Spoiler, yuuuk!

“Eh, sudah nonton film Terius Behind Me belum?” tanya seorang teman.

“Belum,” jawabku. “Filmnya bagus?”

“Bagus banget! Ayo nontonlah!” kata temanku yang lain.

“Nggak, ah. Nanti aja kalau sudah tamat,” jawabku.

Lalu mereka geleng-geleng kepala. Merasa aneh kenapa aku nggak nonton drama yang ongoing. Lebih seru nontonnya karena bakalan deg-degan nungguin tayangan episode berikutnya.

Iya sih… tapi menurutku nggak asyik. Soalnya lebih enak nonton secara maraton. Trus, sebelum nonton film, biasanya aku baca komentar atau postingan dari orang-orang yang sudah nonton. Untuk drama Korea atau movie Korea, biasanya aku baca dari asianwiki.com. Di asianwiki tuh banyak yang secara langsung maupun tak langsung ngasih spoiler tentang film. Seru aja baca komentar dari orang-orang.

contoh komentar di asianwiki.com

Ada yang tahu gambar di atas tuh komentari film apa? 😁

Film-film lainnya, aku baca dari blog atau imdb.

Istilahnya baca spoilernya dulu. Kalau endingnya bagus, nonton. Kalau sad ending atau endingnya nggak jelas, batal nonton walaupun sebelum spoilernya keluar aku sudah bikin target mau nonton.

Untuk buku beda lagi… cukup baca sinopsisnya aja. Nggak perlu baca spoilernya. Kalau sinopsisnya oke, ya baca bukunya. Nggak seru kalau baca spoilernya. Bikin nggak penasaran lagi pas bacanya.

* * *

Kalau kalian, sebelum nonton film suka baca spoilernya nggak?

Advertisements

Spoiler Itu Apa, Sih?

no spoiler

Kemarin saya bikin review buku Carrie. Review tersebut diikutkan dalam Reading Challenge yang diadakan oleh MFF. Salah satu ketentuannya adalah ‘no spoiler.’ Saya tadinya nggak ngerti arti kata itu. Tapi, pede aja nulis review di detik-detik terakhir deadline. Masalah arti kata spoiler nanti saja dicari (baca: malas).

Pagi ini, dapat comment dari mba May di review tersebut. Katanya, di review saya ada spoilernya. Waduh masa iya, sih? Kayak orang kebakaran rambut (secara saya kan cewek, jadi nggak ada jenggot, ya kan?), saya carilah arti kata spoiler itu. Ini hasil pencariannya:

Spoiler adalah tulisan atau keterangan mengenai suatu cerita, yang membeberkan jalan cerita tersebut. Membaca beberan dari suatu cerita dapat menyebabkan berkurangnya kesenangan membaca cerita itu, karena kesenangan membaca sebuah cerita biasanya tergantung kepada dramatisasi atau ketegangan yang ditimbulkan oleh cerita tersebut. (Wikipedia)

Intinya spoiler itu menceritakan seluruh isi buku sampai habis (karena di sini review buku). Dan, menurut aturan resensi buku, menceritakan keseluruhan isi buku itu tidak boleh. Saya dapat artikel tentang resensi ini di lensabuku.com. Ini contohnya:

Yang perlu diingat, jangan spoiler (membocorkan ending buku). Sejatinya tugas kita memekarkan rasa penasaran pembaca. #ResensiBuku

Bukan sebaliknya, kita ‘menguliti’ buku hingga telanjang dalam #ResensiBuku kita. Kasihan penulis bukunya, dong. Hehehe. ~Haya Aliya.

Setelah mengerti saya langsung edit reviewnya. Untunglah ada komentar dari Mba May. Makasih ya Mba sudah mengingatkan. 🙂