Awan Kelabu, Janganlah Kau Menjadi Pertanda Kelebu

Foto dari teman

“Hari ini tanggal 13, lho!”

“Trus kenapa memangnya?”

“Ya, kamu taulah arti angka 13…”

“Itu hanya mitos.. Jangan dipercaya!”

“Iya, deh. Tapi hari ini tak biasanya aku bisa telat sampai di kantor. Jalanan yang biasa kulalui macet parah. Padahal, walaupun hujan biasanya nggak pernah macet parah. Trus, tadi memang ada banjir. Tapi nggak tinggi kok genangan airnya. Tetap saja jalanan macet panjang.”

“Itu namanya nasib…”

* * *

Ya, begitulah kondisi kotaku hari ini. Palembang banjir!! Banjir di mana-mana. Macet parah di mana-mana. Banyak yang telat ke sekolah dan ke tempat kerja. Bahkan ada yang mengundurkan diri dari aktivitas sehari-hari lantaran banjir dan macet ini. Beberapa siswa di sekolah tempat aku kerja minta izin tidak masuk. Beberapa teman di tempat kerja lain izin tidak masuk kerja karena macet parah. 3 jam di jalan masih belum sampai juga di tujuan. Pasti capek dan pegal banget di jalan. Aplikasi transport online pun kacau. Dan beberapa driver meng-cancel orderan karena macet nggak ketulungan.

Dulu ada pepatah:

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian.
Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

Sekarang, pepatahnya diubah:

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian.
Bersakit-sakit kena flu akibat berenang-renang kebanjiran.
Nasib…

Hujan semalam memang deras banget. Bisa dibilang hujannya awet. Seawet hubungan si dia dan pacarnya. Uhuy! πŸ˜‚

Banyak rumah yang kebanjiran. Mobil mogok. Motor mogok. Pejalan kaki nggak bisa lewat. Banjirnya bukan cuma di satu titik, tapi saking banyaknya maka menjadi titik-titik.

Tapi ada juga yang bergembira… Ada anak-anak yang keasyikan main air, walaupun airnya kotor. Beberapa anak senang karena tidak pergi ke sekolah. Beberapa titik banjir menjadi kolam renang dadakan yang gratis! Ada juga yang senang karena bisa menangkap ikan. Entah kenapa tiba-tiba ada ikan di air banjir. Nggak ngerti aku. Pokoknya aku lihat ada beberapa kelompok orang asyik menangkap ikan di air banjir berumput. Mungkin karena dekat rawa.

Dengan adanya banjir ini, bisa kita ambil hikmahnya… Jangan buang sampah sembarangan!! Trus kalau bikin bangunan, jangan lupa buat saluran airnya biar air bisa mengalir dan nggak bikin banjir.

Ah… sore ini awan kelabu kembali menggantung. Semoga awan kelabu ini nggak menjadi pertanda kelebu.

————–

*kelebu (bahasa Palembang) artinya situasi kacau-balau, berantakan.

Advertisements