[Review Film Serial] That Time When Time Stops

sumber gambar: asianwiki.com
sumber gambar: asianwiki.com

Review dan Sinopsis:
Hola! Bahas K-Drama lagi yuks! Kenapa K-Drama lagi? Karena K-Drama bikin aku tetap hidup di tengah-tengah tumpukan ini-itu yang bikin puyenk.

Oke, K-Drama yang terakhir aku tonton judulnya That Time When Time Stops. Aku nonton ini karena jumlah episodenya nggak banyak. Cuma 12 saja! Biasanya K-Drama tuh jumlah episodenya 16 atau 20. Ada juga yang kayak sinetron sampai puluhan episode. Tapi aku nggak tertarik sama yang banyak episodenya.

K-Drama That Time When Time Stops ini mengisahkan tentang dua anak manusia yang entah kenapa ditakdirkan bersama. *eaaa…. biasanya gitu sih kalau film drama. Ya, walaupun aku tahu tipe dramanya seperti itu, tetep aja aku tonton. Soalnya drama ini ada fantasinya gitu. Jadi nggak ngebosenin!

Tokoh utama di drama ini adalah Joon Woo, seorang pemuda yang pekerjaannya memperbaiki barang antik, dan Seon Ah, perempuan yang menyewakan apartemen demi membayarkan hutang ayahnya yang sudah meninggal. Seon Ah bekerja paruh waktu di mana saja yang bisa menghasilkan uang. Tiap bulannya ia harus membayar bunga hutang pada rentenir yang tinggal di gedung miliknya. Si rentenir ini jahat dan ingin merebut gedung peninggalan ayah Seon Ah. Di gedung 5 lantai tersebut tinggalah seorang pemuda yang juga teman Seon Ah, namanya In Seob. Ada juga paman misterius di lantai berikutnya. Lantai lainnya ada ibu dan putrinya. Lalu berikutnya si rentenir. Seon Ah sendiri tinggal di lantai paling atas.

Di gedungnya Seon Ah ada lantai bawah tanah. Ia lalu menyewakan ruang bawah tanahnya itu demi mendapat tambahan uang untuk membayar hutang. Saat itu Joon Woo yang mempunyai kekuatan supranatural bisa menghentikan waktu sedang mencari tempat tinggal. Ia sebelumnya tinggal bersama seorang kakek pemilik toko barang antik. Joon Woo akhirnya menyewa ruang bawah tanah milik Seon Ah. Dari sinilah petualangan dimulai.

Sejak Joon Woo tinggal di ruang bawah tanah, ia jadi sering membantu Seon Ah. Saat Joon Woo menjentikkan jarinya untuk menghentikan waktu, kehidupan akan berhenti sejenak sampai ia menjentikkan lagi jarinya. Namun, suatu ketika saat ia menjentikkan jari untuk menyelamatkan Seon Ah dari truk yang akan menabraknya, Seon Ah tidak terpengaruh oleh berhentinya waktu. Joon Woo terkejut. Seon Ah juga terkejut. Kedua orang ini akhirnya berteman dan lama-kelamaan jadi jatuh cinta.

Di film drama fantasi ini, selain ada rombongan gangster rentenir, ada juga orang yang bernama Tuhan. Di sini digambarkan bahwa Tuhan berwujud manusia dan punya beberapa anak buah yang bertugas sebagai pencabut nyawa. Beberapa orang tersebut harus mencabut nyawa manusia-manusia berkekuatan supranatural seperti Joon Woo. Semua pencabut nyawa tidak ingat kehidupan masa lalu mereka. Namun ada satu yang nyeleneh. Ia adalah Myung Woon, pencabut nyawa yang sudah senior. Ia sepintas mengingat masa lalunya sebelum meninggal. Ia ingin mencari tahu siapa dia sebenarnya.

Tidak hanya Myung Woon yang ingin tahu masa lalunya, Joon Woo pun juga ingin tahu siapa dia sebenarnya dan mengapa ia punya kekuatan untuk menghentikan waktu. Sejak Joon Woo yang penyendiri tinggal di ruang bawah tanah, ia menjadi akrab dengan para penghuni gedung lainnya. Ia juga beberapa kali membantu para penghuni gedung. Dari keakraban inilah nantinya ia akan mengetahui siapa dia sebenarnya.

Endingnya? Ah, pokoknya intinya itu “kalau jodoh pasti bertemu!” Haha.

Rating:
Film ini lumayan lucu. Ceritanya juga seru. Nggak ngebosenin. Soundtracknya juga oke banget. So, aku beri nilai 4.5 dari skala 5. Oke banget nih filmnya!

Informasi Film:
Judul Film: That Time When Time Stops / When Time Stopped
Genre: drama, fantasi
Jumlah Episode: 12
Stasiun: KBS W
Rilis: Oktober – November 2018
Pemain:
Kim Hyun Joong sebagai Moon Joon Woo
An Ji Hyun sebagai Kim Seon Ah
Lee Si Hoo sebagai Choi In Sub
In Gyo Jin sebagai Myung Woon
Joo Suk Tae sebagai Tuhan

Advertisements

Tentang Menunggu

Menunggu itu… bikin capek, bikin ngantuk, gelisah, khawatir, bisa bikin kesal juga, tapi bisa juga bikin jadi senang. Senang kalau yang ditunggu adalah sesuatu yang menyenangkan.

Menunggu yang bikin bete itu… kalau nggak tau mau ngapain selama menunggu itu.

‘Eh, kok lama banget ya? Ngapain aja dia sampe lama gini?’

‘Duh, kapan giliranku? Masih berapa lama lagi? Capek. Ngantuk. Huft…’

Terkadang, walaupun di sekitar ini ramai, banyak orang, banyak teman, terasa sendiri saat menunggu. Entahlah, apa ini salah?

Tiba-tiba terlintas kata bijak yang pernah aku baca:

“Boring people get bored.”

Orang yang membosankan cepat merasa bosan.

Seketika seperti ada paku nancep di jantung. Omaigad! Apakah aku orang yang membosankan? Harapannya sih nggak. Jangan sampailah.

Supaya menunggu nggak jadi membosankan, enakan cari kegiatan kali ya? Mari berpikir apa saja yang bisa dilakukan saat menunggu di luar sana… yang bukan di rumah.

1. Membaca. Apa saja. Bisa pengumuman yang ditempel dekat tempat menunggu. Baca komik online. Baca status teman. Baca berita online. Baca buku atau koran kalau ada. Baca apa saja yang bisa dibaca. Dan maunya bisa sekalian baca pikiran aja. Jadi nggak usah dikode-kode langsung ngerti orang itu maunya apa.

2. Main game aja. Ada game apa di hape? Hago. Di aplikasi itu banyak game yang bisa dimainkan. Mau yang main sendiri sampai main sama orang lain. Ada. Tapi enakan main game yang mainnya sendiri sih menurutku. Soalnya nggak ngerti main game yang ada timnya.

3. Ngobrol. Kalau ada yang diajak ngobrol. Tapi biasanya sih jarang ada orang yang bisa diajak ngobrol. Nggak kenal maka nggak sayang mau ngajak ngobrol.

4. Dengar lagu sambil nyanyi. Nyanyi dalam hati saja ya. Nggak perlu ngeluarin suara. Takut kaca di sekitar pecah semua. Haha. Ini buatku. Kalau kalian bersuara merdu nggak apa-apalah nyanyi dengan suara lantang. Siapa tau jadi terkenal.

5. Nonton. Nonton di youtube. Atau iflix. Atau Viu. Atau apa saja. Yang penting ada kuotanya kalau mau nonton streaming. Bisa juga nonton film yang sudah didownload sebelumnya. Nonton orang jalan juga bolehlah…

Apalagi ya? Kayaknya itu dulu aja deh. Kalau mau menambahkan, silakan.

Yang pasti, tetap semangat walaupun nunggunya lama.

Ubah waiting menjadi hwaiting!!

* * *

[Review Buku] Simple Thinking about Blood Type Animation Book

Lagi nggak ada kerjaan. Jenuh. Capek. Enaknya baca buku yang lucu-lucu dan ceritanya nggak berat. Contohnya buku berjudul Simple Thinking about Blood Type Animation Book ini. Judulnya memang pakai Bahasa Inggris. Di covernya ada tulisan Korea. Tapi dalamnya berbahasa Indonesia, kok.

Buku yang berdasarkan web comic karangan Park Dong Sun ini menceritakan tentang karakter setiap golongan darah. Ceritanya dalam bentuk animasi atau komik. Jadi buat kalian yang suka baca komik, boleh dicoba baca buku ini. Yang nggak suka baca komik, kalau mau tahu tentang buku ini boleh juga baca sambil ngemil tempe. *eh 😁

Di halaman awal disebutkan ciri-ciri setiap golongan darah. Misalnya:
1. Golongan darah A: baik, sopan, berhati lembut.
2. Golongan darah B: jujur, kreatif, bebas.
3. Golongan darah O: aktif, selalu ingin tahu, supel.
4. Golongan darah AB: terampil, misterius, bijaksana.
Ciri-ciri di atas masih ada penjelasannya lagi.

Di halaman berikutnya adalah beberapa bab tentang banyak hal. Contohnya:
1. Golongan darah apa yang paling ahli menyembunyikan perasaannya ketika jatuh cinta?
2. Golongan darah apa yang paling boros?
3. Golongan darah apa yang paling tidak bisa menepati janji?
4. Golongan darah apa yang paling bersemangat saat bekerja?
dan lain-lain. Totalnya ada 12 bab.

Ilustrasi buku ini lucu. Ceritanya juga ngegemesin. Dan sebagai pengingat untuk para pembaca, penulis buku membuat catatan di setiap akhir bab, seperti:
* tujuan dari peringkat ini bukan untuk mendiskriminasi sifat seseorang berdasarkan golongan darah.
* itu bukan karena golongan darahnya, melainkan sifat bawaan dari orang itu sendiri. (hlm.34)

Dan kata-kata yang lucu dari penulis adalah:
* Setelah melihat hasil Kuis Golongan Darah kali ini, walaupun tidak memuaskan mari kita bersikap sebaik-baiknya pada pacar kita. (hlm.78) πŸ˜…
* Jangan menyalahkan golongan darah jika ada teman kalian yang tidak bisa menepati janji. Mungkin penyakit lupanya parah sekali. (hlm.122)

Rating:
Untuk buku komik yang nggak tebal ini aku beri nilai 4,5 dari skala 5. Yuk, dibaca. Oh ya, buku ini ada seri keduanya, lho!

* * *

Informasi Buku:
Judul Buku: Simple Thinking about Blood Type Animation Book
Pengarang: Park Dong Sun
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun Terbit: 2015
Jumlah Halaman: 194 halaman
ISBN: 978-602-7742-67-3

[Review Film Serial] Terius Behind Me

sumber gambar: asianwiki.com
sumber gambar: asianwiki.com

Annyeong! Kembali bersama saya dalam cerita drama Korea yang saya tonton. Kali ini film yang baru selesai saya tonton berjudul Terius Behind Me. Pemainnya So Ji Sub dan Jung In Sun. Ceritanya tentang Seorang ibu bernama Go Ae Rin yang mempunyai dua anak kembar. Kehidupannya biasa-biasa saja. Ia seorang ibu rumah tangga. Suaminya sibuk bekerja. Ia punya tetangga yang aneh bernama Kim Bon. Tetangganya itu tidak bergaul dengan siapapun di kompleks apartemen.

Suatu hari suami Ae Rin meninggal. Ae Rin mendapat info bahwa suaminya terkena serangan jantung. Padahal, suaminya mati dibunuh orang jahat dari organisasi gelap. Salah satu penjahatnya adalah Jin Young Tae yang menjadi pemilik perusahaan J International, sebuah perusahaan pengimpor tas. Jin Young Tae membuka lowongan kerja dan Go Ae Rin kebetulan melamar ke sana. Jin Young Tae merasa bersalah karena anak buahnya membunuh suami Go Ae Rin yang tidak bersalah. Suami Ae Rin melihat anak buah Jin Young Tae membunuh seorang menteri, karena itu si pembunuh membunuh suami Ae Rin.

Si pembunuh yang mempunyai julukan K mencoba menculik anak-anak Ae Rin. Namun, Kim Bon yang mengejar K karena kasus di Badan Intelijen Korea mengetahui gerak-gerik K. Ia mencoba melindungi keluarga Ae Rin dan menyamar menjadi orang pengangguran yang butuh pekerjaan sebagai pengasuh anak. Ae Rin yang merasa senang mendapat pekerjaan di J International akhirnya mempekerjakan Kim Bon sebagai pengasuh anaknya karena ia kasihan pada tetangganya.

Dari sini dimulailah petualangan Ae Rin mengejar orang berjulukan K itu. Ia lambat-laun mengetahui tentang tempat kerjanya dan bosnya yang misterius. Ae Rin dibantu oleh kelompok ibu-ibu kompleks yang menamakan kelompok mereka sebagai KIS. Kelompok ibu-ibu ini keren banget bisa mencari info tentang apa saja.

Sedangkan Kim Bon bekerja sama dengan dua temannya, Yoo Ji Yeon dan Ra Do Woo berusaha membongkar kejahatan organisasi terselubung. Mereka mencari siapa sebenarnya bos dari Jin Young Tae. Yoo Ji Yeon membuka toko palsu bernama King’s Bag untuk membongkar rahasia J International yang juga berkedok jual tas.

Review:
Filmnya seru sekaligus lucu. Pokoknya endingnya nggak tertebak. Selalu ada hal-hal baru yang bikin kaget. Oh ternyata ini, tapi berikutnya ada hal lainnya yang terbongkar. Pokoknya bakal bikin penasaran dan pengen lanjut terus nontonnya. Oh ya, komedinya lucu dan bikin tertawa. Lucunya dapet walaupun ini film yang tergolong action.

Rating:
Aku beri nilai 4,8 dari skala 5 untuk film ini.

Informasi Film:
Judul Film: Terius Behind Me / My Secret Terius
Genre: Romantic Comedy, Mystery
Jumlah Episode: 32 (35 menit tiap episode)
Rilis: September – November 2018
Stasiun TV: MBC
Pemain:
So Ji Sub sebagai Kim Bon
Jung In Sun sebagai Go Ae Rin
Son Ho Jun sebagai Jin Young Tae
Im Se Mi sebagai Yoo Ji Yeon
Sung Joo sebagai Ra Do Woo

Tentang Book Shaming

Book shaming? Apaan tuh? Aku juga baru tau kemarin karena ada postingan di ig-nya owlbookstore.

Book shaming tuh mengolok-olok seseorang karena buku yang dibacanya. Book shaming ini termasuk tindakan bullying, lho! Tapi… terkadang kita nggak ngerti kalau kita sudah melakukan book shaming sama orang. Dan orang yang kena book shaming pun terkadang nggak sadar.

Contohnya begini nih… Aku suka banget baca komik Doraemon, Detektif Conan, komik online seperti Lazy Cooking, The Secret of Angel, dan lain-lain.
Suatu hari ada teman bertanya: “Kamu lagi apa, tuh?”
Kujawab: “Lagi baca komik.”
Teman tersebut langsung berseru: “Astaga! Umur sudah seberapa masih baca komik? Bacaan anak kecil, tuh! Kenapa nggak baca koran aja? Banyak pengetahuan yang didapat dari baca koran!!”

Nah, si teman ini sudah melakukan book shaming terhadapku. Akibatnya, aku jadi males mengaku pada orang-orang kalau aku suka baca komik. Kalau ditanya hobi, ya bilang baca novel aja. Lebih aman. Walaupun terkadang ada juga orang yang bilang aneh kalau aku sebutkan aku suka novel bergenre thriller. Trus kena book shaming lagi. Dibilang ‘kenapa nggak suka genre romance aja. Lo kan cewek!’ Hahaha.

Dan, terkadang aku juga suka merasa aneh kalau ada orang yang suka baca buku filsafat. Buku-buku yang temanya berat. Atau buku pelajaran? Wah! Kok bisa baca buku-buku seperti itu? Apa nggak ngantuk? Tuh kan book shaming ke orang. πŸ˜…

Kamu pernah dibook shaming sama orang? Atau kamu yang nge-book shaming orang?

Tipe-tipe Pengendara Motor di Saat Hujan

Bulan ini hujan turun hampir setiap hari. Kalau pagi panas, siangnya atau sorenya hujan. Kadangkala paginya hujan deras siangnya cerah. Dan ada yang lebih parah, seharian mendung-hujan-mendung-hujan. Kalau sudah begini, repotnya minta ampun. Jalanan rentan banjir. Mau naik angkutan online biayanya mahal dan seringnya ditolak. You know-lah, ditolak tuh menyakitkan! Makanya jangan buru-buru nembak kalau belum yakin sama perasaan si dia. Dan perasaanmu. Haha! Selow aja, cyiiinnnn..

Kembali ke laptop! Dan, karena aku adalah salah satu umat pengendara motor yang setia sama….. er, bukan sama kamu sih! Tapi sama motorku yang selalu setia nemenin aku ke mana aja tanpa banyak alasan. Hehe. Maka dari itu, aku mau bahas tentang tipe-tipe pengendara motor di saat hujan. Ini adalah sedikit survey di jalan raya hari ini. Begini loh hasil dari yang aku perhatikan di jalan, tipe-tipe pengendara motor di saat hujan adalah:

1. Tipe Cuek
Tipe yang satu ini ciri-cirinya tancap aja nggak peduli mau basah-basahan atau kering-keringan. Nggak peduli hujan sederas apa atau cyuma hujan rintik-rintik, pokoknya maju terus pantang mundur. Lalu, kenapa ada orang yang cuek banget keukeuh jalan walaupun hujan membasahi motor dan dirinya sendiri? Alasannya bisa karena:
– lagi kejar waktu (nah lo, waktu aja dikejar apalagi kamyuuu… eaa)
– takut kena marah bos kalau telat
– takut kena denda kalau telat
– lagi ditungguin seseorang
– mikir nanggung bentar lagi juga sampai
– hobinya basah-basahan
– masa kecil kurang bahagia karena dulunya sering dilarang main hujan-hujanan
– mandi geratisss (mumpung di rumah lagi gak ada air)
Ah, pokoknya kira-kiranya gitu!

2. Tipe Galau
Tipe yang satu ini ciri-cirinya sudah basah sedikit terus minggir buat pakai jas hujan, habis itu jalan lagi. Tipe ini terkadang kebanyakan mikir di jalan. Pakai jas – nggak – pakai – nggak – pakai – nggak. Begitu aja terus mikirnya sampai bulan purnama berganti jadi bulan purnama berikutnya. Alhasil, sesudah basah-basahan trus nyesel. Lalu berhenti di pinggir jalan buat memakai jas hujannya. Yang dipikirin: “Biarin deh! Pokoknya pas sampai di tujuan nggak basah-basah banget.” Kadangkala, orang tipe ini mikirnya jauh banget, sejauh Sabang sampai Merauke. “Nanti kalau aku pakai jas hujan, trus sampai di daerah sono ternyata di sono kering. Trus aku dilihatin orang macam aku ini alien dari Planet Jupiter!!” Yah, pokoknya ada yang dipikirinlah… makanya galau.

3. Tipe Setia
Nah, ini dia tipe yang disukai oleh para umat manusia sejagad raya. Hohoho! Eh, tapi ini tipe pengendara motor di saat hujan ya. Ehm! Tipe ini ciri-cirinya berhenti di tempat teduh, nggak pakai jas hujan, trus nungguin hujannya berhenti. Noh! Kalau mau cari pacar yang tipenya setia, coba cari di deretan orang-orang yang lagi nungguin hujan berhenti. Hujan aja dia tungguin apalagi kamyuuuu!! Wkwkwk.
Di antara orang-orang tipe ini sebenarnya ada yang bawa jas hujan. Tapi, yaaah… ngapain pakai jas hujan kalau bisa nunggu? Dia termasuk setia juga sama dirinya sendiri. Kalau sakit gara-gara kehujanan gimana? Sama dirinya sendiri aja dia sayang. Apalagi sama kamu! Hoi! Hahaha.

Karena lagi bahas masalah hujan-hujanan dan pengendara motor, menurutku barang yang wajib ada di box motor adalah jas hujan, sandal jepit, dan lap. Ya, buat jaga-jaga aja. Kalau bukan kalian yang pakai, kan bisa dipinjamkan ke gebetan yang lagi kalian bonceng. Buat nambah nilai plus lah hitungannya. Siapa tau doi langsung ngajakin jadian. Xixixixi.

Nah, kalian wahai para pengendara motor termasuk tipe yang mana? Yang cuek, galau, atau setia? Atau, mau nambahin tipe lainnya? Silakan tulis di kolom komentar ya. Terima kimchi. πŸ˜‚

Seperti Bunga Mawar

Bunga mawar tuh cantik
Warna-warninya cerah
Enak dipandang
Bikin adem hati yang melihatnya

Bunga mawar tuh wangi
Harum segar
Baunya nggak menyengat
Sungguh memesona

Bunga mawar tuh…
Bikin jatuh cinta
Bikin orang ingin memetiknya
Lalu memilikinya

Tapi…
Bunga mawar tuh berduri!
Kalau tak hati-hati
Ia akan melukai jari

Sama kayak manusia
Manusia ada yang cakep, ada yang cantik
Enak dipandang, enak dilihat
Tampak luarnya bikin semua menoleh

Paras boleh rupawan
Tapi hatinya siapa yang tahu?

* * *

Mawar cantik, mawar berduri
Tidak berarti ia selalu ingin melukaimu
Duri tajam adalah sarana perlindungan diri
Dari tangan-tangan iseng yang mengganggu

Sama juga seperti manusia
Ada sebuah benteng pertahanan diri
Yang mungkin tak tampak oleh mata
Agar tidak diganggu
Agar tak disakiti
Agar tak dilukai

Bukankah itu sama seperti bunga mawar?