[Review Buku] Ingin Tahu Seperti Apa Novel Bergenre Iyamisu? Yuk, Baca Confessions

Pernah dengar novel yang bergenre iyamisu? Kalau genre romance, mystery, horror, thriller, fantasy, sudah biasa ya. Nah, kalau genre iyamisu? Genre apa itu?

Menurut Wikipedia, iyamisu (eww mystery) adalah subgenre dari fiksi misteri yang berhubungan dengan episode mengerikan dan sisi gelap manusia. Dikatakan eww mystery karena setelah membacanya, orang akan mengatakan ‘eww.’ย Ada beberapa novel yang bergenre iyamisu. Contohnya Gone Girl, Holy Mother karangan Akiyoshi Rikako, Confessions karangan Minato Kanae, dll.

Novel Confessions dikatakan sebagai Gone Girl-nya Jepang. Dan novel ini dinobatkan sebagai salah satu dari 10 novel misteri terbaik tahun 2014 oleh Wall Street Journal. Minato Kanae sendiri disebut sebagai “the queen of iyamisu.”

Novel Confessions ceritanya tentang apa?
Ceritanya tentang seorang guru SMP bernama Moriguchi Yuko yang anaknya meninggal di sekolah tempat ia mengajar. Bu guru ini adalah orangtua tunggal. Ia tinggal dengan puteri satu-satunya yang berusia 4 tahun. Karena pengasuh puterinya sedang sakit, ia membawa anaknya ke sekolah setelah menjemputnya dari tempat penitipan anak.

Suatu hari, puteri Moriguchi ditemukan meninggal di kolam renang yang ada di sekolah. Semua orang menduga bahwa puterinya terpeleset dan jatuh ke kolam renang. Namun Moriguchi yakin bahwa puterinya dibunuh. Ia menyelidiki orang-orang di sekolah termasuk siswa-siswanya.

Setelah menyelidiki, lalu didapatlah dua orang tersangka. Mereka adalah siswa di tempat Moriguchi bekerja. Moriguchi tidak ingin menyerahkan kedua siswa tersebut ke polisi. Ia melakukan sesuatu untuk membalas dendam kepada mereka. Setelahnya, ia berhenti bekerja.

Namun… siapa sangka pembalasan dendam itu menjadi awal dari kisah-kisah mimpi buruk lainnya.

Aku nggak akan banyak memberi tahu isi ceritanya seperti apa karena nggak bakal seru buat kalian yang mau baca. Biar penasaran ya, karena buku ini sangat bagus.

Komentar:
Ada 6 bab di buku ini. Masing-masing bab bercerita tentang sudut pandang dari tokoh yang berbeda. Misalnya, bab 1 adalah kisah dari sudut pandang si A, bab 2 adalah kisah dari sudut pandang si B, dan seterusnya. Dari bab 1 sampai 6 itu kisahnya saling terhubung. Dan puncaknya tentu saja di bab terakhir.

Ceritanya beneran seru dan gila-gilaan!! Nggak akan bisa lepas kalau sudah mulai baca. Makin lama makin penasaran dan endingnya pun sangat tidak tertebak!!

Ini beneran genre iyamisu (eww mystery) karena cerita buku ini beneran ‘eww’! And, of course bikin susah move on kalau sudah baca. Rasanya masih terngiang-ngiang dalam benak apa saja yang sudah dibaca. Pantesan aja buku ini diganjar predikat one of the best mysteries. Ya, karena ceritanya benar-benar keren!

Rating:
Aku beri nilai 9/10 untuk novel ini. Yang suka genre mystery wajib baca buku ini! Nggak bakal nyesel!

Informasi Buku:
Judul: Confessions
Pengarang: Minato Kanae
Genre: iyamisu
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun Terbit: 2019
Jumlah halaman: 304 halaman
ISBN: 978-602-53858-8-9

Advertisements

[Review Buku] Hyouka

Hyouka adalah novel terjemahan bergenre J-Lit yang diterbitkan oleh Penerbit Haru. Pengarang novel ini adalah Yonezawa Honobu. Ada 4 novel dari seri Hyouka ini. Dan, Hyouka merupakan novel yang pertamanya.

Novel ini mengisahkan tentang seorang pemuda kelas 1 SMA bernama Oreki Hotaro. Oreki bersekolah di SMA Kamiyama. SMA tersebut sebenarnya SMA biasa tetapi ada satu kegiatan yang bernama Festival Budaya yang diadakan setiap tahun. Di Festival Budaya, setiap siswa yang mengikuti klub di SMA tersebut akan menunjukkan ‘hasil karya’ mereka.

Oreki bukanlah anak yang suka mengikuti kegiatan yang merepotkan. Ia mempunyai moto “Kalau tidak butuh dikerjakan, lebih baik tidak dikerjakan. Kalau harus dikerjakan, sebisanya saja.” Oreki ini adalah pemuda hemat energi. Tak heran, sahabatnya, Fukube Satoshi, menyebut dunia Oreki adalah dunia abu-abu. Padahal pada masa-masa SMA seharusnya para pelajar mempunyai dunia yang berwarna-warni.

Suatu hari, Oreki menerima surat dari kakak perempuannya. Kakaknya meminta Oreki mendaftar ke klub Sastra Klasik karena tidak ingin klub yang pernah diikutinya ditutup gara-gara anggotanya semakin berkurang. Oreki terpaksa mendaftar dan berpikir anggota klub tersebut pastilah hanya ia seorang. Ternyata dugaan Oreki salah. Saat ia masuk ke ruangan klub, ada satu orang yang sudah duduk di ruang tersebut.

Orang yang sudah duluan masuk ke ruangan klub adalah Chitanda Eru. Chitanda adalah gadis dengan rasa penasaran yang tinggi. Selalu saja ada kasus yang harus dipecahkan oleh Oreki gara-gara rasa ingin tahu Chitanda yang besar. Satoshi pun lalu ikut mendaftar di Klub Sastra Klasik. Berikutnya, sahabat mereka yang lain, Ibara Mayaka, ikut bergabung juga dengan Klub Sastra Klasik.

Festival Budaya hampir tiba. Chitanda sebagai ketua klub menginginkan agar semua anggota klub berpartisipasi menulis antologi. Untuk menulis, mereka mencari referensi antologi yang lama. Namun gara-gara itu, mereka harus berhadapan dengan kasus 33 tahun yang lalu. Masalahnya, petunjuk mereka hanyalah sebuah antologi berjudul Hyouka dan itu pun antologi tahun kedua klub, sedangkan antologi edisi perdana tidak ada.

Komentar:
Cerita di buku ini mirip cerita detektif, namun ceritanya bukan tentang pembunuhan. Kasus-kasus yang ada di buku ini adalah kasus-kasus yang terjadi di sekolah. Namun kasus tersebut cukup membuat bingung. Karena ceritanya seru, jadi pengen baca terus bukunya sampai selesai. Boleh dibilang seperti serial Detektif Conan tapi bukan tipe ruang tertutup dan tembakan bius atau apalah itu. Yang menjadi detektif dalam buku ini adalah Oreki, si pelajar biasa-biasa yang dunianya abu-abu.

Quotes yang ada di buku:
1. Secara umum, orang yang pintar merangkai kalimat adalah orang yang cerdas. Namun, hal itu tidak lantas membuktikan bahwa orang yang tidak bisa merangkai kalimat adalah orang yang bodoh. ~hlm. 55.

2. Suatu saat nanti, kita yang berada pada masa ini, akan menjadi kisah klasik bagi mereka di masa depan. ~hlm. 136.

3. Kalau saya sampai menjadi lemah, akan tiba hari saat saya bahkan tidak bisa berteriak. Kalau saya lemah pada saat hari itu tiba, saya akan ‘mati’ di dalam meskipun saya masih hidup. ~hlm.224.

Rating:
Untuk buku ini aku beri nilai 4 dari skala 5.

Informasi Buku:
Judul Buku: Hyouka
Pengarang: Yonezawa Honobu
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun Terbit: 2017
Jumlah halaman: 244 halaman
ISBN: 978-602-6383-39-6

[Review Buku] Giselle

Satu lagi buku karangan Akiyoshi Rikako-sensei yang ditunggu-tunggu. Giselle! Akhirnya mendarat di rumah setelah menunggu beberapa waktu. Kata pertama ketika melihat buku ini sampai. “Horeee!!”

Sinopsis versiku:
Ceritanya tentang dunia balet. Buku ini mengisahkan tentang tarian berjudul Giselle. 15 tahun yang lalu Giselle dipentaskan oleh Tokyo Grand Ballet theater. Tapi pada saat itu terjadi insiden. Himemiya Mayumi, prima balerina teater tersebut tewas. Ada desas-desus bahwa Mayumi akan melarikan uang teater. Lalu ia dendam dengan Reina, prima balerina lainnya yang juga anak direktur teater. Namun tidak ada yang tahu kebenaran kasus tersebut. Dan sejak kejadian itu, tarian Giselle disegel, tidak lagi dipentaskan oleh Tokyo Grand Ballet.ย Namun, 15 tahun kemudian, tarian tersebut dinyatakan akan dipentaskan untuk memperingati ulang tahun berdirinya Tokyo Grand Ballet.

Sejak diumumkannya pementasan tarian Giselle, suasana teater menjadi tidak karuan. Pertama. Ranmaru, salah satu penari cowok, mengaku melihat hantu Mayumi sedang menari di studio Tokyo Grand Ballet. Setelah itu, Reina, yang ditunjuk untuk memerankan Giselle juga melihat hantu Mayumi. Chouno, pelatih balet sekaligus suami Reina, mengatakan ia melihat bayangan Mayumi sesaat sebelum ia jatuh. Apa iya hantu Mayumi bangkit setelah pengumuman pementasan tarian Giselle?

Kanon, salah satu siswi teater, mencari tahu tentang kebenaran kasus Mayumi. Karena ada kasus orang-orang melihat hantu, ditambah lagi adanya kecelakaan dan musibah naas, suasana teater menjadi tidak nyaman. Para penari tetap berlatih seperti biasa namun dalam hati masing-masing saling mencurigai. Kenapa ada musibah? Apakah itu akibat kutukan dari Mayumi, sang penari Giselle yang posisinya digantikan oleh Reina?

* * *

Review:
Buku ini lumayan tebal jika dibandingkan buku karangan Akiyoshi Rikako lainnya. Tapi ceritanya benar-benar bikin penasaran. Seru. Dan ikutan terhanyut oleh cerita. Seperti diseret ke dalam dunia tari balet. Di buku ini juga banyak istilah-istilah dalam dunia balet. Lumayan buat menambah pengetahuan. Dan seperti biasa, plot twistnya keren. Endingnya nggak tertebak. Salut buat Rikako-sensei. Benar-benar bagus ceritanya!

Rating:
Untuk buku keren ini aku beri nilai 4.5 dari skala lima.

Informasi Buku:
Judul Buku: Giselle
Pengarang: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Penerbit Haru
Jumlah Halaman: 400
Tahun Terbit: 2019
ISBN: 978-602-52972-9-8

[Review Buku] Simple Thinking about Blood Type Animation Book

Lagi nggak ada kerjaan. Jenuh. Capek. Enaknya baca buku yang lucu-lucu dan ceritanya nggak berat. Contohnya buku berjudul Simple Thinking about Blood Type Animation Book ini. Judulnya memang pakai Bahasa Inggris. Di covernya ada tulisan Korea. Tapi dalamnya berbahasa Indonesia, kok.

Buku yang berdasarkan web comic karangan Park Dong Sun ini menceritakan tentang karakter setiap golongan darah. Ceritanya dalam bentuk animasi atau komik. Jadi buat kalian yang suka baca komik, boleh dicoba baca buku ini. Yang nggak suka baca komik, kalau mau tahu tentang buku ini boleh juga baca sambil ngemil tempe. *eh ๐Ÿ˜

Di halaman awal disebutkan ciri-ciri setiap golongan darah. Misalnya:
1. Golongan darah A: baik, sopan, berhati lembut.
2. Golongan darah B: jujur, kreatif, bebas.
3. Golongan darah O: aktif, selalu ingin tahu, supel.
4. Golongan darah AB: terampil, misterius, bijaksana.
Ciri-ciri di atas masih ada penjelasannya lagi.

Di halaman berikutnya adalah beberapa bab tentang banyak hal. Contohnya:
1. Golongan darah apa yang paling ahli menyembunyikan perasaannya ketika jatuh cinta?
2. Golongan darah apa yang paling boros?
3. Golongan darah apa yang paling tidak bisa menepati janji?
4. Golongan darah apa yang paling bersemangat saat bekerja?
dan lain-lain. Totalnya ada 12 bab.

Ilustrasi buku ini lucu. Ceritanya juga ngegemesin. Dan sebagai pengingat untuk para pembaca, penulis buku membuat catatan di setiap akhir bab, seperti:
* tujuan dari peringkat ini bukan untuk mendiskriminasi sifat seseorang berdasarkan golongan darah.
* itu bukan karena golongan darahnya, melainkan sifat bawaan dari orang itu sendiri. (hlm.34)

Dan kata-kata yang lucu dari penulis adalah:
* Setelah melihat hasil Kuis Golongan Darah kali ini, walaupun tidak memuaskan mari kita bersikap sebaik-baiknya pada pacar kita. (hlm.78) ๐Ÿ˜…
* Jangan menyalahkan golongan darah jika ada teman kalian yang tidak bisa menepati janji. Mungkin penyakit lupanya parah sekali. (hlm.122)

Rating:
Untuk buku komik yang nggak tebal ini aku beri nilai 4,5 dari skala 5. Yuk, dibaca. Oh ya, buku ini ada seri keduanya, lho!

* * *

Informasi Buku:
Judul Buku: Simple Thinking about Blood Type Animation Book
Pengarang: Park Dong Sun
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun Terbit: 2015
Jumlah Halaman: 194 halaman
ISBN: 978-602-7742-67-3

[Review Buku] Kill Me If You Can

Sinopsis:
Terjadi serangan tembak-tembakan di Grand Central New York. Seorang pembunuh bayaran mengejar pembunuh bayaran lainnya. Terjadi kekacauan di area tersebut. Orang-orang begitu panik. Di saat tersebut, Matthew Bannon, seorang mahasiswa seni, mendekati orang yang kena tembak. Lalu ia menemukan sebuah tas yang dalamnya penuh dengan berlian. Tidak perlu berpikir panjang, ia membawa tas tersebut keluar dari kekacauan. Seorang polisi bertanya padanya namun ia berhasil mengelabui polisi tersebut dengan mengaku sebagai dokter. Matthew berhasil kembali ke rumahnya dengan selamat. Ia berpikir, dengan berlian-berlian di tangannya itu, ia bisa hidup menyenangkan dengan kekasihnya yang berprofesi sebagai dosen di tempat kuliahnya.

Sementara itu, Chukov, mafia yang menangani masalah berlian tersebut merasa telah ditipu anak buahnya yang bernama Zelvas. Zelvas mencuri berlian-berlian tersebut dari sindikat mereka. Pimpinan mereka, Nathaniel, marah kepada Chukov dan meminta Chukov menyelesaikan kekacauan. Padahal saat itu Zelvas telah mati dibunuh di Grand Central. Chukov menyewa pembunuh bayaran lainnya untuk mencari berlian-berlian yang hilang. Pembunuh bayaran yang telah disewanya bernama Ghost. Namun ia harus bergerak cepat sehingga menyewa satu orang lagi yang bernama Marta Krall. Marta Krall terkenal sebagai pembunuh bayaran yang kejam. Yang ada di pikiran Chukov adalah ia mendapatkan berliannya sementara kedua orang pembunuh bayaran yang disewanya bisa saling membunuh karena masing-masing ingin menang. Chukov yang licik bekerja sama dengan polisi setempat untuk mencari identitas orang yang membawa tas penuh berlian.

Matthew Bannon yang telah memiliki tas penuh berlian mencoba menanyakan harga berlian yang ditemukannya itu di beberapa toko. Dengan banyaknya berlian yang dimilikinya, ia berpikir ia akan kaya. Lalu ia memutuskan mengajak Katherine berangkat ke Paris untuk bersenang-senang. Namun, ternyata para mafia telah menemukan identitasnya. Ia menjadi incaran Chukov. Pertarungan pun dimulai.

Review:
Buku ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu Prolog, Bab Satu, Bab Dua, Bab Tiga, dan Epilog. Bagian Prolognya seru. Namun di Bab 1 ceritanya terasa lambat dan agak membosankan. Tapi…. Begitu masuk bagian Dua sampai habis, ceritanya jadi seru banget. Banyak hal tak terduga yang diungkapkan satu per satu di bagian ini. Baca buku ini seperti sedang nonton film action. Seru dan menegangkan!

Dari sekian banyak bagian-bagian yang seru dari buku ini, ada juga bagian yang menjijikkan. Itu adalah cerita hubungan yang aneh antara pria dan wanita. Dan bahasanya menurutku agak vulgar. Baca aja sendiri kalau nggak percaya. Tapi kalian harus sudah berusia di atas 18 tahun ya. Jangan berikan buku ini pada anak kecil untuk dibaca.

Oh ya satu lagi tentang buku ini. Karena buku ini adalah buku terjemahan, banyak kosakata bahasa yang bisa dipelajari, terutama bahasa Rusia.

Rating:
Aku beri 4 bintang dari skala 5 bintang.

Informasi Buku:
Judul Buku: Kill Me If You Can
Pengarang: James Patterson dan Marshall Karp
Genre: mystery, suspense, thriller, crime fiction
Tahun Terbit: Mei 2018
Penerbit: Penerbit Spring
Jumlah Halaman: 408 halaman
ISBN: 978-602-6682-22-2

[Review Buku] Another

Buku ini adalah buku yang sangat ditunggu-tunggu abad ini. Bukunya terbagi menjadi dua. Jadi semacam novel bersambung gitulah. Walaupun ada dua buku, Another 1 dan Another 2, aku sih nggak masalah baca novel bersambung ini. Penyebabnya tak lain tak bukan adalah gambar-gambar yang diposting oleh akun @penerbitharu di instagram. Yuk, disimak….

View this post on Instagram

Selamat sore semuanya! Di sini ada nggak sih yang peka dengan hal-hal mistis? ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ . . Sakakibara Kouichi harus pindah sekolah pada musim semi 1998. Tapi kelas barunya ini aneh. Ada seorang cewek yang duduk di pojokan kelas, tapi seisi kelas nggak bisa melihat dia! . . Siapa dia? Dan kenapa seisi kelas tampak ketakutan? . . Penasaran, kan? Yang sudah baca atau tahu cerita #NovelAnother diharap jangan spoiler yaa. . . Pokoknya novel ini pas banget dibaca malem-malem sambil sedia cemilan kembang kantil #waduh ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ . . Hati-hati sama penampakan yang tidak diinginkan, ya! Selamat berakhir pekan! . . Pembelian buku ke @owlbookstore baca sinopsisnya di @katalogharu . #novelanother #novelhoror #horror #noveladdict #novel #bacaituseru #ayobacabuku #bukujepang #jepang #anime #manga #lightnovel #mistery #horrorstories #liveaction #yamazakikento #ayobacabuku

A post shared by Penerbit Novel-Novel Asia (@penerbitharu) on

Nah, bagi penggemar genre thriller pasti akan menjadi sangat penasaran dengan cerita Another karangan author Jepang, Ayatsuji Yukito, ini. Apalagi kalau baca sinopsis di belakang buku.

Sinopsis di Buku 1:
Musim semi tahun 1998, Sakakibara Kouichi harus pindah sekolah ke SMP Yomiyama Utara dan masuk ke kelas 3-3. Namun, kelas 3-3 tampak begitu ketakutan akan sesuatu, hal yang tidak bisa dia jelaskan.

Ingin tahu apa yang membuat mereka ketakutan, Sakakibara mencoba mendekati Misaki Mei. Namun tanpa dia sadari…. dia melakukan kesalahan.

Kesalahan besar yang membuat teror dan kengerian mulai merebak….

Sinopsis di Buku 2:
Musim semi tahun 1998, Sakakibara Kouichi harus pindah ke SMP Yomiyama Utara dan masuk ke kelas 3-3. Namun, kelas 3-3 tampak begitu ketakutan akan sesuatu, hal yang tidak bisa dia jelaskan.

Sakakibara akhirnya mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di kelas 3-3, tapi teror tak juga berhenti.

Akankah teror itu berakhir dan kelas 3-3 bertahan? Atau, akankah seluruh kelas mati bersimbah darah?

Sinopsis versiku:
Sakakibara Kouichi pindah sekolah ke SMP Yomiyama Utara. Di sana jauh dari Tokyo. Yomiyama adalah kota kelahiran almarhum ibunya. Tepat sebelum masuk sekolah, Sakakibara menderita sakit paru-paru. Saat dirawat di rumah sakit, ia bertemu dengan anak perempuan yang aneh. Lalu, setelah sembuh, bibinya, Reiko-san, menceritakan tentang Tujuh Keanehan Yomi Utara. Itu adalah cerita hantu. Namun tentu saja Sakakibara tidak langsung percaya.

Saat akhirnya Sakakibara masuk sekolah, ia melihat anak perempuan aneh ada juga di kelasnya. Anak itu juga aneh di kelas. Namanya Misaki Mei. Orang-orang di kelas tidak menggubris Misaki. Namun Sakakibara tidak menyadarinya. Ia mencoba berteman dengan Misaki.

Sakakibara mendengar cerita tentang kelas 3-3. Ceritanya adalah tentang seorang anak bernama Misaki. Anak itu sebenarnya pintar dan banyak orang yang menyukainya. Tetapi sebelum kelulusan, ia mati karena kecelakaan. Teman-teman sekelasnya, di kelas 3-3, mencoba mengenangnya dengan cara menganggap ia tidak mati. Pada saat kelulusan, semua mendapati Misaki nampak di dalam foto kelulusan.

Nama anak yang mati 15 tahun yang lalu sama dengan nama anak perempuan aneh di kelas 3-3. Sakakibara mencoba mencari tahu tentang cerita-cerita seram yang ia dengar. Ia mengikuti Misaki teman sekelasnya. Lalu mendapati dirinya berdiri di depan toko boneka yang aneh. Nama toko itu Senja yang Melihat Malam Milik Mata Biru Kosong. Saat masuk ke dalam toko, ia merasakan aura yang aneh. Barang-barang di toko juga aneh. Tiba-tiba Misaki muncul entah dari mana. Mereka mengobrol sebentar.

Beberapa waktu kemudian, setelah Sakakibara mencoba mencari tahu tentang kebenaran cerita hantu, terjadilah teror menakutkan. Ada teman sekelasnya tewas di sekolah. Kemudian, perawat yang menjadi teman Sakakibara juga ikut tewas saat sedang berbicara dengannya di telepon. Teror mengerikan pun terus berlanjut.

* * *
Review:
Nah, penasaran nggak sih sama isi ceritanya buku Another ini? Aku baca dua buku ini nggak pake lama! Pokoknya ceritanya bagus banget. Bikin penasaran. Plot twistnya juga keren.

Di buku ini ada bagian introductionnya. Isinya adalah bisik-bisik orang, yang tidak dijelaskan siapa, tentang cerita-cerita aneh di SMP Yomiyama Utara. Mereka berbisik-bisik tentang Misaki. Dan segala hal yang akan membuat pembaca penasaran.

Lalu ada bagian Chapternya. Nah, di bagian Chapter ini, cerita dibagi menjadi per tanggal. Chapter mengisahkan tentang petualangan Sakakibara mencari kebenaran tentang cerita seram kelas 3-3.

Endingnya? Tak tertebak. Kalian baca sendiri deh bukunya. Nggak seru kalau diceritakan di sini. Hehe.

* * *
Kata-kata keren yang ada di buku:
“Maut itu… mungkin tidak ramah. Banyak orang bilang kematian itu tenang, tapi tidak seperti itu. Kematian sangat gelap… sampai ke mana pun, gelap. Sampai ke mana pun, sendirian.” ~hlm.63 (II)

Hanya saja, harapan adalah sesuatu tanpa dasar yang mudah berganti dengan optimisme kosong. ~hlm.66 (II)

Karena, perubahan itu ada. ~hlm.68 (II)

Waktu kupikirkan baik-baik, yang harus kutakutkan adalah iblis bernama rasa curiga yang membengkak. ~hlm.174 (II)

Boneka itu kosong. Tubuhnya, juga hatinya, sangat kosong, tidak ada apa-apa di dalamnya. Kekosongan itu terhubung pada maut. ~hlm.227 (II)

* * *
Reting:
Rating untuk buku yang keren ini adalah 4,8 dari skala 5. Favorit!

* * *
Informasi Buku
Judul Buku: Another
Pengarang: Ayatsuji Yukito
Penerbit: Penerbit Haru
Genre: thriller, misteri
Tahun Terbit: 2018
Jumlah halaman: 336 hlm (buku 1) dan 296 hlm (buku 2)

[Review Buku] 13 Reasons Why

Sinopsis:
Buku ini menceritakan tentang Clay yang mendapat kiriman sebuah kotak sepatu berisi setumpuk kaset. Pengirimnya adalah Hannah Baker, teman sekolahnya yang meninggal karena bunuh diri dua minggu yang lalu.

Dalam kaset itu, Hannah menjelaskan alasan-alasan kenapa ia bunuh diri dan siapa saja yang terlibat di dalamnya. Karena Clay mendapatkan paket berisi kaset tersebut, maka ia adalah salah satu yang terlibat.

Sebelum Clay mendapatkan paket kaset tersebut, ada seseorang yang menyelipkan peta ke lokernya. Rupanya peta itu adalah kiriman dari Hannah juga sebelum ia meninggal. Peta tersebut ada hubungannya dengan kaset-kaset yang dikirimkan kepada Clay.

Melalui kaset yang dikirim dari Hannah, Clay jadi tahu bahwa peta tersebut menjelaskan tentang tempat-tempat yang ada hubungan dengan alasan Hannah bunuh diri. Clay penasaran dengan seluruh isi kaset yang dikirimkan padanya. Ia menghabiskan sepanjang malam untuk menyusuri kota kecilnya sambil mendengarkan keseluruhan isi kaset-kaset tersebut.

Review:
Seperti judulnya, buku ini adalah kisah alasan-alasan Hannah bunuh diri. Tokoh utamanya adalah Clay Jensen, seorang siswa SMA yang ternyata mempunyai perasaan suka pada Hannah Baker. Tetapi tentu saja ia sangat menyesal ketika mengetahui bahwa Hannah bunuh diri dan ia tidak sempat mengatakan tentang perasaannya pada Hannah. Hannah sendiri adalah seorang gadis yang baik namun ia bertemu dengan orang-orang yang tidak baik. Hal tersebut membuat Hannah merasa terkucilkan dan sedih. Itulah sebabnya mengapa ia memilih bunuh diri untuk mengakhiri semuanya.

Baca buku ini… bab per bab terasa panjang. Karena isinya membicarakan tentang keburukan seseorang. Ya, ada juga tentang orang yang baiknya. Tetapi secara keseluruhan adalah tentang orang-orang yang jahat pada Hannah. Karena itulah, mendengarkan tentang keburukan orang lain tuh bikin capek!

Karena buku ini bikin capek, tentu saja bacanya jadi bikin ngantuk. So, buku ini cocok banget menjadi bacaan sebelum tidur. Nggak bikin buru-buru untuk menyelesaikannya karena dari awal pembaca sudah diberi tahu bahwa yang akan dibahas adalah orang-orang dan tempat-tempat yang terlibat dalam kematian Hannah.

Kisah-kisah per babnya bikin geregetan, juga bikin sedih. Penulisnya sukses bikin pembaca jadi terhanyut dalam cerita. Karena ceritanya tentang Clay yang mendengarkan kaset, pembaca jadi melihat dua sisi sekaligus, yaitu sisi bagaimana perasaan Hannah dan juga bagaimana apa yang dirasakan oleh Clay.

Jika membaca komentar dari beberapa orang tentang buku ini, banyak yang mengatakan bahwa buku ini hebat, sangat bagus, dan bisa mengubah pandangan kita terhadap orang lain. Memang benar, seseorang melakukan sesuatu pasti ada alasannya kan? Jangan menilai dari tampilan luar, juga dari bagaimana sikap seseorang pada saat tertentu. Kita tidak tahu apa yang dialaminya sebelum bertemu kita. Ya, itulah inti dari buku ini.

Rating:
Buku ini sebenarnya menarik. Ya, kalau nggak… Nggak mungkin ceritanya dijadikan film, kan? Tapi tentu saja setiap orang punya pendapat berbeda mengenai buku ini. Saya pikir, saya akan memberi rating 7/10 untuk buku ini.

13 Quotes:
Oh, ya, ada satu lagi yang perlu diberitahukan kepada Anda sekalian. Ini mengenai kata-kata yang bagus dari buku ini. Yuk langsung saja disimak:

1. Pengkhianatan. Ini salah satu perasaan paling buruk. ~hlm.29.

2. Dan bagaimana dengan kalian – kalian semua – apa kalian melihat luka yang telah kalian tinggalkan? Tidak. Mungkin saja tidak. Sebab sebagian dari luka itu tidak bisa dilihat secara kasat mata. ~hlm.82.

3. Aku tidak mau bertingkah seakan segalanya baik-baik saja, karena memang tidak. ~hlm.129.

4. Orang kadang kesulitan untuk menyampaikan kata-kata menyenangkan satu sama lain. … Kalau kau bisa, beri tahu mereka secara langsung. Tapi kalau tidak bisa, beri mereka surat dan itu akan sama saja rasanya. ~hlm.165.

5. Kadang kita memiliki pikiran yang bahkan tidak bisa kita pahami. Pikiran-pikiran yang bahkan tidak benar -bukan yang sesungguhnya kita rasakan- tapi pikiran itu terlintas dalam kepala kita karena menarik untuk dipikirkan. ~hlm.182.

6. Biasanya, saat seseorang memiliki reputasi terkenal, ada orang lain yang siap mencabik-cabiknya. Mereka menanti munculnya keburukan yang fatal. ~hlm.206.

7. Kalian tidak tahu apa yang berlangsung di kehidupan orang lain kecuali kehidupan kalian sendiri. Dan saat kalian mengacaukan satu saja bagian kehidupan seseorang, kalian tidak cuma mengacaukan bagian yang itu. Saat kalian mengacaukan satu bagian kehidupan seseorang, berarti kalian mengacaukan seluruh kehidupannya. ~hlm.208.

8. Segala sesuatu… memengaruhi segalanya. ~hlm.208.

9. Kau tidak bisa mundur ke masa lalu… Seperti sediakala. Yang benar-benar kau miliki hanyalah… masa sekarang. ~hlm.212.

10. Menyenangkan rasanya tahu ada orang yang mengerti … apa yang sedang kualami. ~hlm.243.

11. Tapi kadang-kadang tak ada yang bisa dilakukan selain terus melangkah. ~hlm.280.

12. Orang-orang perlu tahu bahwa ada tempat yang bisa mereka tuju. Seseorang yang bisa menjadi tempat mereka mengadu. ~hlm.306.

13. Pada akhirnya, kita semua harus melangkah maju dan melalui semua ini. ~hlm.306.

Informasi Buku:
Judul buku: 13 Reasons Why
Pengarang: Jay Asher
Penerbit: Penerbit Spring
Tahun terbit: 2018
Jumlah halaman: 324 halaman
ISBN: 978-602-6682-24-6