[Review Buku] Dendam Kesumat

Blurb:
Bagaimana kita membayar dosa yang sudah kita lakukan? Apakah orang yang pernah berdosa tidak pantas lagi hidup bahagia? Apakah orang yang pernah melakukan kejahatan tidak boleh mengimpikan kehidupan baru?

Mukai Satoshi puas dengan kehidupannya. Ia adalah salah satu pemilik kedai yang cukup sukses. Ia punya istri dan anak perempuan yang sangat disayanginya. Hidupnya bahagia dan damai. Namun, pada suatu hari… sepucuk surat datang membawa serta kenangan gelap dan janji mengerikan dari masa lalu yang sudah nyaris dilupakannya.

“Mereka sudah bebas dari penjara.”

Surat itu berisi satu kalimat. Namun, dengan satu kalimat itulah mimpi terburuk Mukai pun dimulai.

Komentar:

Ceritanya tentang pemuda yang punya masa lalu kelam. Dulunya dia adalah preman dan sering keluar masuk penjara. Namun akhirnya hidupnya berubah karena sebuah perjanjian. Saat ia sudah punya pekerjaan tetap, istri dan anak, datang surat dari orang yang dulu membuat perjanjian dengannya. Si pemuda harus membunuh orang. Jika tidak, ia akan merasakan akibat dari pelanggaran janji yang dibuatnya belasan tahun yang lalu.

Tipe ceritanya mirip dengan buku Real Face dan Burning Heat, yaitu tentang bedah plastik. Genrenya sama-sama thriller juga. Dari awal baca buku Dendam Kesumat ini aku ikut-ikutan menebak siapa sebenarnya pengirim surat ancaman tersebut. Muncul nama satu orang di kepala. Trus ragu-ragu karena jalan ceritanya. Eh, pas ending ternyata tebakanku benar.

Walaupun ada adegan kekerasan, namun cerita buku ini seru. Makanya di belakang buku ditulis 17+. Anak-anak nggak boleh baca buku ini. Aku hanya perlu waktu 3 hari saja buat baca buku ini. Oh ya buku ini berbeda dari novel pada umumnya karena nggak ada bagian-bagiannya per bab. Jadi dari awal sampai akhir ceritanya tuh nyambung aja, nggak ada bab 1, bab 2, atau bagian 1, bagian 2, dst. Jadi bikin penasaran bacanya. Ini tuh kelanjutannya gimana, trus nanti gimana, lanjut aja terus… Tahu-tahu selesai.

Rate:
8/10

Informasi Buku:
Judul Buku: Dendam Kesumat
Pengarang: Gaku Yakumaru
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2021
Jumlah Halaman: 312 halaman
ISBN: 978-602-065-0722

[Review Film Serial] Rikokatsu

sumber gambar: asianwiki.com

Moshi! Moshi! Masih senang dengan dorama (drama Jepang), kali ini aku akan membahas tentang film seri yang berjudul Rikokatsu. Karena aku nggak bisa bahasa Jepang, saat membaca judul film ini yang aku pikirkan adalah jenis makanan, kayak Chicken Katsu gitu. Eh ternyata nggak begitu ya. haha

Rikokatsu ini ternyata menceritakan kehidupan sepasang suami istri yang baru menikah. Mereka adalah Saki Mizuguchi dan Koichi Obara. Saki adalah wanita modern yang fashionable. Dia cantik dan karirnya di perusahaan majalah fashion sangat bagus. Sedangkan Koichi adalah pemuda kolot dan gayanya kuno. Ia bekerja sebagai tentara penyelamat. Mereka bertemu saat Saki terjatuh dari puncak gunung karena patah hati. Tiga bulan setelah pertemuan itu mereka memutuskan untuk menikah.

Namun kehidupan pernikahan tidak gampang. Saki dan Koichi banyak berselisih pendapat. Koichi punya peraturan keluarga yang sangat ketat. Saki punya kebiasaan hidup yang fleksibel. Mereka sering bertengkar karena beda pendapat. Lalu, mereka memutuskan untuk bercerai.

Setelah memutuskan untuk bercerai pun ternyata mereka tidak bisa langsung bercerai. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan. Itulah yang dinamakan Rikokatsu – persiapan menuju perceraian. Persiapan itu termasuk memberi tahu keluarga kedua belah pihak. Dan lagi-lagi… untuk memberi tahu pihak keluarga ternyata tidak mudah. Baik keluarga Saki maupun keluarga Koichi masing-masing mau bercerai juga. Nah, lho!

Komentar :
(SPOILER RATE: 80%)
Filmnya lucu. Ini film bikin susah move on. Saki itu wanita cantik dan baju-bajunya bagus. Koichi tampangnya juga lumayan tapi dia kolot banget sampai-sampai dijuluki pemuda samurai. Mereka mau bercerai padahal baru menikah beberapa minggu. Trus harus pura-pura akur saat bertemu keluarga masing-masing. Dari situ sebenarnya mereka tambah dekat, tapi mereka sama-sama keras kepala. Bikin geregetan banget!

Selain cerita tentang pasangan Saki dan Koichi ada cerita pasangan ibu dan bapaknya Koichi serta ibu dan bapaknya Saki. Ibu dan bapaknya Koichi juga bertengkar dan ingin bercerai karena si ibu merasa tidak bebas di rumah. Ia merasa terkekang dengan tingkah bapaknya Koichi yang apa-apa selalu minta dilayani. Sedangkan ibu dan bapaknya Saki juga mau bercerai karena ibunya Saki memergoki bapaknya Saki selingkuh. Ia cemburu. Tapi ada masalah lain juga selain gara-gara ada wanita kedua. Lalu, muncullah mantannya Saki yang berprofesi sebagai pengacara perceraian. Pas banget, kan, waktunya?

Agak nyebelin memang film ini. Tapi tetap seru menonton perjalanan hidupnya Saki dan Koichi. Geregetan karena masing-masing saling menyindir dan tidak mau mengakui perasaan. Masing-masing merasa takdir mereka adalah tidak hidup bersama, begitu juga dengan kedua pasang orangtua mereka. Ada pihak ketiga juga yang suka sama Saki maupun Koichi. Mantannya Saki pengen balikan padahal tadinya mereka putus gara-gara si mantan ini nggak berniat menikah walaupun sudah pacaran 5 tahun. Trus rekan kerja Koichi, satu-satunya perempuan di tempat kerja, juga suka sama Koichi. Mereka sangat nyebelin. Tapi endingnya bikin adem. Masing-masing akhirnya menemukan jalan keluar dari masalah.

Suka banget sama film ini walaupun tahu inti dari setiap drama kayak gini tuh Komunikasi. Terus pasti ada bagian yang nggak amsuk akal dari film kayak gini, misalnya orang jatuh menggelundung dari puncak gunung tapi nggak luka. Pesan dari film ini juga dalem banget: setiap kehidupan pernikahan pasti ada masalahnya. Di situlah pasangan harus bisa komunikasi, saling mengerti keadaan, saling memaafkan, saling menghormati. Kalau nggak begitu ya bakalan hancur. Begitu kata saya yang cuma bisa mengamati dan sok bijaksini. 😀

Quotes favorit dari film ini:
“Takdir adalah sesuatu yang kau buat untuk diri sendiri”

Rate:
9/10

Informasi Film:
Judul Film: Rikokatsu / How to Get Divorce for the Whole Family
Genre: Comedy, Romace
Jumlah Episode: 10
Rilis: April 2021
Stasiun: TBS
Negara/Bahasa: Jepang
Pemain:
Keiko Kitagawa sebagai Saki Mizuguchi
Eita sebagai Koichi Obara
Shiro Sano sebagai Takeshi Mizuguchi, bapaknya Saki
Kotono Mitsuishi sebagai Midori Mizuguchi, ibunya Saki
Yoshi Sakou sabagai Tadashi Obara, bapaknya Koichi
Yoshiko Miyazaki sebagai Kaoru Obara, ibunya Koichi
Mitsuomi Takahashi sebagai Takaya Aoyama, pengacara
Momoko Tanabe sebagai Jun Ichinose, rekan Koichi
Jin Shirasu sebagai Ren Minazuki

[Review Film Serial] There is A Reason Why You Cannot Get Married

sumber gambar: asianwiki.com

Moshi! Moshi! Jumpa lagi di review dorama. Kali ini aku akan membahas film serial Jepang yang berjudul There is A Reason Why You Cannot Get Married. Dari judulnya saja sudah terlihat menarik ya. Yup! Aku nonton ini karena judulnya lucu. Trus poster filmnya juga lucu. Ada gambar boneka-bonekanya. Penasaran banget dengan ceritanya, akhirnya nonton, deh!

Film ini ceritanya tentang seorang perempuan bernama Mariko Goto yang bercita-cita akan menikah sebelum umurnya 30 tahun. Tapi saat umurnya 29 tahun ia tidak punya pacar. Sedangkan teman-temannya yang lain sudah menikah. Walaupun teman-temannya mengatakan tidak mungkin mendapat pacar dalam waktu dekat dan langsung menikah, Mariko tetap bertekad ingin menikah di usia 30 tahun. Mariko bahkan telah mempersiapkan dirinya dengan belajar menjahit dan memasak. Bento makan siangnya selalu bagus dan enak. Ia juga membawa peralatan menjahit ke mana-mana.

Mariko yang bekerja di kantoran mengagumi seorang manajer di kantor tempat ia bekerja. Manajer itu bernama Mitsuo Tomizawa. Manajer Tomizawa orangnya baik hati, ganteng, kerjanya bagus, punya posisi bagus di perusahaan, punya apartemen sendiri, dan mapan. Banyak karyawan perusahaan yang menyukainya. Orang-orang sampai bertanya-tanya kenapa manajer yang baik hati itu belum juga menikah padahal ia terlihat punya segalanya.

Suatu hari Mariko tak sengaja berjalan menuju rumah Manajer Tomizawa. Tiba-tiba ada sebuah boneka terjun dari langit. Mariko mengambil boneka tersebut dan melihat ada yang rusak di boneka tersebut. Ia pun menggunakan ilmu menjahitnya untuk memperbaiki boneka tersebut. Setelah boneka diperbaiki pemiliknya menghampiri Mariko. Ternyata ia adalah Manajer Tomizawa. Tentu saja Mariko terkejut karena Manajer Tomizawa memiliki boneka yang tampangnya aneh mirip boneka voodoo tersebut. Lalu Manajer Tomizawa menjelaskan bahwa ia sebenarnya pencinta boneka.

Komentar:
Ya iyalah siapa sih yang nggak terkejut saat mengetahui cowok yang disukainya ternyata pencinta boneka! Memang zaman sekarang nggak peduli dia mau cowok kalau suka sama boneka nggak masalah ya. Tapi kalau sampai addicted sama satu boneka dan selalu membawa boneka itu ke mana-mana kayak Manajer Tomizawa, trus di rumahnya juga memajang foto-foto si boneka…. kan aneh banget! Ya nggak?

Manajer Tomizawa itu membawa boneka yang diberi nama Michuko ke mana-mana bahkan ke kantor! Ia memasukkan bonekanya ke dalam tas hitam besar. Tapi karena Mariko telah bertekad ingin jadian dengan Manajer Tomizawa maka akhirnya ia mengungkapkan perasaannya pada sang manajer. Manajer Tomizawa ternyata juga mengagumi Mariko karena ia dapat memperbaiki Michuko. Namun perjalanan Mariko tidak mudah. Ia harus bersaing dengan Michuko. Jadilah film ini punya sebutan lain, yaitu Mariko vs Michuko.

Film ini kesannya aneh. Tapi ceritanya seru. Dramanya nggak nyebelin dan ngajarin kalau punya pasangan, tuh, yang penting komunikasi. Kalau ada apa-apa ya ngomong. Kasih tau kalau ada sesuatu yang mengganjal. Jangan dipendam sendiri dan malah jadi berantem. DI film ini Mariko dan manajer Tomizawa sama-sama berpikiran dewasa. Jadi yang nonton juga bisa terbuka pikirannya bahwa sebuah hubungan tuh dapat dibangun dengan baik jika ada komunikasi yang baik. Kedua orang juga harus bisa saling menerima kekurangan yang lainnya.

Film ini bukan tipe drama yang bikin geregetan karena ada orang ketiga yang nyebelin atau camer yang jahat. Ada orang ketiga, keempat, dan seterusnya di film ini. Tapi digambarkan sebagai orang yang memberi semangat. Mereka kagum pada Mariko. Ada juga yang kagum dengan Manajer Tomizawa. Tapi mereka nggak berusaha merusak hubungan kedua tokoh utama. Makanya nonton film ini jadi asyik. Nggak bikin sesak napas. Hahaha. Sepuluh episode dapat ditonton dalam waktu seminggu saja.

Trus judul dan filmnya kayak nggak nyambung, ya? Alasan kenapa kamu nggak bisa menikah? Mungkin karena tokohnya pencinta boneka makanya ia belum nikah. Ia harus bertemu dengan orang yang bisa menerima dirinya apa adanya baru bisa menikah. Mungkin seperti itu. *sotoy mode on. Hohoho.

Rate:
9/10

Informasi Film:
Judul Film: There Is A Reason Why You Cannot Get Married / Kekkon Dekinai ni wa Wake ga Aru
Genre: Fantasi, drama, komedi
Jumlah Episode: 10
Rilis: April 2021
Stasiun: ABC, tvk
Negara/Bahasa: Jepang
Pemain:
Yumi Wakatsuki sebagai Mariko Goto
Mokomichi Hayami sebagai Mitsuo Tomizawa
Tsuyoshi Furukawa sebagai Kenta Inoue
Manami Igashira sebagai Tetsuko Tanimura
Maho Yamaguchi sebagai Yoshie Takada

[Review Buku] Convenience Store Woman

gambar dokumentasi pribadi

Novel karangan Sayaka Murata ini menceritakan tentang kehidupan Keiko Furukura yang berusia 36 tahun dan bekerja sebagai pegawai paruh waktu di minimarket. Keiko telah bekerja di minimarket selama 16 tahun. Ia tidak punya niat untuk melamar di tempat lain dan tidak berniat mempunyai pekerjaan tetap. Keiko juga tidak pernah pacaran.

Orang-orang menanggap cara hidup Keiko tidak normal. Keiko sendiri juga merasa ia harus melakukan sesuatu yang dianggap ‘normal’ oleh dunia. Namun ia suka sekali bekerja di minimarket. Baginya, minimarket adalah hidupnya. Ia juga tidak merasa perlu untuk punya pasangan atau berpacaran. Jadi jika ada orang yang menanyakan padanya kenapa ia bekerja paruh waktu atau kenapa ia tidak pacaran, Keiko akan mencari alasan.

Suatu hari ada pegawai baru di minimarket. Ia adalah seorang pemuda berumur 30 tahun bernama Shiraha. Keiko melihat Shiraha mirip dengannya. Shiraha juga ingin keluar dari jalur ‘normal’. Pemuda itu belum punya pekerjaan tetap di usianya yang sudah tergolong ‘tua’. Ia juga tidak punya pacar. Tingkah pemuda itu pun aneh.

Baik Keiko maupun Shiraha menganggap bahwa orang-orang yang tidak melakukan hal-hal seperti yang dilakukan orang pada umumnya tidak akan diterima dalam pergaulan. Jika orang tersebut tidak mengikuti standar maka ia akan dianggap tidak normal. Orang-orang yang tidak berguna bagi masyarakat akan dibuang.

Komentar:
Menurutku Keiko ini tergolong psikopat. Ia tidak punya perasaan marah atau sedih. Ia bekerja tanpa ada perasaan apa-apa. Baginya dirinya normal. Namun sebenarnya tidak normal. Pembaca diajak menyelami apa yang ada di pikiran Keiko. Aku sendiri bisa memaklumi jalan pikirannya yang ingin bebas melakukan apa yang dia mau seperti bekerja di minimarket dan tidak ingin menikah. Okelah itu. Tapi yang aneh adalah dia tidak punya rasa emosi marah atau sedih. Dan si Keiko ini membiarkan dirinya berteman dengan Shiraha yang kata-katanya kasar. Ia juga mau saja dimanfaatkan Shiraha; memberi tempat tinggal dan memberinya makan supaya dianggap ‘normal’ oleh teman-temannya. Ya, kalau dalam dunia nyata ketemu orang macam gitu pengen tak usir jauh-jauh saja. Ngapain berteman dengan orang aneh. Kalau diri sendiri dianggap aneh ya sudah. Berteman dengan yang mau berteman saja. Tidak perlu memaksakan diri ikut dalam kelompok tertentu atau nimbrung dengan kelompok orang-orang yang bakalan bertanya hal-hal aneh.

Oke, jadi intinya cerita buku ini nyebelin banget. Intinya tentang perbedaan manusia normal dan manusia nggak normal tapi dibalut dengan pekerjaan di minimarket. Bukunya lumayanlah dibaca saat ada waktu luang. Tebalnya cuma 160 halaman. Nggak butuh waktu lama buat menyelesaikannya.

Rating:
Standar. 6/10.

Informasi Buku:
Judul Buku: Convenience Store Woman / Gadis Minimarket
Pengarang: Sayaka Murata
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2021 (cetakan kedua)
Jumlah Halaman: 160 halaman
ISBN: 978-602-0644-394

[Review Film Serial] Move To Heaven

sumber gambar: asianwiki.com

Serial Move To Heaven ini menceritakan tentang ayah dan anak yang bekerja sebagai pembersih TKP. Mereka adalah Han Jeong U dan Han Geu Ru. Nama usahanya adalah Move To Heaven. Mereka menerima permintaan pembersihan ruangan tempat ditemukannya orang meninggal atau membersihkan kamar/rumah orang yang sudah meninggal. Barang-barang penting milik almarhum akan dimasukkan ke dalam kotak berwarna kuning dan diserahkan kepada keluarga dekat almarhum. Han Jeong U, ayah Han Geu Ru, selalu mengajarkan Geu Ru bahwa barang-barang peninggalan almarhum menceritakan tentang kehidupan almarhum (cita-cita, keinginan, harapan). Karena itu, barang-barang tersebut harus diserahkan kepada keluarga dekatnya.

Suatu hari, ayah Han Geu Ru mendapat telepon dan harus pergi ke suatu tempat. Ia pun pergi meninggalkan Geu Ru yang saat itu sedang melihat ikan-ikan di akuarium. Han Geu Ru menderita Sindrom Asperger, suatu spektrum autis yang menyebabkan penderitanya tidak mampu bersosialisasi dan berkomunikasi dengan baik dengan orang lain. Seperti penderita autis pada umumnya, Han Geu Ru ini jenius. Ia dapat menghapal sesuatu hanya dengan melihat atau mendengar. Namun ia tidak dapat berteman dengan orang lain.

Setelah ditinggal ayahnya, Han Geu Ru menunggu di ruangan akuarium. Namun ayahnya tidak juga kembali menjemputnya. Ia pun panik dan menelepon ayahnya tetapi sang ayah tidak mengangkat telepon. Han Geu Ru mencoba menyetir mobil untuk mencari ayahnya. Rupanya ayahnya jatuh di jalan dan meninggal saat dibawa ambulans ke rumah sakit.

Han Geu Ru kini sebatang kara. Ia punya seorang teman yang juga tetangga di depan rumahnya. Temannya itu adalah Yoon Na Mu, seorang anak perempuan yang sangat baik. Mereka berteman sejak kecil.

Ayah Geu Ru sebelum meninggal membuat surat wasiat pada pengacara Oh Hyun Chang. Pengacara Oh memanggil adik tiri Han Jeong U yang baru keluar dari penjara untuk datang ke kantor pengacara. Adik tiri Han Jeong U bernama Cho Sang Gu. Ia adalah seorang petarung martial arts yang bekerja di klub malam judi martial arts.

Cho Sang Gu awalnya tidak mau menyanggupi permintaan Pengacara Oh. Namun Pengacara Oh mengatakan bahwa Han Geu Ru adalah pewaris harta dari orangtuanya dan ia menderita autis ringan. Cho Sang Gu akhirnya mau menerima permintaan mendiang kakak tirinya untuk menjadi wali dari Han Geu Ru karena ia tidak punya tempat tinggal. Pengacara Oh memberi waktu 3 bulan kepada Cho Sang Gu. Selama 3 bulan tersebut Cho Sang Gu harus bersikap baik pada Han Geu Ru. Jika tidak, ia tidak diperbolehkan menjadi wali Han Geu Ru lagi. Pengacara Oh dibantu oleh Yoon Na Mu, teman Geu Ru yang mengajukan diri untuk menjadi pengawas Cho Sang Gu.

Petualangan pun dimulai. Baik Cho Sang Gu maupun Han Geu Ru sama-sama kesulitan beradaptasi dengan satu sama lain. Han Geu Ru sangat rapi dan karena penyakitnya, ia tidak bisa hidup dalam situasi yang berbeda dari yang biasa. Sedangkan Cho Sang Gu orangnya berantakan dan jorok. Han Geu Ru harus selalu membersihkan rumah dan ia tidak memperbolehkan pamannya tidur di kamar ayahnya. Karena itu Sang Gu membuat tenda di ruang tamu rumah Geu Ru.

Cho Sang Gu selain menjadi wali juga harus bekerja di Move To Heaven. Saat pertama kali mendapatkan telepon dari klien, ia mabuk ketika masuk ke rumah bekas TKP. Ia tidak menyangka kakaknya dan keponakannya mengerjakan hal yang baginya sangat menyeramkan dan menjijikkan karena harus membersihkan tempat bekas mayat ditemukan. Ia juga merasa aneh dengan kebiasaan Geu Ru yang ngotot menyerahkan kotak kuning berisi barang peninggalan almarhum kepada keluarganya. Baginya barang tersebut sudah tidak berguna lagi. Namun bagi Han Geu Ru barang-barang tersebut mempunyai arti dan harus disampaikan pada keluarga mendiang.

Komentar:
Filmnya seru dan mengharukan. Banyak yang bilang film ini mengandung bawang yang sangat pedas sehingga membuat penonton menangis hampir di semua episodenya. Walaupun aku nggak sampai menangis saat menonton film ini, aku setuju dengan pernyataan teman-temanku bahwa film ini bikin terharu.

Setiap kali Han Geu Ru menyerahkan kotak kuning kepada keluarga mendiang, di saat itulah orang yang menerimanya menjadi ingat dengan mendiang. Apa saja yang telah dilakukan mendiang semasa hidupnya. Mereka memberikan kenangan yang tak dapat dilupakan begitu saja. Kenangan-kenangan itulah yang membuat terharu. Ini jadi pengingat juga, nanti besok-besok kalau aku meninggal apakah akan memberikan kenangan yang baik atau kenangan yang buruk?

Bagian yang aku suka di film ini adalah saat Han Geu Ru mengingat masa-masa bersama ayahnya. Han Geu Ru sebenarnya sedih. Namun karena sindrom yang dideritanya ia tidak bisa mengekspresikan apa yang ia rasakan. Ia tidak bisa tertawa maupun menangis. Namun ia mengingat momen-momen saat bersama ayahnya. Ayahnya selalu mengatakan, “Kerja yang bagus!” setiap kali mereka menyelesaikan permintaan klien. Ia juga mengatakan, “Kamu bisa!” untuk memberi semangat. Ayahnya berpesan bahwa itu bisa dikatakan pada diri sendiri. Caranya berdirilah di depan cermin dan katakan pada orang yang ada di dalam cermin, yaitu diri sendiri.

Dalam film ini, Cho Sang Gu diperankan oleh Lee Je Hoon. Beberapa waktu lalu aku baru saja nonton serial Taxi Driver. Pemeran utamanya juga Lee Je Hoon. Namun karakter yang dimainkan berbeda banget. Di sini Lee Je Hoon memerankan karakter yang amburadul walaupun baik hati. Aku nggak suka perannya di Move To Heaven ini karena selalu merokok setiap ada kesempatan. Film ini jadi kurang asyik karena adegan merokok yang diperankan oleh tokoh utamanya. Padahal di episode ke berapa ada adegan Han Geu Ru mengatakan bahwa merokok tidak baik untuk kesehatan. Hmm… film ini nggak cocok ditonton anak kecil. Soalnya ada merokoknya.

Satu hal lagi mengenai film ini. Cerita film ini mirip dengan cerita novel berjudul Mr. Lee Clean Center karangan Joung Hee Kwon. Novel itu juga bercerita tentang orang yang membersihkan tempat bekas orang meninggal. Namun tokohnya bisa melihat hantu orang yang meninggal. Di buku tersebut juga ada kasus yang sama seperti di film Move To Heaven, yaitu kasus kakek dan nenek yang meninggal bersama. Apa pengarang buku dan pengarang film ini janjian? Entahlah…

Overall, filmnya bagus. Jumlah episodenya juga sedikit dan ceritanya mengalir.

Rating:
8/10

Informasi Film:
Judul Film: Move To Heaven / Move To Heaven: I Am a Person Who Arranges Articles Left by Deceased
Jumlah Episode: 10
Rilis: Mei 2021
Stasiun: Netflix
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea
Pemain:
Lee Je Hoon sebagai Cho Sang Gu
Tang Joon Sang sebagai Han Geu Ru
Hong Seung Hee sebagai Yoon Na Mu
Ji Jin Hee sebagai Han Jeong U
Lim Woon Hee sebagai Pengacara Oh Hyun Chang