Uang Receh, Bulan Tua, dan Menabung

“Lagi ngapain?” tanya ibuku saat melihatku membuka celenganku. “Lagi susun uang receh, Bu,” jawabku sambil mengelompokkan uang logam berdasarkan nilainya. Setelah itu aku susun uangnya dalam jumlah seribu. Misalnya uang seratusan berjumlah sepuluh dan uang duaratusan berjumlah lima. Lalu aku beri selotip tumpukan uangnya. “Buat apa uangnya diselotip gitu?” tanya ibuku lagi. “Buat bayar parkirContinue reading “Uang Receh, Bulan Tua, dan Menabung”