Janji yang Harus Ditepati

Pagi itu cuacanya cerah. Matahari memancarkan sinarnya yang hangat. Burung-burung berkicau riang di atas pohon depan rumahku. Di taman, beberapa kupu-kupu saling berkejaran. Kulihat beberapa kuntum bunga aster merah telah mekar. Sungguh cantik! Kupetik setangkai aster. Kubersihkan tangkainya yang sedikit berdebu. Setelah itu kuperciki dengan sedikit air supaya bunga itu terlihat segar. Lalu aku membawanyaContinue reading “Janji yang Harus Ditepati”

Penunggu Perempatan Jalan

Tiga sekawan, Yoga, Diki, dan Andre berencana pergi berkemah di akhir minggu. Menurut paman Diki, daerah yang akan mereka lalui di perjalanan nanti adalah daerah angker. Ia berpesan untuk membunyikan klakson saat lewat di sebuah perempatan jalan sebagai tanda permisi pada buyut penunggu jalan. “Bunyikan klakson, Bro! Di depan itu perempatan jalan itu, kan??” seruContinue reading “Penunggu Perempatan Jalan”

Harapan Terakhir

Vanessa: Mungkin seharusnya dulu aku tidak mengakhiri hubunganku dengan Yoshua. Buktinya, sampai sekarang aku masih mengingat segala hal tentang dirinya. Aku bahkan belum bisa membuka hatiku untuk pria lain. Mungkin salahku juga telah mengambil keputusan terlalu cepat untuk mengakhiri hubungan jarak jauh kami. Masih kuingat ketika dia memohon agar aku mengubah keputusanku. “Apa kau yakinContinue reading “Harapan Terakhir”

Rampok

“Aaaagghh!! Jangan! Ampun!!” “Diam! Kubilang diam!” “Hey, kalian! Cepat ambil semua yang ada dalam brankas!” “Mama! Mama!” “Jangan ganggu anakku! Ambil saja semua yang kalian mau! Tapi jangan ganggu anakku!” “Diam! Kubilang diam!” “Bos, semua sudah dinaikkan ke mobil!” “Baik! Kalian tunggu dalam mobil! Ada kenang-kenangan yang ingin kuberikan pada bocah itu!” … “Huaaaa…. Mamaaaa!!Continue reading “Rampok”

Sahabat

“Jangan dekati Selvie kalau kau tak mau mati!” ujar Roy. Ia menggebrak mejaku. Aku tak bergeming. Hanya menoleh ke arahnya. Sekilas. Lalu kembali melanjutkan aktivitasku, membaca buku Fisikaku. “Hey, kau dengar tidak?” bentaknya lagi. Aku diam. “Rupanya kau sudah tuli, ya??” Ia mulai kesal. Darahnya mulai mendidih. “Selvie itu milikku. Aku yang pertama kali melihatnya!”Continue reading “Sahabat”