Ketika Ajal Menjemput

Apa yang akan kamu lakukan ketika mendengar berita tentang kematian? Bagaimana rekasimu?

Jika seseorang yang kamu kenal mendadak meninggal… kamu tahu semasa hidup orang tersebut pernah banyak memberi nasehat padamu. Tapi ia juga pernah mengatakan sesuatu yang membuatmu sakit hati. Dan ketika mengingat-ingat lagi, ia juga sering berbagi cerita lucu. Bagaimana perasaanmu?

Atau… suatu ketika kamu mengetahui bahwa seseorang yang kamu anggap jahat, orang aneh, orang yang patut dihindari, ternyata dia baru saja meninggal. Bagaimana perasaanmu?

Atau… pada malam hari sebelum tidur tiba-tiba ada yang menelepon memberi kabar bahwa seseorang yang sangat baik padamu dan keluargamu tiba-tiba meninggal. Orang tersebut banyak membantumu. Dia sering memberi sesuatu padamu. Dia juga ramah dan tak pernah marah. Bagaimana perasaanmu?

Sedih? Kecewa? Biasa saja? Apakah dunia rasanya akan berakhir? Apakah ini akhir dari segalanya? Atau ….

Ah, ya… setiap orang pasti akan mati. Entah esok, entah lusa. Entah kapan.

Apa persiapanmu? Tidak tahu mau bagaimana? Jalani saja kehidupan?

Terkadang, jika menengok hal yang sudah-sudah, banyak sekali berita duka – orang terdekat, keluarga dekat, keluarga jauh, teman, orang tuanya teman, orang tua yang lain, teman yang tidak terlalu dekat, orang yang kenal sambil lalu, temannya teman, orang tak dikenal, …. Kapan giliran kita?

Takutkah jika ajal menjemput?

Harus bagaimana?

Hmmm…

Terima saja.

Begitu teorinya. Prakteknya? Entahlah…..

[Review Buku] The Woman in Black

Hai! Kembali bertemu dalam review buku! Kali ini aku mau cerita tentang buku yang baru saja aku baca. Judul bukunya The Woman in Black. Aku baca buku ini karena beberapa waktu lalu baca instagramnya sebuah penerbit buku. Di kolom komentar salah satu postingannya, ada yang merekomendasikan buku The Woman in Black. Langsung, deh, cari bukunya di toko online. Dapat harga diskon, jadi cuma bayar lima belas ribu rupiah tanpa ongkir!

Sinopis:
The Woman in Black ini mengisahkan tentang kehidupan Arthur Kipps, seorang pengacara muda yang ditugaskan bosnya untuk menghadiri pemakaman klien mereka di kota kecil bernama Crythin Grifford. Setelah menghadiri pemakaman tersebut, Arthur ditugaskan untuk memilah-milah surat penting yang ada di rumah Nyonya Drablow lalu membawa surat-surat penting tersebut ke kantor.

Nyonya Drablow tinggal sendiri di Eel Marsh House yang letaknya agak jauh pusat kota. Rumahnya terletak di dataran yang dikelilingi oleh rawa-rawa berkabut. Di dekat rumah tersebut ada bangunan roboh yang dulunya bekas gereja. Lalu di sisi lainnya ada pekuburan kuno yang telantar.

Awalnya Arthur bersemangat menjalankan tugasnya di rumah tersebut. Namun saat hari pemakaman, ia melihat seorang wanita kurus kering bergaun hitam yang aneh. Wanita tersebut juga dilihatnya saat ia tiba di Eel Marsh House. Namun wanita tersebut menghilang begitu saja saat Arthur mencoba mencarinya di dekat puing-puing bangunan runtuh. Saat berada di dalam rumah Nyonya Drablow yang besar dan kosong, Arthur mendengar suara-suara aneh. Ia mendengar suara tetapi tidak melihat wujud dari hal-hal yang mengeluarkan suara tersebut. Arthur ketakutan setengah mati. Untunglah seorang warga kota yang ditugaskan oleh bosnya menjemputnya dari rumah tersebut.

Ketika Arthur ingin menanyakan apa yang sebenarnya terjadi di rumah Nyonya Drablow dan siapa wanita bergaun hitam tersebut, penduduk kota tidak ada yang mau menjawabnya. Tuan Jerome, pengacara yang ditunjuk oleh bosnya untuk membantunya selama di kota tersebut pun enggan untuk bercerita. Ia bahkan menampakkan wajah yang pucat begitu Arthur bercerita tentang wanita bergaun hitam. Arthur semakin penasaran dengan hal-hal menakutkan yang dialaminya. Ia mengumpulkan keberanian dan berniat kembali ke rumah besar Nyonya Drablow untuk mencari kebenaran.

Komentar:
Bukunya bergenre horor ini lumayan seram. Level seramnya 3 dari skala 5. Masih ada yang lebih seram dari buku ini. Tapi kalau kalian bacanya saat suasana mendukung: di tengah malam yang sepi, hujan disertai petir, lalu tiba-tiba mati lampu…. Cocok banget itu! Makin menambah keseramannya.

Alur buku ini bagus. Kalimat-kalimatnya tertata rapi dan mudah dipahami. Penggambaran tentang suasananya juga keren. Pas baca jadi berasa kayak nonton film dengan nuansa yang dark banget.

Dari bagian pertengahan buku sebenarnya sudah bisa ditebak hantunya itu siapa. Namun alasan-alasan kenapa ia menjadi hantu dan apa yang dilakukan oleh hantu itu selanjutnya itu yang bikin plot twist di bagian akhir. Nggak menyangka aja bakalan kayak gitu.

Inti dari buku ini adalah cerita tentang dendam, kebencian, keputusasaan. Makanya ya jadi orang jangan suka benci dan dendam. Bisa terbawa sampai mati. Sesuadh mati bukannya tenang di alam sana malah jadi hantu gentayangan yang maunya balas dendam melulu. Benci dan dendam hanya menyusahkan saja – menyusahkan diri sendiri dan orang-orang sekitar.

Quotes Favorit:
Memelihara dendam, amarah, dan kebencian hanya akan meracuni jiwa. ~Steve Maraboli

Rating:
3/5

Informasi Buku:
Judul Buku: The Woman in Black
Pengarang: Susan Hill
Penerbit: Penerbit Qanita (PT Mizan Pustaka)
Tahun Terbit: 2016
Genre: horror, thriller
Jumlah Halaman: 228
ISBN: 978-602-402-026-2

[Review Film Serial] Hello, Me!

sumber gambar: asianwiki.com


Sinopsis:
Bhan Ha Ni ada seorang wanita single berumur 37 tahun. Ia merupakan karyawan kontrak di perusahaan penjualan makanan. Suatu hari saat ia sedang menjaga stan makanan, ada seorang anak kecil mencicipi makanan yang ia jual. Namun tiba-tiba anak tersebut roboh dan harus dilarikan ke rumah sakit. Ternyata si anak ini ada alergi makanan. Ibu si anak menyalahkan Hani bekerja tidak becus. Ia melapor polisi dan Ha Ni pun ditahan.

Di sisi lain ada seorang pemuda bernama Han Yu Hyeon. Ia anak pemilik Perusahaan Panganan Joa. Ia anak orang kaya tetapi sifatnya kekanakan. Karena ia kerjanya hanya bermain-main saja, ayahnya memarahinya. Ia disuruh ayahnya membayar uang yang dikeluarkan ayahnya untuk semua hal yang dibelinya. Yu Hyeon tidak senang dimarahi ayahnya. Ia keluar dari rumah. Ayahnya pun bertambah marah dan mengusirnya.

Yu Hyeon mempunyai seorang sepupu bernama Do Yun, dan kakak iparnya Oh Ji Eun. Kedua orang ini berusaha membantu Yu Hyeon namun perbuatan mereka diketahui ayah Yu Hyeon. Akhirnya saat sedang lari dari rumah dan karena Yu Hyeon tidak punya apa-apa, ia dibawa ke kantor polisi dan ditahan di sana. Saat itu polisi menyangka ia adalah orang jahat.

Di kantor polisi inilah Yu Hyeon dan Ha Ni bertemu. Awal pertemuan mereka tidak mengenakkan. Yu Hyeon sering meminjam uang pada Ha Ni. Ha Ni yang merasa hidupnya sudah hancur lalu berjalan di pinggir jalan. Saat itu hujan deras. Ada truk yang lewat dan memberi tanda agar ia minggir. Namun Ha Ni sudah tidak dapat berpikir apa-apa dan ingin mati saja.

20 tahun sebelumnya, kejadian yang sama menimpa Ha Ni yang masih SMA. Ia anak yang ceria dan menjadi primadona di sekolahnya. Ia ingin menjadi seorang idola. Karena itu ia ingin mengikuti audisi. Namun sayangnya orangtuanya mengetahui bahwa ia bolos sekolah demi mengikuti audisi. Ha Ni di kejar ayahnya saat hujan turun. Ia terjatuh dan hampir ditabrak truk. Ha Ni dari 20 tahun yang lalu tiba-tiba saja pindah ke masa sekarang.

Di rumah sakit, Ha Ni berumur 37 tahun dan Ha Ni berumur 17 tahun bertemu. Awalnya mereka tidak percaya dengan kejadian yang mereka alami. Namun akhirnya mereka berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Ha Ni berumur 17 tahun tingkahnya kekanakan dan menyebalkan bagi Ha Ni yang berusia 17 tahun. Ha Ni dewasa tinggal di rumah kakaknya. Untuk menyembunyikan Ha Ni yang datang dari masa lalu, ia mengaku bahwa Ha Ni 17 tahun adalah anaknya yang bernama Scarlett.

Komentar:
Film ini menceritakan tentang orang yang bertemu kembali dengan dirinya di masa lalu. Ha Ni yang dulu ceria, periang, percaya diri, dan disukai banyak orang kini telah berubah menjadi Ha Ni yang minderan, tidak punya tujuan hidup, hidupnya kacau, dan sering ditindas orang lain. Hal tersebut berawal dari kecelakaan yang dialami Ha Ni saat ia ketahuan ayah dan ibunya bahwa ia ikut audisi. Ayahnya meninggal. Hal tersebut membuat Ha Ni menjadi depresi dan menyalahkan diri sendiri, ditambah lagi tidak ada dukungan dari keluarganya (ibu, nenek, dan kakak perempuannya), hidupnya bertambah kacau.

Film ini membawa pesan tentang bagaimana menjadi percaya diri, menerima keadaan, bangkit dari keterpurukan, seperti yang dialami oleh tokoh Ha Ni. Ha Ni yang dulu pernah menolong seorang anak kecil yang ditindas anak-anak SMA. Anak tersebut pada akhirnya membalas semua perbuatan baik Ha Ni. Ia tidak lupa untuk meneruskan kebaikan yang ia terima saat ia masih kecil.

Pesan yang aku suka dari film ini adalah: “Masa lalu ada bukan untuk dihindari tetapi dihadapi. Itulah yang akan membuat kita kuat dan bangkit.”

Oh ya film ini adalah film tentang kehidupan: menemukan diri sendiri, persahabatan, dan kekeluargaan. Jadi jangan harap ada cerita kayak drama-drama pada umumnya, misalnya rebutan pacar, selingkuh, atau adegan-adegan yang bikin greget sampai ke ubun-ubun dan emosi pengin marah. Film ini tuh seru, lucu, bikin terharu, dan bikin penasaran. Jenis film yang menghangatkan hati.

Rating:
9/10

Informasi Film:
Judul Film: Hello, Me! / Hello? It’s Me!
Genre: Fantasy, Time travel, Comedy, Romance
Jumlah Episode: 16
Rilis: Februari – April 2021
Network: KBS2
Pemain:
Choi Gang Hee sebagai Bhan Ha Ni
Kim Young Kwang sebagai Han Yu Hyeon
Lee Re sebagai Bhan Ha Ni muda
Eum Moon Suk sebagai Anthony
Kim Yu Mi sebagai Oh Ji Eun
Ji Seung Hyun sebagai Yang Do Yun

[Review Buku] Sengkarut

Sengkarut. Apa artinya, sih? Kok, aneh ya judulnya? Begitulah yang aku pikirkan saat membaca judul buku ini. Buku terbitan Penerbit Mai ini adalah buku kumpulan cerpen karya penulis-penulis besar Jepang pada masanya. Diberi judul sengkarut, artinya tidak karuan, berbelit-belit, tidak menentu.
Di dalam buku ini ada 6 cerpen yang masing-masing berjudul Malaikat Permen Cokelat (karya Ogawa Mimei), Lemon (karya Kajii Motojiro), Rumput Racun (karya Edogawa Ranpo), Di Bawah Pohon Sakura (karya Kajii Motojiro), Bunyi Misterius (karya Natsume Soseki), dan Kursi Manusia (karya Edogawa Ranpo). Cerpen-cerpen tersebut ada yang cerita manis tapi ada juga yang bikin merinding.
Sebenarnya cerpen-cerpen yang aku baca ini terkesan agak aneh ceritanya. Aku kayak nggak nyambung dengan ceritanya. Cerita yang aku mengerti adalah cerita di cerpen Malaikat Permen Cokelat dan Kursi Manusia. Selebihnya, ceritanya seperti menggantung dan tidak aku mengerti. Karena aku nggak ngerti sebagian besar jalan cerita di buku ini, aku cuma bisa bilang segini saja. Mungkin terkesan kayak nggak niat banget bikin review, tapi ya beginilah adanya. Aku berharap bisa membaca cerita yang isinya ‘wah’, bikin tercengang atau bikin perasaan hepi dan lega setelah membacanya, tapi harapanku sepertinya terlalu tinggi. Overall, buku ini biasa aja.

Rating:
3/5

Informasi Buku:
Judul Buku: Sengkarut
Penerbit: Penerbit Mai
Tahun Terbit: 2020
Jumlah Halaman: 100 halaman
ISBN: 978-623-7351-59-7

foto dokumen pribadi

[Review Buku] Real Face

Sinopsis:
Asagiri Asuka adalah seorang dokter anestesi yang sedang melanjutkan kuliahnya. Karena butuh uang ia mencari pekerjaan. Koleganya menyarankan ia bekerja di klinik bedah plastik milik Hiiragi Takayuki. Dokter Hiiragi ini terkenal jenius karena mampu mengubah wajah pasiennya jadi apapun asal ada uang.

Asagiri sebetulnya tidak suka bekerja di klinik Hiiragi. Dokter Hiiragi mempunyai perangai yang sangat aneh. Ia terkadang ceplas-ceplos dan berkata kasar. Asagiri juga menganggapnya mata duitan. Namun gaji yang diberikan Hiiragi sangat besar. Oleh karena itu Asagiri bertahan.

Selama bekerja di klinik tersebut, Asagiri melihat kemampuan Hiiragi yang memang benar-benar hebat. Lalu, walaupun ucapan Hiiragi sensei terkadang sangat menyakitkan, namun ia sebetulnya tidak hanya menjadikan pasiennya cantik fisik namun juga memancarkan kecantikan yang alami.

Suatu hari Asagiri didatangi seorang pemuda yang mengaku sebagai wartawan yang sedang menyelidiki kasus pembunuhan. Wartawan tersebut mengatakan bahwa kasus pembunuhan berantai yang menghebohkan 4 tahun lalu ada hubungannya dengan Hiiragi. Ia meminta Asagiri mengumpulkan informasi yang terkait dengan bosnya di klinik.

Awalnya Asagiri enggan melakukan apa yang diminta si wartawan. Namun ada beberapa kejadian yang membuatnya berpikir. Ia mulai mencari informasi di internet dan bertanya pada koleganya di universitas tempat ia melakukan penelitian. Dari sana ia mulai mendapatkan info-info yang mengejutkan tentang Hiiragi.

Berbagai informasi yang diterima Asagiri tidak membuatnya percaya begitu saja. Ia terus menyelidiki. Dan penyelidikannya itu menyeretnya pada kasus pembunuhan empat tahun lalu.

Komentar:
Novel Real Face ini bergenre thriller dan mystery. Namun ada lucunya. Tingkah dokter Hiiragi benar-benar menyebalkan. Ia dan Asagiri selalu berdebat tentang banyak hal. Bahasa terjemahan di buku ini artinya bagus banget karena bisa bikin pembacanya tertawa terpingkal-pingkal. Harusnya novelnya menegangkan, eh malah jadi lucu.

Bagian pertengahan hingga mendekati akhir novel barulah agak serius. Di sinilah bagian yang paling seru. Ya, saking serunya buku ini, nggak butuh waktu lama untuk membacanya.

Siapa pembunuh sebenarnya? Aku ikut-ikutan menebak. Tapi ternyata tebakanku salah! Beneran nggak menyangka! Kirain si A yang jahat, eh, ternyata orang lain. Motifnya pun disusun dengan rapi. Makanya nggak tertebak.

Oh ya di buku ini banyak ditemui istilah-istilah dalam dunia kedokteran, terutama yang berhubungan dengan ilmu bedah. Keren banget! Jadi sekaligus dapat ilmu tentang dunia kedokteran.

Penulis buku ini menggunakan alur maju dan mundur. Lalu point of view-nya orang ketiga. Ada sedikit pergantian tokoh utama cerita, tapi dipisahkan di bab berbeda. Itu adalah bagian di mana penulis menceritakan dari sudut pandang si pembunuh. Bab secara umumnya menceritakan sudut pandang Asagiri Asuka. Biarpun berganti-ganti sudut pandang, nggak membuat bingung, kok. Malah bikin penasaran tentang apa yang bakal terjadi selanjutnya.

Sesuai judulnya, Real Face, inti cerita dari buku ini adalah tentang ‘wujud’ asli. Orang yang sudah dioperasi plastik, yang ingin operasi plastik, orang yang jahat, orang yang baik, pada akhirnya akan menunjukkan ‘Real Face’-nya.

Rating:
5/5

Quotes Favorit:
“Manusia yang sudah mengupas kulit dan menunjukkan wujud aslinya akan memancarkan ‘kecantikan’ yang ada dari dalam dirinya.” ~hlm. 78

“Tidak apa-apa. Kau dan aku, kita memang seharusnya merasa ragu. Karena, di dunia ini tidak ada kebenaran yang mutlak. Kita harus ragu, dan terus ragu, dan akhirnya yang bisa kita lakukan adalah menemukan kebenaran kita sendiri.” ~hlm.372

Informasi Buku:
Judul Buku: Real Face
Pengarang: Chinen Mikito
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun Terbit: 2021
Penerjemah: Lina Budiarti
Jumlah Halaman: 388 halaman
Genre: thriller, mystery
ISBN: 978-623-7351-60-3