Yang Jangan dan Boleh Dilakukan Saat Pergantian Tahun

Wah, sudah malam tahun baruan aja, nih! Ngapain aja di malam tahun baruan ini? Bakar-bakaran? Nonton konser? Jalan-jalan? Atau…. tidur? Apapun itu, ada yang jangan dilakukan di saat pergantian tahun ini dan ada yang boleh dilakukan. Cek yukkkk!

1. Makan
Namanya malam tahun baru ya… So pasti pada mau makan-makan. Ada yang pilih ke tempat makan semacam resto, cafe, warung, de-el-el dan ada juga yang masak sendiri atau beli trus bawa pulang.
Don’t: Jangan makan di jalan!
Biasanya ada ajakan teman seperti ini, nih:

Teman: “Malam tahun baruan, nih! Ayo jalan!”
Kita: “Sekalian makan-makan ya?”
Teman: “Ya, iyalah. Ntar kita makan di jalan. Yuk, ah, cusss!”
Do: Kalau mau makan, makanlah di tempat yang aman. Jangan makan di jalan nanti ditabrak kendaraan!!
Tambahan buat don’t:
– no drugs and no alcohol karena berbahaya banget!

2. Bakar-bakaran
Tahun baruan identik dengan bakar-bakaran. Soalnya seru sambil menunggu jam 12 teng, panggang ini itu, bakar ini itu.
Don’t: Jangan bakar emosi orang ya. Dan jangan bakar gas elpiji mentang-mentang kamu jomblo atau nggak ada yang ngajakin tahun baruan bareng. Oh ya, nggak perlu juga bakar kemenyan trus baca mantra jampi-jampi gara-gara nggak ditolak gebetan. Wkwkwk.
Do: Bakarlah yang patut dibakar misalnya jagung, sate, pempek. Alhasil habis bakar-bakaran, makan, perut pun kenyang.

3. Berkendaraan
Ada yang malam tahun baruannya pergi jalan-jalan naik motor? Naik mobil? Pasti ada. Biasanya malam tahun baruan ini seru-seruan kan…

Tahun boleh baru, tapi nyawa nggak ada yang baru Saudaraku. Jadi jaga diri dan jangan sampai dapat petaka di malam tahun baru.

Don’t: Jangan kebut-kebutan! Ingat, Anda bukan Valentino Rossi! Dan, ingatlah bahwa jalanan bukan punya mbahmu. Masih banyak pengguna jalanan lainnya yang ingin hidup tentram, bahagia, sehat, sejahtera. Jangan kau rusak kebahagiaan mereka. Hihihi
Do: Jalanlah di jalan yang benar. Wkwkwk. Ngebut berarti maut. Hahha! Dan seperti kata gambar di atas, jangan mencari bahaya!
Waspadalah! Waspadalah! *pinjam kata-kata bang napi

4. Petasan dan Kembang api
Malam tahun baru tanpa petasan dan kembang api tuh serasa ada yang kurang ya. Nggak berisik dan nggak ada bunyi berdentum-dentum rasanya aneh.
Don’t: Tolong kalau bisa main petasannya jangan di dekat rumah yang ada anak kecilnya atau ada nenek kakek yang jantungan. Bisa nggak sih? Kasihan nanti mereka nggak bisa tidur atau parahnya sampai masuk rumah sakit gara-gara bunyi petasan. Huft! Lelah hayati…
Do: Seru-seruan main petasannya di lapangan luas aja deh! Pakai peredam suara kalau bisa. Wkwkwk. Ingat: kalau bisa ya…

5. New Relationship
Entah kenapa aku terpikir aja tentang hal ini. Gara-garanya melihat banyak yang menghabiskan waktu bersama pasangannya. Ada yang masih flirting sama gebetan. Buat yang sudah nikah semoga langgeng-langgeng aja. Bagian kelima ini khusus buat yang lagi pedekate aja. Hohoho
Don’t: Jangan nembak gebetan kamu di tanggal 31 Desember atau 1 Januari!! Please, don’t do that! Soalnya kalau si dia langsung oke pada tanggal tersebut trus nantinya kalian putus, rasanya sakit banget, tau’! Bakalan sedih pas ngerayain tahun baruan karena keinget pernah jadian di tahun baruan. Huhu!
Do: Kalau mau nembak gebetan pliss pilih tanggal lain aja, deh! Dari 31 hari kan masih ada tanggal lainnya toh?

6. Lain-lain
Don’ts:
– Berisik dan teriak-teriak nggak jelas. Hati-hati nanti diangkut ke RSJ.
– Mencuri, maling, mencopet, menjambret. Kecuali kamu mau mencuri hati si dia, it’s okay lah.
Dos:
– Tidur aja kalau nggak ada kerjaan.
– Berdoa dan mendoakan yang terbaik buat diri sendiri dan orang lain tuh hal yang baik.

Oke, cukup sekian ya temans. Kalau ada yang mau menambahkan, silakan… Kalau ada komentar lainnya juga silakan. Akan diterima dengan senang hati. Hehehe.

Akhir kata aku ucapkan mohon maaf apabila ada kesalahan di sepanjang tahun 2018 baik sengaja maupun tidak disengaja. Terima kasih juga sudah menjadi pembaca dan pemberi like di blog ini. Doa terbaik buat kita semua. Selamat tahun baru!

Advertisements

Tips Kalau Mau ke Samsat Urus Pajak STNK Tahunan

Hari ini aku bolak-balik urusan pajak STNK tahunan. Bisa dimaklumi karena hari ini hari pertama kantor Samsat buka setelah libur panjang kemarin, makanya pengunjungnya membludak. Mall dan pasar kalah ramai!

Ini baru sebagian aja. Belum parkiran di bagian belakang ujung dan samping kantor

Hari ini karena sesuatu dan lain hal, maka aku harus bolak-balik antara 2 kantor Samsat dan berakhir di kantor Samsat ketiga. Capeknya… dari jam 9 pagi baru sampai rumah jam setengah 6 sore.

Nah ini tips dari aku kalau mau ke kantor Samsat urus pajak STNK tahunan:
1. Perginya harus pagi-pagi sekali.
Jam 9 itu sudah kesiangan! Apalagi kalau habis libur. Antrian bisa mengular panjang sepanjang jalan kenangan.

2. Yang harus disiapkan adalah KTP asli dan fotokopi, STNK asli dan fotokopi, dan map kertas.
Sebisa mungkin hindari memfotokopi di TKP, karena sudah pasti antri dan lama antrinya. Sudah lama antri fotokopi, eh lama pula antri urus pajaknya. Dobel lama dong antrinya! Situ mau bercapek ria mengantri?

3. Jangan menunggu sampai tanggal kadaluarsa STNKnya sudah mau habis baru mau urus.
Sebisa mungkin uruslah pajak atau perpanjangan STNKnya dari jauh hari. Apalagi kalau sampai lewat batas waktu, bisa kena denda. Trus kalau ketemu cuti bersama kayak bulan ini, antriannya itu lho nggak tahan!

4. Bawa perlengkapan perang seperti jaket tahan air atau payung, pakai sepatu tahan air, dan bawa buku bacaan bila perlu. Bawa air minum juga dan duit buat jajan. Pakai sunblock juga.
Karena mengantrinya bakalan lama, tubuh jangan sampai kekurangan cairan. Dan perut juga perlu diisi kalau kelaparan gara-gara lama mengantri. Kalau kalian suka membaca, bawa aja buku bacaan atau bawa koran. Lumayan buat mengisi waktu daripada bengong dan menguap terus karena kelamaan ngantri. Jaket anti air dan payung sama pakai sunblock buat apa? Itu buat kalian yang mengantri di mobil Samsat Keliling.

Hari ini aku ngantri di mobil Samsat Keliling. Walaupun mobil itu ada di dalam kawasan kantor Samsat, aku tetap ngantri di mobil karena di dalam kantor ramai banget. Pas ngantri tadi tiba-tiba hujan deras. Kehujanan. Nggak dapat tempat berteduh karena ramai banget. Aku nggak bawa payung dan jaket tahan air. Nggak pakai sepatu tahan air pula. Jadinya basah, deh! Padahal tadinya berpanas ria. Eh, sesudah basah-basahan, panas-panasan lagi. Dari kering-basah-kering lagi. Dan karena ngantri pas panas terik sesudah hujan, kulitku jadi mutung kemerah-merahan. Dah macam ikan asin aja awak ini! Mantap bana! Nggak perlu lagi pergi ke pantai buat menghitamkan kulit.

5. Bawa uang lebih.
Ini untuk cadangan aja. Karena bayaran pajaknya kan mengira-ngira dulu. Setelah diberi tahu petugas baru tahu jumlah yang mau dibayar. Kisarannya sekitar jumlah yang tertera di STNK. Bawa uang lebih kan nggak apa-apa, daripada kurang, nanti malu.

6. Hati-hati dan waspada.
Nah, saat ramai mengantri, kita juga harus tetap waspada menjaga barang bawaan kita. Misal kalau bawa kresek isi berkas-berkas jangan sembarang meletakkan kresek itu. Kalau hilang… wah! Itu nyawa, lho! Trus buat yang suka main hp biar nggak bosan, hati-hati juga pegang hpnya. Nggak lucu banget kalau hpnya jatuh dan pecah. Jaga sendiri barang yang dibawa.

***