasanya pas. Dan asyik!

 

siapa yang mau bakso?
siapa yang mau bakso?

[Kuliner] Pempek Lince: Bisa Pesan Online

image

Selasa kemarin ada acara open house kecil-kecilan di tempat kerja. Awalnya saya bingung mau nyediain camilan apa. Terus terpikir sama Pempek Lince. Soalnya pernah ada acara ultah yang snacknya Pempek Lince. Lagian, saya pernah baca artikel tentang Pempek Lince yang melayani pesan online.

Nggak perlu repot-repot dan pusing pergi ke toko pempek untuk memesan. Jadilah saya BBM Pempek Lince dan pesan salah satu paket. Saya pesannya paket yang seratus ribuan. Trus pesanannya diantar ke kantor. Wah, asyik bener bisa pesan online kayak gini.

Sesuai motonya, Pempek Lince memang mantap rasanya. Apalagi waktu itu pempeknya masih hangat – baru digoreng. Ditambah lagi rasa cukonya pas. Nggak terlalu pedas dan nggak terlalu manis. Pempek Pipi Krispinya asyik banget. Renyah dan gurih.

Teman-teman mungkin ada yang tertarik untuk memesan Pempek Lince. Silakan klik www.pempeklince.com untuk info lebih detil.