Tips Kalau Mau ke Samsat Urus Pajak STNK Tahunan

Hari ini aku bolak-balik urusan pajak STNK tahunan. Bisa dimaklumi karena hari ini hari pertama kantor Samsat buka setelah libur panjang kemarin, makanya pengunjungnya membludak. Mall dan pasar kalah ramai!

Ini baru sebagian aja. Belum parkiran di bagian belakang ujung dan samping kantor

Hari ini karena sesuatu dan lain hal, maka aku harus bolak-balik antara 2 kantor Samsat dan berakhir di kantor Samsat ketiga. Capeknya… dari jam 9 pagi baru sampai rumah jam setengah 6 sore.

Nah ini tips dari aku kalau mau ke kantor Samsat urus pajak STNK tahunan:
1. Perginya harus pagi-pagi sekali.
Jam 9 itu sudah kesiangan! Apalagi kalau habis libur. Antrian bisa mengular panjang sepanjang jalan kenangan.

2. Yang harus disiapkan adalah KTP asli dan fotokopi, STNK asli dan fotokopi, dan map kertas.
Sebisa mungkin hindari memfotokopi di TKP, karena sudah pasti antri dan lama antrinya. Sudah lama antri fotokopi, eh lama pula antri urus pajaknya. Dobel lama dong antrinya! Situ mau bercapek ria mengantri?

3. Jangan menunggu sampai tanggal kadaluarsa STNKnya sudah mau habis baru mau urus.
Sebisa mungkin uruslah pajak atau perpanjangan STNKnya dari jauh hari. Apalagi kalau sampai lewat batas waktu, bisa kena denda. Trus kalau ketemu cuti bersama kayak bulan ini, antriannya itu lho nggak tahan!

4. Bawa perlengkapan perang seperti jaket tahan air atau payung, pakai sepatu tahan air, dan bawa buku bacaan bila perlu. Bawa air minum juga dan duit buat jajan. Pakai sunblock juga.
Karena mengantrinya bakalan lama, tubuh jangan sampai kekurangan cairan. Dan perut juga perlu diisi kalau kelaparan gara-gara lama mengantri. Kalau kalian suka membaca, bawa aja buku bacaan atau bawa koran. Lumayan buat mengisi waktu daripada bengong dan menguap terus karena kelamaan ngantri. Jaket anti air dan payung sama pakai sunblock buat apa? Itu buat kalian yang mengantri di mobil Samsat Keliling.

Hari ini aku ngantri di mobil Samsat Keliling. Walaupun mobil itu ada di dalam kawasan kantor Samsat, aku tetap ngantri di mobil karena di dalam kantor ramai banget. Pas ngantri tadi tiba-tiba hujan deras. Kehujanan. Nggak dapat tempat berteduh karena ramai banget. Aku nggak bawa payung dan jaket tahan air. Nggak pakai sepatu tahan air pula. Jadinya basah, deh! Padahal tadinya berpanas ria. Eh, sesudah basah-basahan, panas-panasan lagi. Dari kering-basah-kering lagi. Dan karena ngantri pas panas terik sesudah hujan, kulitku jadi mutung kemerah-merahan. Dah macam ikan asin aja awak ini! Mantap bana! Nggak perlu lagi pergi ke pantai buat menghitamkan kulit.

5. Bawa uang lebih.
Ini untuk cadangan aja. Karena bayaran pajaknya kan mengira-ngira dulu. Setelah diberi tahu petugas baru tahu jumlah yang mau dibayar. Kisarannya sekitar jumlah yang tertera di STNK. Bawa uang lebih kan nggak apa-apa, daripada kurang, nanti malu.

6. Hati-hati dan waspada.
Nah, saat ramai mengantri, kita juga harus tetap waspada menjaga barang bawaan kita. Misal kalau bawa kresek isi berkas-berkas jangan sembarang meletakkan kresek itu. Kalau hilang… wah! Itu nyawa, lho! Trus buat yang suka main hp biar nggak bosan, hati-hati juga pegang hpnya. Nggak lucu banget kalau hpnya jatuh dan pecah. Jaga sendiri barang yang dibawa.

***

Advertisements