[Review Buku] Giselle

Satu lagi buku karangan Akiyoshi Rikako-sensei yang ditunggu-tunggu. Giselle! Akhirnya mendarat di rumah setelah menunggu beberapa waktu. Kata pertama ketika melihat buku ini sampai. “Horeee!!”

Sinopsis versiku:
Ceritanya tentang dunia balet. Buku ini mengisahkan tentang tarian berjudul Giselle. 15 tahun yang lalu Giselle dipentaskan oleh Tokyo Grand Ballet theater. Tapi pada saat itu terjadi insiden. Himemiya Mayumi, prima balerina teater tersebut tewas. Ada desas-desus bahwa Mayumi akan melarikan uang teater. Lalu ia dendam dengan Reina, prima balerina lainnya yang juga anak direktur teater. Namun tidak ada yang tahu kebenaran kasus tersebut. Dan sejak kejadian itu, tarian Giselle disegel, tidak lagi dipentaskan oleh Tokyo Grand Ballet.Β Namun, 15 tahun kemudian, tarian tersebut dinyatakan akan dipentaskan untuk memperingati ulang tahun berdirinya Tokyo Grand Ballet.

Sejak diumumkannya pementasan tarian Giselle, suasana teater menjadi tidak karuan. Pertama. Ranmaru, salah satu penari cowok, mengaku melihat hantu Mayumi sedang menari di studio Tokyo Grand Ballet. Setelah itu, Reina, yang ditunjuk untuk memerankan Giselle juga melihat hantu Mayumi. Chouno, pelatih balet sekaligus suami Reina, mengatakan ia melihat bayangan Mayumi sesaat sebelum ia jatuh. Apa iya hantu Mayumi bangkit setelah pengumuman pementasan tarian Giselle?

Kanon, salah satu siswi teater, mencari tahu tentang kebenaran kasus Mayumi. Karena ada kasus orang-orang melihat hantu, ditambah lagi adanya kecelakaan dan musibah naas, suasana teater menjadi tidak nyaman. Para penari tetap berlatih seperti biasa namun dalam hati masing-masing saling mencurigai. Kenapa ada musibah? Apakah itu akibat kutukan dari Mayumi, sang penari Giselle yang posisinya digantikan oleh Reina?

* * *

Review:
Buku ini lumayan tebal jika dibandingkan buku karangan Akiyoshi Rikako lainnya. Tapi ceritanya benar-benar bikin penasaran. Seru. Dan ikutan terhanyut oleh cerita. Seperti diseret ke dalam dunia tari balet. Di buku ini juga banyak istilah-istilah dalam dunia balet. Lumayan buat menambah pengetahuan. Dan seperti biasa, plot twistnya keren. Endingnya nggak tertebak. Salut buat Rikako-sensei. Benar-benar bagus ceritanya!

Rating:
Untuk buku keren ini aku beri nilai 4.5 dari skala lima.

Informasi Buku:
Judul Buku: Giselle
Pengarang: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Penerbit Haru
Jumlah Halaman: 400
Tahun Terbit: 2019
ISBN: 978-602-52972-9-8

Advertisements

[Review Buku] Simple Thinking about Blood Type Animation Book

Lagi nggak ada kerjaan. Jenuh. Capek. Enaknya baca buku yang lucu-lucu dan ceritanya nggak berat. Contohnya buku berjudul Simple Thinking about Blood Type Animation Book ini. Judulnya memang pakai Bahasa Inggris. Di covernya ada tulisan Korea. Tapi dalamnya berbahasa Indonesia, kok.

Buku yang berdasarkan web comic karangan Park Dong Sun ini menceritakan tentang karakter setiap golongan darah. Ceritanya dalam bentuk animasi atau komik. Jadi buat kalian yang suka baca komik, boleh dicoba baca buku ini. Yang nggak suka baca komik, kalau mau tahu tentang buku ini boleh juga baca sambil ngemil tempe. *eh 😁

Di halaman awal disebutkan ciri-ciri setiap golongan darah. Misalnya:
1. Golongan darah A: baik, sopan, berhati lembut.
2. Golongan darah B: jujur, kreatif, bebas.
3. Golongan darah O: aktif, selalu ingin tahu, supel.
4. Golongan darah AB: terampil, misterius, bijaksana.
Ciri-ciri di atas masih ada penjelasannya lagi.

Di halaman berikutnya adalah beberapa bab tentang banyak hal. Contohnya:
1. Golongan darah apa yang paling ahli menyembunyikan perasaannya ketika jatuh cinta?
2. Golongan darah apa yang paling boros?
3. Golongan darah apa yang paling tidak bisa menepati janji?
4. Golongan darah apa yang paling bersemangat saat bekerja?
dan lain-lain. Totalnya ada 12 bab.

Ilustrasi buku ini lucu. Ceritanya juga ngegemesin. Dan sebagai pengingat untuk para pembaca, penulis buku membuat catatan di setiap akhir bab, seperti:
* tujuan dari peringkat ini bukan untuk mendiskriminasi sifat seseorang berdasarkan golongan darah.
* itu bukan karena golongan darahnya, melainkan sifat bawaan dari orang itu sendiri. (hlm.34)

Dan kata-kata yang lucu dari penulis adalah:
* Setelah melihat hasil Kuis Golongan Darah kali ini, walaupun tidak memuaskan mari kita bersikap sebaik-baiknya pada pacar kita. (hlm.78) πŸ˜…
* Jangan menyalahkan golongan darah jika ada teman kalian yang tidak bisa menepati janji. Mungkin penyakit lupanya parah sekali. (hlm.122)

Rating:
Untuk buku komik yang nggak tebal ini aku beri nilai 4,5 dari skala 5. Yuk, dibaca. Oh ya, buku ini ada seri keduanya, lho!

* * *

Informasi Buku:
Judul Buku: Simple Thinking about Blood Type Animation Book
Pengarang: Park Dong Sun
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun Terbit: 2015
Jumlah Halaman: 194 halaman
ISBN: 978-602-7742-67-3

[Review Buku] Kill Me If You Can

Sinopsis:
Terjadi serangan tembak-tembakan di Grand Central New York. Seorang pembunuh bayaran mengejar pembunuh bayaran lainnya. Terjadi kekacauan di area tersebut. Orang-orang begitu panik. Di saat tersebut, Matthew Bannon, seorang mahasiswa seni, mendekati orang yang kena tembak. Lalu ia menemukan sebuah tas yang dalamnya penuh dengan berlian. Tidak perlu berpikir panjang, ia membawa tas tersebut keluar dari kekacauan. Seorang polisi bertanya padanya namun ia berhasil mengelabui polisi tersebut dengan mengaku sebagai dokter. Matthew berhasil kembali ke rumahnya dengan selamat. Ia berpikir, dengan berlian-berlian di tangannya itu, ia bisa hidup menyenangkan dengan kekasihnya yang berprofesi sebagai dosen di tempat kuliahnya.

Sementara itu, Chukov, mafia yang menangani masalah berlian tersebut merasa telah ditipu anak buahnya yang bernama Zelvas. Zelvas mencuri berlian-berlian tersebut dari sindikat mereka. Pimpinan mereka, Nathaniel, marah kepada Chukov dan meminta Chukov menyelesaikan kekacauan. Padahal saat itu Zelvas telah mati dibunuh di Grand Central. Chukov menyewa pembunuh bayaran lainnya untuk mencari berlian-berlian yang hilang. Pembunuh bayaran yang telah disewanya bernama Ghost. Namun ia harus bergerak cepat sehingga menyewa satu orang lagi yang bernama Marta Krall. Marta Krall terkenal sebagai pembunuh bayaran yang kejam. Yang ada di pikiran Chukov adalah ia mendapatkan berliannya sementara kedua orang pembunuh bayaran yang disewanya bisa saling membunuh karena masing-masing ingin menang. Chukov yang licik bekerja sama dengan polisi setempat untuk mencari identitas orang yang membawa tas penuh berlian.

Matthew Bannon yang telah memiliki tas penuh berlian mencoba menanyakan harga berlian yang ditemukannya itu di beberapa toko. Dengan banyaknya berlian yang dimilikinya, ia berpikir ia akan kaya. Lalu ia memutuskan mengajak Katherine berangkat ke Paris untuk bersenang-senang. Namun, ternyata para mafia telah menemukan identitasnya. Ia menjadi incaran Chukov. Pertarungan pun dimulai.

Review:
Buku ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu Prolog, Bab Satu, Bab Dua, Bab Tiga, dan Epilog. Bagian Prolognya seru. Namun di Bab 1 ceritanya terasa lambat dan agak membosankan. Tapi…. Begitu masuk bagian Dua sampai habis, ceritanya jadi seru banget. Banyak hal tak terduga yang diungkapkan satu per satu di bagian ini. Baca buku ini seperti sedang nonton film action. Seru dan menegangkan!

Dari sekian banyak bagian-bagian yang seru dari buku ini, ada juga bagian yang menjijikkan. Itu adalah cerita hubungan yang aneh antara pria dan wanita. Dan bahasanya menurutku agak vulgar. Baca aja sendiri kalau nggak percaya. Tapi kalian harus sudah berusia di atas 18 tahun ya. Jangan berikan buku ini pada anak kecil untuk dibaca.

Oh ya satu lagi tentang buku ini. Karena buku ini adalah buku terjemahan, banyak kosakata bahasa yang bisa dipelajari, terutama bahasa Rusia.

Rating:
Aku beri 4 bintang dari skala 5 bintang.

Informasi Buku:
Judul Buku: Kill Me If You Can
Pengarang: James Patterson dan Marshall Karp
Genre: mystery, suspense, thriller, crime fiction
Tahun Terbit: Mei 2018
Penerbit: Penerbit Spring
Jumlah Halaman: 408 halaman
ISBN: 978-602-6682-22-2

[Review Buku] Another

Buku ini adalah buku yang sangat ditunggu-tunggu abad ini. Bukunya terbagi menjadi dua. Jadi semacam novel bersambung gitulah. Walaupun ada dua buku, Another 1 dan Another 2, aku sih nggak masalah baca novel bersambung ini. Penyebabnya tak lain tak bukan adalah gambar-gambar yang diposting oleh akun @penerbitharu di instagram. Yuk, disimak….

View this post on Instagram

Selamat sore semuanya! Di sini ada nggak sih yang peka dengan hal-hal mistis? 😱😱 . . Sakakibara Kouichi harus pindah sekolah pada musim semi 1998. Tapi kelas barunya ini aneh. Ada seorang cewek yang duduk di pojokan kelas, tapi seisi kelas nggak bisa melihat dia! . . Siapa dia? Dan kenapa seisi kelas tampak ketakutan? . . Penasaran, kan? Yang sudah baca atau tahu cerita #NovelAnother diharap jangan spoiler yaa. . . Pokoknya novel ini pas banget dibaca malem-malem sambil sedia cemilan kembang kantil #waduh πŸ˜‚πŸ˜‚ . . Hati-hati sama penampakan yang tidak diinginkan, ya! Selamat berakhir pekan! . . Pembelian buku ke @owlbookstore baca sinopsisnya di @katalogharu . #novelanother #novelhoror #horror #noveladdict #novel #bacaituseru #ayobacabuku #bukujepang #jepang #anime #manga #lightnovel #mistery #horrorstories #liveaction #yamazakikento #ayobacabuku

A post shared by Penerbit Novel-Novel Asia (@penerbitharu) on

Nah, bagi penggemar genre thriller pasti akan menjadi sangat penasaran dengan cerita Another karangan author Jepang, Ayatsuji Yukito, ini. Apalagi kalau baca sinopsis di belakang buku.

Sinopsis di Buku 1:
Musim semi tahun 1998, Sakakibara Kouichi harus pindah sekolah ke SMP Yomiyama Utara dan masuk ke kelas 3-3. Namun, kelas 3-3 tampak begitu ketakutan akan sesuatu, hal yang tidak bisa dia jelaskan.

Ingin tahu apa yang membuat mereka ketakutan, Sakakibara mencoba mendekati Misaki Mei. Namun tanpa dia sadari…. dia melakukan kesalahan.

Kesalahan besar yang membuat teror dan kengerian mulai merebak….

Sinopsis di Buku 2:
Musim semi tahun 1998, Sakakibara Kouichi harus pindah ke SMP Yomiyama Utara dan masuk ke kelas 3-3. Namun, kelas 3-3 tampak begitu ketakutan akan sesuatu, hal yang tidak bisa dia jelaskan.

Sakakibara akhirnya mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di kelas 3-3, tapi teror tak juga berhenti.

Akankah teror itu berakhir dan kelas 3-3 bertahan? Atau, akankah seluruh kelas mati bersimbah darah?

Sinopsis versiku:
Sakakibara Kouichi pindah sekolah ke SMP Yomiyama Utara. Di sana jauh dari Tokyo. Yomiyama adalah kota kelahiran almarhum ibunya. Tepat sebelum masuk sekolah, Sakakibara menderita sakit paru-paru. Saat dirawat di rumah sakit, ia bertemu dengan anak perempuan yang aneh. Lalu, setelah sembuh, bibinya, Reiko-san, menceritakan tentang Tujuh Keanehan Yomi Utara. Itu adalah cerita hantu. Namun tentu saja Sakakibara tidak langsung percaya.

Saat akhirnya Sakakibara masuk sekolah, ia melihat anak perempuan aneh ada juga di kelasnya. Anak itu juga aneh di kelas. Namanya Misaki Mei. Orang-orang di kelas tidak menggubris Misaki. Namun Sakakibara tidak menyadarinya. Ia mencoba berteman dengan Misaki.

Sakakibara mendengar cerita tentang kelas 3-3. Ceritanya adalah tentang seorang anak bernama Misaki. Anak itu sebenarnya pintar dan banyak orang yang menyukainya. Tetapi sebelum kelulusan, ia mati karena kecelakaan. Teman-teman sekelasnya, di kelas 3-3, mencoba mengenangnya dengan cara menganggap ia tidak mati. Pada saat kelulusan, semua mendapati Misaki nampak di dalam foto kelulusan.

Nama anak yang mati 15 tahun yang lalu sama dengan nama anak perempuan aneh di kelas 3-3. Sakakibara mencoba mencari tahu tentang cerita-cerita seram yang ia dengar. Ia mengikuti Misaki teman sekelasnya. Lalu mendapati dirinya berdiri di depan toko boneka yang aneh. Nama toko itu Senja yang Melihat Malam Milik Mata Biru Kosong. Saat masuk ke dalam toko, ia merasakan aura yang aneh. Barang-barang di toko juga aneh. Tiba-tiba Misaki muncul entah dari mana. Mereka mengobrol sebentar.

Beberapa waktu kemudian, setelah Sakakibara mencoba mencari tahu tentang kebenaran cerita hantu, terjadilah teror menakutkan. Ada teman sekelasnya tewas di sekolah. Kemudian, perawat yang menjadi teman Sakakibara juga ikut tewas saat sedang berbicara dengannya di telepon. Teror mengerikan pun terus berlanjut.

* * *
Review:
Nah, penasaran nggak sih sama isi ceritanya buku Another ini? Aku baca dua buku ini nggak pake lama! Pokoknya ceritanya bagus banget. Bikin penasaran. Plot twistnya juga keren.

Di buku ini ada bagian introductionnya. Isinya adalah bisik-bisik orang, yang tidak dijelaskan siapa, tentang cerita-cerita aneh di SMP Yomiyama Utara. Mereka berbisik-bisik tentang Misaki. Dan segala hal yang akan membuat pembaca penasaran.

Lalu ada bagian Chapternya. Nah, di bagian Chapter ini, cerita dibagi menjadi per tanggal. Chapter mengisahkan tentang petualangan Sakakibara mencari kebenaran tentang cerita seram kelas 3-3.

Endingnya? Tak tertebak. Kalian baca sendiri deh bukunya. Nggak seru kalau diceritakan di sini. Hehe.

* * *
Kata-kata keren yang ada di buku:
“Maut itu… mungkin tidak ramah. Banyak orang bilang kematian itu tenang, tapi tidak seperti itu. Kematian sangat gelap… sampai ke mana pun, gelap. Sampai ke mana pun, sendirian.” ~hlm.63 (II)

Hanya saja, harapan adalah sesuatu tanpa dasar yang mudah berganti dengan optimisme kosong. ~hlm.66 (II)

Karena, perubahan itu ada. ~hlm.68 (II)

Waktu kupikirkan baik-baik, yang harus kutakutkan adalah iblis bernama rasa curiga yang membengkak. ~hlm.174 (II)

Boneka itu kosong. Tubuhnya, juga hatinya, sangat kosong, tidak ada apa-apa di dalamnya. Kekosongan itu terhubung pada maut. ~hlm.227 (II)

* * *
Reting:
Rating untuk buku yang keren ini adalah 4,8 dari skala 5. Favorit!

* * *
Informasi Buku
Judul Buku: Another
Pengarang: Ayatsuji Yukito
Penerbit: Penerbit Haru
Genre: thriller, misteri
Tahun Terbit: 2018
Jumlah halaman: 336 hlm (buku 1) dan 296 hlm (buku 2)

[Review Buku] 13 Reasons Why

Sinopsis:
Buku ini menceritakan tentang Clay yang mendapat kiriman sebuah kotak sepatu berisi setumpuk kaset. Pengirimnya adalah Hannah Baker, teman sekolahnya yang meninggal karena bunuh diri dua minggu yang lalu.

Dalam kaset itu, Hannah menjelaskan alasan-alasan kenapa ia bunuh diri dan siapa saja yang terlibat di dalamnya. Karena Clay mendapatkan paket berisi kaset tersebut, maka ia adalah salah satu yang terlibat.

Sebelum Clay mendapatkan paket kaset tersebut, ada seseorang yang menyelipkan peta ke lokernya. Rupanya peta itu adalah kiriman dari Hannah juga sebelum ia meninggal. Peta tersebut ada hubungannya dengan kaset-kaset yang dikirimkan kepada Clay.

Melalui kaset yang dikirim dari Hannah, Clay jadi tahu bahwa peta tersebut menjelaskan tentang tempat-tempat yang ada hubungan dengan alasan Hannah bunuh diri. Clay penasaran dengan seluruh isi kaset yang dikirimkan padanya. Ia menghabiskan sepanjang malam untuk menyusuri kota kecilnya sambil mendengarkan keseluruhan isi kaset-kaset tersebut.

Review:
Seperti judulnya, buku ini adalah kisah alasan-alasan Hannah bunuh diri. Tokoh utamanya adalah Clay Jensen, seorang siswa SMA yang ternyata mempunyai perasaan suka pada Hannah Baker. Tetapi tentu saja ia sangat menyesal ketika mengetahui bahwa Hannah bunuh diri dan ia tidak sempat mengatakan tentang perasaannya pada Hannah. Hannah sendiri adalah seorang gadis yang baik namun ia bertemu dengan orang-orang yang tidak baik. Hal tersebut membuat Hannah merasa terkucilkan dan sedih. Itulah sebabnya mengapa ia memilih bunuh diri untuk mengakhiri semuanya.

Baca buku ini… bab per bab terasa panjang. Karena isinya membicarakan tentang keburukan seseorang. Ya, ada juga tentang orang yang baiknya. Tetapi secara keseluruhan adalah tentang orang-orang yang jahat pada Hannah. Karena itulah, mendengarkan tentang keburukan orang lain tuh bikin capek!

Karena buku ini bikin capek, tentu saja bacanya jadi bikin ngantuk. So, buku ini cocok banget menjadi bacaan sebelum tidur. Nggak bikin buru-buru untuk menyelesaikannya karena dari awal pembaca sudah diberi tahu bahwa yang akan dibahas adalah orang-orang dan tempat-tempat yang terlibat dalam kematian Hannah.

Kisah-kisah per babnya bikin geregetan, juga bikin sedih. Penulisnya sukses bikin pembaca jadi terhanyut dalam cerita. Karena ceritanya tentang Clay yang mendengarkan kaset, pembaca jadi melihat dua sisi sekaligus, yaitu sisi bagaimana perasaan Hannah dan juga bagaimana apa yang dirasakan oleh Clay.

Jika membaca komentar dari beberapa orang tentang buku ini, banyak yang mengatakan bahwa buku ini hebat, sangat bagus, dan bisa mengubah pandangan kita terhadap orang lain. Memang benar, seseorang melakukan sesuatu pasti ada alasannya kan? Jangan menilai dari tampilan luar, juga dari bagaimana sikap seseorang pada saat tertentu. Kita tidak tahu apa yang dialaminya sebelum bertemu kita. Ya, itulah inti dari buku ini.

Rating:
Buku ini sebenarnya menarik. Ya, kalau nggak… Nggak mungkin ceritanya dijadikan film, kan? Tapi tentu saja setiap orang punya pendapat berbeda mengenai buku ini. Saya pikir, saya akan memberi rating 7/10 untuk buku ini.

13 Quotes:
Oh, ya, ada satu lagi yang perlu diberitahukan kepada Anda sekalian. Ini mengenai kata-kata yang bagus dari buku ini. Yuk langsung saja disimak:

1. Pengkhianatan. Ini salah satu perasaan paling buruk. ~hlm.29.

2. Dan bagaimana dengan kalian – kalian semua – apa kalian melihat luka yang telah kalian tinggalkan? Tidak. Mungkin saja tidak. Sebab sebagian dari luka itu tidak bisa dilihat secara kasat mata. ~hlm.82.

3. Aku tidak mau bertingkah seakan segalanya baik-baik saja, karena memang tidak. ~hlm.129.

4. Orang kadang kesulitan untuk menyampaikan kata-kata menyenangkan satu sama lain. … Kalau kau bisa, beri tahu mereka secara langsung. Tapi kalau tidak bisa, beri mereka surat dan itu akan sama saja rasanya. ~hlm.165.

5. Kadang kita memiliki pikiran yang bahkan tidak bisa kita pahami. Pikiran-pikiran yang bahkan tidak benar -bukan yang sesungguhnya kita rasakan- tapi pikiran itu terlintas dalam kepala kita karena menarik untuk dipikirkan. ~hlm.182.

6. Biasanya, saat seseorang memiliki reputasi terkenal, ada orang lain yang siap mencabik-cabiknya. Mereka menanti munculnya keburukan yang fatal. ~hlm.206.

7. Kalian tidak tahu apa yang berlangsung di kehidupan orang lain kecuali kehidupan kalian sendiri. Dan saat kalian mengacaukan satu saja bagian kehidupan seseorang, kalian tidak cuma mengacaukan bagian yang itu. Saat kalian mengacaukan satu bagian kehidupan seseorang, berarti kalian mengacaukan seluruh kehidupannya. ~hlm.208.

8. Segala sesuatu… memengaruhi segalanya. ~hlm.208.

9. Kau tidak bisa mundur ke masa lalu… Seperti sediakala. Yang benar-benar kau miliki hanyalah… masa sekarang. ~hlm.212.

10. Menyenangkan rasanya tahu ada orang yang mengerti … apa yang sedang kualami. ~hlm.243.

11. Tapi kadang-kadang tak ada yang bisa dilakukan selain terus melangkah. ~hlm.280.

12. Orang-orang perlu tahu bahwa ada tempat yang bisa mereka tuju. Seseorang yang bisa menjadi tempat mereka mengadu. ~hlm.306.

13. Pada akhirnya, kita semua harus melangkah maju dan melalui semua ini. ~hlm.306.

Informasi Buku:
Judul buku: 13 Reasons Why
Pengarang: Jay Asher
Penerbit: Penerbit Spring
Tahun terbit: 2018
Jumlah halaman: 324 halaman
ISBN: 978-602-6682-24-6

[Review Buku] Absolute Justice

Waktu ada iklan tentang buku ini, aku penasaran banget sebenarnya ceritanya tentang apa. Biasanya di belakang buku ada sinopsis ceritanya. Tapi di buku ini tidak ada yang seperti itu. Hanya ada satu kalimat di belakang bukunya: “Seharusnya monster itu sudah mati…”

Nah, lho! Apakah buku ini tentang monster? Cerita hororkah? Karena penasaran makanya aku beli buku ini. Kebetulan juga pas dibuka PO ada bonus dapat tanda tangan penulis walaupun sebenarnya tanda tangannya cetakan, bukan asli tanda tangan pakai pena. Dan ada bonus gantungan kunci juga. Horeee!!

Ternyata ceritanya begini:

Ada 4 sahabat di sebuah sekolah SMA. Mereka adalah Kazuki, Yumiko, Riho, dan Reika. Suatu saat ada anak pindahan di sekolah mereka. Nama anak yang pendiam itu adalah Noriko. Keempat sahabat ini lalu mengajak Noriko bergabung bersama mereka. Awalnya hanya mengajak makan siang bersama. Tetapi kemudian Noriko menjadi anggota kelompok grup.

Noriko adalah anak yang baik dan pintar. Ia menjadi juara di kelas dan menjadi panutan bagi kelompoknya. Ia sering membantu Kazuki, Riho, Reika, dan Yumiko dalam hal pelajaran. Semua temannya senang karena ada orang pintar di kelompok mereka. Namun setelah beberapa lama berteman dengann Noriko, muncul kejanggalan-kejanggalan. Tetapi keempat temannya menganggapnya mungkin ada kesalahan pada diri mereka karena Norikolah yang paling benar dan mereka salah. Argumen Noriko masuk akal hingga keempat sahabat tidak bisa menolaknya.

Beberapa tahun kemudian, saat kelompok 5 sahabat itu sudah dewasa dan berumur 30-an, ada reuni sekolah. Kelima sahabat bertemu kembali. Mereka senang sekali bisa berkumpul setelah sekian lama tidak bertemu. Namun Noriko rupanya tidak berubah. Ia sangat menjunjung tinggi kebenaran. Ia bahkan tak segan-segan menghukum orang yang salah walaupun sebenarnya itu adalah masalah kecil. Tidak ada toleransi. Hal tersebut membuat keempat sahabat menjadi gerah dengan sifatnya itu. Akhirnya terjadilah insiden yang tidak direncanakan. Insiden tersebut lalu menggiring keempat sahabat pada sesuatu yang mengejutkan mereka.

Review:
Seperti biasa, cerita karangan Akiyoshi Rikako sangat bagus dan endingnya tak tertebak. Beliau selalu sukses membuat orang penasaran dengan akhir ceritanya. Buku ini sama sekali tidak membosankan. Malah bikin geregetan. Saking bikin geregetannya sampai menguras emosi jiwa. Itu menurutku, ya… So, kalau kamu lagi stress berat, jangan baca buku ini karena buku ini ‘berat’. Untuk selingan di waktu luang saat sedang santai dan tidak banyak masalah, okelah baca buku ini.

Buku ini banyak berkisah tentang hukum dan pasal-pasal yang berlaku di Jepang. Apa yang tidak boleh dilakukan penduduk sipil dan bagaimana sistem pajaknya. Juga apa hukuman yang didapat seorang warga bila melanggar undang-undang. Makanya kesannya menurutku ‘berat’. Mungkin karena itulah judulnya Absolute Justice. Ada tentang keadilannya gitu.

Quotes yang oke menurutku:
Persahabatan itu bukan berarti menyembunyikan kesalahan teman.
~hlm. 32

Aku hanya ingin melakukan hal yang benar. Karena kebenaran adalah hal terpenting di dunia ini.
~hlm.124

Memangnya aku butuh alasan untuk melakukan yang benar?
~hlm.89

Saat menjatuhkan tuduhan kepada orang yang bersalah berdasarkan kebenaran, bagian otak manusia yang mengontrol rasa bahagia bisa menghasilkan zat yang mirip dengan saat mengonsumsi obat-obatan terlarang.
~hlm.252

“Aku tidak bisa mengatakan ‘tidak tahu’ untuk sesuatu yang kuketahui. Kau menyuruhku berbohong?”
“Bukan bohong. Ini bersikap bijak.”
“Bohong tetaplah bohong. Tidak ada di tengah-tengahnya.”
~hlm. 223

‘Seratus persen benar’, tanpa ada rasa toleransi dan kemanusiaan, ternyata bukanlah hal yang baik.
~hlm. 159

Rating:
Walaupun bukunya ‘nggak biasa’ karena menyajikan hal yang berat, tetap saja aku ngefans sama karangan Akiyoshi Rikako. Jadi, untuk buku ini aku beri nilai 3,8 dari skala 5.

Informasi Buku:
Judul Buku: Absolute Justice
Pengarang: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Penerbit Haru
Genre: Misteri, Hukum
Tahun Terbit: 2018
Jumlah Halaman: 268
ISBN: 978-602-51860-1-1

[Review Buku] Silence

Cerita di belakang buku:
Kenapa aku tidak bisa keluar dari pulau ini?

Miyuki dibesarkan di Yuki-no-Shima, sebuah pulau terpencil yang konon dilindungi oleh Simatama-san, dewa penjaga pulau. Miyuki yang bermimpi menjadi artis akhirnya keluar dari pulau itu dan tinggal di Tokyo, meskipun ditentang oleh kedua orangtuanya.

Setelah lama tidak pulang, akhirnya tahun ini Miyuki akan pulang bersama dengan Toshiaki, kekasihnya. Meski awalnya Miyuki tidak menyadarinya, tapi sepertinya Simatama-san tahu ada yang tidak beres dengan Toshiaki.

Apa pun yang terjadi, Shimatama-san pasti melindunginya, kan?

Sinopsis versi saya:
Sejak kecil Miyuki bermimpi menjadi artis. Ia mempunyai suara yang merdu. Lalu, saat bersekolah di sekolah menengah, ia mengikuti audisi di kota kecil dekat kampung halamannya. Miyuki lolos seleksi dan harus ikut audisi berikutnya di Tokyo. Namun ayahnya menentangnya.

Miyuki tetap bercita-cita pergi ke kota besar untuk mewujudkan mimpinya. Namun sayangnya ia tidak bisa menjadi artis lagi karena sudah telat. Tetapi ia bekerja mengurusi artis. Ia menjadi manajer artis dan bekerja di perusahaan yang menaungi artis-artis muda pendatang baru.

Saat bekerja menjadi manajer, Miyuki berkenalan dengan Toshiaki. Mereka pun akhirnya pacaran. Lama mereka menjalin hubungan, Toshiaki tidak juga melamar Miyuki. Teman-teman Miyuki memgatakan hal-hal yang membuat Miyuki panas sehingga ia pun mendesak Toshiaki agar bertemu dengan kedua orangtuanya.

Saat itu liburan di bulan Desember. Toshiaki memberikan banyak alasan untuk mengelak berkunjung ke kota kelahiran Miyuki. Namun Miyuki tidak putus asa. Toshiaki mengalah dan ikut pergi ke pulau. Tetapi pemuda itu sempat membuat kecewa Miyuki karena tidak membawa barang yang tepat.

Setibanya di pulau, banyak kejadian janggal yang ditemui Miyuki. Termasuk pula kejadian yang berhubungan dengan Toshiaki. Ia kembali mengingat mitos tentang dewa penjaga pulau. Dewa penjaga pulau seperti marah atau ingin melindunginya. Itulah yang harus ia cari tahu.

Review:
Seperti biasa, buku karangan Akiyoshi Rikako selalu keren. Ceritanya seru di bagian awal hingga beberapa bagian sebelum ending. Deskripsi tentang latar dan tokohnya juga oke. Beda sedikit memang dari buku-buku karangan Akiyoshi yang lain. Buku ini gregetnya kurang karena endingnya membingungkan dan kalau dipikir-pikir dan ditebak-tebak, aku masih aja nggak ngerti maksudnya. Ya sudahlah, jadinya berimajinasi sendiri aja. Oh ya, satu lagi, menurutku novel ini kategorinya novel dewasa. Jadi kurang cocok jika ada anak sekolah membacanya.

Yang oke dari buku ini adalah pengenalan tentang adat istiadat Jepang untuk adat masyarakat pulau kecil. Kekeluargaannya masih kental banget dan mereka sangat mematuhi adat daerahnya. Dari buku ini kita juga bisa mengetahui tentang tata cara melamar untuk menikah. Lalu ada cerita tentang festival Tahun Baru yang biasa dirayakan oleh masyarakat Jepang.

Rating:
3,5 dari skala 5 untuk novel ini.

Informasi Buku:
Judul: Silence
Pengarang: Akiyoshi Rikako
Genre:
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun Terbit: 2017
Jumlah halaman: 332 halaman
ISBN: 978-602-6383-38-9