Naince

Brak! Terdengar suara pintu dibanting. Lalu, masuklah seorang gadis dengan terburu-buru. Ia menghempaskan tubuhnya di ranjang. Di sana, pecahlah tangisnya.   ‘Ah, lagi-lagi ia pulang dengan membawa air mata! Kali ini, apa lagi yang terjadi padanya?’ Aku berpikir dalam hati, ‘apakah ia mendapat nilai jelek di sekolahnya? Apakah ia dimarah guru karena tidak mengerjakan PR?Continue reading “Naince”