[Review Film Serial] Move To Heaven

sumber gambar: asianwiki.com

Serial Move To Heaven ini menceritakan tentang ayah dan anak yang bekerja sebagai pembersih TKP. Mereka adalah Han Jeong U dan Han Geu Ru. Nama usahanya adalah Move To Heaven. Mereka menerima permintaan pembersihan ruangan tempat ditemukannya orang meninggal atau membersihkan kamar/rumah orang yang sudah meninggal. Barang-barang penting milik almarhum akan dimasukkan ke dalam kotak berwarna kuning dan diserahkan kepada keluarga dekat almarhum. Han Jeong U, ayah Han Geu Ru, selalu mengajarkan Geu Ru bahwa barang-barang peninggalan almarhum menceritakan tentang kehidupan almarhum (cita-cita, keinginan, harapan). Karena itu, barang-barang tersebut harus diserahkan kepada keluarga dekatnya.

Suatu hari, ayah Han Geu Ru mendapat telepon dan harus pergi ke suatu tempat. Ia pun pergi meninggalkan Geu Ru yang saat itu sedang melihat ikan-ikan di akuarium. Han Geu Ru menderita Sindrom Asperger, suatu spektrum autis yang menyebabkan penderitanya tidak mampu bersosialisasi dan berkomunikasi dengan baik dengan orang lain. Seperti penderita autis pada umumnya, Han Geu Ru ini jenius. Ia dapat menghapal sesuatu hanya dengan melihat atau mendengar. Namun ia tidak dapat berteman dengan orang lain.

Setelah ditinggal ayahnya, Han Geu Ru menunggu di ruangan akuarium. Namun ayahnya tidak juga kembali menjemputnya. Ia pun panik dan menelepon ayahnya tetapi sang ayah tidak mengangkat telepon. Han Geu Ru mencoba menyetir mobil untuk mencari ayahnya. Rupanya ayahnya jatuh di jalan dan meninggal saat dibawa ambulans ke rumah sakit.

Han Geu Ru kini sebatang kara. Ia punya seorang teman yang juga tetangga di depan rumahnya. Temannya itu adalah Yoon Na Mu, seorang anak perempuan yang sangat baik. Mereka berteman sejak kecil.

Ayah Geu Ru sebelum meninggal membuat surat wasiat pada pengacara Oh Hyun Chang. Pengacara Oh memanggil adik tiri Han Jeong U yang baru keluar dari penjara untuk datang ke kantor pengacara. Adik tiri Han Jeong U bernama Cho Sang Gu. Ia adalah seorang petarung martial arts yang bekerja di klub malam judi martial arts.

Cho Sang Gu awalnya tidak mau menyanggupi permintaan Pengacara Oh. Namun Pengacara Oh mengatakan bahwa Han Geu Ru adalah pewaris harta dari orangtuanya dan ia menderita autis ringan. Cho Sang Gu akhirnya mau menerima permintaan mendiang kakak tirinya untuk menjadi wali dari Han Geu Ru karena ia tidak punya tempat tinggal. Pengacara Oh memberi waktu 3 bulan kepada Cho Sang Gu. Selama 3 bulan tersebut Cho Sang Gu harus bersikap baik pada Han Geu Ru. Jika tidak, ia tidak diperbolehkan menjadi wali Han Geu Ru lagi. Pengacara Oh dibantu oleh Yoon Na Mu, teman Geu Ru yang mengajukan diri untuk menjadi pengawas Cho Sang Gu.

Petualangan pun dimulai. Baik Cho Sang Gu maupun Han Geu Ru sama-sama kesulitan beradaptasi dengan satu sama lain. Han Geu Ru sangat rapi dan karena penyakitnya, ia tidak bisa hidup dalam situasi yang berbeda dari yang biasa. Sedangkan Cho Sang Gu orangnya berantakan dan jorok. Han Geu Ru harus selalu membersihkan rumah dan ia tidak memperbolehkan pamannya tidur di kamar ayahnya. Karena itu Sang Gu membuat tenda di ruang tamu rumah Geu Ru.

Cho Sang Gu selain menjadi wali juga harus bekerja di Move To Heaven. Saat pertama kali mendapatkan telepon dari klien, ia mabuk ketika masuk ke rumah bekas TKP. Ia tidak menyangka kakaknya dan keponakannya mengerjakan hal yang baginya sangat menyeramkan dan menjijikkan karena harus membersihkan tempat bekas mayat ditemukan. Ia juga merasa aneh dengan kebiasaan Geu Ru yang ngotot menyerahkan kotak kuning berisi barang peninggalan almarhum kepada keluarganya. Baginya barang tersebut sudah tidak berguna lagi. Namun bagi Han Geu Ru barang-barang tersebut mempunyai arti dan harus disampaikan pada keluarga mendiang.

Komentar:
Filmnya seru dan mengharukan. Banyak yang bilang film ini mengandung bawang yang sangat pedas sehingga membuat penonton menangis hampir di semua episodenya. Walaupun aku nggak sampai menangis saat menonton film ini, aku setuju dengan pernyataan teman-temanku bahwa film ini bikin terharu.

Setiap kali Han Geu Ru menyerahkan kotak kuning kepada keluarga mendiang, di saat itulah orang yang menerimanya menjadi ingat dengan mendiang. Apa saja yang telah dilakukan mendiang semasa hidupnya. Mereka memberikan kenangan yang tak dapat dilupakan begitu saja. Kenangan-kenangan itulah yang membuat terharu. Ini jadi pengingat juga, nanti besok-besok kalau aku meninggal apakah akan memberikan kenangan yang baik atau kenangan yang buruk?

Bagian yang aku suka di film ini adalah saat Han Geu Ru mengingat masa-masa bersama ayahnya. Han Geu Ru sebenarnya sedih. Namun karena sindrom yang dideritanya ia tidak bisa mengekspresikan apa yang ia rasakan. Ia tidak bisa tertawa maupun menangis. Namun ia mengingat momen-momen saat bersama ayahnya. Ayahnya selalu mengatakan, “Kerja yang bagus!” setiap kali mereka menyelesaikan permintaan klien. Ia juga mengatakan, “Kamu bisa!” untuk memberi semangat. Ayahnya berpesan bahwa itu bisa dikatakan pada diri sendiri. Caranya berdirilah di depan cermin dan katakan pada orang yang ada di dalam cermin, yaitu diri sendiri.

Dalam film ini, Cho Sang Gu diperankan oleh Lee Je Hoon. Beberapa waktu lalu aku baru saja nonton serial Taxi Driver. Pemeran utamanya juga Lee Je Hoon. Namun karakter yang dimainkan berbeda banget. Di sini Lee Je Hoon memerankan karakter yang amburadul walaupun baik hati. Aku nggak suka perannya di Move To Heaven ini karena selalu merokok setiap ada kesempatan. Film ini jadi kurang asyik karena adegan merokok yang diperankan oleh tokoh utamanya. Padahal di episode ke berapa ada adegan Han Geu Ru mengatakan bahwa merokok tidak baik untuk kesehatan. Hmm… film ini nggak cocok ditonton anak kecil. Soalnya ada merokoknya.

Satu hal lagi mengenai film ini. Cerita film ini mirip dengan cerita novel berjudul Mr. Lee Clean Center karangan Joung Hee Kwon. Novel itu juga bercerita tentang orang yang membersihkan tempat bekas orang meninggal. Namun tokohnya bisa melihat hantu orang yang meninggal. Di buku tersebut juga ada kasus yang sama seperti di film Move To Heaven, yaitu kasus kakek dan nenek yang meninggal bersama. Apa pengarang buku dan pengarang film ini janjian? Entahlah…

Overall, filmnya bagus. Jumlah episodenya juga sedikit dan ceritanya mengalir.

Rating:
8/10

Informasi Film:
Judul Film: Move To Heaven / Move To Heaven: I Am a Person Who Arranges Articles Left by Deceased
Jumlah Episode: 10
Rilis: Mei 2021
Stasiun: Netflix
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea
Pemain:
Lee Je Hoon sebagai Cho Sang Gu
Tang Joon Sang sebagai Han Geu Ru
Hong Seung Hee sebagai Yoon Na Mu
Ji Jin Hee sebagai Han Jeong U
Lim Woon Hee sebagai Pengacara Oh Hyun Chang

[Review Film Serial] Mad For Each Other

sumber gambar: asianwiki.com

Annyeonghaseo! Jumpa lagi di review film serial. Kali ini drakor yang akan aku bahas berjudul Mad For Each Other. Ini drama baru yang sudah tamat. Serinya nggak banyak. Cuma 13 episode saja.

Film ini ceritanya tentang dua orang yang sama-sama pergi ke psikiater. Ternyata mereka bertetangga. Yang cowok namanya No Whi Oh. Ia ke psikiater karena sakit gangguan emosi. Ia mudah marah. Apa saja bisa bikin dia marah. No Whi Oh ini tadinya polisi. Tapi ia terkena kasus saat sedang menangkap pengedar narkoba. Ia dianggap tidak dapat mengendalikan emosi sehingga diminta cuti bekerja dan harus berobat ke psikiater. Ia baru boleh bekerja kembali jika mendapat surat ‘sembuh’ dari psikiater.

Tokoh kedua adalah seorang perempuan bernama Lee Min Kyung. Ia menderita gangguan kepercayaan. Ia tidak dapat percaya pada apa pun. Ia juga menderita OCD. Ini disebabkan karena ia dikhianati oleh pacarnya. Pacarnya ternyata sudah mempunyai istri. Saat si istri mendatangi Min Kyung, ia mempermalukan Min Kyung di depan teman-teman kantornya. Lalu si pacar menyiksa Min Kyung. Ia melakukan tindakan kekerasan dan mengancam Min Kyung. Sejak saat itulah Min Kyung berubah menjadi orang yang penakut dan tidak percaya pada siapa pun.

Suatu hari saat Whi Oh sedang dalam perjalanan ke psikiater, ia bertemu dengan Min Kyung. Mereka terlibat dalam kejadian yang bikin gemas. Whi Oh yang pemarah dianggap penjahat oleh Min Kyung. Min Kyung menganggap Whi Oh seorang penguntit. Sedangkan Whi Oh sibuk menjelaskan bahwa ia bukan orang jahat. Sepanjang jalan mereka saling mencurigai dan ternyata mereka tinggal bersebelahan. Kedua orang ini pun ribut terus setiap kali bertemu.

Komentar:
(((Spoiler Alert!!)))
Filmnya lucu dan seru. Whi Oh yang tukang marah tuh sebenarnya orang baik. Hanya saja ia tidak bisa menjelaskan apa yang dipikirnya. Ia keburu terbawa emosi. Namun ia seringkali juga mengeluarkan kata-kata bijak. Misalnya saat kelompok ibu-ibu menangkap seorang crossdresser yang sedang dalam perjalanan pulang, Whi Oh mengatakan bahwa tidak masalah orang mau berpakaian seperti apa asalkan tidak menyakiti orang lain. Kelompok ibu-ibu terbukti salah paham.

Min Kyung selalu berdandan seperti orang gila supaya ia tidak didekati oleh siapa pun. Ia tidak percaya pada orang-orang dan menutup diri. Ia selalu curiga pada orang-orang yang ia temui. Namun setelah bertemu dengan Whi Oh, ia perlahan-lahan mulai membuka diri. Pada akhirnya tahu sendirilah ya, Min Kyung dan Whi Oh saling jatuh cinta.

Selain cerita tentang Whi Oh dan Min Kyung ada cerita tentang yang lain juga dong. Ada pegawai minimarket bernama Lee Su Hyun yang mengamati tingkah laku kedua ‘orang gila’ di perkompleksan tempat tinggal mereka. Ia akhirnya berteman dengan crossdresser yang biasa dipanggil Samantha. Lee Su Hyun ini ternyata diperankan oleh Su Hyun, penyanyi dari grup AKMU. Pantesan saja suaranya bagus.

Film ini membahas tentang kesehatan mental. Bahwa ada penyakit mental dan orang yang menderita sakit tersebut tidak perlu malu. Toh, orang berobat supaya sembuh, kan? Film ini juga mengajak penonton agar jangan jadi orang yang curigaan, bertindaklah bijaksana. Jangan asal menuduh.

Oh ya di film ini ada tokoh yang suka memakai pakaian lawan jenis. Dia itu cowok tulen, tapi suka memakai pakaian perempuan dan berdandan seperti perempuan. Ini disebut sebagai crossdresser. Karena ada crossdresser di sini, aku jadi ingat ada film Jepang berjudul Life As A Girl yang tokoh crossdressernya diperankan olej Jun Shison. Nggak selamanya cowok yang berdandan seperti itu adalah cowok penyuka jenis. Mereka hanya suka saja. Fenomena ini ada di kota besar. Aneh? Iya, sih. Tapi ya biarin aja. Kan jadi bisa belajar dandan sama mereka.

Aku suka film ini soalnya jumlah episodenya nggak banyak. Ceritanya juga seru dan lucu, bikin penasaran dan nggak manjangi tali kelambu. Namun sayangnya di bagian akhir ternyata film ini setipe dengan drakor-drakor lainnya: tokoh utama perempuannya enyek-enyek. Sudah jelas jadian eh malah berubah pikiran. Merasa tidak pantas untuk dicintai, merasa dirinya adalah penyebab masalah, ingin menghindar saja, ingin menghilang saja, lari dari si cowok. Padahal jelas-jelas si cowok sudah cinta banget sama si cewek. Euh! Menjijikkan deh tipe-tipe kayak gini. Sebel banget pengen lempar bantal! Untunglah di bagian akhir ceweknya balik lagi. Maaf spoiler. Soalnya nggak tahan buat ngedumel.

Overall ceritanya layak ditonton oleh kalian yang butuh hiburan buat ketawa-ketawa. Tapi jangan sampai anak di bawah umur menonton film ini ya. Soalnya filmnya bukan buat anak kecil.

Rating:
8/10

Informasi Film:
Judul Film: Mad For Each Other / The Crazy Guy in This District
Genre: Comedy, drama, action
Jumlah Episode: 13
Rilis: Mei – Juni 2021
Stasiun: Kakao TV, Netflix
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea
Pemain:
Jung Woo sebagai No Whi Oh
Oh Yeon Seo sebagai Lee Min Kyung
Lee Su Hyun sebagai Su Hyun, pegawai minimarket
Lee Hye Ra sebagai psikiater Han Jin Young

[Review Film Serial] Taxi Driver

Sumber gambar: asianwiki.com

Hai! Hai! Masih seru dengan nonton drama Korea. Kali ini aku baru menyelesaikan film Taxi Driver. Film ini ceritanya tentang sebuah perusahaan Taxi yang melayani klien VIP. Namun klien VIP yang dimaksud bukan yang kaya raya gitu, ya. Klien VIP-nya adalah orang-orang yang sedang kesusahan dan ingin balas dendam.

Perusahaan Taxi tersebut bernama Rainbow. Bosnya adalah Jang Sung Chul. Beliau ini dulunya punya keluarga yang tewas dibunuh. Ia sangat sedih sampai-sampai ingin balas dendam. Lalu ia mendirikan perusahaan taxi dan merekrut orang-orang hebat. Yang pertama adalah Kim Do Ki, yang dipercaya untuk menyetir Taxi VIP dan hebat dalam bertarung. Do Ki ini ibunya tewas dibunuh. Ia ingin balas dendam pada pembunuh. Namun ternyata pembunuhnya mati bunuh diri di penjara. Yang kedua adalah Ahn Go Eun, yang hebat dalam bidang IT. Ia juga seorang hacker. Go Eun punya kakak yang meninggal karena bunuh diri. Ternyata ia tertimpa kasus sehingga membuatnya putus asa dan bunuh diri. Yang ketiga dan keempat adalah Choi Kyung Koo dan Park Jin Eon. Mereka adalah mekanik tapi hebat dalam penyamaran.

Setelah Kim Do Ki membawa penumpang yang punya masalah, penumpang tersebut diarahkan ke sebuah tempat permainan game. Di sana ia akan diberi informasi tentang Taxi yang dapat membalaskan dendam. Kemudian si penumpang diberi pilihan apakah ingin membalas dendam atau tidak. Jika si penumpang memilih membalas dendam barulah Kim Do Ki dan kawan-kawan mencari informasi dan menjalankan aksi balas dendam. Orang jahat akan mereka tangkap dan dikurung di sebuah ruang bawah tanah. Ruang itu milik kenalan Jang Sung Chul. Pemiliknya adalah Baek Sung Mi, seorang perempuan rentenir. Ia dibayar oleh Jang Sung Chul untuk menampung para penjahat di ruang bawah tanahnya. Para penjahat itu disiksa di ruangan kecil dan hanya diberi makan biskuit dan vitamin.

Aksi para personel Taxi VIP tentu saja tidak selalu mulus. Mereka memang menghukum penjahat dan menolong korban kejahatan. Namun ada seorang jaksa yang benar-benar teguh ingin menangkap penjahat. Ia adalah Kang Ha Na yang bekerja di kejaksaan. Bosnya, Jo Jin Woo, adalah sahabat Jang Sung Chul. Jang Sung Chul yang mempunyai perusahaan taksi juga menjalankan sebuah yayasan bernama Yayasan Burung Biru yang memberikan donasi pada korban kejahatan. Ia bekerja sama dengan pihak kejaksaan untuk mengetahui siapa saja yang perlu dibantu.

Kasus-kasus yang ditangani oleh Rainbow Taxi berbeda-beda. Mereka nantinya akan berurusan dengan Jaksa Kang Ha Na. Trus cerita makin ke belakang juga makin seru.

Komentar:
Filmnya seru. Tapi banyak adegan kekerasan seperti pukul-pukulan yang lumayan sadis dan darah di mana-mana. Tidak cocok ditonton oleh anak di bawah umur 19 tahun. Tapi tenang saja, ada peringatan sebelum filmnya dimulai. Oh ya, di film ini nggak ada scene cinta-cintaan. Tapi justru itu yang bikin filmnya keren dan nggak pasaran.

Di film ini ada Lee Je Hoon yang memerankan Kim Do Ki. Ternyata dia main film Move to Heaven. Lalu ada Esom yang memerankan Jaksa Kang Ha Na. Dia pernah main di film Because This Is My First Life. Karakter kedua orang ini di film Taxi Driver agak nyebelin. Bikin geregetan. Ah ya tapi lupakan karena filmnya sangat seru. Apakah film Taxi Driver ini akan dibuat sekuelnya? Kita lihat saja nanti.

Pesan Moral:
Balas dendam hanya akan melahirkan balas dendam lainnya.

Rating:
9/10

Informasi Film:
Judul Film: Taxi Driver / Deluxe Taxi
Jumlah Episode: 16
Genre: thriller, action
Rilis: April – Mei 2021
Stasiun: SBS
Pemain:
Lee Je Hoon sebagai Kim Do Ki
Esom sebagai Jaksa Kang Ha Na
Kim Eui Sung sebagai Jang Sung Chul
Pyo Ye Jin sebagai Ahn Go Eun
Jang Hyuk Jin sebagai Choi Kyung Koo
Bae Yoo Ram sebagai Park Jin Eon
Yoo Seung Mok sebagai Jaksa Jo Jin Woo
Cha Ji Yeon sebagai Baek Sung Mi

[Review Film Serial] Sell Your Haunted House

sumber gambar: asianwiki.com

Sinopsis:
Film ini ceritanya tentang Hong Ji A yang bekerja di Daebak Real Estate, sebuah perusahaan kecil tempat jual-beli rumah hantu. Ji A, yang diperankan oleh Jang Nara, ini dapat melihat hantu. Saat ada hantu di dekatnya suhu tubuhnya akan turun. Ia bekerja membasmi hantu yang menghantui rumah/bangunan. Membasmi di sini yaitu mengirim hantu agar dapat naik ke langit sehingga rohnya tidak lagi mengganggu dunia manusia. Sebelum prosesi pembasmian hantu, ia akan bertanya pada pemilik rumah/bangunan tentang riwayat hantu atau pemilik. Lalu ia akan survei ke bangunan untuk melihat hantu yang ada di sana.

Hong Ji A membutuhkan seorang paranormal dalam pekerjaan membasmi hantu. Paranormal adalah orang yang akan dirasuki hantu supaya nantinya lebih mudah dibasmi. Awalnya Ji A punya pegawai magang yang membantunya sebagai paranormal. Namun Ji A mencari paranormal yang lebih kuat.

Suatu hari ada seorang penipu bernama Oh In Bum. Ia mengaku dapat mengusir hantu dengan cara menjual barang-barang yang dapat mengusir hantu. Namun ketika ia bertemu seorang klien, klien tersebut juga meminta bantuan pada Ji A. In Bum dan Ji A seperti berebut klien. Namun tentu saja In Bum hanyalah penipu yang hanya ingin uang saja, bukan benar-benar mengusir hantu. Sedangkan Ji A benar-benar dapat melihat hantu. Dari sini akhirnya mereka sering bertemu. Pada suatu kasus, Ji A secara tidak sengaja mengetahui bahwa In Bum adalah paranormal. Ia mengetes In Bum dan In Bum pun setuju untuk bekerja di Daebak Real Estate.

Awalnya, In Bum dan rekannya, Ji Chul, masih berniat menipu klien-klien yang didapat dari Daebak Real Estate. Namun mereka menemukan kasus-kasus yang spesial sehingga rencana mereka untuk menipu diketahui oleh Ji A dan sekretarisnya, Joo Hwa Jung.

Ji A yang dapat membasmi hantu memiliki seorang ibu yang sudah meinggal. Namun roh ibunya masih tertahan di gedung Daebak Real Estate. Ibunya telah menjadi hantu selama 20 tahun dan Ji A belum menemukan cara untuk mengirim roh ibunya ke langit. Sementara itu, Oh In Bum mempunyai paman yang telah meninggal. Pamannya dulu adalah klien terakhir ibu Ji A. Dan ada satu orang jahat dari Do Hak Sung konstruksi yang menghasut paman In Bum melakukan pembakaran terhadap sebuah desa. Do Hak Sung juga sering datang ke kawasan tempat Daebak Real Estate untuk mengusir penduduk di sana dengan alasan akan ada pembangunan kembali di daerah tersebut. Mereka pun lalu bersama-sama mengungkapkan kejahatan yang dilakukan oleh perusahaan Do Hak Sung.

Komentar:
Aku suka filmnya karena seru. Filmnya juga cukup menyeramkan karena ada hantu-hantunya. Kalau nontonnya malam makin berasa seramnya. Tapi ada lucunya juga. Persahabatan In Bum dan Ji Chul sangat manis dan mereka duo yang lucu.

Penampilan Jang Nara di film ini keren banget. Biasanya Jang Nara main di drama-drama romance yang karakternya gadis baik-baik dengan gaya yang feminin. Namun di film Sell Your Haunted House ini ia memerankan karakter yang cool abis, cuek, dan dingin. Benar-benar membuat terkesan.

Tokoh Oh In Bum diperankan oleh Jung Young Hwa. Dia adalah personel boyband CNBlue. Ternyata dia seterkenal itu walaupun filmnya baru sedikit. Tapi dia pintar bikin lagu. Aktingnya juga oke di film ini.

Apakah film ini bakal ada Session 2-nya? Kalau membaca komentar-komentar di asianwiki.com, banyak yang meminta film ini dibuat sekuelnya. Di film ini sama sekali nggak ada romance-nya. Biasa saja. Jadi para penggemar meminta sutradara agar Ji A dan In Bum bisa jadian.

Rating:
10/10

Informasi Film:
Judul Film: Sell Your Haunted House / Daebak Real Estate / The Chronicle of Haunted Real Estate
Genre: Horor, misteri, thriller
Jumlah Episode: 16
Rilis: April – Juni 2021
Stasiun: KBS2
Negara/Bahasa: Korea
Pemain:
Jang Nara sebagai Hong Ji A
Jung Young Hwa sebagai Oh In Bum
Kang Mal Geum sebagai sekretaris Joo Hwa Jung
Kang Hong Suk sebagai Heo Ji Chul
Ahn Kil Kang sebagai Do Hak Sung
Baek Eun Hye sebagai Hong Mi Jin, ibunya Ji A

[Review Buku] Switch: Mengubah Situasi Ketika Perubahan Sulit Terjadi

Hai semua! Kali ini aku akan membahas tentang buku pengembangan diri. Sebetulnya aku sangat jarang baca buku motivasi. Dulu sekali pernah suka baca. Tapi stop karena sulit mencari rekomendasi buku apa yang bagus, jarang ke toko buku, dan lebih banyak iklan buku fiksi yang berseliweran di medsos. Kemudian, seorang teman meminjamkan buku yang berjudul Switch. Ia berkata buku ini sangat bagus. Tadinya aku pikir akan menghabiskan waktu sampai berbulan-bulan untuk membacanya. Rupanya aku hanya perlu waktu satu hari saja untuk menyelesaikan buku yang tebalnya 300an halaman. Aku lupa catat berapa tepatnya jumlah halaman buku ini. Terima kasih sekali kepada Ko Moming yang telah meminjamkan buku ini. Bukunya memang beneran keren! Baca buku ini kayak lagi nonton video motivator. Semoga aku bisa praktekkan apa yang ditulis di buku ini terutama di dalam hal pekerjaanku. Semoga sukses selalu juga buat Ko Moming.

Oke, mari bahas tentang buku Switch karangan Chip Heath dan Dan Heath.

(((Spoiler 30%))) Buku Switch ini menjelaskan tentang perubahan, mulai dari sang Pawang, sang Gajah, dan Jalan. Sang Pawang dikaitkan dengan logika sedangkan sang Gajah adalah sisi emosional. Dalam buku ini dibabarkan bagaimana untuk mengarahkan sang Gajah dan sang Pawang agar kita dapat menuju ke perubahan yang lebih baik, disertai dengan banyak contoh.

Ada beberapa contoh yang aku suka di dalam buku ini. Yang pertama tentang seorang anak yang selalu membuat masalah di sekolahnya dan nilainya juga buruk. Seorang konselor di sekolah memanggilnya dan menggunakan metode terfokus sehingga kemudian si anak dapat mengurangi kenakalannya dan berubah menjadi anak yang lebih baik. Yang kedua adalah tentang seseorang yang dikirim ke Vietnam untuk mengatasi masalah gizi. Ia hanya punya waktu 6 bulan. Kemudian ia mengelompokkan ibu-ibu dan membuat penelitian di tempat ibu-ibu yang anaknya tidak kurang gizi. Di sana mereka menemukan bahwa ibu yang berhasil dalam masalah gizi menambahkan daun ubi dan udang-udang kecil ke makanan anak mereka, serta memberi makan dalam porsi kecil namun sering (setiap 4 jam). Ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok-kelompok kemudian mempraktekkan apa yang mereka pelajari dari ibu-ibu lain. Masalah kurang gizi pun dapat teratasi.

Contoh lain yang aku ingat adalah tentang seorang ibu yang dikirim ke sebuah sekolah untuk menjadi kepala sekolah di sana. Sekolah tersebut sangat kacau. Nilai-nilai anak-anaknya tidak bagus dan perilaku mereka tidak baik, begitu juga dengan orang tua anak-anak tersebut. Kemudian ibu guru ini membuat perubahan sedikit demi sedikit, seperti membuat beberapa guru berjaga di depan sekolah untuk menyambut siswa-siswa yang datang, memotivasi siswa terlebih dahulu sebelum memulai pelajaran, dan membuat suasana terasa menyenangkan sebelum belajar sehingga siswa-siswa siap untuk belajar. Metode-metode yang digunakan bu guru akhirnya berhasil dan siswa-siswa sekolah tersebut berubah ke arah lebih baik.

Banyak sekali contoh yang dikemukakan dalam buku ini, ada beberapa yang aku tidak mengerti. Namun tidak masalah karena yang bisa dimengerti lebih banyak. Di bagian dua dan tiga dalam buku ada juga contoh kasus-kasus tentang perubahan dan metode-metode yang dapat digunakan jika pembaca mengalami kasus yang mirip dengan yang dicontohkan.

Baiklah! Jadi inti dari buku ini adalah saat kamu menghadapi sebuah situasi yang menuntut perubahan namun nampaknya perubahan itu akan sulit dilakukan, yang perlu kamu lakukan oalah fokus pada mencari solusi, bukan fokus mencari akar masalah. Akar masalah penting diketahui namun mencari solusi untuk memecahkannya jauh lebih penting. Untuk melakukan perubahan diperlukan motivasi, kepercayaan diri, memberikan arahan yang jelas, dan menyederhanakan jalan.

Quotes Favorit:
Untuk mendatangkan kemajuan dalam perubahan, Anda perlu cara untuk mengarahkan sang Pawang. Beri tahu ia ke mana harus pergi, bagaimana harus beraksi, tujuan mana yang harus dikejar. Dan itu sebabnya titik-titik terang menjadi begitu penting, karena merupakan harapan terbaik Anda untuk mengarahkan sang Pawang ketika Anda menginginkan perubahan. ~hlm.33.

Ketika Anda makin baik sedikit demi sedikit setiap hari, akhirnya sesuatu yang besar dapat terjadi… Jangan mengejar peningkatan yang cepat dan besar. Raihlah perbaikan kecil satu demi satu setiap hari. Itu cara satu-satunya untuk meraih kesuksesan – dan ketika itu terjadi, pengaruhnya berkepanjangan. ~hlm. 149.

Dalam bukunya, Mindset: The New Psychology of Success, Dweck mengungkapkan bahwa pola pikir bertumbuh akan membuat Anda lebih sukses hampir dalam segala hal. Itu karena orang-orang dengan pola pikir bertumbuh – mereka yang terus mengembangkan diri, berani mengambil resiko, menerima kritik, dan memiliki wawasan jangka panjang – senantiasa memikirkan kemajuan dalam kehidupan dan karier. ~hlm.170

Perubahan bukan peristiwa, melainkan proses. Proses memerlukan ketekunan dan kegigihan. ~hlm.263.

Rating:
4/5

Informasi Buku:
Judul Buku: Switch – Mengubah Situasi Ketika Perubahan Sulit Terjadi
Pengarang: Chip Heath dan Dan Heath
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama