Metode Amplop: Kuno Namun Efektif Biar Nggak Boros

Sumber gambar: Pexels

Pada zaman dahulu kala, tersebutlah seorang guru besar yang sangat hebat. Ia mengajarkan sebuah ilmu yang masih diingat oleh muridnya sampai saat ini. Muridnya adalah aku. Hohoho.

Aku ingat dulu pas sekolah pernah diajarkan tentang metode menyimpan uang. Salah satu cara supaya nggak boros adalah menabung. Ingat: menabunglah untuk bekal beli rumah mewah, mobil wah, dan jalan-jalan keliling dunia hari tua. Tapi…. entah kenapa makin ke sini, makin boros aja. Mentang-mentang tabungannya ada kartu ATM, kalau mau belanja main tarik aja. Trus, mentang-mentang ada aplikasi Mobile Legend Banking, maunya belanja online karena bayarnya mudah. Tinggal transfer aja dari aplikasi di hape. Kapan uangnya terkumpul untuk jalan-jalan keliling dunia sis and broh?? Tsaahh… *kibas rambut

Lalu, pada suatu hari yang cerah di mana isi dompet tinggal recehan ajah dan bulan sudah sangat tuah…. tiba-tiba aku mendapat pencerahan!! Itu terjadi ketika aku melihat amplop (angpao) yang diberikan handai-taulan pada hari raya sudah kosong semua. Great job!! Lenyap ke mana semua uang-uang tersebut??

Amplop-amplop memberi inspirasi. Mereka seakan-akan berkata, “Grant, lo ingat nggak dulu pas sekolah pernah diajarin metode amplop? Uang yang kamu punya dimasukkan ke dalam amplop-amplop biar lo nggak boros!”

Zreng! Zreng!! Muncullah lampu yang menyala di atas kepala. Tring!

Akhirnya, aku coba menggunakan Metode Amplop. Uang yang diterima dalam sebulan dimasukkan ke dalam beberapa amplop. Caranya adalah sebagai berikut:
1. Tentukan dulu dalam sebulan kalian punya pengeluaran apa saja. Contohnya:
– Bensin
– Pulsa
– Cicilan bayar kontrak
– Listrik dan air
– Uang makan
– Tabungan
– Keperluan lain-lain
– dll

2. Yang wajib diisi adalah yang paling penting dan harus segitu nilai uangnya.
Misalnya yang harus aku prioritaskan adalah bensin, cicilan, listrik/air, dan pulsa. Jadi aku harus sisihkan uangku untuk dimasukkan ke amplop itu. Sisanya baru dimasukkan ke uang makan, keperluan lain, dll. Soalnya makan dan keperluan lain bisa dihemat. Makanan nggak perlu beli yang mahal dan nggak harus makan di resto. Kalian tentukan dulu dalam sebulan perkiraan beli bensin berapa, listrik/air berapa, pulsa berapa, beli sabun berapa, dan seterusnya.

3. Amplopnya diberi nama sesuai kebutuhan pengeluaran.
Kalau sudah diberi nama, masukkan uangnya ke dalam amplop-amplop sesuai dengan namanya.

4. Untuk tabungan, jangan sampai dipakai untuk belanja. Pokoknya harus nabung dalam sebulan walaupun cuma 50 ribu. Kalau kepepet bener baru boleh dipakai. Biar nggak kebablasan belanjanya.

Aku ingat dulu teman-teman bilang metode amplop ini dipakai oleh para emak. Iya, menurutku emak-emak adalah orang hebat. Para bu-ibu harus pandai mengatur keuangan keluarga biar cukup untuk beli beras, bayar listrik, beli susu, beli pampers, ongkos, dana darurat kalau anak sakit, bayar cicilan rumah/kontrakan, beli gas, beli sabun, lalu… kalau ada sisa baru deh beli lipstik, bedak, dan kawan-kawannya.

Metode Amplop ini cukup efektif untuk menekan pengeluaran yang nggak perlu. Karena uangnya sudah diamplopin, harus disiplin memakai uangnya. Amplop bensin ya untuk beli bensin. Amplop pulsa ya untuk beli pulsa. Jangan mengambil uang di amplop cicilan untuk beli baju baru! Nggak boleh curang! Kalau curang, percuma dong pakai metode ini.

Kalau sudah disiplin dengan menggunakan metode ini, mudah-mudahan nggak boros lagi.

Kalau kamu, pakai metode apa supaya nggak boros?

* * *

Blog Challenge September hari ke-10. Tema bebas.

Advertisements

Merdeka yang Sesungguhnya

Merdeka itu apa?

Menurut KBBI: mer·de·ka /merdéka/ a 1 bebas (dr perhambaan, penjajahan, dsb); berdiri sendiri: sejak proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 itu, bangsa kita sudah –; 2 tidak terkena atau lepas dr tuntutan: — dr tuntutan penjara seumur hidup; 3 tidak terikat, tidak bergantung kpd orang atau pihak tertentu; leluasa: majalah mingguan –; boleh berbuat dng –;

Merdeka adalah bebas, tidak terikat, leluasa…

Merdekanya negara adalah bebasnya negara dari penjajahan.

Merdekanya pelajar adalah saat bisa liburan dan saat bisa naik kelas atau lulus sekolah. Atau saat guru nggak masuk, tidak ada tugas, dan tidak ada guru pengganti. Hura hore, deh!

Merdekanya pekerja adalah saat bebas dari tugas berat atau saat bisa cuti. Terkadang, saat bos lagi nggak di kantor dan tugas juga lagi nggak banyak. Yess oke sip bener itu!

Merdekanya ibu-ibu adalah saat tugas rumah sudah beres atau sudah dikerjakan anggota keluarga yang lain, anak lagi tidur sehingga nggak ada yang rewel, dan saat bisa belanja apa saja yang diinginkan tanpa takut kena marah.

Merdekanya bapak-bapak adalah saat pekerjaan di kantor lancar jaya, istri nggak sibuk ngomel ini-itu, anak anteng di rumah, dan rejeki ngalir kayak air mengalir lancar dari kran.

Merdeka versiku adalah bisa santai seharian tanpa harus mikirin kerjaan, nggak perlu mengeluarkan energi lebih ikut lomba-lomba yang melibatkan fisik, bisa nonton film, bisa baca novel, bisa makan-makan, bisa ngeblog, bisa melakukan kegiatan yang disukai…

Merdeka yang sesungguhnya itu adalah bebas dari rasa cemas, bebas dari rasa takut, bebas dari rasa khawatir, bebas dari insomnia, benas dari pikiran-pikiran negatif, bebas dari tuntutan ini-itu, bebas dari pertanyaan-pertanyaan aneh, bebas mau ke mana saja, termasuk bebas dari hutang…

Intinya, semua orang punya versi merdekanya masing-masing.

Kalau kalian, merdeka yang sesungguhnya itu seperti apa?

Pilih-pilih dalam Berteman

Punya teman banyak tuh perlu. Tapi lebih oke lagi kalau punya teman yang berkualitas.

Lingkungan pertemanan secara tak langsung bisa mempengaruhi kita. Memang, sih, tidak semua orang bisa dipengaruhi dengan mudah oleh orang lain. Ada yang tetap baik walaupun teman-temannya ajaib semua. Tapi, sekali lagi, biasanya lingkungan pertemanan tuh berpengaruh banget.

Misalnya jika orang-orang di sekitar kita berpikir bahwa perempuan tidak perlu sekolah yang tinggi, kita juga bisa ikut-ikutan berpikir seperti itu. Jika teman-teman kita semuanya menonton sepak bola, terkadang mau tak mau kita harus ikutan nonton sepak bola supaya tidak garing saat ngobrol dengan mereka.

Sebagaimana orang lain mpengaruhi kita, sebenarnya kita juga tertarik berkumpul dengan orang-orang yang seide dengan kita. Contohnya, jika kita senang membaca novel, kita lebih tertarik berteman dengan orang-orang yang juga senang membaca novel. Jika kita senang main game online, biasanya teman-teman kita juga mempunyai hobi yang sama dengan kita. Istilahnya biar nyambung. Sekali lagi, tidak semuanya begitu. Tapi biasanya ya gitu. Hehehe.

Jadi, intinya ……

Kalau mau jadi orang sukses, bertemanlah dengan orang-orang sukses.

Kalau mau jadi orang pintar, bergaullah dengan orang-orang pintar.

Kalau mau jadi orang yang punya wawasan luas, bertemanlah dengan orang-orang yang berwawasan luas.

* * *

I don’t have a lot of friends, but I have the best ones. Because, I choose quality over quantity. ~QuotesGate

Kenapa Selingkuh Kalau Bisa Setia?

Selingkuh tuh apa sih sebenarnya?

Menurut KBBI, selingkuh/se·ling·kuh/ a = 1 suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri; tidak berterus terang; tidak jujur; curang; serong; 2 suka menggelapkan uang; korup; 3 suka menyeleweng;

Kalau menurut yang aku dapat dari Google yaitu seperti gambar ini:

sumber gambar: fimela.com

Selingkuh tidak berarti kamu harus kiss, ketemuan, or have sex sama orang lain yang bukan pasanganmu. Ketika kamu menghapus pesan atau chattingan supaya pasanganmu tidak melihatnya, itu sudah termasuk selingkuh.

Selingkuh itu, bukan cuma kegiatan fisik aja menurutku. Kalau kamu kenalan sama lawan jenis, trus chattingan atau video call atau teleponan bukan dalam rangka pekerjaan dan tanpa sepengetahuan pasanganmu, itu juga selingkuh namanya. Lha iyalah, kalau kamu sudah punya pacar atau sudah menikah, ngapain coba chattingan yang nggak penting sama lawan jenis? Trus curhat-curhatan, video call-an dan telpon-telponan? Lalu, kenalan sama orang lain, follow medsosnya dan kamu kasih like di semua fotonya mulai dari yang terbaru sampai yang paling lama. Apa itu maksudnya? Aku selama cuma berteman biasa sama lawan jenis pun nggak pernah sampai memberi like ke semua foto temanku. Misalnya, aku baru add ig-nya bulan April 2019. Aku nggak bakal ngasih like ke semua foto dia yang sebelum aku add dia, yang di bulan Maret, Februari, Januari, dst. Kalau temanku posting foto baru setelah aku add ig-nya itupun nggak semua aku beri like. Yang menurutku oke aja.

Chatting-chattingan / telpon-telponan / video call / ketemuan sama lawan jenis saat kamu sudah punya pasangan tentang hal yang bukan urusan kerjaan, kuliah, organisasi, adalah sesuatu yang NGGAK BANGET menurutku. Apalagi kalau sampai bohong sama pasangan. Bohong kalau kamu lagi berdua sama si lawan jenis. Lalu beralasan kamu lagi ngerjain yang lain padahal di sampingmu ada si lawan jenis. Itu apaan coba? Yang nggak banget lainnya adalah sudah chattingan, telponan, dan video call, malah janjian sama si lawan jenis tersebut. Trus fotoin si lawan jenis dan memajang fotonya di medsos. Kayak bangga banget. Hmmm…

Atau, kamu mau bikin pacarmu cemburu dengan punya teman lawan jenis yang banyak? Bukan begitu caranya. Nggak banget kalau mau bikin pacar cemburu dengan main hati terang-terangan kayak gitu.

sumber gambar: pintaram

Kamu kalau punya pacar atau pasangan, pliss deh stop lebih perhatian sama teman lawan jenis daripada pacar kamu. Contohnya gini: kamu sudah punya cewek. Trus kamu kenalan sama cewek lain. Cewek itu anak yatim piatu. Kamu kasihan sama dia. Si cewek baru ini minta ditemani ke mana dan minta ditemani ngobrol, kamu nurut aja. Tapi kamu nggak cerita sama pacarmu. Kamu cuma cerita kalau pacarmu tahu kalau kamu ketemuan sama si cewek baru. Kamu pun nggak cerita sama si cewek baru bahwa kamu sudah punya pacar. Dan lebih jauh, kamu mulai menyimpan gambar yang dipost si cewek baru di medsosnya. Kalau si cewek baru posting sesuatu, kamu ikut-ikutan posting hal yang sama. Lalu, kamu lebih suka nemenin si cewek baru daripada ngajakin pacarmu jalan-jalan. Kamu lebih kasihan sama si cewek baru daripada kasihan sama pacarmu. Kalau kamu suka sama si cewek baru ya jujur aja sama pacarmu. Tinggalin aja pacarmu dan bilang putus. Apa susahnya untuk jujur? Bukankah lebih baik jujur daripada kamu nyakitin hati pacarmu? Bukannya lebih bagus bilang baik-baik daripada nantinya ketahuan kalau kamu selingkuh?

Selingkuh itu sama dengan merusak kepercayaan. Kepercayaan itu sama seperti kertas polos. Begitu kamu selingkuh, itu sama artinya kamu membuat kusut kertas tersebut atau merusak kertas polos tersebut, kertas tersebut tidak akan sama lagi. Begitu kamu merusak kepercayaan, semua tidak akan pernah sama lagi.

sumber gambar: lmgrum

Setia itu tahu hatinya punya siapa. Nggak ngelirik sana-sini. Nggak bohongin pasangan. Nggak bikin pasangan sakit hati. Nggak adek-adekan atau kakak-kakakan dengan lawan jenis. Walaupun ada yang lebih baik, tapi tetap menganggap pasangannya adalah yang terbaik.

Ada kata bijak yang pernah aku baca: “Selingkuh itu gampang. Tetapi, kenapa tidak mencoba sesuatu yang lebih menantang yaitu SETIA?” Selingkuh itu kelihatannya menantang banget pasti. Tapi kalau kamu adalah orang yang SETIA, kamu adalah orang yang spesial yang nggak ada duanya. Selingkuh itu gampang. Setia itu sulit. Tapi kalau kamu bisa setia, itu adalah nilai plus banget!!

Buat yang diselingkuhi:

sumber gambar: Twitter

Pasangan selingkuh? Ya maafkan. Tapi jangan lupakan perbuatannya. Jangan pula terima kembali. Selingkuh sekali, bakal ada yang ke-sekian kalinya. Sudah pernah coba sekali, bakal akan ada coba-coba lainnya. Malesin kan kalau begitu. Lebih baik sudahi saja. Doakan semoga dia jadian sama selingkuhannya. Dan kalau selingkuhannya banyak, biarin aja dia jadian sama semuanya. Biar bingung dia bagi waktunya. Biar habis hartanya buat nyenengin semua selingkuhannya. Kamu sendiri silakan hepi-hepi karena sudah lepas dari orang yang selingkuh dan bikin kamu sakit hati. Kamu berhak bahagia. Jangan mau sama orang yang nggak jujur dan cuma mau main-main saja.

Waktu adalah Kehidupan

Ada ungkapan dari motivator terkenal:

Time is money. Time is life.

Waktu adalah sesuatu yang berharga. Waktu adalah kehidupan. Jadi jika seseorang meluangkan waktunya untuk orang lain, ia memberikan hidupnya.

Salut buat orang-orang yang tetap bisa meluangkan waktunya untuk orang lain di tengah kesibukannya: untuk mendengarkan cerita, ngobrol, nonton bersama, atau lain-lain.

Pertanyaannya, kenapa ada orang yang rela meluangkan waktunya untuk orang lain?
Menurutku, karena orang tersebut adalah orang yang penting baginya. Contohnya: orangtua; ibu dan bapak. Orangtua yang sibuk, meluangkan waktunya di malam hari untuk bercerita bersama putra-putrinya karena mereka sayang pada anak mereka. Mereka kadang rela pergi dulu membelikan makanan atau barang-barang untuk anak-anaknya supaya anak mereka senang. Padahal, para orangtua ini tentu capek sekali bekerja seharian. Tapi mereka tetap saja ingin melihat anak-anaknya tersenyum.

Contoh lainnya: seseorang yang sayang sama kamu. Pacar. Atau pengagum kamu. Mereka meluangkan waktunya untukmu, membalas chatmu sebisa mungkin dengan cepat, berusaha dengan cepat mengangkat telepon darimu. Kalau kamu meminta bantuan, mereka akan segera membantu. Kalau kamu butuh mereka di sisimu, mereka akan segera melakukannya. Mereka nggak akan membuatmu menunggu lama. Mereka rela melakukan apapun agar kamu senang. Walaupun hanya mendengar ceritamu atau menemanimu ke mana saja, mereka rela. Agar bisa bersamamu. Bukan hanya pada saat tertentu saja atau karena ada maunya saja. Tetapi, mereka benar-benar tulus memberikan waktunya untukmu.

Ini buat kamu yang lagi suka sama seseorang: Kalau kamu nggak penting bagi seseorang, atau kalau kamu bukan prioritas baginya, nggak mungkin seseorang itu akan meluangkan waktunya untukmu. Mereka akan mengganggapmu angin lalu saja. Chatmu akan lebih banyak lama dibalasnya jika mereka lagi bersama teman atau saat mereka lagi mengerjakan hobi atau pekerjaan. Paling sesekali aja chatmu dibalas dengan cepat. Kamu minta tolong apa, mereka nggak akan terlalu menggubrisnya. Kamu minta ditemani ke suatu tempat, mereka akan banyak alasan agar tidak melakukannya. Ingat, orang yang beneran suka sama kamu nggak akan menjadikanmu sebagai pilihan, mereka akan memprioritaskan kamu dalam hidupnya dan mereka nggak akan membuatmu menunggu lama!

Apakah ada orang yang memberikan waktunya karena ada maunya?
Jawabannya: ada banget. Itu karena mereka punya sebuah kepentingan. Contohnya: si A meluangkan waktunya pada si B supaya si B membeli barang dagangan si A. Itu bisnis namanya. Ya nggak apa-apa, sih, meluangkan waktu demi pekerjaan. Selama itu bukan memanfaatkan kebaikan seseorang, nggak masalah, kan? Kalau tujuannya nggak baik, ya jangan dilakukan, dong!

Dan, sebagai penutup, hargailah orang-orang yang telah menyediakan waktunya untukmu. Jika ada yang memanfaatkanmu saat kamu sudah meluangkan waktumu, ya sudahlah. Biar orang itu terima karma buruknya. Kamu jangan lagi mau dimanfaatkan. Gitu aja.

Ada yang mau komentar? Kali aja aku salah ngomong…

Yuk, Kita Nge-Blog!

Nge-blog? Ngapain? Emang kurang kerjaan?

Eits, jangan antipati dulu sama yang namanya nge-blog! Tahukah kamu bahwa nge-blog bisa bikin hati lebih tenang. Nge-blog tuh ibaratnya terapi. Nge-blog sama seperti menulis. Menulis bisa membantu kita mengekspresikan apa yang ingin kita sampaikan. Soalnya apa yang mengganjal di hati bisa berkurang karena sudah disalurkan dalam bentuk tulisan.

Mungkin di antara kita semua ada yang kenal dengan diary. Iya, ada beberapa orang yang suka menulis diary. Tapi, di zaman yang sudah canggih ini, diary bisa dialihkan ke blog. Takut curhatanmu di blog dibully orang? Ya pakai nama samaran aja blognya. Nggak pakai nama asli nggak ada yang melarang, kok.

Blog bisa berisi macam-macam tulisan. Mau nulis tentang keseharian? Boleh. Mau nulis tentang makanan yang dimakan? Boleh juga. Kalau nulis tentang tempat wisata, film yang ditonton, buku yang dibaca, isu politik, olahraga, atau masakan yang dimasak? Sangat boleh. Kalau sudah punya blog, terserah kalian mau diisi dengan tulisan apa.

Di mana nge-blognya?
Bisa di mana saja. Bisa di wordpress, blogspot, tumblr, dan lain-lain. Zaman now, enakan ngeblog menggunakan aplikasi yang bisa diinstall di hape. Jadi pas dapat ide mau menulis, tinggal ketik dari hape. Nggak perlu repot-repot nyalakan laptop atau komputer.

Mari kita bahas satu per satu aplikasi nge-blog yang pernah aku pakai.

1. WordPress
Aplikasi ini mirip dengan FB dan instagram. Di sini kita bisa melihat blog orang lain yang kita follow. Kita bisa kasih komentar atau like di artikel yang ditulis teman kita. Like-nya berbentuk bintang. Selain itu, bisa melihat statistik atau data banyaknya orang yang mampir ke blog kita. Cara menulis memakai aplikasi ini juga mudah. Mau posting artikel bisa dibuat dulu rancangan atau draft-nya. Bisa dibilang aplikasi ini aplikasi nge-blog yang paling asyik menurutku.

contoh aplikasi WordPress

2. Tumblr
Beberapa waktu yang lalu aplikasi ini sempat diblokir oleh pemerintah gara-gara ada konten yang bisa merusak pikiran dan bikin polusi penglihatan. Nah, sekarang aplikasi ini sudah bisa diakses lagi. Aplikasi ini mirip sama Twitter. Di sini kita bisa kasih like (like-nya berbentuk hati). Bisa juga kasih komentar di blog orang lain. Menggunakannya juga mudah. Bedanya sama WordPress, di aplikasi ini kita bisa memilih mau bentuk tulisan yang bagaimana. Misalnya tulisan biasa (ada judul dan isi), tulisan berbentuk dialog, dalam bentuk audio, video, gambar, dan lain-lain.

contoh aplikasi Tumblr

3. Blogspot
Aplikasi ini adalah aplikasi milik Google. Jadi kalian harus punya email di gmail dulu baru bisa bikin artikel di sini. Kalau menulis pakai laptop atau komputer lebih asyik. Tapi kalau pakai aplikasi dari hape, agak sulit menurutku. Di blogspot kita nggak bisa melihat timeline, nggak bisa tau teman yang kita follow menulis apa saja. Nggak kayak di WordPress dan Tumblr yang bisa melihat isi timeline. Di blogspot nggak ada yang namanya timeline. Dari hape, cuma bisa menulis saja tanpa tahu apakah ada yang memberi komentar di blog kita. Agak sedikit ribet menurutku.

contoh aplikasi blogspot

So, sudah siap untuk menulis? Yuk, tuangkan isi hatimu dan ide-idemu dalam bentuk tulisan di blog! Semangat!!

Yang Jangan dan Boleh Dilakukan Saat Pergantian Tahun

Wah, sudah malam tahun baruan aja, nih! Ngapain aja di malam tahun baruan ini? Bakar-bakaran? Nonton konser? Jalan-jalan? Atau…. tidur? Apapun itu, ada yang jangan dilakukan di saat pergantian tahun ini dan ada yang boleh dilakukan. Cek yukkkk!

1. Makan
Namanya malam tahun baru ya… So pasti pada mau makan-makan. Ada yang pilih ke tempat makan semacam resto, cafe, warung, de-el-el dan ada juga yang masak sendiri atau beli trus bawa pulang.
Don’t: Jangan makan di jalan!
Biasanya ada ajakan teman seperti ini, nih:

Teman: “Malam tahun baruan, nih! Ayo jalan!”
Kita: “Sekalian makan-makan ya?”
Teman: “Ya, iyalah. Ntar kita makan di jalan. Yuk, ah, cusss!”
Do: Kalau mau makan, makanlah di tempat yang aman. Jangan makan di jalan nanti ditabrak kendaraan!!
Tambahan buat don’t:
– no drugs and no alcohol karena berbahaya banget!

2. Bakar-bakaran
Tahun baruan identik dengan bakar-bakaran. Soalnya seru sambil menunggu jam 12 teng, panggang ini itu, bakar ini itu.
Don’t: Jangan bakar emosi orang ya. Dan jangan bakar gas elpiji mentang-mentang kamu jomblo atau nggak ada yang ngajakin tahun baruan bareng. Oh ya, nggak perlu juga bakar kemenyan trus baca mantra jampi-jampi gara-gara nggak ditolak gebetan. Wkwkwk.
Do: Bakarlah yang patut dibakar misalnya jagung, sate, pempek. Alhasil habis bakar-bakaran, makan, perut pun kenyang.

3. Berkendaraan
Ada yang malam tahun baruannya pergi jalan-jalan naik motor? Naik mobil? Pasti ada. Biasanya malam tahun baruan ini seru-seruan kan…

Tahun boleh baru, tapi nyawa nggak ada yang baru Saudaraku. Jadi jaga diri dan jangan sampai dapat petaka di malam tahun baru.

Don’t: Jangan kebut-kebutan! Ingat, Anda bukan Valentino Rossi! Dan, ingatlah bahwa jalanan bukan punya mbahmu. Masih banyak pengguna jalanan lainnya yang ingin hidup tentram, bahagia, sehat, sejahtera. Jangan kau rusak kebahagiaan mereka. Hihihi
Do: Jalanlah di jalan yang benar. Wkwkwk. Ngebut berarti maut. Hahha! Dan seperti kata gambar di atas, jangan mencari bahaya!
Waspadalah! Waspadalah! *pinjam kata-kata bang napi

4. Petasan dan Kembang api
Malam tahun baru tanpa petasan dan kembang api tuh serasa ada yang kurang ya. Nggak berisik dan nggak ada bunyi berdentum-dentum rasanya aneh.
Don’t: Tolong kalau bisa main petasannya jangan di dekat rumah yang ada anak kecilnya atau ada nenek kakek yang jantungan. Bisa nggak sih? Kasihan nanti mereka nggak bisa tidur atau parahnya sampai masuk rumah sakit gara-gara bunyi petasan. Huft! Lelah hayati…
Do: Seru-seruan main petasannya di lapangan luas aja deh! Pakai peredam suara kalau bisa. Wkwkwk. Ingat: kalau bisa ya…

5. New Relationship
Entah kenapa aku terpikir aja tentang hal ini. Gara-garanya melihat banyak yang menghabiskan waktu bersama pasangannya. Ada yang masih flirting sama gebetan. Buat yang sudah nikah semoga langgeng-langgeng aja. Bagian kelima ini khusus buat yang lagi pedekate aja. Hohoho
Don’t: Jangan nembak gebetan kamu di tanggal 31 Desember atau 1 Januari!! Please, don’t do that! Soalnya kalau si dia langsung oke pada tanggal tersebut trus nantinya kalian putus, rasanya sakit banget, tau’! Bakalan sedih pas ngerayain tahun baruan karena keinget pernah jadian di tahun baruan. Huhu!
Do: Kalau mau nembak gebetan pliss pilih tanggal lain aja, deh! Dari 31 hari kan masih ada tanggal lainnya toh?

6. Lain-lain
Don’ts:
– Berisik dan teriak-teriak nggak jelas. Hati-hati nanti diangkut ke RSJ.
– Mencuri, maling, mencopet, menjambret. Kecuali kamu mau mencuri hati si dia, it’s okay lah.
Dos:
– Tidur aja kalau nggak ada kerjaan.
– Berdoa dan mendoakan yang terbaik buat diri sendiri dan orang lain tuh hal yang baik.

Oke, cukup sekian ya temans. Kalau ada yang mau menambahkan, silakan… Kalau ada komentar lainnya juga silakan. Akan diterima dengan senang hati. Hehehe.

Akhir kata aku ucapkan mohon maaf apabila ada kesalahan di sepanjang tahun 2018 baik sengaja maupun tidak disengaja. Terima kasih juga sudah menjadi pembaca dan pemberi like di blog ini. Doa terbaik buat kita semua. Selamat tahun baru!