[Review Buku] Ito Junji Best of Best Short Story Collection

sumber gambar: amazon

Setelah sekian lama, akhirnya bisa terbeli juga komik ini. Sudah lama banget sejak terakhir kali aku membeli komik. Setelah melihat banyak teman yang posting tentang komik Ito Junji ini, lalu dari akun instagram penerbitnya sering promo, akhirnya aku beli.

Ternyata keren banget komik Ito Junji Best of Best ini. Di dalam buku ada 10 cerita pendek. Judul-judulnya:
1. Army of One
2. The Human Chair
3. Venus in the Blind Spot
4. The Licking Woman
5. Umezz Sensei and Me
6. Other Love of This World
7. The Possession of Professor Kirida
8. The Enigma of Amigara Fault
9. The Sad Tale of The Principal Post
10. Memento

Cerita-ceritanya rata-rata seram, apalagi didukung oleh ilustrasi yang mendetail sehingga menambah kesan seram. Walaupun ceritanya nggak semua tentang hantu tapi horor banget kisah-kisahnya. Setelah baca buku ini aku sampai nggak bisa tidur karena takut nanti ada monster.

Ada satu cerita yang pernah aku baca di buku lain, yaitu yang judulnya The Human Chair. Cerita aslinya adalah karangan Edogawa Ranpo. Ini cerita tentang orang yang membuat kursi untuk diberikan ke seorang penulis wanita favoritnya. Lalu dia sendiri masuk ke dalam kursi tersebut dan tinggal di sana.

Ada beberapa cerita yang aku nggak mengerti maksudnya apa misalnya cerita pertama yang berjudul Army of One, The Possession of Professor Kirida, dan The Sad Tale of The Principal Post. Bagian endingnya seperti plot twist tapi aku nggak nyambung maksudnya apa. Tapi yaa sudahlah, terkadang komik-komik horor ceritanya tidak terlalu mendetail. Tidak seperti gambarnya yang mendetail.

Rating:
4/5

Informasi Buku:
Judul Buku: Ito Junji: Best of Best Short Story Collection
Pengarang: Junji Ito
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama – M&C
Tahun Terbit: 2021
Genre: Horor – Dewasa
Jumlah Halaman: 272

[Review Buku] Like a Momentary Ray between Clouds

sumber gambar: goodreads

Cerita:
Buku ini adalah kumpulan cerita pendek tentang orang-orang yang berkaitan dengan tewasnya seorang anak laki-laki berumur 8 tahun. Anak laki-laki tersebut tewas ditabrak mobil di sebuah persimpangan jalan. Saat itu si anak sedang mengendarai sepeda. Si anak punya orang tua tunggal. Ia tinggal bersama ibunya yang bekerja di pabrik roti. Di dalam buku ini ada 5 orang yang mendapatkan efek dari kematian seorang anak laki-laki.

Komentar:
Bagaimanapun, kematian seseorang membawa duka yang mendalam bagi orang-orang terdekat. Apalagi jika kejadiannya begitu mendadak dan begitu cepat. Seperti itulah kisah Shun, bocah laki-laki berusia 8 tahun yang tewas saat dalam perjalanan pulang. Padahal ia tinggal sedikit lagi sampai di rumah. Padahal ia sudah biasa mengendarai sepeda. Tapi yang namanya ajal sudah menjemput ya mau bagaimana.

Orang-orang yang melihat kejadian tersebut ada 3. Selebihnya adalah orang yang terkena dampaknya. Di buku ini ada kisah-kisah tentang kelima orang tersebut. Ada ibunya Shun, 2 orang penabrak, seorang perempuan yang sekantor dengan suami penabrak, dan orang lainnya.

Bagus ceritanya. Ini tentang perenungan hidup. Apakah kau akan bersedih selamanya meratapi kejadian yang telah berlalu? Kesalahan-kesalahan yang telah kauperbuat masihkah akan kau ulangi? Apakah kau akan bangkit dan memperbaiki semuanya? Bagaimana jika tidak bisa memperbaikinya? Adakah jalan lain?

Sebuah buku yang menurutku oke untuk dibaca. Cukup menarik namun tidak sampai super menarik. Ceritanya ringan. Bahasanya lumayan bisa dimengerti. Okelah sebagai hiburan di waktu luang.

Rating:
3/5

Informasi Buku:
Judul Buku: Like a Momentary Ray between Clouds
Pengarang: Mami Sunada
Penerbit: Penerbit Clover, M&C, PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2021
Jumlah Halaman: 177

[Review Film Serial] Doom at Your Service

sumber gambar: asianwiki.com

Hai! Kembali bersama saya di sini dalam Review Film Serial. Kali ini aku akan bahas film Doom at Your Service.

Ceritanya apa?
Film ini ceritanya tentang Tak Dong Kyung yang bekerja sebagai editor di perusahaan web novel. Suatu hari ia didiagnosis terkena tumor otak. Sebelumnya, ia juga baru mendapat musibah. Pacarnya ternyata sudah punya istri dan sang istri memarahi Dong Kyung. Dong Kyung sangat malu karena kemudian pacarnya datang ke kantornya.

Saat Dong Kyung sedang kecewa, ia mengucapkan sebuah kalimat yang menginginkan dunia ini hancur. Kalimat yang ia ucapkan didengar oleh Dewa Kehancuran. Dewa ini adalah Dewa yang mengabulkan permohonan orang-orang yang menginginkan kehancuran dan sebagai imbalannya orang tersebut harus kehilangan orang yang ia sayangi.

Dewa Kehancuran mendatangi Dong Kyung. Dong Kyung yang tidak percaya mengira Dewa itu adalah orang jahat. Namun Sang Dewa menunjukkan kekuatannya dengan memberikan pemandangan-pemandangan dari negara lain. Dong Kyung juga diajak ke dunia mimpi. Awalnya Dong Kyung tidak mau menyebutkan permohonan apa pun. Kemudian sakit kepala akibat tumor otaknya kambuh. Ia ditolong oleh Sang Dewa. Akhirnya Dong Kyung menandatangi kontrak dengan Sang Dewa. Dalam 100 hari ia harus membuat permohonan dan sebagai imbalannya ia akan kehilangan orang yang disayanginya.

Komentar mengandung Spoiler 80%:
Oke, karena ini film komedi romantis jadi akhirnya nanti Dong Kyung dan Dewanya jatuh cinta, dong!. Tapi tentu saja untuk bisa jadian mereka harus melalui lika-liku ini-itu yang rumit. Untungnya jalan ceritanya mulus kayak jalan tol, ceritanya dibikin seru dan nggak membosankan. Jadi asyik-asyik aja nonton film fantasi ini.

Selain cerita tentang Dong Kyung, ada cerita tentang teman Dong Kyung yang juga klien perusahaan tempat Dong Kyung bekerja. Ia adalah Ji Na, penulis web novel yang menggunakan nama samaran lEe Hyun. Lee Hyun itu nama pacarnya Ji Na tapi Ji Na dighosting oleh pacarnya.

Nah, si Ji Na ini pernah nungguin pacarnya di asrama tempat pacarnya tinggal tapi si pacar memang pengecut dan nggak mau nemuin dia. Trus ada kakak tingkatnya si pacar yang lihat si Ji Na tiap hari duduk melamun nungguin pacar. Si kakak tingkat ini pada zaman sekarang menjadi Ketua Tim di perusahaan web novel tempat Dong Kyung bekerja. Rupanya si kakak tingkat bernama Cha Joo Ik ini diam-diam suka sama Ji Na.

Cerita kedua orang tersebut bikin filmnya jadi makin berwarna. Dan karena ketua tim Cha Joo Ik yang diperankan oleh Lee Soo Hyuk itu orangnya cool banget dan suaranya beneran keren, dia jadi idola baru buatku. Hohoho. Kapan-kapan mau nonton filmnya yang lain.

Satu hal yang nggak aku suka dari film ini adalah keberadaan dewa. Kirain dewa-dewa adalah reinkarnasi dari manusia yang melakukan kesalahan dan dihukum. Di episode ke berapa ada cerita tentang Dong Kyung ingat ia pernah bertemu Dewa Kehancuran saat ortunya meninggal. Tapi di film ini tidak dijelaskan apakah Dewa Kehancuran dulunya manusia juga. Jadinya menebak-nebak sendiri sebenarnya siapa dewa tersebut. Okelah, tak usah pikirkan itu yang penting ceritanya sangat menghibur.

Rating:
4/5

Informasi Film:
Judul Film: Doom at Your Service / One Day, Doom Entered The Front Door of My House
Jumlah Episode: 16
Genre: Romance, Comedy, Fantasy
Rilis: Mei – Juni 2021
Stasiun: tvN
Negara/Bahasa: Korea Selatan / Korea
Pemain:
Park Bo Young sebagai Tak Dong Kyung
Seo In Guk sebagai Dewa Kehancuran
Lee Soo Hyuk sebagai Cha Joo Ik
Shin Do Hyun sebagai Na Ji Na
Kang Tae Oh sebagai Lee Hyun Kyu
Jung Ji So sabagai Dewa kepala

[Review Buku] Dollagoot: Toko Penjual Mimpi

sumber gambar: shopee

Hai! Hai! Aku baru saja menyelesaikan baca novel berjudul Dollagoot: Toko Penjual Mimpi karangan Lee Mi Ye. Buku yang diterbitkan oleh Penerbit Baca ini lumayan tebal. Ada 290 halaman. Bacanya sekitar seminggu. Nggak butuh waktu lama karena ceritanya oke.

Sinopsis:
Dikisahkan dalam buku ini ada sebuah desa yang hanya dapat dikunjungi ketika manusia tidur. Di desa itu ada kehidupan juga. Ada toko-toko, bank, rumah-rumah, jalan raya, dan hutan. Mirip dengan dunia manusia. Bedanya adalah di sana ada makhluk yang bisa terbang dan hewan berbulu lebat yang dapat berbicara.

Toko yang terkenal di dunia mimpi tersebut bernama Dollagoot. Ini adalah tokoh penjual mimpi. Toko ini selalu ramai dikunjungi oleh manusia dan hewan yang ingin tidur panjang atau hanya sekadar tidur siang. Tokonya terdiri dari beberapa lantai dan setiap lantai menjual mimpi dengan genre berbeda. Ada mimpi tentang perjalanan istimewa, mimpi bertemu orang yang disukai, mimpi makan, mimpi pertanda punya anak hingga mimpi buruk dan mimpi misterius.

Pemilik toko tersebut bernama Dollagoot. Pegawainya yang sudah senior adalah bibi Weather. Lalu ada manajer toko yang menjaga setiap lantai toko mulai dari Vigo Myers, Speedo, Mogberry, dan Motale. Toko Dollagoot menjual mimpi karya produser mimpi terkenal seperti Aganef Coco, Nicholas, Wawa Sleepland, dan lain-lain.

Suatu hari ada seorang anak muda bernama Penny yang melamar bekerja di Dollagoot: Toko Penjual Mimpi. Ia mempelajari buku-buku tentang mimpi supaya dapat diterima di toko Dollagoot. Akhirnya setelah diwawancarai, Penny pun diterima bekerja di sana. Di toko ini Penny mendapatkan banyak pengalaman.

Komentar:
Buku ini genrenya fantasi. Beneran fantasi. Baca buku ini serasa masuk ke dalam dunia mimpi. Lalu berandai-andai bisa pergi ke sana juga untuk memilih mimpi apa yang ingin dimimpikan saat tidur. Sepertinya enak banget kalau kita bisa memilih ingin bermimpi apa saat tidur. Jadi nggak kaget-kagetan kalau tiba-tiba kedapetan mimpi dikejar nenek sihir. Hehehe.

Ada beberapa bab dalam buku ini. Setiap bab ceritanya berbeda. Kalau komik atau film istilahnya slice of life. Cerita dari tiap bab berbeda, nggak nyambung, tapi ada kaitan sedikit dengan bab sebelumnya. Misalnya di bab agak belakang diceritakan Penny pergi ke rumah produser mimpi. Penny pernah bertemu dengan produser tersebut di sebuah acara yang diceritakan pada bab sebelumnya.

Selain ceritanya yang menghibur, ada banyak pelajaran tentang hidup yang dapat kita dapat dari membaca buku ini. Berikut ini quotes yang menarik yang aku kutip dari buku:
“Manusia kan bukan mobil yang bisa menyetir sendiri. Mereka tidak hanya melaju melihat ke tujuan akhir. Hidup baru akan terasa sempurna kalau kita tahu cara untuk menyalakan mesin, menginjak gas, dan kadang menginjak rem secara langsung.” ~hlm.106.

“Jika dipikirkan dengan cara berbeda, masa paling menyusahkan bisa menjadi momen saat kita mengerahkan seluruh tenaga untuk membebaskan diri dari kesulitan. Masa yang telah berlalu itu bisa terlihat berbeda tergantung dengan cara kita mengingatnya. Anda bisa hidup baik-baik saja saat walau telah melewati masa seperti itu. Bukankah ini bukti betapa kuatnya diri Anda?” ~hlm.135.

“Kalian memiliki sesuatu yang mengekang saat ini, baik itu ruang, waktu, atau kekurangan fisik…. Namun, aku harap kalian semua tidak fokus hanya memikirkan itu. Fokuslah untuk menemukan sesuatu yang bisa membuat hidup dengan bebas.” ~hlm.207.

“…Ada dua cara untuk mencintai hidup kita sendiri. Pertama, kita harus berusaha sekuat tenaga untuk melakukan perubahan saat merasa tidak ada yang memuaskan di dalam hidup. Lalu cara kedua…. Mau menerima apa adanya dan puas dengan hidup kita sendiri. … jika kita bisa benar-benar menjalankannya, Kita akan sadar bahwa selama ini kebahagiaan ternyata sudah ada di dekat kita.” ~hlm. 242-243.

Rating:
4/5

Informasi Buku:
Judul Buku: Dollagoot: Toko Penjual Mimpi
Pengarang: Lee Mi Ye
Penerbit: PT Bentara Aksara Cahaya
Tahun Terbit: 2021
Jumlah halaman: 290
ISBN: 978-602-6486-60-8

[Review Film Serial] Squid Game

Kalau sebelumnya aku membahas tentang serial Blue Birthday yang membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya, sekarang aku akan membahas serial Squid Game yang fenomenal. Butuh waktu kurang lebih satu minggu untuk menyelesaikan serial dengan jumlah episode sebanyak 9 ini.

sumber gambar: asianwiki.com

Ceritanya apa?
Film ini ceritanya tentang Seong Gi Hun yang tidak punya pekerjaan tetap dan punya banyak hutang. Ia punya seorang puteri yang tinggal bersama mantan istrinya. Ia bercerai dan istrinya sudah menikah lagi. Pada hari ulang tahun puterinya, GI Hun bahkan tidak bisa membelikan hadiah bagus dan makanan enak. Uang yang ia ambil dari ibunya digunakannya untuk judi pacuan kuda karena berharap bisa dapat uang lebih banyak. Namun, setelah ia menang judi uangnya malah dicopet dan ia dikejar-kejar penagih hutang.

Gi Hun yang sedang putus asa didekati seorang pria yang mengajaknya bermain permainan anak-anak. Pria itu akan memberinya uang jika Gi Hun berhasil mengalahkannya. Namun jika Gi Hun kalah, pria itu boleh menampar pipi Gi Hun. Awalnya Gi Hun mengira pria itu adalah penjual asuransi. Namun akhirnya ia tergiur hadiah uangnya dan bermain bersama pria aneh tersebut. Setelah berkali-kali kalah akhirnya Gi Hun berhasil memenangkan permainan. Ia mendapat hadiah uang. Pria aneh tesebut juga memberinya kartu aneh yang bertuliskan nomor telepon. Jika Gi Hun ingin bermain lagi ia harus menghubungi nomor tersebut.

Kehidupan Gi Hun sangat sulit. Ia menumpang di rumah ibunya. Belakangan ia juga baru mengetahui bahwa puterinya akan dibawa keluarga barunya berangkat ke Amerika. Gi Hun yang diancam oleh rentenir akhirnya menelepon nomor dari pria aneh yang ditemuinya di stasiun kereta. Ia pun diminta menunggu di sebuah tempat. Saat waktunya, sebuah mobil menjemputnya. Ada orang-orang lain di dalam mobil tersebut. Tak lama kemudian Gi Hun tak sadarkan diri.

Ketika Gi Hun siuman, ia sudah berada di sebuah ruangan besar bersama ratusan orang. Ia dan orang-orang lainnya mengenakan pakaian yang sama – pakaian training berwarna hijau. Lalu ada angka-angka yang tertera di pakaiannya. Angka-angkanya berbeda di tiap pakaian orang. Gi Hun mendapat nomor 456.

Kemudian ada suara pengumuman yang menjelaskan kepada orang-orang dalam ruangan. Mereka rupanya orang-orang yang akan melakukan permainan. Ada enam permainan yang harus mereka ikuti. Jika berhasil memenangkan permainan, mereka akan mendapat hadiah uang miliaran won. Peraturan permainannya adalah mereka harus menyelesaikan keenam permainan untuk mendapatkan hadiah uang. Tidak boleh keluar dari tempat permainan dan harus tinggal di sana sampai bisa menyelesaikannya. Peraturan lainnya adalah jika lebih dari separuh dari total jumlah pemain menginginkan permainan dibatalkan, maka mereka boleh pulang dan menghentikan permainan.

Permainan dimulai. Permainan pertama adalah Lampu Merah Lampu Hijau. Saat penjaga menghadap ke depan, pemain di belakang harus bergerak maju secepat mungkin untuk mencapai garis finish. Namun saat penjaga membalikkan kepalanya ke arah pemain, tidak boleh ada yang bergerak. Jika ada yang bergerak, pemain tersebut akan ditembak. Permainan ini rupanya mengadu nyawa. Gi Hun berusaha agar ia dapat selamat.

Di tempat permainan tersebut, Gi Hun bertemu sahabat masa kecilnya yang bernama Cho Sang Woo. Sang Woo adalah kebanggaan di daerah tempat tinggal Gi Hun karena berhasil lulus dari universitas terkenal dan mendapat pekerjaan yang bagus. Namun ternyata ia terlilit hutang yang menyebabkannya harus ikut dalam permainan.

Setelah melakukan permainan pertama, seluruh peserta permainan shock karena banyak banget yang mati. Dari 456 pemain, ada seratusan lebih yang tewas ditembak. Lalu mereka mengadakan voting untuk mengetahui banyak yang ingin bermain atau ingin pulang. Hasilnya banyak yang ingin menghentikan permainan. Mereka pun dipulangkan. Para peserta permainan ini tidak mengetahui di mana permainan diadakan dan siapa orang-orang di balik permainan tersebut. Semua petugas memakai topeng.

Sebelum kembali ke rumah, Gi Hun sempat ke kantor polisi dan melaporkan bahwa ia dibawa ke sebuah arena permainan yang aneh dan banyak orang yang tewas di sana. Namun polisi tidak mempercayainya walaupun Gi Hun sudah menunjukkan kartu yang ia dapat dari pria aneh di stasiun. Apalagi ketika polisi menelepon nomor yang tertera di sana ternyata dijawab oleh ibu-ibu yang tidak mengerti tentang permainan, bukan oleh laki-laki seperti yang dikatakan Gi Hun.

Gi Hun dan pemain lainnya yang kembali ke kehidupan mereka menjalani hari-hari yang sulit karena setiap pemain mempunyai masalah dengan uang. Rata-rata dari mereka adalah orang yang punya banyak hutang. Jika mereka kembali ke kehidupan biasa sebenarnya mereka lebih kesulitan untuk hidup dibandingkan dengan mereka berada di arena permainan. Rupanya pihak dari permainan mengetahui apa yang dialami oleh para pemain ini. Mereka mengirimkan kartu berisi nomor telepon kepada para pemain yang pulang. Para pemain yang putus asa karena tidak punya uang akhirnya kembali menghubungi nomor di kartu dan kembali lagi ke arena permainan. Mereka berpikir lebih baik mati di arena permainan daripada mati terlilit hutang dan dikejar-kejar rentenir bahkan polisi.

Komentar mengandung Spoiler 80%:
Film ini sangat seru. Wajar saja banyak banget yang nonton. Bahkan beberapa adegannya sampai dibuat meme dan kata-kata apalah gitu.

Urutan permainan yang ada dimainkan di film ini adalah permainan Lampu Merah Lampu Hijau, permainan Gulali, permainan Tarik Tambang, permainan Kelereng, permainan injak Kaca, dan yang terakhir adalah Squid Game. Permainan yang pertama, Lampu Merah-Lampu Hijau adalah permainan yang paling banayk dibuat lucu-lucuan/memenya. Baru episode awal sudah disuguhi permainan yang menyeramkan. Pada permainan Gulali, peserta harus melepaskan permen sesuai bentuknya. Misalnya ada gambar payung di permen, maka pemain harus mendapatkan gambar payung utuh tanpa memecahkan bentuk payungnya. Jika pecah permennya maka pemain akan ditembak.

Permainan ketiga adalah tarik tambang. Pada permainan ini setiap orang harus tergabung dalam kelompok yang beranggotakan 10 orang. Gi Hun membentuk tim dengan Sang Woo, Ali, dan Pak Tua. Lalu ada Sae Byeok. Masing-masing harus mengajak satu orang. Namun ternyata tim mereka banyak sekali anggota perempuannya. Kakek Tua lalu mengajarkan trik bagaimana supaya mereka bisa memenangkan pertandingan. Yang paling depan adalah orang yang berani. Di belakangnya memberikan semangat. Yang paling belakang adalah yang paling kuat. Lalu berdiri saling silang supaya lebih kuat pertahanannya. Seru banget di sini. Begitu permainan dimulai, mereka semua memiringkan badan ke belakang sehingga tim lawan tidak bisa menarik mereka. Lalu saat lawan lengah, mereka mulai menarik. Berikutnya ketika lawan bisa menarik mereka, mereka maju tiga langkah sehingga lawan terjatuh. Di saat itulah mereka menarik tali ke belakang sehingga bisa memenangkan pertandingan.

Permainan selanjutnya adalah permainan kelereng. Ini adalah episode yang mengharukan. Di sini kelihatan banget mana yang beneran teman dan mana yang teman makan teman. Mana yang menghalalkan segala cara dan mana yang malah mengorbankan dirinya agar teman dalam timnya bisa menang.

Satu permainan sebelum permainan terakhir adalah permainan injak kaca. Ini nggak terlalu seru. Pemain harus maju sesuai urutan. Gi Hun dapat nomor terakhir. Kalau pemain salah menginjak kaca, maka kaca akan pecah dan pemain jatuh ke jurang. Di episode ini terlihat adegan yang menjijikkan. Pemain yang jatuh ke jurang disorot bener. Ada yang kepalanya pecah. Hiii, seram!

Permainan terkahir tentu saja Squid Game. Sesuai dengan judul film ini. Tapi aku nggak akan cerita bagaimana permainannya. Permainan ini kayak main bentengan. Bentengan itu adalah nama permainan yang ada di daerah tempat tinggalku. Dulu kecil sering banget main ini. Pokoknya nanti ada yang penjaga benteng dan ada penyerang. Penyerang harus bisa mencapai benteng dan memegang tiang benteng supaya bisa menang. Penjaga benteng harus menghalau penyerang yang ingin memasuki daerah kekuasaan.

Oke lanjut bahasan tentang serial Squid Game. Kalau mau nonton jangan sambilan makan ya. Soalnya di film ini banyak banget adegan yang menjijikkan. Ada adegan kekerasan yang berdarah-darah dan bikin mual. Lalu, jangan ajak anak di bawah umur buat nonton film ini. Soalnya ada adegan yang tidak pantas ditonton.

Di film ini ada Sang Woo yang diperankan oleh Park Hae Soo. Dia ini pernah main di Prison Playbook. AKu pernah nonton filmnya. Bagus dan karakternya oke. Tapi Park Hae Soo memerankan karakter Sang Woo yang nyebelin yang suka menghalalkan segala cara supaya bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. Tokoh lain di film ini adalah Kakek Tua yang bikin plot twist. Lalu ada Ali yang imigran dari Pakistan dan ada Sae Byeok yang berasal dari Korea Utara. Oh ya ada karakter nyebelin lainnya seperti Deok Soo yang menjadi preman baik di luar tempat permainan maupun di dalam tempat permainan. Dia bikin geng untuk menyatukan preman-preman yang ikut dalam permainan. Lalu ada Min Nyeo si nyonya cerewet yang sok akrab sok kenal sok dekat dan merasa dirinya masih muda. Ngeselin banget pas dia ngaku-ngaku umurnya masih 19 tahun. Hiiih!

Selain karakter nyebelin ada juga karakter polisi ganteng yang mententramkan hati. Polisi Hwang Jun Ho diperankan oleh Wi Ha Joon. Ia masuk ke arena permainan dengan menyamar sebagai petugas permainan. Pak polisi pergi ke sana untuk mencari saudaranya yang hilang. DI kamar kos saudaranya, ia menemukan kartu Squid Game yang sama dengan milik Gi Hun. Petugas permainan rupanya ada kasta-kastanya. Itu terlihat dari gambar bentuk yang ada di topeng mereka. Yang paling rendah adalah yang berbentuk segitiga. Selanjutnya bentuk lingkaran dan yang tertinggi adalah bentuk segi empat. Kasta segitiga dan lingkaran tidak boleh bicara. Cuma kasta segi empat yang boleh. Lalu para petugas ini tidak boleh menunjukkan wajah atau identitas mereka pada siapapun. Jika mereka melakukannya maka hukumannya adalah hukuman mati. Pak polisi bisa sampai di arena permainan dan mengumpulkan banyak informasi. Namun sayangnya ia harus mengakhiri pencariannya karena ketahuan oleh Front Man – kepala dari seluruh petugas permainan. Front Man ini adalah pengawas dari keseluruhan pemain dan petugas permainan. Di atasnya ada bosnya. Lalu ada para VIP, yaitu orang-orang kaya yang bertaruh uang untuk menyaksikan permainan adu nyawa di arena permainan.

Ada beberapa pemain terkenal lainnya di film ini seperti Lee Byung Hyun yang memerankan Front Man dan Gong Yoo yang memerankan pria aneh di stasiun.

Menjelang selesainya film di episode terakhir film mulai terasa membosankan. Jadi serunya cuma dari episode 1 sampai episode 9 awal. Bagian pertengahan episode terakhir ceritanya ngegantung. Bau-baunya film ini bakalan ada sekuelnya. Trus ya aku mengkhayal nanti sekuelnya bakal seperti apa.

Sepertinya cerita selanjutnya adalah Gi Hun mencari dalang arena permainan. Ia akan membongkar kedok Front Man, para VIP, dan bos dari permainan. Trus pak polisi ternyata masih hidup dan bekerja sama dengan Gi Hun. Dan pada akhirnya ternyata yang mendalangi arena permainan tersebut adalah orang-orang kaya yang punya orang dalam di pemerintahan. Mungkin menteri atau petinggi-petinggi di kepolisian. Ya, gitu deh ceritanya. Mirip-mirip sama serial drakor pada umumnya.

Rating:
4/5

Informasi Film:
Judul Film: Squid Game
Genre: Action, thriller, survival
Jumlah Episode: 9
Rilis: September 2021
Stasiun: Netflix
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea
Pemain:
Lee Jung Jae sebagai Seong Gi Hun
Park Hae Soo sebagai Cho Sang Woo
Oh Young Soo sebagai Kakek Tua (Oh Il Nam)
Jung Ho Yeon sebagai Kang Sae Byeok
Tripathi Anupam sebagai Ali
Heo Sung Tae sebagai Jang Deok Soo
Kim Joo Ryung sebagai Han Min Nyeo
Wi Ha Joon sebagai Polisi Hwang Jun Ho
Lee Byung Hyun sebagai Front Man