Nggak Perlu Mewah yang Penting Bisa Nyicil Rumah

Setiap kali aku pergi kondangan, rata-rata yang aku lihat adalah sebuah pesta yang wah. Wah dekorasinya, wah pakaian pengantinnya, wah pakaian keluarga pengantinnya, wah makanannya, wah acaranya, wah souvenirnya, wah undangannya, wah gedungnya…. Yang biasa-biasa tuh jarang.

Sering aku bertanya dalam hati, apa iya kalau nikah tuh harus seperti itu?

Lalu pencerahan pun datang dari seorang teman yang pada suatu hari mau pergi cari gedung buat nikahan adiknya. Ia berkata seperti ini:

“Nikah tuh nggak perlu yang mewah, yang penting bisa nyicil rumah.”

Temanku ini nggak asal ngomong tentunya. Ada beberapa alasan “Kenapa nggak perlu mewah?”, yaitu:
1. Hemat dan jangan sampai berhutang.
Mau nikah kok ngutang? Oke, aku yakin nggak semua orang sependapat dengan ini. Tapi apa iya sampai harus ngutang demi sebuah pesta yang hanya sehari? Mungkin ada yang berpikir: “Toh cuma sekali seumur hidup. Sekalian aja dibikin meriah.” Oke, sih, pendapat orang beda-beda. Tapi aku nggak mau bikin malu keluarga dengan berhutang demi biar dibilang ‘WAH!’ Yang sederhana aja tapi berkesan.

Oh ya, aku pernah menghadiri pernikahan seorang teman. Sangat sederhana. Boleh dibilang teman ini uangnya nggak berlebihan. Setelah acara pemberkatan pernikahan (akad nikah), langsung acara makan-makan. Nasinya nasi kotak. Nggak pakai hiasan balon-balon. Pakaian pengantin dan keluarga juga sangat sederhana. Yang diundang juga nggak banyak, hanya beberapa puluh, nggak sampai seratus orang. Aku malah sangat menghargai pestanya teman ini. Suasana kekeluargaannya terasa banget. Dan aku ikut senang karena kebahagiaan temanku.

2. Nggak semua tamu peduli pernak-pernak yang dipakai berapa harganya.
Heyloow, nggak usah dengerin bisik-bisik tetangga! Mereka mau bilang bajunya/dekornya/souvenirnya/makanannya/gedungnya begini-begitu, terserah!! Nggak usah dipikirin! Yang penting yang ngadain pesta sudah melakukan yang terbaik dan sesuai kemampuannya. Memang orang peduli kalau kamu sampai bangkrut hanya demi memuaskan hati para netizen? No way!

3. Uang yang dihemat sisanya bisa buat biaya hidup. Syukur-syukur bisa buat nyicil rumah.
Siapa yang nggak pengin punya rumah sendiri? Aku pikir pasti semua mau. Walaupun nantinya tinggal di pondok mertua indah, tetep aja kalau bisa punya rumah sendiri tuh rasanya lega. Nggak peduli juga nantinya rumahnya mau disewakan atau dikontrakkan dan tetap tinggal sama keluarga, yang penting punya rumah! Rumah tuh harta, aset yang berharga. Uang untuk pesta yang bisa menghabiskan puluhan juta, lebih baik dihemat buat keperluan lainnya kan? Memangnya kita hidup cuma untuk pesta sehari doang? Pikirkan juga masa depan. Kalau nanti punya anak, perlu banyak biaya.

4. Ada yang lebih penting daripada kemewahan, yaitu: Bahagia!
Yesss gaess, yang penting lo hepi aja. Para tamu undangan dan hadirin sekalian mana mau tau kamu habis berapa buat pesta, kamu ngutang atau nggak, dsb dst dll… Yang penting tuh kalian bahagia sesudah nikah. Bisa saling setia dan saling menjaga. Jangan pestanya mewah, eh setahun dua tahun nikah malah pisah. Hadeuh! Sudah kayak artis Koreyah ajah itu mah…

Oh ya ada lagi kutipan tentang nikah yang aku dapat dari FB dan Twitter. Ini bagus banget, gaesss.
Kalau FB, aku dapat dari FB-nya Billy Wijaya.

Yang Twitter, aku dapat dari Twitter-nya Kei Savourie 

Mungkin ada yang bilang status kedua orang di atas tuh kontroversial. Tapi aku setuju dengan mereka. Intinya nggak perlu mewah. Sesuaikan sama budget biar nggak nyusahin diri sendiri nantinya.

* * *

Blog Challenge September hari ke-8. Tema: Pernikahan

Advertisements

Kenapa Selingkuh Kalau Bisa Setia?

Selingkuh tuh apa sih sebenarnya?

Menurut KBBI, selingkuh/se·ling·kuh/ a = 1 suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri; tidak berterus terang; tidak jujur; curang; serong; 2 suka menggelapkan uang; korup; 3 suka menyeleweng;

Kalau menurut yang aku dapat dari Google yaitu seperti gambar ini:

sumber gambar: fimela.com

Selingkuh tidak berarti kamu harus kiss, ketemuan, or have sex sama orang lain yang bukan pasanganmu. Ketika kamu menghapus pesan atau chattingan supaya pasanganmu tidak melihatnya, itu sudah termasuk selingkuh.

Selingkuh itu, bukan cuma kegiatan fisik aja menurutku. Kalau kamu kenalan sama lawan jenis, trus chattingan atau video call atau teleponan bukan dalam rangka pekerjaan dan tanpa sepengetahuan pasanganmu, itu juga selingkuh namanya. Lha iyalah, kalau kamu sudah punya pacar atau sudah menikah, ngapain coba chattingan yang nggak penting sama lawan jenis? Trus curhat-curhatan, video call-an dan telpon-telponan? Lalu, kenalan sama orang lain, follow medsosnya dan kamu kasih like di semua fotonya mulai dari yang terbaru sampai yang paling lama. Apa itu maksudnya? Aku selama cuma berteman biasa sama lawan jenis pun nggak pernah sampai memberi like ke semua foto temanku. Misalnya, aku baru add ig-nya bulan April 2019. Aku nggak bakal ngasih like ke semua foto dia yang sebelum aku add dia, yang di bulan Maret, Februari, Januari, dst. Kalau temanku posting foto baru setelah aku add ig-nya itupun nggak semua aku beri like. Yang menurutku oke aja.

Chatting-chattingan / telpon-telponan / video call / ketemuan sama lawan jenis saat kamu sudah punya pasangan tentang hal yang bukan urusan kerjaan, kuliah, organisasi, adalah sesuatu yang NGGAK BANGET menurutku. Apalagi kalau sampai bohong sama pasangan. Bohong kalau kamu lagi berdua sama si lawan jenis. Lalu beralasan kamu lagi ngerjain yang lain padahal di sampingmu ada si lawan jenis. Itu apaan coba? Yang nggak banget lainnya adalah sudah chattingan, telponan, dan video call, malah janjian sama si lawan jenis tersebut. Trus fotoin si lawan jenis dan memajang fotonya di medsos. Kayak bangga banget. Hmmm…

Atau, kamu mau bikin pacarmu cemburu dengan punya teman lawan jenis yang banyak? Bukan begitu caranya. Nggak banget kalau mau bikin pacar cemburu dengan main hati terang-terangan kayak gitu.

sumber gambar: pintaram

Kamu kalau punya pacar atau pasangan, pliss deh stop lebih perhatian sama teman lawan jenis daripada pacar kamu. Contohnya gini: kamu sudah punya cewek. Trus kamu kenalan sama cewek lain. Cewek itu anak yatim piatu. Kamu kasihan sama dia. Si cewek baru ini minta ditemani ke mana dan minta ditemani ngobrol, kamu nurut aja. Tapi kamu nggak cerita sama pacarmu. Kamu cuma cerita kalau pacarmu tahu kalau kamu ketemuan sama si cewek baru. Kamu pun nggak cerita sama si cewek baru bahwa kamu sudah punya pacar. Dan lebih jauh, kamu mulai menyimpan gambar yang dipost si cewek baru di medsosnya. Kalau si cewek baru posting sesuatu, kamu ikut-ikutan posting hal yang sama. Lalu, kamu lebih suka nemenin si cewek baru daripada ngajakin pacarmu jalan-jalan. Kamu lebih kasihan sama si cewek baru daripada kasihan sama pacarmu. Kalau kamu suka sama si cewek baru ya jujur aja sama pacarmu. Tinggalin aja pacarmu dan bilang putus. Apa susahnya untuk jujur? Bukankah lebih baik jujur daripada kamu nyakitin hati pacarmu? Bukannya lebih bagus bilang baik-baik daripada nantinya ketahuan kalau kamu selingkuh?

Selingkuh itu sama dengan merusak kepercayaan. Kepercayaan itu sama seperti kertas polos. Begitu kamu selingkuh, itu sama artinya kamu membuat kusut kertas tersebut atau merusak kertas polos tersebut, kertas tersebut tidak akan sama lagi. Begitu kamu merusak kepercayaan, semua tidak akan pernah sama lagi.

sumber gambar: lmgrum

Setia itu tahu hatinya punya siapa. Nggak ngelirik sana-sini. Nggak bohongin pasangan. Nggak bikin pasangan sakit hati. Nggak adek-adekan atau kakak-kakakan dengan lawan jenis. Walaupun ada yang lebih baik, tapi tetap menganggap pasangannya adalah yang terbaik.

Ada kata bijak yang pernah aku baca: “Selingkuh itu gampang. Tetapi, kenapa tidak mencoba sesuatu yang lebih menantang yaitu SETIA?” Selingkuh itu kelihatannya menantang banget pasti. Tapi kalau kamu adalah orang yang SETIA, kamu adalah orang yang spesial yang nggak ada duanya. Selingkuh itu gampang. Setia itu sulit. Tapi kalau kamu bisa setia, itu adalah nilai plus banget!!

Buat yang diselingkuhi:

sumber gambar: Twitter

Pasangan selingkuh? Ya maafkan. Tapi jangan lupakan perbuatannya. Jangan pula terima kembali. Selingkuh sekali, bakal ada yang ke-sekian kalinya. Sudah pernah coba sekali, bakal akan ada coba-coba lainnya. Malesin kan kalau begitu. Lebih baik sudahi saja. Doakan semoga dia jadian sama selingkuhannya. Dan kalau selingkuhannya banyak, biarin aja dia jadian sama semuanya. Biar bingung dia bagi waktunya. Biar habis hartanya buat nyenengin semua selingkuhannya. Kamu sendiri silakan hepi-hepi karena sudah lepas dari orang yang selingkuh dan bikin kamu sakit hati. Kamu berhak bahagia. Jangan mau sama orang yang nggak jujur dan cuma mau main-main saja.

Tipe Pacar Ideal tuh yang Bagaimana, Sih?

Ada yang bilang pacar ideal tuh harus yang setia, bertanggung jawab, rajin, keren, cantik/cakep, seiman, suka menolong, rajin menabung, dan lain-lain sebagainya. Ada juga yang bilang tipe pacar ideal adalah anggota komunitas kemanusiaan, atau anak band, atau anggota pecinta alam, atau si kutu buku, atau party-lover, de-el-el. Well, apapun yang orang bilang, menurut saya tipe pacar ideal tuh cuma satu: BAIK.

Udah? Segitu aja? Cuma BAIK aja?? Nggak juga, sih! Kalian tahu kan yang namanya baik tuh ada rentetannya. Hayuuk disimak dulu dan jangan ke mana-mana kalau belum selesai baca. Yang mau ambil camilan, mari silaken…

BAIK menurut kamusnya Miss Grant yang cantik adalah singkatan dari:
B = Bebas dari hal-hal yang negative. Contohnya narkoba, minuman keras, judi, pergaulan nggak bener, dan termasuk hutang. Hutang?? Betul! Punya pacar yang tukang ngutang tuh nggak banget! Masih pacaran aja dia hobii ngutang? Gimana entar kalo udah merid? Yang suka ngutang tuh biasanya kurang bisa mengatur keuangannya. Oh, ya, bedakan sama ngutang atau kredit rumah, ya. Kalau untuk kredit rumah sih okelah ya, itu kan buat masa depan. Dengan catatan kredit rumahnya nggak mengganggu keuangannya. Untuk yang narkoba, minuman keras, judi, dan pergaulan nggak bener (baca: main cewek atau main cowok) ini nggak ada toleransi sama sekali! A BIG NO!!

A = Akhlak luhur, maksudnya berbudi pekerti yang luhur; tak tercela. Termasuk di sini adalah sifat-sifat sabar, penyayang, setia, bertanggung-jawab, jujur, nggak pernah berlaku kasar baik dalam tindakan maupun ucapan. Yang ini saya pikir nggak usah dijelaskan. Silakan ditambahkan sendiri perilaku terpuji lainnya.

I = Intelegensi yang (minimal) normal. Intelegensi menurut saya dalam kasus ini tuh nggak cuma IQ. Okelah lo nggak pinter, minimal lo asyik diajak ngobrol. Biar nggak pinter-pinter amat, minimal ada satu nilai plusnya dia. Misalnya si dia bisa masak, atau bisa benerin alat elektronik yang rusak, atau pintar ngelawak, atau pandai bergaul dan ramah, asalkan jangan ramah yang bikin lawan jenis kege-eran. Bisa-bisa makan ati deh karena kelakuan pacar yang ramah bikin cemburu. Nah, kalau keahliannya nyolong? Kalau keahliannya nyolong hatimu sih no problem. #eaaa

K = Kerjaan yang jelas. Yang mahasiswa ya mahasiswa yang rajin, bukan mahasiswa yang nggak tamat-tamat sampai dideadline bakal kena DO. Yang masih pelajar ya pelajar yang oke, bukan yang tukang bolos dan bikin masalah. Yang kerja ya jelas kerjaannya apa. Namanya pacaran kan butuh modal, tuh! Ngajak pacar nge-date butuh modal. Ngajak pacar nonton, perlu duit. Bahkan cuma ngajak nongkrong-tanpa-makan-tanpa-minum pun butuh modal!! Apalagi kalau bukan modal ongkos. Ingat: mau chatting-nelpon-sms tuh perlu pulsa yang artinya duit itu perlu! Pas pacaran perlu duit, apalagi setelah merid! Lo mau makan cinta doang? Yaudah kalo mau makan sana, gih!

Mungkin kalian ada yang bertanya: “Soal tampang gimana nih?” Akan saya jawab. Tampang itu perlu! Walaupun orang bilang “Don’t judge a book from its cover”, omong kosong banget kalau lo nggak liat tampang orang! Lihat tampang tuh perlu. Kalau si dia nggak cantik atau nggak ganteng, minimal enak dilihat. Tapi… kadang cinta itu buta ya pemirsaaahh! Yang cantik pacaran sama yang biasa-biasa atau yang ganteng pacaran sama yang kurang cantik tuuuuhhhh ADA! Trusss… yang bodinya gede pacaran sama yang imut-imut juga A-D-A!! Dan menurut saya lagi nih…

Percuma lo cantik or cakep, punya bodi yahud bin aduhai mempesona kalau kelakuan lo nggak secakep-secantik-sekeren-seaduhai wajah dan bodi lo!

Itu dia tipe pacar ideal menurut saya. Kalau menurut kamu bagaimana? Komentarnya, pliss… Thank you!

* * *

Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tantangan 10 Days Writing Challenge oleh Kampus Fiksi. Info bisa dilihat di sini. Tema Hari Pertama: Jelaskan bagaimana tipe kekasih yang kamu dambakan.

Dan…. untuk menghibur kamu yang lagi bingung mikirin tipe pacar ideal, yuk dengerin suara kecenya mbak Meghan Trainor dalam lagunya: Dear Future Husband.