[Review Film Serial] Blue Birthday

sumber gambar: wikipedia

Sinopsis:
Film ini ceritanya tentang Oh Ha Rin yang dapat kembali ke masa lalu dengan cara membakar foto peninggalan dari mendiang cinta pertamanya. Sudah 10 tahun berlalu sejak kematian Ji Seo Jun, teman masa kecil Ha Rin sekaligus cinta pertamanya. Seo Jun meninggal karena bunuh diri di hari ulang tahun Ha Rin. Saat itu Ha Rin pergi ke ruang klub Fotografi di SMAnya. Ia berharap mendapat kejutan ulang tahun dari Seo Jun dan ia sendiri juga ingin mengakui perasaannya pada Seo Jun. Namun yang didapatinya adalah mayat Seo Jun.

Setelah peristiwa tersebut Ha Rin merasa hidupnya hampa. Ia tidak tahu penyebab Seo Jun bunuh diri. Suatu hari Ha Rin pergi ke toko cetak foto yang dulu sering ia dan Seo Jun kunjungi. Ternyata masih ada foto-foto Seo Jun yang belum diambil. Ha Rin mengambil foto-foto tersebut dan membawanya pulang.

Di rumahnya, Ha RIn membakar selembar foto bidikan Seo Jun. Lalu, tiba-tiba ia telah berada di waktu ia masih SMA sebelum Seo Jun tewas. Setelah beberapa waktu Ha Rin kembali lagi ke masa sekarang. Ia lalu menemukan bahwa ia bisa kembali ke masa lalu dengan cara membakar foto bidikan Seo Jun. Di masa lalu waktunya hanya sampai pukul 12 malam.

Ha Rin berusaha mencari tahu apa penyebab Seo Jun bunuh diri. Ia berusaha untuk memperbaiki masa sekarang dan mencegah supaya Seo Jun tidak mati. Namun, tentu saja ada harga yang harus dibayar setiap kali ia melakukan perjalanan waktu.

Komentar:
Kalau baca sinopsisnya, ceritanya cukup menjanjikan. Apalagi ini adalah web film, yaitu film yang durasinya pendek. Hanya sekitar 20-30 menit setiap episodenya dan hanya ada 16 episode. Tapi… aku butuh waktu 2 bulan untuk menamatkan serial ini. Cerita awal-awalnya biasa saja. Kemudian berubah menjadi seru dan diakhiri dengan manjangi tali kelambu. Endingnya okelah. Happy ending.

Tokoh utama film ini adalah Ha Rin dan Seo Jun. Lalu ada sahabat mereka yang bernama Eun Song, Su Jin, dan Ui Young. Selain itu ada kakaknya Seo Jun yang bernama Hye Min dan teman SMA mereka yang bernama Shin Woo. Shin Woo ini pelajar yang benci banget sama Seo Jun.

Film ini sebenarnya oke. Setiap kali Ha Rin kembali ke masa lalu, ia mengubah sesuatu di masa kini. Ada plot twist tipis-tipis. Namun karena keseringan bolak-balik antara masa lalu dan masa kini ceritanya jadi agak membosankan. Harusnya sudah happy karena Seo Jun nggak jadi mati, eh, ada masalah lagi. Trus kembali ke masa lalu. Eh, ada masalah lagi. Seo Junnya mati lagi. Begitu aja terus manjangi tali kelambu.

Tokoh yang jahatnya juga nyebelin banget. Film ini walaupun durasinya pendek sudah berasa kayak nonton sinetron yang beratus episode itu. Terus aja ada masalahnya. Capek. Tapi nanggung kalau nggak ditonton sampe tamat. Sayang kuotanya. Hahaha. Dan akhirnya lumayan terobati dengan adanya happy ending.

Rating:
3/5

Informasi Film:
Judul Film: Blue Birthday
Jumlah Episode: 16
Genre: Fantasy, romance, thriller
RIlis: Juli – Agustus 2021
Durasi per Episode: 20-30 menit
Stasiun: Naver TV
Pemain:
Kim Ye Rim sebagai Oh Ha Rin
Yang Hong Seok sebagai Ji Seo Jun
Lee Sang Jun sebagai Cha Eun Song
Kim Gyeol Yu sebagai Do Su Jin
Park Joo Hyun sebagai Kim Ui Young
Kim Yi Seo sebagai Ji Hye Min
Lee Dong Joo sebagai Kim Shin Woo

[Review Buku] Saha Mansion

sumber: Gramedia Pustaka Utama

Ini buku yang sangat unik. Gimana nggak, judulnya aja pakai bahasa Sunda. Trus yang ngarangnya orang Korea. Isinya adalah bahasa Indonesia. Haha. Just kidding.

Tapi beneran, lho! SPOILER ALERT! Buat yang nggak suka spoiler, tolong setop bacanya sampai di sini aja. Bagian bawah nggak usah dibaca!

Blurb:
Ada dua kelas masyarakat yang diakui di kota – negara aneh yang disebut Town, yaitu L dan L2. L – yang lebih sering disebut Warga – adalah penduduk resmi yang memiliki status finansial tingkat tertentu, pengetahuan, dan keahlian yang dibutuhkan Town. Sedangkan L2 adalah orang-orang yang tidak bisa digolongkan sebagai penduduk resmi, tetapi memiliki izin tinggal sementara. Lalu, ada Saha, golongan masyarakat yang tidak diakui, yang terdiri atas para imigran gelap, difabel, korban kekerasan, dan kemiskinan yang menghuni Saha Mansion.

Apa yang terjadi ketika seorang dokter wanita muda yang terhormat ditemukan tewas dengan tanda-tanda kelebihan dosis, pelecehan seksual, dan satu-satunya tersangka adalah kekasihnya yang berasal dari golongan Saha? Polisi segera menahan si kekasih, tetapi apakah pria itu memang pelakunya? Apa hubungannya dengan orang-orang yang menghilang dari Saha Mansion secara misterius?

Apa yang sebenarnya terjadi di dalam tembok Town yang tidak bisa ditembus? Dan siapa sebenarnya ketujuh menteri tanpa wajah yang memimpin kota-negara itu?

Komentar:
Kalau dari blurbnya, buku ini ceritanya sangat menjanjikan. Cerita dibuka dengan kisah kakak beradik yang bukan penduduk Town. Mereka imigran gelap yang melarikan diri dan tiba di Saha Mansion lalu tinggal di sana. Sang kakak perempuan bernama Ji Kyeong dan sang adik laki-laki bernama Do Kyeong. Mereka menghuni apartemen di lantai 7. Setelah bab tentang kakak-adik tersebut cerita berlanjut tentang orang-orang yang tinggal di Saha Mansion. Ada Sara, Man, Yi-ah, Eun-jin, Nenek Konnim, Woo-mi, serta cerita tentang Jin Kyeong, Do Kyeong, dan Su (pacar Do Kyeong). Jadi setiap bab itu membahas tentang kehidupan orang-orang di Saha Mansion.

Setelah itu… ya sudah begitu saja. Terlalu banyak tanda tanya yang tak terjawab dalam buku ini. Misalnya bagaimana nasib Do Kyeong? Bagaimana nasib orang-orang yang hilang? Apakah mereka selamat ataukah mereka mati? Lalu bagaimana dengan Ji Kyeong sendiri? Trus Dewan Menterinya bagaimana? Rasanya ceritanya ada yang ganjil dan menggantung.

Aku baca buku ini dari bulan Agustus dan selesai di bulan Oktober. Butuh waktu dua bulan untuk menyelesaikan buku ini. Rasanya kalau nggak lanjut baca ya nggak apa-apa. Ceritanya kurang seru dan membosankan. Banyak teka-teki tak terjawab. Endingnya begitu aja, menggantung di tempat yang sangat tinggi sehingga sukar diraih (baca: sulit dimengerti). Atau mungkin otakku nggak sampai ke sana. Entahlah. Yang pasti aku nggak ngerti ceritanya tuh apa. Padahal blurbnya keren. Kirain ceritanya bakalan kayak cerita detektif. Eh, nggak tahunya…. Ah, sudahlah. Biasa saja. Sangat biasa sekaligus membingungkan karena ada kasta-kasta dalam pengelompokan warga kota.

Satu-satunya hal menarik dari buku ini adalah bahasan tentang wabah penyakit yang menyerang kota. Gejalanya mirip kayak Covid-19. Dan banyak warga yang meninggal dalam cerita novel ini.

Intinya aku sedih menghabiskan waktu 2 bulanku untuk buku yang ceritanya aneh, membingungkan, dan nggak jelas ini. Walaupun pengarangnya adalah orang yang mengarang buku Kim Ji Yeong 1982 yang terkenal itu, tetap saja buku lainnya tidak menjamin pasti oke untuk dibaca. Seharusnya lihat review di Goodreads dulu atau baca review dari orang-orang tentang buku ini. Ya, menyesal nggak ada gunanya kan.

Rating:
2/5

Informasi Buku:
Judul Buku: Saha Mansion
Pengarang: Cho Nam-Joo
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2021
Jumlah Halaman: 296 halaman
ISBN: 978-602-065-0678

[Review Film Serial] So I Married an Anti-Fan

Hai, hai! Kembali lagi dengan review film serial.
Drakor So I Married an Ant-Fan ini diangkat dari cerita novel. Dan baru kali ini aku nonton filmnya dulu baru baca bukunya. Biasanya baca buku dulu baru nonton filmnya. Trus membandingkan. Biasanya buku selalu lebih detail daripada film. Aku nggak mau merusak waktu nontonku dengan perbandingan antara film dan buku, makanya aku nonton filmnya dulu. Baca bukunya nanti.

sumber gambar: asianwiki.com

Cerita Film:
Tokoh utama film ini adalah Lee Geun Young. Dia adalah seorang perempuan yang bekerja sebagai reporter. Suatu hari bosnya memberinya tugas meliput berita di sebuah tempat yang baru dibuka. Di sana ia melihat aktris terkenal bernama Whoo Joon. Geun Young membawa kamera tapi belum ingin meliput. Ia hanya sedang penasaran dengan apa yang dilakukan Whoo Joon dengan seorang perempuan. Namun Whoo Joon melihat ke arah Geun Young dan salah paham. Ia menghancurkan kamera Geun Young karena menganggap Geun Yeong mencuri mengambil fotonya. Dari sini dimulailah perseteruan antara Geun Young dan Whoo Joon.

Geun Yeong dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja karena kasusnya dengan Whoo Joon. Tentu saja Geun Young tidak terima. Ia berusaha menuntut Whoo Joon yang menjadi penyebab dirinya dipecat. Geun Young mendatangi agensi Whoo Joon. Namun ia bertemu dengan para fans Whoo Joon dan diserang. Ia pun akhirnya dihujat orang karena dianggap berusaha merusak citra Whoo Joon.

Sebuah stasiun televisi memanfaatkan perseteruan Geun Young dan Whoo Joon untuk membuat acara reality show berjudul So I Married an Anti-Fan. Aktor dan aktris reality show itu tentu saja Whoo Joon dan Geun Young. Awalnya Geun Young tidak mau menerima tawaran tersebut. Namun karena ia terdesak oleh ekonomi, akhirnya ia menerima pekerjaan baru tersebut. Whoo Joon juga awalnya menolak, tapi akhirnya ikut dalam project si stasiun televisi.

Geun Young berusaha mencari tahu sebenarnya bagaimana sifat asli Whoo Joon. Ia ingin membuktikan bahwa Whoo Joon benar-benar jahat.

Komentar:
Seperti biasa, drakor romcom tuh selalu bikin baper. Ya coba deh bayangkan kamu ketemu sama artis trus bisa tinggal gratis di rumah singgah si artis. Trus akhirnya bisa pacaran dengan si artis. Sesuatu yang nggak mungkin banget terjadi di dunia nyata. Ngehalu aja.

Film ini bisa ditebak endingnya. Ya biasalah film kayak gini tuh setipe. Awalnya si cewek dan cowok musuhan kayak anjing kucing. Eh, akhirnya jadi dekat lalu jadian. Klise banget. Ya dari tiap drakor beda-beda dikitlah settingannya, tapi intinya sama. Endingnya jadian.

Film tipe ini selalu laris dijual. Untungnya di film ini nggak ada camer-camer jahat dan pihak ketiga yang jahat dan mepetin mantannya terus-terusan. Yang ada cuma pihak ketiga yang hobinya galau. Level nyebelinnya nggak terlalu akut.

Nonton film ini lumayan menghibur. Seru banget lihat aktingnya Sooyoung, penyanyi dari grup Girls Generation, yang berperan sebagai Geun Young. Aktingnya Choi Tae Joon yang berperan sebagai Whoo Joon juga oke. Oh, ya, film ini ada webtoonnya juga. Kalau malas nonton, baca aja webtoonnya atau novelnya.

Rating:
7/10, biasa aja filmnya….

Informasi Film:
Judul Film: So I Married An Anti-Fan
Genre: Romance, Comedy
Jumlah Episode: 16
Rilis: April 2021
Stasiun: Naver TV, iQIYI, Viki
Negara/Bahasa: Korea
Pemain:
Sooyoung sebagai Lee Geun Young
Choi Tae Joon sebagai Whoo Joon
Chansung sebagai Choi Jae Joon
Han Ji An sebagai Oh In Hyung
Kim Min Kyo sebagai CEO Bae Young Suk
Kim Sun Hyuk sebagai Manager Seo Ji Hyang

[Review Film Serial] The Witch’s Diner

sumber gambar: asianwiki.com

Annyeonghaseo! Hai, apa kabar? Jumpa lagi di review film serial. Kali ini film yang baru selesai aku tonton judulnya The Witch’s Diner. Tadinya aku pikir judulnya Dinner ternyata Diner. Beda ya. Dinner artinya makan malam kalau Diner artinya kedai makan.

Oke jadi film ini tuh ceritanya tentang Kafe Penyihir. Kafe ini bisa mengabulkan permintaan orang yang datang untuk makan di sana. Tentu saja ada harga yang harus dibayar dan bayarnyanya nggak pakai uang! Pemilik kafe akan meminta sesuatu dari si pemohon. Bisa apa saja. Misalnya dia lihat mata si pemohon bagus, maka mata itulah harga bayarnya. Trus jam buka kafenya adalah sesudah matahari terbenam sampai matahari terbit alias malam hari. Uhuhuhu… agak menyeramkan ya suasananya. Apalagi judul cafenya itu ada kata Witch yang artinya penyihir. Dan memang benar pemilik kafenya adalah penyihir.

Nah pemilik kafe ini kita sebut saja Ibu Penyihir. Dia punya masa lalu yang kelam. Suatu hari dia pindahan ke sebuah daerah. Di daerah tersebut tinggal seorang perempuan muda berusia sekitar 28 tahun bernama Jung Jin. Jung Jin kerja di sebuah perusahaan namun akhirnya ia dipecat. Tak lama kemudian ia juga diputuskan oleh pacarnya padahal mereka sudah lama pacaran.

Saat Jung Jin menganggur, ibunya mengajak membuka restoran saja karena ada teman ibunya pernah menawarkan akan menyerahkan restorannya pada ibu Jung Jin. Akhirnya dengan tabungan yang ada, mereka membeli restoran tersebut. Awalnya restorannya ramai. Tetapi kemudian kokinya minta cuti. Setelah itu, restoran mereka makin sepi. Eh, nggak taunya si teman ibu memakai cara licik. Ia sengaja menjual restoran untuk membuka restoran baru di sebelah restoran lama. Kokinya pun dia ambil lagi.

Jung Jin dan ibunya sangat marah pada si teman yang licik. Namun si teman menyalahkan mereka tidak baca lagi surat perjanjian jual beli. Jung Jin dan ibunya akhirnya bangkrut. Di saat seperti itu, ayahnya Jung Jin sakit dan ibunya berangkat untuk merawat ayahnya. Tinggallah Jung Jin yang kebingungan.

Jung Jin yang marah-marah pada teman ibunya malah diseret ke kantor polisi. Di sana ia bertemu dengan anak SMA bernama Gil Young yang dibully oleh teman-teman sekelasnya. Namun karena teman-teman sekelasnya adalah anak orang berpengaruh, maka yang disalahkan adalah Gil Young. Jung Jin mencoba membela Gil Young namun tentu saja orang kaya yang menang. Jung Jin sendiri tidak dapat melawan teman ibunya yang juga kaya. Baik Jung Jin dan Gil Young sama-sama kalah oleh orang kaya.

Jung Jin pulang dengan kesedihan. Lalu saat ia berada di restoran, seseorang masuk. Ia adalah si Ibu Penyihir. Ibu Penyihir menawarkan Jung Jin untuk membeli restorannya. Ia juga mengatakan akan mengabulkan permintaan Jung Jin. Jung Jin antara percaya dan tidak akhirnya menyetujui tawaran Ibu Penyihir. Ia makan makanan masakan Ibu Penyihir dan meminta balas dendam pada teman ibunya.

Keesokan harinya ternyata permintaan Jung Jin dikabulkan. Teman ibunya mendadak tewas. Ia sangat shock. Lalu Ibu Penyihir datang ke restoran dan mengatakan bahwa sekarang ia adalah pemilik restoran tersebut. Jung Jin harus bekerja di sana.

Setelah itu beberapa hari kemudian datanglah Gil Young ke restoran tersebut. Ia juga punya permintaan gara-gara ia dan sahabatnya sering dibully oleh anak-anak orang kaya. Tak lama kemudian, Gil Young pun bekerja di restoran juga.

Komentar:
Awalnya aku mengira film ini seperti film Hotel del Luna di mana tokoh utamanya yang pemilik Hotel adalah hantu yang nggak bisa bereinkarnasi. Aku pikir Ibu Penyihir adalah Penyihir yang hidup ribuan tahun dan dikutuk sehingga nggak bisa bereinkarnasi. Soalnya di film ini Ibu Penyihir mukanya gitu-gitu aja sedangkan orang dari masa lalunya berubah. Tapi ternyata salah. Di film ini Ibu Penyihir adalah orang biasa yang memang keturunan penyihir. Ia bisa tua juga dan menjalani hidup seperti orang biasa. Kelebihannya adalah ia bisa menyihir.

Ya beginilah minusnya film Korea. Kadang ada yang tokohnya dibiarkan saja sama pemerannya dari muda sampai tua sedangkan teman-temannya saat muda diperankan oleh orang berbeda. Makanya jadi agak membingungkan filmnya.

Oke, biarkan masalah pemeran yang nggak berubah itu. Yang pasti film The Witch’s Diner ini agak seram. Setiap kali pemohon selesai mengucapkan permintaan, akan ada petir yang menyambar-nyambar dan suasanya jadi mencekam. Tapi jalan ceritanya seru.

Film ini tipe slice of life, jadi tiap episode tuh beda-beda pemohon yang datang ke resto. Tapi jalan cerita intinya tetap sama, yaitu menceritakan kenapa penyihir membuat Jung Jin dan Gil Young menjadi pegawainya. Trus di tiap kisah tentang pemohon, ada pelajaran hidup yang bisa dipetik. Misalnya di cerita tentang pemuda yang tidak bisa dapat pekerjaan gara-gara usianya sudah tua. Pada pengorbanannya, ia bisa mendapatkan apa yang ia inginkan. Intinya untuk mendapatkan apa yang diinginkan ada pula sesuatu yang harus dikorbankan. Namun apa salahnya berkorban jika pada akhirnya akan mendapatkan kebahagiaan? Dan kembali lagi, berkorban pun harus bijaksana juga. Jangan asal berkorban tapi tidak memikirkan dulu baik buruknya. Ini seperti di kisah tentang perempuan yang meminta supaya pacarnya bisa balik lagi sama dia.

Pemeran utama film ini adalah Song Ji Hyo yang berperan sebagai Ibu Penyihir. Unnie cocok banget berperan sebagai penyihir. Ya walaupun dandanannya jadi kayak saingan dengan film Sell Your Haunted House dan Hotel del Luna, nggak masalah. Keren kok si unnie. Trus di sini ada Nam Ji Hyun yang berperan sebagai Jung Jin. Nam Ji Hyun keren banget di episode akhir film ini. Hayo nonton sampai habis, ya! Selain itu ada Chae Jong Hyeop yang berperan sebagai Lee Gil Young. Sepertinya dia bakalan jadi the next idol. Bakalan jadi oppa-oppa idola, nih! Hohoho.

Nggak butuh waktu lama buat nonton film ini. Cuma ada 8 episode saja. Seminggu kelar kok nontonnya. Penyuka film fantasi cocok banget nonton film ini.

Rating:
8/10

Informasi Film:
Judul Film: The Witch’s Diner / Come to The Witch’s Restaurant
Genre: Dark Fantasy
Jumlah Episode: 8
Rilis: Juli – Agustus 2021
Stasiun: TVING
Negara/Bahasa: Korea
Pemain:
Song Ji Hyo sebagai Ibu Penyihir (Jo Hee Ra)
Nam Ji Hyun sebagai Jung Jin
Chae Jong Hyeop sebagai Lee Gil Young
Ha Do Kwon sebagai Mr. Oh, asistennya Ibu Penyihir
So Hee Jung sebagai ibunya Jung Jin

[Review Buku] Salvation of a Saint

sumber gambar: Gramedia Pustaka Utama

Blurb:
Seorang lelaki ditemukan tewas di rumahnya akibat kopi beracun. Istrinya memiliki motif kuat sebagai tersangka setelah ia dicampakkan oleh sang suami. Masalahnya, pada hari pembunuhan, wanita itu berada ribuan kilometer dari tempat kejadian. Detektif Kusanagi dan Detektif Utsumi Kaoru yang menyelidiki kasus ini memiliki opini bertentangan soal siapa pelakunya. Namun Utsumi merasa Kusanagi terlalu berempati terhadap istri korban dan itu membuat penilaiannya kabur.

Karena itu, Utsumi meminta Profesor Manabu Yukawa untuk membantu kepolisian, sekaligus meluruskan logika Kusanagi. Tapi bahkan ilmuwan genius yang dijuluki Detektif Galileo itu kebingungan. Tidak mungkin seseorang memasukkan racun ke kopi dari jarak jauh, bukan? Di sinilah kecerdasan sang profesor diuji. Dia harus menguak trik bagaimana racun itu muncul pada waktu yang tepat, di tempat yang sempurna, dan yang terpenting tidak salah sasaran.

Komentar:
Ini buku karangan Keigo Higashino kedua yang aku baca. Ya, banyak teman yang menyarankan harusnya baca karangan beliau yang lain dulu. Tapi menurutku tidak masalah walaupun belum baca karya Seri Galileo karang beliau yang lebih dahulu terbit. Cerita buku ini tidak ada kaitannya dengan buku yang sudah duluan terbit.

Baca buku ini, tuh, kayak diajak ikut menebak apa motif si pembunuh. Korban bernama Mashiba Yoshitaka. Ia seorang laki-laki pemilik sebuah perusahaan yang mempunyai karakter yang aneh. Ia hanya menikahi perempuan yang mau hamil dan melahirkan anaknya. Sejak awal dalam buku ini ada dialog antara Yoshitaka dan istrinya, Ayane, yang menyatakan bahwa Yoshitaka memberi aturan satu tahun untuk istrinya supaya bisa hamil. Namun, Ayane tidak juga mengandung walaupun telah menikah selama 9 bulan. Karena itu Yoshitaka memberi ultimatum untuk menceraikan Ayane. Jahat banget ya laki-laki kayak gitu…. Mau sama perempuan hanya supaya dapat anak. Ckckck… Bacanya jadi ikutan geram.

Nah, ternyata si Yoshitaka ini selingkuh dengan anak buah kesayangan istrinya sendiri. Ayane mengajar membuat kerajinan kain perca. Ia punya asisten yang sangat dipercayainya, yaitu Wakayama Hiromi. Tapi siapa tahu ternyata Hiromi mengkhianati bosnya sendiri dan malah main mata dengan suami si bos. Haduh! Mana si Hiromi ini masih bisa santai pula datang ke rumah pasangan Mashiba.

Kemudian, saat Ayane berangkat ke luar kota untuk mengunjungi orangtuanya, suaminya dan Hiromi janjian ketemuan, dong! Istilahnya tuh merdeka karena nggak ada si nyonya rumah! Hore! Eh, ternyata hore tinggal hore. Hari kedua Yoshitaka dan Hiromi janjian bertemu malah ada kasus. Di hari kedua yang seharusnya pasangan selingkuh ini ketemuan malah si Yoshitakanya mateeek tewas keracunan arsenit. Si Hiromi jelas shock, dong! Maunya hepi-hepi eh jadi malah sedih-sedih. Huhuhu!

Polisi berdatangan ke rumah keluarga Mashiba untuk menyelidiki kasus tewasnya bos perusahaan Mashiba. Detektif yang bertugas menyelidiki adalah Kusanagi dan Utsumi. Utsumi yang merupakan detektif junior, cewek pula, mempunyai pendapat yang sebenarnya cuma ia terka-terka saja. Tebak-tebakan tapi nggak ada bukti. Mereka berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mereka pun menghubungi istri korban. Setelah bertemu si istri, penyelidikan jadi bertambah rumit. Kusanagi punya pendapat berbeda dengan Utsumi. Kedua detektif ini saling meributkan masalah bukti. Trus, yang satu bilang Hiromi-lah tersangkanya. Yang satu lagi bilang Ayane-lah tersangkanya.

Sepanjang jalan kenangan dari awal sampai akhir buku, ceritanya tuh bahas bagaimana pelaku memasukkan racun arsenit ke kopi korban. Utsumi sampai-sampai harus minta bantuan pada profesor Yukawa, ilmuwan Fisika yang biasa dimintai bantuan untuk kasus rumit, untuk memecahkan kasus racun arsenit ini. Sambil meminta bantuan pada sang profesor, kedua detektif terus mencari keterangan tentang kehidupan Yoshitaka, Ayane, dan Hiromi. Mereka juga bertanya pada dua orang sahabat Yoshitaka yang sebelum kejadian diundang makan malam di rumah keluarga Mashiba.

Ah, ya… karena mengikuti alur tebak-tebakan ini aku juga ikut-ikutan menebak pelaku dan motifnya, dong! Dan ternyata lumayan juga tebakanku benar. Hohoho… Cerita di bagian pertengahan buku ini agak membosankan karena yang dibahas yang itu-itu saja. Tapi pas mendekati akhir ceritanya jadi seru. Dan cerita pun diakhiri dengan bahagia. Hahaha… ini maksudnya apa coba. Pokoknya endingnya nggak mengecewakan. Semua tokoh mendapatkan apa yang seharusnya mereka dapatkan. Gitu, deh!

Buku setebal 300-an halaman ini dapat diselesaikan dalam waktu 6 hari. Bahasa terjemahannya sangat bagus, nggak ada kalimat-kalimat yang membingungkan. Alur ceritanya juga nggak ribet dan nggak ada detil-detil basa-basi. Buku ini lumayan buat dibaca di waktu senggang. Kalau ada waktu libur pasti bisa dengan cepat menyelesaikannya.

Rating:
4/5

Informasi Buku:
Judul Buku: Salvation of a Saint
Pengarang: Keigo Higashino
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2021
Genre: Thriller, mystery
Jumlah Halaman: 352 halaman
ISBN: 978-602-065-0371